Akuntansi Keuangan, Mengapa Penting Bagi Perusahaan?

Apa itu akuntansi keuangan (financial accounting)? Apa saja fungsi atau tujuan dari akuntansi keuangan serta kenapa hal ini penting untuk dipelajari? Blog Mekari Jurnal akan menjelaskannya dengan detil. Yuk, sama-sama belajar agar bisa menjadi seorang akuntan sukses!

Setiap perusahaan pasti membutuhkan pencatatan keuangan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan tersebut.

Bagaimanapun, masalah keuangan merupakan hal paling krusial agar keberlangsungan perusahaan tetap terjaga.

Oleh karena itu, dibutuhkan pengetahuan tentang akuntansi keuangan untuk memudahkan perusahaan, terutama dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ekonomi dan kondisi finansial perusahaan.

Apa yang Dimaksud dengan Akuntansi Keuangan?

Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting) adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi.

Proses penyusunan laporan keuangan ini digunakan perusahaan untuk menunjukkan kinerja dan posisi keuangannya kepada orang-orang di luar perusahaan, termasuk investor, kreditur, pemasok, dan pelanggan.

Beberapa ahli memberikan pendapat tentang definisi dari akuntansi keuangan, seperti: 

  • Jogianto (1997), akuntansi keuangan menyediakan informasi yang relevan terkait dengan laporan-laporan berkala seperti laporan arus kas, neraca, laba ditahan, dan perubaan modal dari pihak internal dan eksternal perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.
  • Kieso & Weygant (2000), akuntansi keuangan merupakanproses penyusunan laporan keuangan perusahaan secara menyeluruh yang akan digunakan oleh pengguna laporan keuangan dari pihak internal maupun eksternal perusahaan.
  • Sugiarto (2002), arti dari akuntansi keuangan yaitu salah satu bidang akuntansi yang berfokus pada penyiapan laporan keuangan yang dilakukan secara bertahap dalam setiap perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban pihak manajemen kepada para pemegang saham dan investor.
  • Warren Reeve Fees (2008), akuntansi keuangan ialah proses pencatatan dan pelaporan data sekaligus kegiatan ekonomi perusahaan di mana laporan tersebut akan menghasilkan laporan utama bagi pemilik, kreditor, lembaga pemerintah dan masyarakat umum meskipun informasi laporan tersebut sangat berguna bagi manajer.
  • Martini (2012), financial accounting memiliki orientasi pada pelaporan dari pihak eksternal yang mempunyai tujuan mendetail kepada masing-masing pihak yaitu yang membuat pihak pembuat laporan keuangan berpatokan pada prinsip dan asumsi-asumsi dalam proses pembuatan laporan keuangan.

Dasar-Dasar dalam Akuntansi Keuangan

pengertian tujuan akuntansi keuangan adalah

Dalam akuntansi keuangan ada 2 dasar yang harus dipahami, yaitu:

Akuntansi Double-Entry

Dalam bisnis, setiap transaksi mempengaruhi setidaknya dua akun

Format akuntansi entri ganda mencatat kedua efek dari suatu transaksi.

Di satu akun, transaksi dicatat sebagai debit sementara di akun lain dicatat sebagai kredit.

Entri debit memperhitungkan peningkatan aset, pengeluaran yang Anda belanjakan, dan penurunan kewajiban, ekuitas, pendapatan.

Di sisi lain, entri kredit memperhitungkan penurunan aset dan pengeluaran, dan peningkatan kewajiban (utang), ekuitas, dan pendapatan.

Entri debit dan kredit harus selalu sama.

Format pembukuan akuntansi entri ganda adalah cara paling efisien untuk mengawasi pertumbuhan keuangan bisnis dan membatasi kesalahan akuntan dalam membuat laporan keuangan.

Akuntansi Basis Kas vs Akrual

Faktor utama yang membedakan antara metode akrual dan metode kas akuntansi adalah waktu.

Basis kas hanya mencatat pengeluaran dan pendapatan setelah uang berpindah tangan.

Dalam kebanyakan kasus, ini diterapkan oleh perusahaan swasta atau usaha kecil karena umumnya lebih sederhana daripada basis akrual.

Selain itu, Anda selalu dapat mengetahui berapa banyak uang yang Anda miliki hanya dengan memeriksa saldo bank Anda.

Kerugiannya adalah Anda mungkin tidak memiliki gambaran realistis tentang bagaimana bisnis Anda berjalan.

Saldo bank Anda mungkin besar dan kuat karena Anda belum membayar beberapa debitur.

Metode akrual, di sisi lain, didasarkan pada pengeluaran dan pendapatan yang diantisipasi.

Pengeluaran dicatat saat terjadi dan pendapatan dicatat setelah diperoleh, bukan saat dibayarkan.

Biasanya, bisnis besar dan perusahaan publik cenderung menerapkan metode akrual karena menyajikan gambaran keuangan yang lebih realistis selama periode tertentu.

Lebih mudah membuat proyeksi menggunakan metode ini.

Di sisi lain, itu tidak menggambarkan arus kas yang sebenarnya dan dapat memiliki konsekuensi yang mengerikan jika Anda tidak tertarik.

Kelola Kas & Transaksi Lebih Mudah dan Akurat, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Apa Saja Fungsi dari Akuntansi Keuangan?

Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi sangat diperlukan untuk sebuah bisnis.

Dalam penjelasan yang lebih luas, fungsi akuntansi keuangan dapat dijabarkan yaitu adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui dan menghitung laba atau rugi yang telah didapat oleh perusahaan.
  2. Untuk memberikan informasi yang berguna bagi manajemen perusahaan.
  3. Dapat membantu menetapkan hak bagi masing-masing pihak yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan, baik itu pihak internal maupun pihak eksternal.
  4. Untuk mengawasi dan mengendalikan berbagai aktivitas yang terjadi pada perusahaan.
  5. Untuk membantu perusahaan dalam mencapai target yang telah ditentukan.

Baca juga: Pengertian, Fungsi, dan Penerapan Akuntansi Manajemen

Tujuan Akuntansi Keuangan

belajar apa itu akuntansi keuangan akuntan adalah

Tujuan utama dari akuntansi keuangan yaitu adalah untuk memberikan informasi keuangan berupa laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak ekstern perusahaan.

Adapun tujuan lain diperlukannya akuntansi keuangan dalam bisnis adalah:

Mengetahui Jumlah Laba atau Rugi

Tujuan utama dari kegiatan bisnis sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan.

Untuk memastikan apakah dalam suatu periode tertentu perusahaan mengalami laba atau rugi, diperlukan adanya catatan transaksi keuangan perusahaan secara menyeluruh, detail dan up-to-date menggunakan proses akuntansi.

Dari proses tersebut akhirnya akuntan akan menghasilkan informasi berupa laporan keuangan yang dapat memperlihatkan dengan jelas dan pasti tentang laba rugi perusahaan pada periode tertentu.

Menyediakan Informasi Keuangan Perusahaan

Pihak internal perusahaan meliputi direktur, para manajer, dan pemegang saham memerlukan informasi akuntansi finansial perusahaan.

Mereka berkepentingan untuk melihat informasi keuangan untuk memenuhi tugasnya dalam menganalisa kondisi keuangan perusahaan, apakah dalam kondisi yang sehat atau tidak sehat.

Selain itu juga untuk mengambil keputusan yang tepat demi kelangsungan jalannya perusahaan.

Sedangkan pihak eksternal meliputi investor, rekan bisnis, kreditur dan pemerintah.

Para eksternal seperti investor juga berhak melihat kondisi keuangan perusahaan apakah dalam kondisi stabil dan menguntungkan.

Sehingga ketika investor memutuskan untuk berinvestasi, perusahaan dapat memberikan timbal balik berupa dividen yang tinggi bagi dirinya.

Permudah Pengelolaan Inventori dan Stok Barang dengan Jurnal. Baca Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Menyediakan Informasi Bagi Operasional Perusahaan

Akuntansi sebagai penyedia informasi berupa laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan manajemen sebagai pihak pengambil keputusan.

Karena dalam laporan keuangan terdapat berbagai informasi keuangan seperti:

  • Jumlah uang kas maupun non kas perusahaan saat ini,
  • Tingkat penjualan apakah telah mencapai terget perusahaan,
  • Jumlah persediaan bahan baku apakah masih mencukupi untuk kegiatan produksi selanjutnya,
  • Jumlah biaya operasional perusahaan apakah mengalami pemborosan,
  • dan sebagainya.

Baca juga: Ketahui Karakteristik Laporan Keuangan Sebelum Anda Membuatnya

Sebagai Tolak Ukur dalam Mengetahui Tingkat Pertumbuhan dan Kemajuan Perusahaan

Perusahaan dikatakan maju dan tumbuh dengan baik ketika bisa menyajikan informasi keuangan yang rapi, valid, akurat serta mudah dipahami di manapenyajian informasi tersebut dapat diperoleh melalui proses akuntansi yang benar.

Akuntansi yang benar yaitu mencatat, mengelompokkan, mengidentifikasi transaksi-transaksi keuangan perusahaan dengan rapi, baik dan benar sesuai dengan bukti-bukti transaksi yang ada.

Dari sanalah kita mengetahui manfaat laporan keuangan yang dapat digunakan untuk melihat serta mengukur tingkat pertumbuhan dan kemajuan perusahaan.

Mengapa Akuntansi Keuangan itu Penting?

Peran akuntansi keuangan penting bagi perusahaan karena membantu dalam hal berikut:

  • Komunikasi secara ekternal. Pernyataan dan laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan digunakan untuk mengkomunikasikan informasi tentang kesehatan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan kepada pihak eksternal. Pengguna eksternal tersebut mungkin termasuk, bank dan perusahaan leasing, dll.
  • Komunikasi secara internal. Sebagai alat komunikasi untuk pihak internal perusahaan seperti tim keuangan dan eksekutif untuk menentukan rencana kedepannya.
  • Analisis perbandingan. Karena dibuat dengan standar akuntansi yang sama, laporan keuangan yang dihasilkan oleh semua akuntan perusahaan dapat dibandingkan sehingga memberikan metode analisis standar.

Komponen Akuntansi Keuangan

Dalam pencatatan akuntansi, suatu transaksi dicatat dan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu.

Berdasarkan kategori pencatatannya, ada lima komponen utama yang harus Anda pahami ketika belajar akuntansi keuangan yaitu adalah sebagai berikut:

  • Assets (Harta): Yaitu segala sesuatu yang memiliki nilai dan menjadi kepemilikin perusahaan.
  • Liabilities (Kewajiban): Yaitu kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu baik kepada pihak lain maupun pihak internal.
  • Equity (Ekuitas): Yaitu kewajiban perusahaan terhadap pemilik modal yang menanamkan modalnya ke perusahaan.
  • Income (Pendapatan): Yaitu uang yang didapatkan perusahaan atas operasional usaha, misalnya dari penjualan barang atau jasa.
  • Expenses (Biaya/Pengeluaran): Yaitu uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operasional usaha.

Laporan Keuangan dalam Akuntansi

belajar apa itu akuntansi keuangan akuntan adalah

Laporan keuangan adalah output dari sistem akuntansi.

Berikut ini adalah empat jenis laporan keuangan utama pada perusahaan:

  • Neraca: Laporan ini menyediakan informasi tentang posisi keuangan sebuah entitas pada titik waktu tertentu. Dalam laporan posisi keuangan disajikan aset, liabilitas dan ekuitas sebuah bisnis.
  • Laba/Rugi: Menyajikan laporan laba bersih (rugi bersih) sebuah usaha selama periode tertentu. Dalam laporan ini disajikan pendapatan yang dihasilkan dan biaya yang terjadi selama periode tertentu.
  • Perubahan Modal: Merangkum perubahan atau penyesuaian ekuitas selama periode tertentu (periode yang sama dengan Laporan Laba/Rugi). Pada laporan ini disajikan perubahan pada modal dan laba ditahan.
  • Arus Kas: Menunjukkan jumlah uang yang masuk maupun yang keluar dari perusahaan selama periode tertentu (periode yang sama pada Laporan Laba/Rugi dan Laporan Perubahan Modal) meliputi aktivitas operasi, investasi dan keuangan.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Akuntan dalam suatu perusahaan biasanya bertugas untuk melakukan berbagai pencatatan atau laporan keuangan.

Laporan Keuangan yang disajikan harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, atau harus sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tentang petunjuk dan prosedur yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan yang mengacu pada teori-teori tentang penafsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada tahun 1994.

Namun, di dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK), tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan standar akuntansi internasional yang adalah dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  merupakan suatu standar laporan keuangan yang dapat diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Tahapan Pembelajaran Akuntansi

Terdapat beberapa tahapan untuk belajar akuntansi keuangan yang perlu dipahami oleh para pebisnis atau pengusaha, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  1. Pengantar Akuntansi Dasar, yaitu pemahaman tentang Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akuntansi, Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum, Jurnal Khusus, dan Pembuatan Kertas Kerja Laporan Keuangan.
  2. Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan, yaitu pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi kebijakan dan prosedur kas dan setara kas, persediaan, piutang, aset tetap, hutang, dan pajak.
  3. Akuntansi Keuangan Lanjutan, mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha, Integritas Penyajian Laporan Keuangan, dan Analisa Laporan Keuangan. Selain itu juga tentang Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, serta Investasi saham.

Software Akuntansi Keuangan Jurnal Permudah Proses Bisnis Anda!

Dari penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa belajar dan memahami akuntansi keuangan sangat penting dalam sebuah bisnis, termasuk Anda yang ingin jadi seorang akuntan.

Untuk memudahkan dalam melakukan proses akuntansi, Anda dapat memanfaatkan software pembukuan seperti Jurnal.

Dengan aplikasi laporan keuangan dari Jurnal, Anda dapat membuat laporan keuangan secara instan dengan mudah, cepat, dan aman.

Yuk, cari tahu tentang fitur-fitur dari Jurnal!

Sebuah transaksi bisnis harus bisa diukur nilainya dengan uang atau dapat dinyatakan dalam mata uang yang berlaku.

Informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi sangat diperlukan untuk sebuah bisnis.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan akuntansi keuangan, fungsi, tujuan, dan ruang lingkup yang merupakan salah satu proses dalam penyusunan laporan keuangan.

Mudah-mudahan setelah Anda belajar, Anda bisa memiliki pemahaman lebih jelas apa yang seorang akuntan akan lakukan.

Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

 

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo