Jurnal Enterpreneur

Memahami Tentang Akun Pendapatan dalam Akuntansi

Dalam sebuah bisnis atau usaha, tentu terdapat berbagai macam transaksi di dalamnya. Untuk mengaturnya dengan lebih mudah, diperlukan pencatatan yang teratur dalam sebuah akun, salah satu contoh adalah akun pendapatan.

Secara umum terdapat dua kelompok akun dalam akuntansi. Dua kelompok tersebut adalah akun riil dan akun nominal.

Untuk memahami fungsi setiap akun dengan lebih baik, maka kita perlu mendalaminya. Namun, saat ini kita hanya akan membahas salah satunya, yakni bagian dari akun nominal yaitu akun pendapatan.

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Definisi Akun Pendapatan

Akun secara general diartikan sebagai salah satu bagian dari akuntansi yang berfungsi sebagai media pembukuan.

Pembukuan tersebut berisi segala bentuk transaksi keuangan yang menyebabkan adanya perubahan pada aktiva, modal, utang, beban dan juga pendapatan.

Sementara akun pendapatan adalah media pembukuan untuk peningkatan yang terjadi pada aktiva yang berasal dari transaksi dan menghasilkan keuntungan atau disebut juga pendapatan.

Dalam lingkup bisnis, pendapatan tersebut berasal dari dua sumber yakni operasional dan juga non operasional.

Pendapatan dihitung dalam periode tertentu, bisa tiap bulan atau tiap tahun. Hal ini memberi pengaruh bagi kelangsungan sebuah bisnis atau usaha.

Baca juga: General Ledger: Pengertian, Fungsi, Cara Membuatnya

Apabila pendapatan yang diperoleh makin besar, artinya kemampuan usaha tersebut untuk membiayai setiap pengeluaran juga makin besar.

Pendapatan dari operasional artinya, berasal dari kegiatan utama operasional sebuah bisnis atau usaha, yaitu hasil dari penjualan produk baik berupa barang maupun jasa.

Sementara pendapatan non operasional, berasal dari segala transaksi di luar kegiatan utama operasional. Bisa dari bunga, hasil sewa atau kontrak juga penjualan surat berharga.

Saldo yang bersifat temporer atau sementara dari akun pendapatan ini yang kemudian menjadikannya termasuk dalam kelompok akun nominal dalam akuntansi.

Baca juga: Contoh Pembukuan serta Cara Membuatnya dengan Sederhana

Umumnya jenis akun ini akan muncul pada laporan laba rugi bersama dengan akun beban yang juga bersifat sementara saldonya.

Untuk pendapatan non operasional sendiri masih dibagi lagi ke dalam dua macam. Ada pendapatan melalui penggunaan sumber ekonomi dari pihak lainnya, serta pendapatan dari hasil penjualan aktiva selain produk yang diperdagangkan dan diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya, kami sudah menyiapkan rangkuman berikut ini bagi Anda.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pendapatan Non Operasional yang Sering Diperoleh Perusahaan

Dari penjelasan singkat di atas, sudah Anda ketahui bahwa ada dua macam pendapatan non operasional yang diperoleh perusahaan.

Contoh pendapatan yang berasal dari penggunaan aktiva oleh pihak lain seperti royalti, sewa juga bunga.

Untuk pendapatan dari penjualan aktiva contohnya yaitu hasil penjualan surat berharga dan juga aktiva yang tidak berwujud.

Berikut ini beberapa contoh pendapatan non operasional yang paling sering diperoleh perusahaan. Baik yang bergerak di bidang perdagangan maupun manufaktur.

Baca juga: Manajemen Piutang: Ketahui Pengelolaan yang Tepat Bagi Bisnis

  1. Pendapatan dari  Sewa

Pendapatan dari hasil menyewakan aktiva atau sering disebut dengan rent earned. Pendapatan jenis ini diperoleh karena perusahaan sudah menyewakan asetnya kepada orang lain dengan manfaat sesuai kebutuhan pihak tersebut.

Jenis pendapatan ini cukup sering mengisi akun pendapatan sebuah perusahaan. Terutama perusahaan yang sedang mencoba memperluas bidang usaha melalui aset yang telah dimilikinya.

  1. Pendapatan dari Keuntungan atau Laba

akun pendapatan adalah

Laba yang dimaksud di sini adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil menjual aktiva tetap milik perusahaan.

Sebagai contoh, suatu perusahaan memiliki gudang yang sudah tidak digunakan. Mereka membeli gudang di beberapa tahun sebelumnya dengan harga 800 juta. Saat ini gudang tersebut berhasil dijual senilai 1 milyar.

Selisih 200 juta tersebut yang menjadi pendapatan non operasional atau pendapatan lain-lain berupa laba.

  1. Royalti

Pendapatan non operasional lain yang cukup sering didapat oleh perusahaan ialah berupa royalti. Royalti berasal dari laba hasil penjualan atau izin menggunakan aset selain produk usahanya.

Sebut saja seperti logo atau nama brand, machinery, dan masih banyak lagi. Sekali lagi, royalti didapat dari laba atas penjualan aset perusahaan yang umumnya tidak berwujud, bukan produk dari usaha tersebut.

Baca juga: Definisi, Rumus, dan Cara Menghitung Laba Bersih Perusahaan

  1. Bunga atau Interest

Saat sebuah perusahaan memberikan dana pinjaman pada pihak lain dan menerima biaya jasa yang disepakati bersama, itulah pendapatan lain-lain yang berasal atau berbentuk bunga.

Bunga pinjaman menjadi hak perusahaan yang memberi pinjaman, karena telah membantu pihak lain mencapai tujuannya.

Bunga tersebut menjadi biaya jasa yang sudah diberikan. Pendapatan jenis ini cukup sering muncul dalam akun pendapatan perusahaan.

Atur dan Pantau Operasional Lewat Fitur Biaya dan Anggaran Jurnal, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

  1. Deviden

Salah satu pendapatan yang banyak diperoleh perusahaan adalah bagi hasil yang didapat atas kepemilikan saham. Sebagai pemegang saham, mereka memiliki hak yakni dividen.

Dividen merupakan hasil keuntungan dari kenaikan nilai saham, yang dibagikan kepada para pemilik saham. Jadi, sebuah perusahaan akan memperoleh pendapatan kas dari deviden karena telah membeli saham yang diterbitkan oleh perusahaan lainnya.

  1. Jual – Beli Efek 

Memiliki usaha, tentu berinvestasi menjadi salah satu tujuannya. Selain perusahaan yang tengah dioperasikan, biasanya para pemilik usaha juga berinvestasi pada jenis efek lain.

Ada yang memang ditujukan sebagai investasi jangka panjang seperti saham. Namun ada pula yang memang dipakai untuk investasi jangka pendek sehingga lebih sering ikut di pasar trading.

Selisih dari jual-beli efek tersebut bisa menjadi pendapatan lain-lain bagi perusahaan. Dengan catatan, selisih tersebut merupakan keuntungan. Efek yang umum diperdagangkan biasanya adalah saham dan juga obligasi.

Baca juga: Akuntansi Sektor Publik: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Praktiknya

Kelola Pendapatan Perusahaan dengan Software Akuntansi Jurnal by Mekari

Pendapatan operasional maupun non operasional, sama-sama penting bagi kas yang dimiliki perusahaan. Oleh sebab itu harus ada pencatatan secara sistematis, terperinci juga akurat untuk mengontrol arusnya.

Pencatatan tersebut yang kemudian disebut dengan akun pendapatan dan menjadi komponen dalam laporan laba rugi.

Dengan demikian arus kas besar maupun kas kecil dari sebuah perusahaan lebih mudah untuk dipahami, diawasi, disesuaikan dan juga dikelola sesuai kebutuhan.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan bantuan software akuntansi seperti Jurnal by Mekari untuk mengelola keuangan perusahaan Anda.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan

Sesuai tujuan dari dibuatnya akun, yaitu menentukan dasar dalam menyusun laporan keuangan. Anda akan lebih mudah membuat laporan keuangan dengan aplikasi keuangan Jurnal ketika setiap transaksi dicatat dengan rapi pada akun yang tepat.

Dari akun tersebut juga bisa diketahui bagaimana kondisi keuangan terkini perusahaan. Hal ini akan sangat berguna sebagai bahan pertimbangan sebelum pihak yang berwenang membuat keputusan atau kebijakan terkait perusahaan.

Anda akan lebih mudah dalam melakukan evaluasi, serta melakukan penyesuaian. Dengan begitu juga akan lebih mudah dalam merencanakan keuangan pada periode berikutnya.

Pencatatan pendapatan yang dibuat dengan tepat dan akurat akan membantu perusahaan dalam memprediksi kondisi keuangan.

Bukan hanya memprediksi, tetapi juga bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam mengantisipasi kondisi ekonomi kedepannya.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Itulah sedikit penjelasan mengenai akun pendapatan, yang bisa Anda pelajari dan pahami. Kesimpulannya, pendapatan sebuah perusahaan terdiri dari pendapatan operasional dan non operasional.

Keduanya sama pentingnya untuk dibukukan secara rinci juga rapi agar mudah dijadikan laporan keuangan.

Sebab dari akun tersebut juga dapat diketahui kondisi keuangan perusahaan saat ini, sehingga dapat dijadikan dasar pertimbangan akan setiap keputusan mengenai keuangan.

 

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo