Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan

Dalam dunia usaha dan perdagangan, istilah neraca laba rugi sudah tidak asing lagi di telinga. Laporan laba rugi dalam akuntansi menjadi salah satu hal penting dalam periode akuntansi. Artikel ini membahas pengertian laba-rugi adalah, cara menyusun, cara menghitung, cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang, serta contoh menyusunnya. 

Dengan membaca tulisan di blog Jurnal By Mekari ini anda bisa mengerti dan memahami terkait topik ini.

Lalu Anda juga harus tahu kalau memahami laporan keuangan ini Anda bisa mengerti bagaimana kondisi keuangan di perusahaan Anda.

Tahukah Anda kalau software akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal selama 14 hari dengan klik tombol atau pada banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Menggunakan Aplikasi Akuntansi Jurnal By Mekari Adalah Salah Satu Cara Mengembangkan Usaha Bisnis, Contoh Pengembangan Usaha Yang Benar

Pengertian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi (income statement atau profit and loss statement) adalah salah satu bagian laporan keuangan perusahaan dalam periode akuntansi tertentu yang berisikan pendapatan serta beban perusahaan, lalu menghasilkan laba/rugi bersih.

Laporan ini terdiri atas pendapatan selama periode berjalan dan beban, baik beban usaha maupun diluar usaha selama periode berjalan.

Laporan neraca laba rugi membantu pemilik bisnis memutuskan apakah mereka dapat menghasilkan keuntungan dengan meningkatkan pendapatan, dengan mengurangi biaya, atau keduanya.

Karena itulah, laporan ini termasuk salah satu komponen yang harus dimasukan dalam pembukuan bersama dengan neraca keuangan dan juga laporan arus kas.

Baca juga: Mengetahui Kinerja Perusahaan dengan Laporan Laba Rugi

Tujuan Membuat Laporan Laba Rugi

Tujuan membuat laporan ini bagi perusahaan di antaranya adalah:

  1. Perhitungan besaran pajak perusahaan.
  2. Mengecek serta evaluasi laba di setiap waktu.
  3. Menilai efisiensi perusahaan berdasarkan nilai usaha.

Unsur Utama dalam Membuat Laporan Laba Rugi

Unsur-unsur yang harus disusun dalam cara menyusun laporan neraca laba rugi adalah:

  1. Pendapatan (Revenue). Revenue adalah meningkatnya aktiva atau arus masuk perusahaan yang berasal dari kegiatan operasional. Revenue dapat dihitung dengan cara: Total Pendapatan Kotor – Potongan Harga atau Diskon, Retur, Tunjangan Lain.
  2. Beban (Expenses). Expenses adalah penggunaan aktiva atau arus keluar atau kemunculan liablitias (kewajiban) dalam sebuah periode karena produksi barang atau pengiriman.
  3. Keuntungan (Profit). Profit adalah meningkatnya ekuitas akibat transaksi atau investasi pemilik atau pendapatan.
  4. Kerugian (Loss). Loss adalah menurunnya ekuitas akibat transaksi atau beban serta pendistribusian kepada pemilik.

Baca juga: Contoh Laporan Laba Rugi Bagi untuk Bisnis Franchise

Dasar-Dasar Laporan Laba Rugi yang Wajib Diketahui

Berbagai Laba dalam Laporan Neraca Laba Rugi 

Sebelum Anda belajar cara menghitung laba rugi dan membuat laporannya, Anda harus tahu laba apa saja yang ada di laporan ini.

Laba Kotor Ukuran pendapatan langsung dari penjualan perusahaan dalam suatu periode akuntansi.
Laba Operasi Selisih penjualan, biaya dan dan beban operasi perusahaan.
Laba Sebelum Pajak Laba sebelum pajak penghasilan berdasarkan SAK.
Laba Bersih Penjualan bersih terhadap HPP yang dikurang beban operasional dan pajak penghasilan.
Laba Operasi Berjalan Aktivitas bisnis dalam periode berjalan setelah pajak dan bunga. Disebut juga laba sebelum pos luar biasa.

Persiapan Menyusun Laporan Laba Rugi

Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk:

  1. Membuat jurnal transaksi. urutannya yakni: akun pendapatan, beban dan turunannya.
  2. Lalu di catat ke buku besar.
  3. Laporan disusun setelah neraca saldo dan jurnal penyesuaian, atau setelah neraca lajur atau penyusunan kertas kerja.
  4. Seperti pendapatan dan beban yang ada di dalam kertas kerja. Hal ini karena terdapat kolom-kolom yang berasal dari kertas kerja. 
  5. Beban diambil dari kolom neraca, sementara laba-rugi adalah selisih dari total pendapatan dan total beban.
  6. Ketika pendapatan lebih besar dibandingkan beban, maka akan terjadi laba. Sementara pendapatan total yang lebih kecil daripada beban, maka rugi.

Ketahui Format Laba Rugi: Identitas Perusahaan, Jenis Laporan Keuangan yang Disajikan dan Periode, 3 Komponen Utama: Total pendapatan, Total beban dan Laba atau Rugi

Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan F&B

Contoh Format Membuat Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Jasa

Ada 2 cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang yaitu dengan menggunakan format single step atau multiple step. 

Berikut adalah contoh dan format membuat laporan laba rugi yang bisa diikuti:

Contoh Laporan Single Step

Pendapatan total dan keuntungan serta kegiatan operasional ditempatkan di awal.

Lalu kemudian diikuti dengan beban dan kerugian dalam kegiatan operasional.

Laba operasi = Selisih Pendapatan dengan Keuntungan dan Beban Total serta Kerugian

Berikut contoh membuat laporan perusahaan jasa dengan metode single step.

PT Jasa Sejahtera

Laporan Laba Rugi

Periode Maret 2020

 

Pendapatan
Penjualan Bersih Rp800.000.000
          Pendapatan Sewa Rp20.000.000
          Total Pendapatan Rp780.000.000
Beban
Harga Pokok Penjualan Rp300.000.000
          Beban Penjualan Rp15.000.000
          Beban Administrasi Rp10.000.000
          Beban Bunga Rp5.000.000
          Beban Lain-Lain Bersih Rp5.000.000
          Total Beban Rp335.000.000
Laba Sebelum Pajak Rp445.000.000
           Pajak Rp111.150.000 
Laba Bersih Rp 333.750.000

Contoh Laporan Multistep

Terjadi pemisahan antara transaksi operasional dan non-operasional. Kemudian membandingkan biaya serta beban dengan pendapatan. 

Laba operasi = Terlihat Perbedaan Aktivitas Biasa dan Tidak Biasa (Insidentil)

Berikut contoh membuat laporan laba rugi perusahaan dagang dengan metode multistep.

PT Dagang Sejahtera

Laporan Neraca Laba Rugi

Periode April 2020

 

Pendapatan Penjualan
Penjualan Bersih Rp800.000.000
           Retur Penjualan dan Pengurangan Harga Rp40.000.000
           Diskon Penjualan Rp20.000.000
Pendapatan Penjualan Bersih Rp740.000.000
Harga Pokok Penjualan
Persediaan Awal Rp15.000.000
          Pembelian Rp300.000.000
          Beban Bangkrut Rp10.000.000
Barang Tersedia untuk Dijual Rp325.000.000
           Persediaan Akhir Rp25.000.000
           Harga Pokok Penjualan Rp300.000.000
Laba Operasi Rp440.000.000
Beban Operasi
Beban Penjualan
            Gaji Penjualan Rp5.000.000
            Beban Iklan Rp5.000.000
lanjutan
            Beban Penjualan Lain Rp5.000.000
Beban Administrasi Umum
            Gaji Karyawan dan Bagian Kantor Rp10.000.000
            Beban Asuransi Rp1.000.000
            Beban Penyusutan dan Amortisasi Rp4.000.000
            Beban Piutang Tak Tertagih Rp2.000.000
            Beban Umum Lain Rp3.000.000
Total Beban Administrasi Rp35.000.000
Laba Operasi Rp405.000.000
Pendapatan dan Keuntungan Lain
Pendapatan Bunga Rp15.000.000
Keuntungan atas Penjualan Investasi Rp20.000.000
Beban dan Kerugian Lain-Lain
Beban Bunga Rp5.000.000
Kerugian Atas Penjualan Peralatan Rp20.000.000
Laba Sebelum Pajak Penghasilan Rp433.000.000
Pajak Penghasilan Rp108.250.000
Laba Bersih Rp324.750.000

 

Demikian lah pembahasan cara dan jenis laporan keuangan untuk perusahaan yang perlu diketahui.

Agar memudahkan proses tersebut, Anda dapat menggunakan software akuntansi dan keuangan Jurnal.

Jurnal dapat mencantumkan transaksi individu dan total uang yang Anda peroleh (pendapatan) dan uang yang dikeluarkan (pengeluaran).

Alih-alih menggunakan excel, software akuntansi dan keuangan diyakini dapat mempercepat proses membuat laporan keuangan untuk bisnis.

Berikut contoh laporan laba rugi di Jurnal:

contoh laporan laba rugi perusahaan

Baca Juga : 5 Format Laporan Keuangan yang Wajib Anda Ketahui

Jurnal juga menyediakan laporan lain seperti neraca, arus kas, dan fitur lain seperti ringkasan rekonsiliasi bank, perubahan ekuitas dan neraca saldo yang diotomatisasi. Selain laporan keuangan, fitur pembukuan online Jurnal juga sangat membantu pemilik usaha dalam mencatat segala transaksi yang terjadi.

Cari software akuntansi yang menghemat proses bisnis di perusahaan? Cuma Jurnal jawabannya.

Daftar aplikasi Jurnal By Mekari agar mencoba 14 hari secara gratis dan lihat bagaimana Jurnal menguntungkan bisnis Anda. Tanpa kartu kredit & instalasi, batalkan kapan pun.

Jika masih ada yang kurang jelas Anda bisa langsung menghubungi tim kami untuk penjelasan lebih lanjut.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Jurnal Enterprise Plus, Solusi Terlengkap Untuk Optimalkan Transaksi Bisnis Anda!

Mudah-mudahan penjelasan di atas dapat membantu Anda dalam memahami tentang neraca laba lugi perusahaan, termasuk cara menghitung, cara membuat laporan laba rugi usaha, unsur atau komponen yang ada di dalamnya, serta contoh atau format yang bisa digunakan.

 

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo