4 Metode Depresiasi dalam Akuntansi dan Bisnis

Apa itu pengertian depresiasi? Cara menghitung akumulasi biaya juga metode penyusutan atau depresiasi adalah seperti apa? Temukan penjelasannya di Blog Mekari Jurnal.

Mungkin banyak dari Anda  yang sering mendengar istilah penyusutan atau depresiasi dalam ilmu akuntansi namun kurang paham apa sebenarnya yang dimaksud dengan hal tersebut. Padahal, perannya cukup vital.

Oleh karena itu, baca terus artikel ini untuk memahami lebih lanjut tentang karakteristik serta metode apa saja yang dapat Anda gunakan dalam menghitung akumulasi penyusutan atau dikenal dengan istilah depresiasi.

Pengertian Depresiasi atau Penyusutan

Definisi ataupun pengertian depresiasi atau penyusutan adalah suatu akumulasi biaya yang dialokasikan untuk aset tetap selama suatu periode tertentu.

Depresiasi atau penyusutan dapat diartikan sebagai suatu hal yang dapat mengubah biaya asli dari aset tetap (fixed assets).

Contohnya seperti, gedung pabrik, alat-alat kerja dan mesin produksi yang menjadi beban selama masa manfaat yang diharapkan dari aset tetap tersebut.

Depresiasi biasanya akan mempengaruhi nilai dari sebuah perusahaan karena akumulasi depresiasi untuk setiap aset dapat mengurangi nilai buku pada neraca.

Beban penyusutan ini akan mempengaruhi laba bersih, karena akan dianggap sebagai beban biaya atau pengeluaran dalam format laporan keuangan.

Hal ini dapat pula disebut sebagai penyusutan metode garis lurus.

Untuk cara menghitungnya, depresiasi garis lurus akan menggunakan rumus tertentu.

Baca Juga : Ketahui Beda Harga Pokok Penjualan VS Harga Jual

Karakteristik dari Penyusutan atau Depresiasi 

Sebelum mempelajari cara menghitung akumulasi penyusutan, Anda harus tahu kalau depresiasi memiliki 5 karakteristik yang diantaranya:

  1. Merupakan sebuah penurunan dari nilai aset tetap. Penurunan ini bersifat permanen. Setelah dikurangi, itu tidak dapat dikembalikan ke nilai aslinya.
  2. Merupakan sebuah proses bertahap dan berkesinambungan yang berkurangnya nilai aset, baik dengan penggunaan aset maupun karena berakhirnya waktu
  3. Bkanlah sebuah proses penilaian aset tetapi adalah proses mengalokasikan biaya suatu aset untuk mengefektifkan masa penggunaannya
  4. Dpat mengurangi nilai buku dan bukan nilai pasar aset
  5. Digunakan hanya untuk aktiva tetap yang berwujud saja. Artinya, tidak dapat digunakan untuk aset yang tidak berwujud.

Baca Juga : Analisis Laporan Keuangan : Prosedur, Dasar dan Metode

Cara Menghitung Penyusutan Atau Depresiasi Aset dengan Contoh Rumus

Rumus cara menghitung depresiasi atau penyusutan metode garis lurus dapat dilihat seperti contoh yang ada di sini.

Jika sebuah kendaraan yang digunakan untuk melakukan pengiriman barang dibeli dengan biaya Rp300 juta, perkiraan penggunaan mobil adalah 5 tahun.

Umumnya perusahaan akan mendepresiasikan aset tetap tersebut menjadi Rp48 juta per tahun untuk jangka waktu 5 tahun.

Dengan software akuntansi online seperti Jurnal, cara menghitung depresiasi atau akumulasi penyusutan aset adalah lebih mudah dibandingkan dengan cara manual.

Sistem pada aplikasi Jurnal dapat membuat jurnal umum depresiasi aset secara otomatis.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

 

Cara menghitung biaya juga metode penyusutan atau depresiasi adalah seperti apa telah diulas oleh blog Jurnal By Mekari diatas.

 

Cara Menghitung Biaya Penyusutan Dengan Beberapa Metode Depresiasi dalam Akuntansi Bisnis 

Dalam sebuah perusahaan tentu memiliki beberapa metode jurnal depresiasi yang paling umum digunakan dalam perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Seorang akuntan pemula ataupun professional perlu menggunakan metode depresiasi yang rasional dan sistematis.

Metode-metode ini juga harus Anda ketahui untuk mempelajari cara menghitung akumulasi penyusutan.

Seperti yang sudah kita lakukan pada contoh di atas terkait depresiasi sebuah aset berupa kendaraan yang digunakan untuk pengiriman mobil.

Pada contoh gambaran tersebut, kita dapat menggunakan beberapa metode depresiasi untuk menghitung beban penyusutan keuangan perusahaan di antaranya metode:

Metode Biaya Penyusutan Garis Lurus (Straight-Line Method)

Metode penyusutan atau depresiasi yang ini adalah sering dikatakan sebagai metode straight line method ini merupakan sebuah metode yang paling sering digunakan untuk melakukan perhitungan beban penyusutan.

Metode ini memiliki fokus pada penyusutan menggunakan waktu bukan dari fungsi penggunaannya.

Metode garis lurus ini memiliki rumus cara menghitung penyusutan yaitu:

  • Rumus Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Residu) / (Masa Manfaat Aset)
  • Rumus Beban Penyusutan = (Rp300 juta – Rp60 juta) / 5 = Rp48 juta

Penggunaan metode kadang dinilai kurang realistis karena penggunaan aktiva sama setiap tahunnya.

Permudah Pengelolaan Inventori dan Stok Barang dengan Jurnal. Baca Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Metode Biaya Penyusutan Beban Menurun (Decreasing Change Method)

Depresiasi beban menurun ini adalah suatu metode penyusutan yang dipercepat dimana menyediakan biaya penyusutan yang lebih tinggi di awal tahun dan akan rendah pada periode selanjutnya.

Fokus utama pada metode ini adalah beban penyusutan yang lebih banyak pada tahun awal mengingat aktiva mengalami penurunan pada tahun tersebut.

Metode bebas menurun juga terbagi menjadi dua yaitu:

Cara Menghitung Dengan Metode Biaya Penyusutan Jumlah Angka Tahun

Perhitungan penyusutan ini menggunakan pecahan dengan pembilang angka tahun (5+4+3+2+1=15) dan jumlah tahunnya yang menjadi penyebut.

Pada metode ini, pembilang menurun dari tahun ke tahun dan penyebut tetap konstan  (5/15, 4/15, 3/15, 2/15 dan 1/15).

Contoh dan cara menghitung dengan metode akumulasi penyusutan atau depresiasi jumlah angka tahun adalah sebagai berikut:

Tahun Harga Perolehan (Rp) Pecahan Penyusutan Beban Penyusutan (Rp) Akumulasi Penyusutan (Rp) Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1 450.000.000 5/15 150.000.000 150.000.000 350.000.000
2 450.000.000 4/15 270.000.000 270.000.000 230.000.000
3 450.000.000 3/15 360.000.000 360.000.000 140.000.000
4 450.000.000 2/15 420.000.000 420.000.000 80.000.000
5 450.000.000 1/15 450.000.000 450.000.000 50.000.000

Cara Menghitung Dengan Metode Biaya Penyusutan Saldo Menurun

Pada metode ini biasanya digunakan untuk biaya penyusutan berupa keliatan dari metode garis lurus.

Seperti contoh penyusutan fiskal, tarif saldo dapat menurun berganda untuk aktiva 10 tahun akan menjadi 20% atau dua kali biaya garis lurus yaitu 1/10 atau 10%.

Berikut adalah contoh serta cara menghitung  akumulasi penyusutan dengan metode biaya saldo menurun:

Tahun Harga Perolehan (Rp) Nilai Buku Awal Tahun (Rp) Tarif Penyusutan (Rp) Akumulasi Penyusutan (Rp) Nilai Buku Akhir Tahun (Rp)
1 500.000.000 500.000.000 40% 200.000.000 200.000.000 300.000.000
2 500.000.000 300.000.000 40% 120.000.000 380.000.000 180.000.000
3 500.000.000 180.000.000 40% 72.000.000 428.000.000 108.000.000
4 500.000.000 108.000.000 40% 43.000.000 456.000.000 64.800.000
5 500.000.000 64.800.000 14.800.000 485.200.000 50.000.000

Metode Aktivitas (Unit Penggunaan atau Produksi)

Metode yang ketiga ini ada metode aktivitas dimana metode ini berasumsi bahwa penyusutan atau depresiasi adalah fungsi dari produktivitas atau penggunaan dan bukan dari segi berlalunya waktu.

Dengan gambaran di atas, penentuan umur depresiasi dari kendaraan tersebut tidak akan memiliki masalah tertentu mengingat penggunaannya relatif mudah diukur.

Namun, metode ini memiliki keterbatasan karena tidak tepat jika digunakan pada situasi penyusutan dengan berdasarkan waktu dan bukan aktivitas.

Baca Juga: 5 Metode Pengendalian Biaya Bahan Baku

Metode Depresiasi Khusus

Metode penyusutan atau depresiasi yang terakhir adalah metode depresiasi khusus.

Dimana metode ini memiliki tujuan untuk mengetahui penyusutan manfaat aset sebuah perusahaan.

Pada beberapa kasus, perusahaan tidak lagi dapat memilih salah satu metode penyusutan aktiva tetap yang sudah disebutkan di atas, karena aktiva yang terlibat memiliki karakteristik unik dan membutuhkan penerapan yang khusus.

Dua metode khusus ini dapat diterapkan pada kasus-kasus tersebut yaitu:

  1. Metode kelompok dan gabungan dimana metode ini sering digunakan pada aktiva yang homogen dan memiliki fungsi yang kurang lebih sama.
  2. Metode campuran dan kombinasi yang diterapkan sesuai dengan keinginan akuntan.

Itulah beberapa informasi lengkap seputar depresiasi dalam akuntansi bisnis.

Baca Juga : Apa yang Dimaksud Harga Pokok Penjualan (HPP)

Faktor-Faktor yang dapat Mempengaruhi Akumulasi Penyusutan Atau Depresiasi 

Banyak hal maupun faktor yang dapat mempengaruhi penentuan biaya depresiasi. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menentukan biaya depresiasi adalah sebagai berikut:

Biaya Perolehan (Acquisition Cost)

Biaya akuisisi merupakan faktor utama dalam menentukan jumlah dari penyusutan.

Beban penyusutan atau depresiasi adalah dapat dihitung sesuai dengan total biaya suatu aset yang perlu dikeluarkan hingga aset tetap tersebut siap kembali digunakan.

Sebaiknya anda memahami ini, sebelum belajar cara menghitung penyusutan.

Biaya-biaya yang termasuk adalah:

  • Harga pembelian suatu aset
  • Biaya transportasi atau pengiriman
  • Biaya pemasangan
  • Bea masuk
  • Biaya pemasangan

Perkiraan Umur Ekonomis Aktiva (Estimate Economical Life Time of Asset)

Faktor yang mempengaruhi sebuah penyusutan atau depresiasi yang kedua adalah umur ekonomis dari sebuah aset.

Artinya jumlah depresiasi yang lebih kecil akan dibebankan untuk aset dengan masa manfaat yang lebih lama dan sebaliknya.

Umur ekonomis dapat dinyatakan dalam jumlah unit yang diproduksi atau dengan jangka waktu seperti minggu, bulan hingga tahun.

Perkiraan Nilai Residu Aset (Estimated Residual Value of Asset)

Nilai sisa aset atau yang biasa dikenal nilai residu aset merupakan sebuah nilai yang dapat direalisasikan ketika aset dijual atau tidak digunakan kembali.

Jika sebuah perusahaan menggunakan aset tersebut hingga usang dan sama sekali tidak memberikan manfaat lagi, maka aset atau aktiva tersebut dapat dikatakan sudah tidak lagi memiliki residu atau nilai sisa lagi.

Namun, jika perusahaan menggantikan aktivanya setelah periode penggunaan yang relatif singkat dan aset yang bersangkutan masih dapat dimanfaatkan, maka nilai residu tersebut tentu akan tetap masih tinggi.

Ini adalah salah satu faktor yang akan mempengaruhi dalam cara menghitung penyusutan.

Menghitung dan Mencatat Biaya Penyusutan  Lebih Mudah Dengan Menggunakan Aplikasi Mekari Jurnal

Untuk mencatat depresiasi dalam akuntansi bisnis secara cepat dan mudah, Anda dapat menggunakan software akuntansi online Mekari Jurnal.

Jurnal merupakan aplikasi akuntansi terpercaya yang memiliki fitur lengkap, seperti laporan keuangan, biaya dan anggaran, inventory, dan alat transaksi terintegrasi.

Penasaran mau mencobanya? Anda bisa coba gratis aplikasi Jurnal selama 14 hari di sini. Atau klik tombol, banner yang ada dibawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Cara menghitung akumulasi biaya juga metode penyusutan atau depresiasi adalah seperti apa telah diulas oleh blog milik Jurnal By Mekari diatas.

Semoga informasi ini berguna dan silahkan untuk dibagikan ke sosial media.

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo