Jurnal Enterpreneur

Rekonsiliasi Fiskal: Pengertian, Penerapan, Jenis, dan Tahapan

Apa itu rekonsiliasi fiskal? Berikut ini adalah pengertian, penerapan, jenis, dan tahapan dari rekonsiliasi fiskal yang akan dijelaskan langsung oleh Blog Jurnal by Mekari.

Laporan keuangan biasanya dibuat menggunakan standar akuntansi yang tidak selalu sama dengan aturan perpajakan, sehingga dibutuhkan adanya rekonsiliasi fiskal.

Menyusun laporan keuangan untuk suatu perusahaan harus sesuai dengan aturan fiskal yang ada, khususnya apabila laporan keuangan menjadi dasar untuk pembuatan SPT PPh yang nantinya akan dibuat laporan ke kantor pajak.

Rekonsiliasi fiskal merupakan koreksi fiskal untuk laporan keuangan tersebut. Nah, agar lebih tahu tentang koreksi fiskal, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

 

Pengertian Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi atau koreksi fiskal adalah satu cara agar bisa mencocokkan perbedaan yang ada dalam laporan keuangan komersial dengan laporan keuangan yang sudah disusun menggunakan sistem fiskal.

Selain itu, rekonsiliasi atau koreksi fiskal juga bisa diartikan sebagai langkah wajib pajak (WP) yang mencocokkan laporan keuangan, apabila terdapat perbedaan antara laporan komersial berdasarkan SAK (sistem keuangan akuntansi) dan laporan keuangan berdasar sistem fiskal.

Laporan keuangan komersial berfungsi untuk menilai keadaan finansial di sektor swasta serta kinerja ekonomi pada umumnya.

Sedangkan, laporan keuangan menggunakan sistem fiskal berfungsi dalam menghitung pajak.

Dokumen rekonsiliasi fiskal berbentuk lampiran SPT tahunan PPh perusahaan/badan. Dokumen yang berbentuk kertas kerja ini berisi kesesuaian antara laba rugi berdasarkan aturan pajak dan laba rugi komersial sebelum terkena pajak.

Laba yaitu penghasilan lebih (net income) atau imbalan dari aktivitas perusahaan, mulai dari proses produksi hingga pemasaran yang sudah dikurangi dengan biaya kegiatan operasi perusahaan. Kemudian, laba tertulis di laporan laba rugi.

Laporan laba rugi adalah sebuah laporan keuangan perusahaan tertentu yang berisi data pendapatan dan beban perusahaan dalam periode akuntansi tertentu yang dibuat oleh bagian keuangan.

Selanjutnya, rekonsiliasi atau koreksi fiskal ini harus diterapkan ke seluruh penyusunan laporan laba rugi.

Laporan laba rugi juga harus mencakup data terkait beban/pengeluaran dan pendapatan perusahaan.

Baca juga: Perbedaan Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial

Penerapan Rekonsiliasi Fiskal pada Pos Biaya

Rekonsiliasi fiskal juga harus diterapkan pada pos-pos biaya dan penghasilan dalam laporan keuangan komersial. Lantas, apa sajakah pos-pos biaya dan penghasilan tersebut?

Pertama, ada rekonsiliasi penghasilan yang sudah terkena PPh akhir atau final. Selanjutnya, ada pos rekonsiliasi penghasilan yang bukan objek pajak.

Ketiga, ada juga wajib pajak yang mengeluarkan biaya, namun tidak mempengaruhi pengurangan penghasilan bruto.

Selanjutnya, ada juga wajib pajak yang menggunakan metode pencatatan berbeda dari aturan pajak yang sudah ditetapkan.

Terakhir, ada juga pos wajib pajak yang mengeluarkan biaya untuk mendapatkan pendapatan yang sudah terkena PPh akhir atau final serta pendapatan yang sudah terkena PPh non-final.

Kelola Pajak Secara Langsung Cukup dengan Sekali Klik, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Koreksi Fiskal Negatif dan Positif

pengertian, jenis, unsur, manfaat rekonsiliasi fiskal adalah

Rekonsiliasi fiskal memiliki dua jenis koreksi fiskal, yaitu koreksi fiskal negatif dan koreksi fiskal positif. lantas, bagaimanakah pengertian dari dua istilah tersebut?

Koreksi fiskal negatif adalah koreksi fiskal yang menyebabkan pengurangan laba fiskal atau disebut juga sebagai kerugian fiskal yang bertambah.

Hal inilah yang menyebabkan laba fiskal menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan laba komersial atau kerugian fiskal lebih besar daripada kerugian komersial.

Baca juga: Ketahui Pajak dan Tarif PPh Untuk Anda Pelaku Bisnis UMKM

1. Penyebab Koreksi Fiskal Negatif

Ada beberapa penyebab yang membuat koreksi fiskal negatif terjadi. Pertama, hal ini bisa disebabkan karena terdapat selisih komersial yang berada di bawah penyusutan fiskal.

Selain itu, koreksi negatif juga bisa terjadi karena adanya penghasilan yang sudah terkena PPh final dan penghasilan bukan objek pajak, tapi masuk dalam peredaran usaha atau bisnis.

Koreksi fiskal negatif juga bisa terjadi karena adanya penyusutan fiskal negatif lain.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

2. Penyebab Koreksi Fiskal Positif

Koreksi fiskal positif adalah koreksi yang menyebabkan laba fiskal mengalami kenaikan. Hal ini menyebabkan laba fiskal lebih besar daripada laba komersial.

Penyebab terjadi koreksi fiskal positif yaitu karena ada biaya yang dibebankan untuk wajib pajak. Selain itu, koreksi fiskal positif juga terjadi karena faktor dana cadangan.

Imbalan yang berhubungan dengan jasa atau pekerjaan juga bisa menyebabkan koreksi fiskal positif.

Faktor lainnya yang menyebabkan koreksi fiskal positif adalah karena pajak penghasilan, sanksi administrasi, harta hibah, selisih penyusutan, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Pahami Koreksi Positif dan Negatif dalam Rekonsiliasi atau Koreksi Fiskal Laporan Keuangan Anda!

Jenis-jenis Rekonsiliasi Fiskal

Rekonsiliasi fiskal memiliki 2 jenis yang dikelompokkan berdasarkan perbedaannya. Apa sajakah itu? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Beda tetap

Jenis yang pertama yaitu rekonsiliasi beda tetap. Rekonsiliasi beda tetap adalah jenis rekonsiliasi fiskal yang terjadi karena adanya transaksi yang sudah diakui oleh wajib pajak sebagai biaya atau penghasilan atau biaya sesuai standar akuntansi keuangan.

Rekonsiliasi jenis ini adalah perbedaan antara laba yang dikenakan pajak dengan laba akuntansi yang belum terkena pajak yang muncul karena transaksi tidak bisa terhapus otomatis di periode lain menurut UU perpajakan.

Bagi yang belum tahu apa itu laba sesudah pajak,  laba sesudah pajak disebut juga dengan Earning Before Tax (EBT) yang merupakan pendapatan menyeluruh perusahaan sebelum terkena potongan pajak perseroan.

Jurnal Jadikan Proses Bisnis Lebih Efisien melalui Tools Terintegrasi. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Sedangkan, laba sesudah pajak adalah laba yang diperoleh dari laba kotor yang dikurangi pajak, bunga, dan biaya operasional perusahaan.

Selain dua jenis laba tersebut, ada 2 jenis laba lainnya yang juga penting dalam penyusunan laporan laba rugi yaitu laba kotor penjualan dan laba operasional.

Laba kotor penjualan merupakan selisih dari harga pokok penjualan dan penjualan bersih. laba kotor penjualan juga belum dikurangi dengan jumlah beban operasional perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Sedangkan, laba bersih operasional merupakan pengurangan penghasilan kotor penjualan dengan semua biaya produksi, biaya administrasi, biaya penjualan, dan biaya operasional lainnya.

Baca juga: Pahami Liabilitas atau Kewajiban dalam Operasional Bisnis

2. Beda waktu

Jenis rekonsiliasi fiskal yang kedua yaitu beda waktu. Jenis ini terjadi karena faktor perbedaan waktu antara sistem akuntansi dan sistem perpajakan.

Jadi, transaksi pajak dan transaksi akuntasi komersialnya sama, namun  waktu alokasi biayanya berbeda.

Baca juga: Neraca Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Fungsi dalam Perdagangan

Tahapan Rekonsiliasi Fiskal 

Dalam melakukan rekonsiliasi fiskal tidak asal serta merta tapi diperlukan sejumlah tahapan. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu pengenalan terlebih dahulu untuk menyesuaikan fiskal yang diperlukan.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisa elemen yang sesuai agar bisa menentukan pengaruh elemen tersebut terhadap laba usaha yang sudah terkena pajak.

Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan koreksi fiskal dengan cara memantau angka-angka koreksi fiskal positif dan negatif.

Tahap selanjutnya yaitu membuat susunan laporan keuangan berdasarkan fiskal yang nantinya digunakan sebagai lampiran SPT tahunan pajak penghasilan.

Nah, itulah tahapan-tahapan rekonsiliasi fiskal yang perlu diketahui agar bisa melakukannya dengan benar. Tahapan-tahapan tersebut juga harus dilakukan secara urut.

Akuntan yang membuat rekonsiliasi atau koreksi fiskal juga harus tahu cara menghitung PPh. Hal ini berguna untuk membayar PPh untuk beberapa pasal perpajakan, seperti pasal 22, pasal 23, pasal 24, pasal 29, dan lainnya.

Baiklah, sekian penjelasan lengkap tentang rekonsiliasi fiskal dan semoga ulasan tersebut bisa menambah wawasan pembaca.

Baca juga: Mengenal Tentang Laporan Pajak Tahunan di Indonesia

Kelola Pajak Perusahaan dengan Menggunakan Software Integrasi Seperti Jurnal

laporan pajak tahunan

Sekarang, Anda tidak perlu repot lagi harus menghitung pajak secara manual di setiap aktivitas penjualan atau transaksi.

Aplikasi Jurnal by Mekari dapat membantu Anda melakukan perhitungan pajak secara otomatis  sesuai dengan aturan pemerintah di Indonesia sehingga prosesnya pun lebih cepat, aman dan, menguntungkan.

Melalui fitur aplikasi pajak Jurnal yang terintegrasi dengan mitra resmi DJP yaitu Klikpajak. Segala proses pelaporan dari PPN, Pajak Karyawan (PPh 21) dan PPh Final agar berjalan lebih mudah.

Adapun beberapa fitur yang bisa Anda nikmati adalah:

  • Laporan pajak pemotongan. Lihat kembali ringkasan perhitungan pajak dengan tipe pemotongan dari semua aktivitas keuangan bisnis secara online.
  • Laporan Pajak Penjualan. Memantau perhitungan pajak dengan tipe penambahan berdasarkan aktivitas penjualan di bisnis Anda.
  • E-Faktur. Satu klik untuk lapor pajak PPN dan langsung dapatkan bukti lapor sah dari DJP. Proses otomatis dan lebih praktis.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan tentang penegrtian, manfaat, unsur, dan jenis dari rekonsiliasi fiskal. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Kategori : Accounting

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo