Pajak Penghasilan (PPh) Badan: Jenis-Jenis dan Cara Menghitung

Jenis-jenis dan cara menghitung Pajak Penghasilan atau PPH Badan adalah sebagai berikut yang akan diulas blog Jurnal By Mekari.

Saat memiliki sebuah perusahaan atau badan usaha tentu memiliki sebuah harapan agar perusahaan yang kamu miliki mendapatkan keuntungan dan laba yang besar.

Jika sebuah perusahaan memiliki pendapatan yang cukup menjanjikan, mereka wajib membayar Pajak Penghasilan Badan yang didapatkan kepada pemerintah dengan jumlah tertentu secara online dengan menggunakan aplikasi pajak online atau dengan cara offline.

Hal ini juga adalah sebuah kewajiban setiap warga negara.

Karenanya untuk kamu yang memiliki sebuah usaha, kamu wajib tahu nih apa yang dimaksud dengan pajak penghasilan badan beserta jenis dan cara perhitungannya.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Badan PPh Badan Adalah Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi Jurnal By Mekari.

Pengertian Pajak Penghasilan Badan

Pajak penghasilan badan atau yang biasa disebut PPhB merupakan pajak negara yang dikenakan pada setiap tambahan kemampuan yang diterima oleh wajib pajak dari suatu badan usaha, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

PPhB ini akan dikenakan terhadap penghasilan orang pribadi dan badan usaha yang diterimanya selama satu tahun pajak.

Namun, selain perseorangan, pajak juga diberlakukan kepada perusahaan atas pengelolaan barang dan jasa yang menjadi bisnisnya.

Setiap badan usaha yang telah resmi berdiri wajib dikenakan pajak penghasilan badan.

Yang termasuk ke dalam badan usaha di Indonesia adalah:

  • Koperasi
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
  • Perjan, Perum, Persero
  • Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
  • Perusahaan persekutuan firma
  • Persekutuan komanditer
  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Yayasan

Namun, tidak semua beberapa pihak yang dikecualikan alias tidak harus membayar pajak PPh Badan seperti:

  • Badan perwakilan negara asing.
  • Organisasi internasional yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dengan syarat Indonesia menjadi bagian dari organisasi tersebut.
  • Tidak menjalankan sebuah kegiatan  dimana untuk memperoleh penghasilan dari Indonesia, selain pemberian pinjaman kepada pemerintah yang dananya didapat dari iuran para anggotanya.
  • Unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria
    • Pembentukannya sesuai dengan aturan yang diberlakukan oleh Undang -Undang.
    • Pembiayaan bersumber dari APBN atau APBD.
    • Penerimaannya masuk dalam anggaran pemerintah pusat atau daerah.

Macam-Macam Jenis Pajak Penghasilan Badan (PPh) Badan Sesuai dengan Pasal yang Berlaku

debt of equity ratio perhitungan pajak penghasilan

Objek utama yang menjadi target pajak penghasilan badan adalah penghasilan dari badan tersebut. Setiap tambahan kemampuan ekonomis akan dikenakan pajak penghasilan badan.

Tetapi ada juga jenis penghasilan yang menjadi objek pajak penghasilan badan meskipun tidak berasal dari penghasilan badan itu sendiri, yaitu:

  1. Bantuan atau Sumbangan dari Perusahaan. Termasuk juga di dalamnya adalah zakat dan bentuk sumbangan keagamaan lainnya yang ketentuannya sudah diatur berdasarkan peraturan pemerintah yang ada.
  2. Dana Hibah Perusahaan. Dana hibah yang diberikan perusahaan juga termasuk ke dalam objek pajak penghasilan badan. Harta hibah yang ketentuannya telah diatur oleh pemerintah wajib menaati peraturan pajak penghasilan badan.
  3. Warisan. Warisan juga salah satu objek pajak penghasilan badan berdasarkan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.
  4. Penggantian atau Imbalan. Yang dimaksud dengan penggantian atau imbalan di sini adalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Baik dalam bentuk natura ataupun dalam bentuk kenikmatan yang digunakan oleh wajib pajak tersebut.
  5. Setoran Tunai. Harta dalam bentuk setoran tunai yang diterima oleh perusahaan dan dipergunakan sebagai pengganti modal atau pengganti saham juga menjadi objek pajak penghasilan badan berdasarkan peraturan pemerintah.
  6. Penghasilan Lainnya. Penghasilan lain yang juga tertera dalam peraturan undang-undang pajak penghasilan.

Pada umumnya, perhitungan tarif pajak penghasilan badan adalah 25% dari Penghasilan Kena Pajak.

Jumlah ini telah diatur dalam peraturan pajak sehingga setiap badan usaha wajib mematuhi dan dengan cermat menghitung pajak yang harus dibayarkan agar menjadi badan usaha yang patuh terhadap peraturan wajib pajak badan usaha.

Untuk memenuhi kewajiban pajak, terdapat beberapa jenis yang dikenakan kepada wajib pajak, yaitu:

PPh Badan Pasal 15

Pajak ini merupakan sebuah laporan pajak yang berhubungan dengan norma perhitungan khusus untuk golongan wajib pajak tertentu.

Dimana saat memiliki badan usaha, kamu menjadi wajib pajak penghasilan badan yang berprofesi sebagai pengusaha.

Karena, ada sejumlah pajak yang perlu dibayarkan.

Jenis pajak ini juga wajib dibayarkan sesuai dengan yang tertera pada SKT (Surat Keterangan Terdaftar).

Wajib pajak yang dikenakan PPh Badan pasal 15 seperti:

  • Perusahaan pelayaran atau penerbangan internasional.
  • Perusahaan pelayaran dan penerbangan dalam negeri.
  • Perusahaan asuransi luar negeri.
  • Perusahaan pengeboran minyak dan gas.
  • Perusahaan dagang asing.
  • Perusahaan investor dalam bentuk BOT (Build, Operate, Transfer).

PPh Badan Pasal 21

Pajak penghasilan ini adalah pajak atas penghasilan yang berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan bentuk apapun.

Hal ini sesuai dengan PPh Badan yang berhubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa dan kegiatan yang diterima wajib pajak dalam negeri atau karyawan yang dibayarkan setiap bulannya.

Sebuah perusahaan mengelola pemungutan pajaknya dengan cara memotong langsung penghasilan para karyawan dan menyetorkannya ke kas negara melalui bank.

Hal ini membuat para pekerja tidak lagi perlu membayarkan sendiri jenis pajak ini.

PPh Badan Pasal 22

Pajak penghasilan pasal 22 ini adalah pemungutan pajak dari wajib pajak yang melakukan kegiatan impor dari pembeli atas penjualan barang mewah.

Pihak pemungut tersebut diantaranya seperti:

  • Bendahara pemerintah pusat atau daerah, instansi atau lembaga pemerintah dan lembaga-lembaga negara lainnya, berkenaan dengan pembayaran atas penyerahan barang.
  • Badan-badan tertentu, baik itu badan usaha pemerintah maupun swasta berkenaan dengan kegiatan di bidang impor.
  • Wajib pajak badan untuk memungut pajak pembeli atas penjualan barang mewah.

PPh Badan Pasal 23

Pajak penghasilan badan pasal 23 ini adalah suatu pajak yang dipotong oleh pemungut pajak dari wajib pajak.

Dimana saat transaksi dilakukan meliputi transaksi dividen, royalti, bunga, hadiah/penghargaan, sewa dan penghasilan lain yang terkait dengan penggunaan aset selain tanah atau bangunan.

Tarif PPh 23 dikenakan berdasarkan nilai Dasar Pengenaan Pajak (DPP) atau jumlah bruto dari penghasilan yang didapatkan.

Karena itu tarif 15% dari jumlah bruto ini terdiri dari:

  • Dividen, kecuali pembagian dividen terhadap orang pribadi dikenakan final.
  • Hadiah dan penghargaan, selain yang dipotong PPh 21.

Tarif 2% dari jumlah bruto terdiri atas:

  • Sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta, kecuali sewa tanah dan atau bangunan.
  • Imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi dan jasa konsultan
  • Imbalan lainnya yang sudah diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015

PPh Badan Pasal 25

Terakhir ada Pajak penghasilan pasal 25.

Pajak ini merupakan angsuran pajak yang dapat dihitung sesuai dengan jumlah pajak penghasilan yang terutang, menurut SPT Tahunan PPh dikurangi PPh yang dipotong serta PPh terutang di Luar Negeri tidak dapat dikreditkan wajib pajak.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan (PPh) Badan 

Jenis & Perhitungan Pajak Penghasilan Badan untuk Bisnis Anda

Untuk menghitung PPh Badan ini memiliki beberapa cara, karena itu kamu perlu mengetahui cara menghitung pajak penghasilan agar dapat mengelola pajak secara benar:

PT Sentosa Raya Buana mendapatkan penghasilan kotor senilai Rp2 miliar, maka besaran pajak penghasilan dari PT Sentosa Raya Buana yaitu:

50% x 25% x Rp5 Miliar = Rp625 juta

Namun selama periode tahun 2019, PT Sentosa Raya Buana telah menyetorkan pajak penghasilan karyawan ke kas negara senilai Rp100 juta dan pajak PPh pasal 23 senilai Rp200 juta. Maka, pajak penghasilan terutan PT. Sentosa Raya Buana yaitu:

Rp625 juta – Rp100 juta – Rp200 juta = Rp325 juta

Rp325 juta merupakan angka bisa dicicil oleh PT. Sentosa Raya Buana ke kas negara atas penghasilan badan usaha di tahun 2019.

Karenanya, jumlah di atas adalah sisa pajak yang harus dibayarkan PT. Sentosa Raya Buana di tahun 2019.

Pajak tersebut dapat dicicil dengan meminta persetujuan dari kantor pajak setempat.

 

No Keterangan Jumlah
1 Penghasilan Kotor 2.000.000.000
2 Kredit Pajak PPh 21 100.000.000
3 Kredit Pajak PPh 23 200.000.000
4 Pajak Penghasilan Badan (50% x 25% Rp2 Miliar) 625.000.000
5 Pajak Penghasilan Terutang ((4)-(2)-(3)) 325.000.000

Perhitungan Pajak Penghasilan Lebih Akurat dengan Menggunakan Jurnal

Bagi Anda yang memiliki usaha, menghitung pajak badan usaha memang memusingkan terlebih jika perusahaan tidak memiliki pencatatan akuntansi yang baik.

Padahal, pencatatan yang baik berpengaruh pada estimasi serta perencanaan pembayaran pajak bisnis di kemudian hari.

Maka dari itu, Anda dapat menggunakan Jurnal sebagai alat otomasi mengelola pajak Anda secara online.

Software akuntansi Jurnal by Mekari dapat membantu Anda melakukan perhitungan pajak secara otomatis  sesuai dengan aturan pemerintah di Indonesia sehingga prosesnya pun lebih cepat, aman dan, menguntungkan.

Melalui fitur aplikasi pajak Jurnal yang terintegrasi dengan mitra resmi DJP yaitu Klikpajak. Segala proses pelaporan dari PPN, Pajak Karyawan (PPh 21) dan PPh Final agar berjalan lebih mudah.

Adapun beberapa fitur yang bisa Anda nikmati adalah:

  • Laporan pajak pemotongan. Lihat kembali ringkasan perhitungan pajak dengan tipe pemotongan dari semua aktivitas keuangan bisnis secara online.
  • Laporan Pajak Penjualan. Memantau perhitungan pajak dengan tipe penambahan berdasarkan aktivitas penjualan di bisnis Anda.
  • E-Faktur. Satu klik untuk lapor pajak PPN dan langsung dapatkan bukti lapor sah dari DJP. Proses otomatis dan lebih praktis.

Segera daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial Jurnal selama 14 hari.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

 

 

Itulah penjelasan tentang apa itu pajak penghasilan (PPh) Badan dan bagaimana cara menghitung dengan perhitungan yang tepat. Semoga bermanfaat!

Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo