Mengenal Sistem Inventory & Cara Mudah Pengelolaannya

Apa itu inventory? Arti Inventory, secara harafiah adalah persediaan. Sementara itu, sistem manajemen inventaris atau inventory management system artinya adalah pengaturan persediaan barang, dan berkaitan dengan aktivitas serta informasi logistik sebuah perusahaan.

Apabila Anda selaku pemilik usaha, maka Anda perlu memperhatikan inventory management system yang baik agar bisa terus mampu dalam pemenuhan permintaan konsumen.

Jika tidak begitu, maka bisnis Anda akan kesulitan dalam memperoleh keuntungan. Akibatnya, bisnis Anda pun juga akan sulit untuk maju dan berkembang.

Bagi Anda yang belum terbiasa dengan manajemen inventaris, tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam operasional bisnis sehari-hari.

Oleh karena itulah, artikel ini akan membahas serba-serbi tentang sistem manajemen inventaris ( inventory management ), mulai dari definisi, metode, hingga peranannya dalam suatu bisnis!

Apa itu Inventory?

Arti dari inventory adalah barang yang dikelola oleh perusahaan dengan tujuan untuk dijual.

Inventory dapat berupa bahan mentah yang dibeli dan diubah menjadi sesuatu yang sama sekali baru.

Selain itu bisa juga berupa produk massal yang diuraikan menjadi bagian-bagian penyusunnya dan jual secara terpisah.

Bahkan bisa menjadi sesuatu yang sama sekali tidak berwujud: perangkat lunak, misalnya.

Sedangkan beberapa pengertian inventory menurut para ahli adalah:

Handoko (2015) menjelaskan bahwa arti persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukan segala sesuatu atau sumber daya-sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan.

Dari teori ini penulis menyimpulkan persediaan adalah suatu sumber daya yang dapat disimpan untuk mengantisipasi adanya permintaan yang tinggi dari konsumen.

Menurut Sofyan Assauri, arti inventory atau persediaan adalah sebagai suatu aktiva lancar yang meliputi barang – barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha normal atau persediaan barang – barang yang masih dalam pekerjaan proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang menunggu penggunaanya dalam suatu proses produksi.

Zaki Badridwan, menerangkan bahwa arti  inventory secara umum adalah  istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukan item yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual.

Selain itu M. Munandar menerangkan bahwa pengertian inventory adalah sebagai persediaan item (bahan – bahan) yang menjadi objek usaha pokok perusahaan.

Apa itu Inventory Management System Atau Sistem Inventory Manajemen?

Inventory management biasa juga dikenal sebagai manajemen inventaris adalah suatu proses pencarian, penyimpanan, dan menjual persediaan—baik bahan mentah (baku) dan barang jadi (produk) yang dilakukan secara sistematis.

Dalam istilah bisnis, manajemen persediaan berarti pengelolaan persediaan yang tepat, pada tingkat, tempat, waktu, dan pada biaya serta harga yang tepat pula.

Tujuannya adalah untuk mengetahui di mana inventaris Anda berada pada waktu tertentu dan berapa banyak yang Anda miliki untuk mengelola tingkat inventaris dengan benar.

Beberapa perusahaan mungkin memilih untuk mengukur inventaris melalui pemindai barcode untuk meningkatkan efisiensi selama proses pengelolaan berlangsung.

Usaha Kecil Menengah (UKM) sering menggunakan Excel, Google Spreadsheet, atau alat manual lainnya untuk melacak database inventaris dan mengelola orderan yang masuk.

Jika Anda tidak memperhatikan waktu memesan ulang, jumlah pemesanan yang tepat, metode stokis yang baik, dan sebagainya dapat menjadikan proses lebih rumit di kemudian hari.

Hal ini dapat berakibat pada beralihnya sebagian besar bisnis berkembang terhadap penggunaan aplikasi, guna mempermudah pengerjaan

Pastinya aplikasi, perangkat lunak, atau sistem inventory atau manajemen inventaris persediaan ( management inventory system ) harus memiliki kemampuan di luar basis data dan formula manual dengan bantuan sistem.

Akun persediaan umumnya digolongkan menjadi empat kategori, antara lain:

  • Bahan mentah merupakan berbagai bahan yang dibeli perusahaan untuk proses produksinya. Bahan-bahan ini akan melalui serangkaian proses yang signifikan sebelum perusahaan dapat mengubahnya menjadi barang jadi yang siap untuk dijual.
  • Bahan dalam proses (juga dikenal sebagai barang setengah jadi)mewakili bahan mentah dalam proses diubah menjadi produk jadi.
  • Barang jadi merupakan produk jadi yang sudah siap untuk dijual kepada calon konsumen.
  • Merchandise atau barang dagangan yaitu barang jadi yang dibeli perusahaan dari supplier untuk dijual kembali di masa mendatang.

Permudah Pengelolaan Inventori dan Stok Barang dengan Jurnal. Baca Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Jenis-Jenis Inventory 

Ada banyak jenis inventory tergantung dengan apa barang atau produk yang Anda jual. Berikut ini adalah beberapa jenis inventory:

  • Barang jadi / barang untuk dijual: Produk yang Anda jual ke pelanggan.
  • Bahan baku: Persediaan yang Anda gunakan untuk membuat barang jadi.
  • Work in Process: Pada dasarnya, barang yang belum jadi – persediaan yang merupakan bagian dari proses manufaktur.
  • Barang MRO: MRO adalah singkatan dari pemeliharaan, perbaikan dan pengoperasian. Barang ini adalah inventory yang  digunakan untuk mendukung proses produksi.
  • Stok pengaman: Persediaan tambahan yang Anda simpan untuk mengatasi kekurangan pemasok atau lonjakan permintaan.

Lebih jelasnya, mari kita pelajari jenis inventory ini secara satu per satu:

Barang Jadi / Barang untuk Dijual (finished good)

Jenis inventory ini adalah persediaan barang yang telah melewati semua tahapan proses produksi atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dipasarkan, dijual, atau dikirim ke pelanggan.

Contohnya seperti susu cair yang sudah dikemas, baju yang sudah jadi, ataupun furnitur yang sudah siap ditampilkan di etalase toko.

Bahan Baku / Mentah (raw materials)

Merupakan persediaan barang yang berwujud mentah seperti besi, baja dan material-material lainnya yang digunakan pada saat proses produksi.

Bahan-bahan ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau diperoleh dibeli dari para supplier dan atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi.

Konsep bahan baku sebagai inventory umumnya hanya ada di industri manufaktur karena dalam industri perdagangan tidak ada pengolahan atau pembuatannya sehingga tidak memiliki bahan baku.

menu aplikasi persediaan barang inventaris inventory management system

Proses manajemen Inventory akan lebih mudah dengan bantuan software seperti Mekari Jurnal.

Persediaan Barang Dalam Proses (work in process)

Yaitu persediaan barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap proses dan telah menjadi suatu bentuk namun masih perlu bagian dalam proses produksi dan masih membutuhkan proses lanjutan agar perlu menjadi barang jadi.

Barang MRO

MRO adalah singkatan dari Maintenance Repairing and Operating supplies yang sangat berhubungan dengan industri manufaktur.

Barang MRO tidak diperhitungkan sebagai item inventaris dalam pembukuan akun, namun memainkan peran penting dalam pekerjaan sehari-hari organisasi.

Persediaan barang MRO umumnya digunakan untuk melakukan proses perawatan, perbaikan, dan pemeliharaan mesin, perkakas, dan peralatan lain yang digunakan dalam proses produksi.

Adapun beberapa contoh item MRO adalah pelumas, pendingin, sarung tangan, mur, baut, dan sekrup, dll.

Stok Pengaman

Jenis inventory ini artinya adalah persediaan yang dilakukan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang sudah dapat diperkirakan sebelumnya.

Manfaat Sistem Inventaris (Inventory Management System)

metode inventory management system adalah

Sistem inventory berguna untuk menentukan jumlah persediaan yang optimal dengan biaya total yang minimal.

Persediaan atau inventory meliputi bahan mentah atau bahan baku, bahan pembantu, bahan dalam proses atau work in process, suku cadang, dan barang jadi atau finished good, karena timbulnya ketidakpastian permintaan, ketidakpastian pasokan supplier, dan ketidakpastian waktu pemesanan.

Dalam manajemen persediaan adanya sistem inventory (inventory management system)ini memiliki beberapa manfaat, apa saja itu?

  • Menghindari Kekurangan Bahan (Out Of Stock)

Jika pelanggan datang untuk membeli barang dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai item tersebut artinya tidak adanya sistem inventory management yang baik, maka perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.

Untuk menghindari situasi tersebut, perusahaan harus mempunyai persedian stok barang yang terkontrol dengan cara melakukan restock yang sesuai juga.

  • Meningkatkan Pemasaran

Jika perusahaan mempunyai persediaan barang dagangan yang lengkap, maka pelanggan/calon pelanggan akan terkesan dengan kelengkapan barang dagangan yang Anda tawarkan.

Reputasi perusahaan bisa meningkat. Disamping itu, jika perusahaan selalu mampu memenuhi keinginan pelanggan pada saat dibutuhkan, maka kepuasan pelanggan semakin baik dan perusahaan semakin untung.

  • Peningkatan Pelayanan

Pelanggan tidak hanya meminta kecepatan pengantaran, tetapi juga ketepatan dan kepercayaan.

Adanya pengintegrasian stok barang dengan penjualan melalui sistem inventory management adalah akan memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi permintaan dengan mudah.

Hal ini menjamin bahwa produk yang benar berada di tempat yang benar pada waktu yang tepat.

Perusahaan akan dapat merespon permintaan pelanggan secara cepat karena otomatis akan selalu terhubung dengan adanya ketersediaan item di gudang maupun di toko.

  • Kontrol Persediaan & Ambil Keputusan

Sistem inventory management memungkinkan adanya fleksibilitas dari distribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh sehingga adalah memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka.

Adanya akses instan terhadap data-data penting meliputi ketersediaan persediaan, jumlah yang ada, jumlah yang harus dipesan lagi.

Dan biaya yang dapat diketahui pada saat itu juga terhadap persediaan, akan mempermudah perusahaan mengambil keputusan terkait persediaan barang yang harus mereka miliki dan besarnya biaya yang harus dibayarkan.

Proses Manajemen Inventaris / Management Inventory

apa itu arti inventory artinya adalah

Proses manajemen inventory melibatkan pelacakan dan pengendalian stok saat bergerak dari pemasok Anda ke gudang Anda ke pelanggan Anda.

Berikut adalah lima tahapan utama yang harus diikuti dalam menjalankan manajemen inventory:

  1. Pembelian: Proses ini bisa berarti membeli bahan mentah untuk diubah menjadi produk, atau membeli produk untuk dijual tanpa perlu perakitan
  2. Produksi: Membuat produk jadi Anda dari bagian-bagian penyusunnya. Tidak setiap perusahaan akan terlibat dalam manufaktur – grosir, misalnya, mungkin melewatkan langkah ini sepenuhnya
  3. Stok penyimpanan: Menyimpan bahan mentah Anda sebelum diproduksi (jika diperlukan), dan barang jadi Anda sebelum dijual
  4. Penjualan: Menyerahkan barang ke tangan pelanggan, dan menerima pembayaran
  5. Pelaporan: Bisnis Anda perlu mengetahui berapa banyak yang dijual, dan berapa banyak uang yang dihasilkan dari setiap penjualan

Kelola Usaha Mikro Kecil secara Efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Teknik Inventory Management Yang Biasa Ada Pada Sistem Manajemen Inventory / Persediaan

Terlepas dari ukuran bisnis Anda, menerapkan beberapa teknik manajemen inventaris umum ini dapat menjadi cara yang bagus untuk mengendalikan stok Anda. Berikut beberapa yang perlu dipertimbangkan:

  • Analisis inventory ABC. Teknik ini bertujuan untuk mengidentifikasi inventory yang menghasilkan keuntungan bagi Anda, dengan arti mengklasifikasikan barang ke dalam berbagai tingkatan.
  • Dropshipping. Bisnis yang menggunakan dropshipping pada dasarnya melakukan outsourcing semua aspek pengelolaan stok – dengan beberapa manfaat tetapi beberapa kelemahan utama.
  • Pengiriman massal. Teknik ini didasarkan pada asumsi bahwa membeli dalam jumlah besar lebih murah. Metode ini bagus jika bisnis yakin bahwa produk mereka akan laku tetapi dapat menimbulkan tantangan ketika permintaan tiba-tiba berubah.
  • Backorder. Backorder adalah ketika pelanggan memesan stok yang belum tersedia. Pemesanan di awal artinya dapat memengaruhi kontrol inventory.
  • Konsinyasi. Teknik ini memungkinkan pengirim, biasanya grosir, untuk memberikan barang mereka kepada penerima barang, biasanya pengecer, tanpa penerima barang membayar barang di muka. Penerima barang masih memiliki barang, dan penerima barang hanya membayar ketika mereka benar-benar menjualnya. Ini terdengar bagus tetapi juga membawa risiko besar.
  • Mengait menyilang. Sistem inventory atau persediaan ini secara virtual menghilangkan kebutuhan untuk menyimpan persediaan. Produk dikirim ke gudang di mana mereka disortir dan disiapkan untuk pengiriman segera. Biasanya dimuat ulang ke truk lain di gudang yang sama dan dikirim untuk pengiriman segera.
  • Penghitungan siklus. Teknik ini artinya adalah melibatkan penghitungan sejumlah kecil inventory pada hari tertentu tanpa melakukan secara keseluruhan. Metode ini membantu bisnis Anda secara teratur memvalidasi tingkat inventaris yang akurat dalam perangkat lunak manajemen inventaris atau inventory Anda

Metode Inventory Management Yang Biasa Digunakan Pada Sistem Manajemen Inventory / Persediaan

Penjelasan beberapa metode inventory management system dapat Anda simak dalam ulasan berikut ini:

Just-In-Time Management (JIT)

Metode manajemen inventaris ini berasal dari negara Jepang pada tahun 1960-an hingga 1970-an.

Dalam proses perkembangannya, Toyota Motor (TM) memberikan kontribusi paling besar.

Dengan menggunakan metode ini, dapat memungkinkan perusahaan menghemat sejumlah besar biaya serta mengurangi pemborosan.

Caranya dengan hanya menyimpan inventaris yang diperlukan untuk keperluan produksi dan penjualan produk.

Demi mengurangi biaya stokes, asuransi, serta biaya likuidasi maupun pembuangan kelebihan persediaan, adalah tujuan pendekatan ini

Penggunaan manajemen inventaris atau inventory JIT juga memiliki beberapa risiko yang harus Anda perhatikan.

Apabila permintaan konsumen tiba-tiba melonjak, produsen mungkin tidak dapat memperoleh persediaan yang cukup untuk memenuhi permintaan itu.

Hal tersebut dapat merusak reputasi perusahaan di mata pelanggan dan beralih ke pesaing bisnis Anda.

Material Requirement Planning (MRP)

Metode inventory management system ini bergantung pada prediksi penjualan.

Maka bisa disimpulkan, produsen memiliki kewajiban mencatat penjualan yang akurat guna perencanaan kebutuhan inventaris yang lebih akurat.

Selain itu, juga untuk mengkomunikasikan kebutuhan tersebut dengan supplier bahan dengan lebih tepat waktu.

Sebagai contoh, produsen bahan bangunan yang menggunakan sistem inventory / persediaan / inventaris MRP.

Pihak produsen akan mudah dalam memastikan bahwa bahan baku seperti plastik, fiberglass, kayu, dan aluminium tersedia berdasarkan pesanan yang diperkirakan.

Oleh karena itu, Anda harus pandai-pandai dalam memperkirakan penjualan secara lebih akurat dan merencanakan akuisisi persediaan.

Dengan begitu, Anda akan mampu untuk memenuhi kebutuhan atau pesanan konsumen.

Economic Order Quantity (EOQ)

Metode ini digunakan dalam inventory management system dengan cara menghitung jumlah unit yang harus ditambahkan perusahaan ke persediaannya.

Hasil penghitungan tentu harus sesuai dengan setiap gelombang pemesanan untuk mengurangi total biaya persediaan.

Sambil melakukan penghitungan, Anda juga jangan lupa untuk mengasumsikan permintaan konsumen yang terus menerus.

Metode Economic Order Quantity (EOQ) berfungsi untuk memastikan bahwa jumlah persediaan yang dipesan per batch yang tepat.

Dengan begitu, perusahaan tidak perlu membuat pesanan terlalu sering dan tidak ada kelebihan persediaan yang ada di gudang. Cek dengan aplikasi gudang disini.

Keuntungannya, Anda dapat menghemat total biaya persediaan karena biaya pengaturan dan biaya penyimpanan yang lebih sedikit.

Days Sales of Inventory (DSI)

Metode ini adalah metode penghitungan rasio keuangan dengan hasil waktu rata-rata per hari yang diperlukan perusahaan untuk mengubah inventarisnya.

Termasuk di antaranya barang yang sedang dalam proses hingga menjadi barang yang siap jual.

Metode DSI juga dikenal sebagai Average Age of Inventory, Days Inventory Outstanding (DIO), Days In Inventory (DII), atau Days Inventory.

Tujuan dari penerapan metode ini adalah untuk menunjukkan likuiditas persediaan.

Hasil penghitungan tersebut menunjukkan berapa lama persediaan perusahaan dapat bertahan.

Umumnya, perusahaan lebih menyukai hasil DSI yang lebih rendah karena menunjukkan durasi yang lebih pendek untuk mengosongkan inventaris.

Walaupun DSI rata-rata bervariasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Infografis solusi yang didapat dari manajemen stok dengan menggunakan sistem inventory manajemen yang baik

Tips Mengelola Inventory dengan Tepat Menggunakan Sistem Manajemen Persediaan / Inventory

Berikut ini adalah beberapa tips bagaimana cara mengelola item inventory dengan tepat, apa saja itu?

  • Membuat Kategori Inventory Sesuai dengan Prioritas

Mengatur barang persediaan ke dalam kelompok prioritas akan membantu Anda mengetahui hal-hal mana yang perlu Anda pesan lebih sering dan lebih teratur, serta mana yang penting bagi bisnis Anda tetapi mungkin lebih mahal dengan perputaran stok yang lebih lama.

Para ahli merekomendasikan untuk mengkategorikan inventory Anda ke dalam tiga kategori: A, B, dan C, apa saja itu artinya?

    • Kategori A adalah item dengan harga lebih tinggi yang tidak terlalu dibutuhkan.
    • Kategori B adalah item dengan harga sedang dengan perputaran stok di antara kedua kategori lainnya.
    • Kategori C adalah item yang berbiaya rendah dengan tingkat perputaran tinggi termasuk.
  • Lacak Informasi Produk Inventaris secara Lebih Detil

Lacak detail produk atau item dalam inventaris Anda. SKU, data barcode, pemasok, negara asal, dan nomor lot harus disertakan dalam informasi ini.

Anda mungkin juga ingin melacak harga setiap item dari waktu ke waktu sehingga Anda mengetahui masalah seperti kelangkaan dan musim yang dapat memengaruhi harga.

  • Melakukan Audit secara Berkala Menggunakan Sistem Manajemen Persediaan / Inventory Yang Bagus

Setahun sekali, beberapa perusahaan melakukan penghitungan komprehensif.

Yang lain melakukan pemeriksaan mendadak pada barang-barang paling populer mereka setiap bulan, mingguan, atau bahkan setiap hari.

Banyak orang terlibat dalam semua kegiatan di atas.

Biasakan untuk menghitung inventaris Anda secara fisik secara teratur, terlepas dari seberapa sering Anda melakukannya.

  • Mengetahui Bagaimana Performa Supplier

Inventory Anda mungkin dirugikan oleh supplier yang tidak dapat diandalkan, artinya saatnya untuk mengambil tindakan jika supplier Anda terus-menerus terlambat dalam pengiriman atau secara konsisten kurang mengirimkan pesanan.

Bicaralah dengan supplier Anda tentang masalahnya dan cari tahu apa yang salah.

Bersiaplah untuk mengubah mitra bisnis atau menghadapi tingkat supplier yang tidak menentu dan sebagai akibatnya risiko kehabisan persediaan.

  • Ikuti Aturan 80/20 

Secara umum, 20% dari saham Anda menyumbang 80% dari keuntungan Anda.

Jadikan manajemen inventaris dengan menggunakan sistem inventory / persediaan dari 20% item ini sebagai prioritas utama.

Anda harus mengetahui seluruh informasi penjualan barang-barang ini, serta berapa banyak yang Anda jual dalam seminggu atau sebulan, dan terus mengawasinya.

  • Melakukan Restock Sendiri

Beberapa vendor menyediakan layanan restock persediaan.

Ini tampaknya menjadi hal yang positif: Anda menghemat uang dan waktu dengan mendelegasikan prosedur untuk setidaknya beberapa produk Anda kepada orang lain.

Namun, perlu diingat bahwa vendor Anda mungkin tidak memiliki prioritas yang sama dengan Anda.

Mereka ingin memindahkan inventaris mereka, sedangkan Anda ingin menyimpan barang-barang yang paling menguntungkan bagi perusahaan Anda.

Luangkan waktu untuk memeriksa inventaris dan memesan ulang semua barang Anda.

Baca juga: Perbedaan Metode Persediaan Stok Barang FIFO, LIFO, dan Average

Sistem Cara Mudah Mengelola Manajemen Persediaan / Inventory dengan Mekari Jurnal

Sistem Cara Mudah Mengelola Manajemen Persediaan / Inventory dengan Mekari Jurnal

Arti inventory management system atau manajemen sistem inventory persediaan biasanya meliputi pencatatan apa produk yang dijual, harga produk yang akan dijual itu, harga produk yang diterima kembali/ retur barang, harga pokok persediaan, dibeli, pencatatan permintaan dan pengeluaran barang gudang, serta sistem stok opname barang atau perhitungan fisik persediaan.

Hal tersebut dapat dengan mudah dilakukan jika menggunakan sistem dan aplikasi stok gudang yang baik.

Untuk mempermudah manajer operasional dalam mengelola persediaan dan mempercepat pengambilan keputusan oleh manajemen maka perusahaan dapat menggunakan bantuan program stok barang online seperti yang dimiliki Mekari Jurnal.

Tentu saja aplikasi Mekari Jurnal sebagai aplikasi stok barang android dan invoice online Indonesia terbaik akan membantu usaha Anda memiliki fitur secara mudah melalui:

  1. Notifikasi atau pemberitahuan dan kalkulasi produk secara langsung.
  2. Pelacakan penjualan produk terbanyak, sehingga memungkinkan perusahaan Anda untuk mengantisipasi dengan pemenuhan stok yang lebih besar.
  3. Mengimpor data persediaan dalam jumlah besar.
  4. Melakukan pelacakan secara cepat terhadap persediaan stok barang dalam beberapa lokasi yang berbeda.
  5. Mengatur jumlah minimal stok, sehingga dapat melakukan pemesanan tepat waktu.

Untuk memahami manfaat manajemen inventory secara lebih dalam, Anda dapat mengikuti pelatihan online GRATIS yang diselenggarakan oleh Mekari University, platform penyedia layanan edukasi berbasis teknologi untuk membantu para pemilik bisnis dan profesional meningkatkan kemampuannya.

Melalui Mekari University, Anda akan memperoleh wawasan lebih luas terkait topik pengelolaan keuangan, manajemen akuntansi, administrasi HR, dan strategi pengelolaan pajak korporasi.

Caranya, cukup mendaftar melalui website Mekari University, kemudian pilih kelas online sesuai dengan topik yang Anda inginkan. Untuk info selengkapnya, tekan banner di bawah ini.

Melalui penjelasan di atas mudah-mudahan Anda bisa paham tentang apa itu inventory yang artinya adalah persediaan.

Sistem inventory memiliki arti pengaturan persediaan, dan berkaitan dengan logistik.

Ikuti media sosial Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi!

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo