Jenis-Jenis Bahan Baku dalam Industri

Dalam sebuah industri, baik itu industri rumahan maupun industri berskala besar tentu memiliki bahan baku yang diolah menjadi sebuah produk. Apa yang dimaksud dengan bahan baku? Singkatnya, bahan yang digunakan dalam membuat produk. Baca selengkapnya mengenai jenis bahan apa saja yang digunakan dalam memproduksi sebuah barang.

Pengertian Bahan Baku

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal pada banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk, bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang).

Sedangkan biaya bahan baku adalah seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain–lain.

Memahami tentang hal ini merupakan hal yang penting bagi pemilik usaha. Terutama untuk bisnis yang bergerak di bidang manufaktur.

Pemilihan jenis bahan sangat mempengaruhi bagaimana hasil akhir produk bahkan dapat mempengaruhi bagaimana kinerja sebuah perusahaan.

Jenis-Jenis Bahan Baku

jenis bahan baku adalah

Jenis-jenis bahan baku menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri adalah sebagai berikut:

1. Bahan Baku Langsung

Bahan baku langsung atau direct material adalah semua bahan yang merupakan bagian dari barang jadi yang dihasilkan.

Biaya yang di keluarkan untuk membeli jenis bahan ini mempunyai hubungan erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan.

Baca juga: Perbedaan Laporan Arus Kas Metode Langsung dan Tidak Langsung

2. Bahan Baku Tidak langsung

Bahan baku tidak langsung atau disebut juga dengan indirect material adalah bahan yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang dihasilkan.

Sebagai contoh apabila barang jadi yang dihasilkan adalah meja dan kursi, maka yang merupakan bahan baku langsung dari pembuatan meja dan kursi tersebut adalah kayu.

Sedangkan yang termasuk ke dalam bahan baku tidak langsung adalah paku dan plamir yang berfungsi sebagai perekat kayu dan dasar cat untuk kursi yang dihasilkan.

bahan baku mentah kayu

 

Kedua jenis bahan baku ini akan mempengaruhi di bagian mana akan dicatat dalam laporan neraca.

Selain itu, dapat dibagi menjadi beberapa jenis lainnya:

  1. Bahan mentah (raw material), yaitu bahan utama produksi dengan wujud mentah. Persediaan bahan mentah ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari para supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi selanjutnya. Contohnya seperti sayuran, daging, kayu atau bahan tambang seperti minyak, batu bara, dll.
  2. Komponen-komponen rakitan (purchase parts/components), yaitu barang-barang yang merupakan komponen dari sebuah barang dimana secara langsung dapat dirakit menjadi produk. Contohnya seperti baut, sparepart, chip. dll.
  3. Bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi bukan merupakan bagian atau komponen barang jadi.
  4. Barang dalam proses (work in process), yaitu barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam suatu proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk akan tetapi masih perlu diproses lebih lanjut untuk menjadi barang jadi. Misalnya, kayu lapis lembaran mungkin merupakan barang jadi untuk pabrik kayu karena siap untuk dijual, tetapi kayu lapis yang sama dianggap sebagai bahan mentah untuk produsen lemari industri.
  5. Barang jadi (finished goods), yaitu barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan atau konsumen.

Proses Akuntansi Otomatis Minim Risiko Human Error dengan Jurnal. Pelajari selengkapnya!

Saya Mau Coba Aplikasi Akuntansi Jurnal Sekarang!

Faktor Yang Mempengaruhi Bahan Baku

jenis bahan baku adalah

  1. Perkiraan penggunaan. Perkiraan berapa banyak jumlah bahan yang akan digunakan perusahaan untuk proses produksi di periode berikutnya. Apabila suatu saat terjadi kehabisan stok yang dapat menghambat kelancaran operasi perusahaan.
  2. Harga bahan baku. Dasar untuk menyiapkan perhitungan bisnis yang harus disediakan untuk investasi.
  3. Biaya persediaan. Biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk membeli bahan mentah, termasuk dengan biaya penyimpanan, keamanannya, dan risiko penyimpanan di gudang.
  4. Kebijakan pembelian. Hal ini berkaitan juga dengan ketersediaan bahan tersebut, dan bagaimana cara agar ketersediaannya tetap terjaga. Selain itu berapa besar biaya yang bisa digunakan untuk berinvestasi dalam persediaan juga dipengaruhi oleh hal tersebut.
  5. Penggunaan real-time. Penggunaan nyata dari bahan yang satu ini untuk membuat sebuah barang. Sehingga faktor yang satu ini harus mendapatkan perhatian lebih dan bisa menjadi patokan untuk biaya produksi selanjutnya.
  6. Waktu tunggu. Ini adalah masa tenggang yang tepat, perusahaan juga dapat membeli bahan pada waktu yang tepat untuk meminimalkan risiko akumulasi atau kurangnya persediaan.

Atur dan Pantau Operasional Lewat Fitur Biaya dan Anggaran Jurnal. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

Bahan Baku dalam Pencatatan Akuntansi

Dalam akuntansi, pencatatan untuk bahan baku berbeda sesuai dengan apakah jenis langsung atau tidak langsung.

Bahan baku langsung ditempatkan dalam aktiva lancar dan dibebankan pada laporan laba rugi dalam harga pokok penjualan.

Perusahaan manufaktur juga harus mengambil langkah tambahan atas perusahaan non-manufaktur untuk membuat pelaporan biaya yang lebih rinci pada saat menghitung harga pokok penjualan.

Bahan baku tidak langsung akan dicatat sebagai aktiva jangka panjang. Dalam aktva jangka panjang, mereka dapat termasuk dalam beberapa kategori berbeda termasuk penjualan, umum, dan administrasi atau properti, pabrik, dan peralatan.

Aktiva jangka panjang biasanya mengikuti beberapa jadwal penyusutan yang memungkinkan aset tersebut dikeluarkan dari waktu ke waktu dan disesuaikan dengan pendapatan yang mereka bantu hasilkan.

Waktu depresiasi biasanya akan lebih pendek daripada aset jangka panjang lainnya seperti bangunan yang dibebankan selama beberapa tahun.

bahan baku mentah

Bahan baku langsung biasanya dianggap beban karena jumlah yang digunakan tergantung pada jumlah yang diproduksi.

Ketika dicatat dalam neraca sebagai aset persediaan. Saat mencatat bahan mentah, debit dilakukan ke akun persediaan bahan baku, sementara kredit dibuat ke akun hutang dagang.

Untuk bahan langsung, debet akun inventaris proses dan kreditkan akun inventaris bahan baku.

Jika proses produksi sangat singkat sehingga tidak masuk akal untuk menggunakan akun work in process, mendebit inventaris barang jadi sebagai gantinya.

Setelah barang jadi dijual, harga pokoknyaharus dicatat dalam akun harga pokok penjualan.

Untuk bahan baku tidak langsung, debit akun overhead dan kreditkan akun aset persediaan bahan baku.

Pada akhir periode akuntansi, saldo akun overhead dialokasikan ke harga pokok penjualan dan persediaan akhir.

Permudah Pengelolaan Inventori dan Stok Barang dengan Jurnal. Baca Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Penawaran, Jadwalkan Demo Dengan Sales!

Jenis-Jenis Industri Berdasarkan Bahan Baku

7 Tantangan Industri Manufaktur & Cara Mengatasinya

Setelah Anda mengetahui apa saja jenis-jenis bahan baku, kini akan dijelaskan tentang perindustrian yang menghasilkan barang berupa bahan baku adalah industri apa saja.

Tiap-tiap industri membutuhkan bahan yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut.

Berdasarkan bahan yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:

Industri Ekstraktif

Bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya industri hasil pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, dan pertambangan.

Seluruh industri yang bergerak pada bidang dengan bahan utama dari hasil-hasil alam tersebut diklasifikasikan sebagai industri dengan bahan baku ekstraktif.

Industri Non-Ekstraktif

Industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya industri kayu lapis, pemintalan, dan kain.

Jenis industri ini memfasilitasi Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan furniture, kebutuhan pakaian sampai kendaraan.

Kelola Bisnis Trading dan Distribusi Secara Efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Industri Fasilitatif

Kegiatan industri yang menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya perbankan, perdagangan, angkutan, ekspedisi dan asuransi.

Jika Anda memiliki rekening bank atau pernah mengirimkan barang menggunakan jasa ekspedisi atau membeli polis asuransi ketiga industri tersebut merupakan industri dengan bahan baku jasa.

Baca juga : Perbedaan Bahan Baku dan Bahan Penolong, Serta Cara Mengelolanya dengan Jurnal

5 Tips Cara Mengelola Persediaan Bahan Baku

Manajemen inventaris yang efisien dimulai dengan manajemen inventaris bahan bakuyang cerdas.

Berikut ini adalah 5 tips tentang cara mengelola persediaan bahan baku:

Awasi Overstock dan Understock

Mungkin tidak mengherankan, kelebihan stok atau kekurangan stok memberi arti bahwa manajemen inventaris Anda tidak dioptimalkan.

Jika Anda memiliki kelebihan stok, artinya:

  • Perkiraan penjualan Anda terlalu optimis
  • Perkiraan prospek prospek Anda terlalu tinggi
  • Stok pengaman, penyangga, atau antisipasi Anda harus dikurangi

Jika Anda mengalami kekurangan, artinya:

  • Perkiraan Anda gagal mengidentifikasi tren permintaan musiman
  • Waktu tunggu terlalu lama karena masalah inventaris yang dipisahkan seperti penundaan transportasi, bea cukai, atau kerumitan pengiriman lainnya
  • Kekurangan dari pasokan di hulu dalam rantai pasokan

Kelola usaha mikro kecil secara efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Hitung Reorder Points untuk Safety Stock

Jangan mengisi stok pengaman dengan terburu-buru. Dengan menghitung reoder points, Anda tahu persis kapan harus memesan lebih banyak stok pengaman.

Tips ini bertujuan untuk memastikan Anda tidak kehabisan inventaris sehingga mengurangi beban kognitif dari manajemen inventaris.

Ketika Anda mencapai tingkat inventaris yang telah ditentukan, Anda bisa menyusun reorder points.

Gunakan Sistem Perencanaan Sumber Daya Material

Perencanaan material adalah ilmu yang menentukan jenis dan jumlah persediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi.

Baik bahan langsung maupun tidak langsung membutuhkan simpanan safety stock, buffer stock, dan antisipasi stock.

Sistem ini dapat menganalisis data konsumsi historis, waktu tunggu, mode produksi, dan kompleksitas rantai pasokan.

Selain itu, juga bisa dicocokkan dengan perkiraan masa depan untuk menyarankan tingkat stok yang optimal.

Kontrol Kualitas 

Tidak jarang produsen menolak bahan mentah dari vendor karena masalah kualitas.

Cobalah untuk tidak memotong biaya bahan mentah karena biaya yang dihasilkan dari tenaga kerja tambahan agar produksi tidak terhenti.

Kelola Pajak Secara Langsung Cukup dengan Sekali Klik, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Mengotomatiskan Manajemen Data

Tips selanjutnya yang paling penting adalah otomisasi manajemen data. Rantai pasokan global sangat rumit. Tidak ada industri di mana manajemen inventaris manual dan analisis memotongnya.

Anda bisa menggunakan software yang menawarkan:

  • Peramalan permintaan
  • Pengumpulan dan analisis data ekspansif yang mengumpulkan data dari semua bagian rantai pasokan
  • Fungsi penetapan biaya cerdas untuk memperkirakan total biaya produksi dan biaya tercatat persediaan
  • Untuk bisnis makanan dan minuman, perangkat lunak pelacakan yang melacak asal dan asalnya produk seringkali diperlukan
  • Perangkat lunak pengoptimalan rute dapat membantu menghilangkan terlalu banyak waktu transit

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami mengenai jenis-jenis bahan baku pada suatu industri. Bahan baku adalah hal utama yang menunjang proses produksi.

Selain itu, biaya bahan baku juga sangat berpengaruh dalam laporan keuangan di suatu industri.

Dalam sebuah industri, bahan yang dipilih berpengaruh ke berapa besar keuntungan yang diperoleh bahkan mempengaruhi bagaimana konsumen melihat sebuah perusahaan dari produknya.

Jadi memahami hal ini merupakan hal yang cukup penting untuk pemilik usaha.

Untuk memudahkan dalam menghitung biaya, Anda dapat menggunakan Jurnal. Dengan fitur work in progress dari Jurnal, Anda dapat menghitung biaya produksi dengan mudah.

Pada Jurnal, Anda juga dapat mencatat dan memonitor barang produksi dengan mudah, sehingga terhindar dari selisih barang.

Jurnal sebagai software akuntansi online juga dapat membantu Anda membuat laporan keuangan secara lengkap dengan mudah, cepat, aman, dan nyaman.

Hanya dengan memasukkan seluruh transaksi keuangan ke dalam Jurnal, Anda akan dapat melihat secara realtime kondisi keuangan perusahaan Anda.

Temukan info lebih lanjut mengenai Jurnal di sini dan daftarkan bisnis Anda sekarang juga untuk nikmati free trial hingga 14 hari.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tag : industri

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo