5 Pertanyaan bagi Pelaku Usaha untuk Hadapi Next Normal

 

Istilah new normal belakangan menjadi banyak diperbincangkan. New normal sendiri adalah istilah yang diberikan untuk situasi berbeda dari biasanya karena situasi pembatasan sosial akibat pandemi. Mckinsey, salah satu firma konsultan bisnis asal Amerika Serikat menyebutkan, pasca new normal, ada istilah next normal. Apa itu?

Next normal sendiri adalah dimana aktivitas kembali seperti semula namun dengan perubahan-perubahan yang dibawa ketika menjalankan new normal. Adaptasi yang lama saat new normal akhirnya menjadi kebiasaan.

Contohnya saja saat new normal, para pebisnis yang masih gagap akan teknologi menjadi lebih peka terhadap teknologi. Selain itu, perilaku konsumen juga akan cenderung berubah. Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi para sebagian pebisnis terutama pelaku UKM.

1. Apakah akan Sama Saja?

Jelas next normal akan sedikit berbeda dengan new normal atau past normal. Namun satu hal yang pasti, pengusaha tidak perlu panik atau terburu-buru dalam mengambil keputusan dalam merubah strategi atau langkah bisnis.

Bagi Anda pelaku usaha yang dapat mencapai goals perusahaan saat new normal atau pandemi, tentu Anda tidak perlu latah dan terburu-buru dalam merubah strategi. Karena sejatinya next normal bagi sebagian pihak yang tidak terkena imbas atau bahkan sudah well-prepared saat pandemi tidak berarti apa-apa, bahkan beberapa diuntungkan.

Bagaimana yang berimbas? Tentu akan sedikit berbeda. Berbagai paket kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam membantu pelaku usaha dapat Anda andalkan untuk bangkit kembali dari krisis yang menimpa bisnis Anda.

Kesimpulannya, next normal bukanlah hal yang mesti ditanggapi dengan berlebihan, namun ditanggapi dengan cerdas agar next normal tidak menjadi sesuatu yang membuat Anda salah melangkah.

Baca juga: 5 Langkah Atur Ulang Keuangan Bisnis Jelang New Normal

2. Strategi Apa yang Harus Diterapkan?

Ada dua hal yang menjadi perhatian dalam menyusun strategi dalam bisnis saat new normal. Pertama, bagaimana perusahaan apik dalam menerapkan standar kesehatan kerja baik dari segi produksi maupun operasional kantor.

Perusahaan nantinya akan lebih peka terhadap aspek-aspek sumber daya hidup seperti manusia. Ketelitian produksi, protokol kesehatan, dan kompensasi karyawannya. 

Selain itu, pelaku usaha juga harus lebih peka dan  memperhatikan manajemen krisis. Banyak perusahaan saat new normal tumbang karena lalai terhadap manajemen krisis dan tidak mempersiapkan strategi alternatif saat terjadinya krisis.

3. Bagaimana Perilaku Konsumen Saat Next Normal?

Memahami konsumen juga bentuk dari strategi  saat hadapi next normal. Anda sebagai pelaku usaha harus dapat menyampaikan nilai bisnis Anda kepada konsumen.

Apa yang diinginkan konsumen saat next normal? Bagaimana cara konsumen mengambil keputusan dalam membeli layanan atau barang?

Saat new normal, konsumen cenderung mulai sadar betapa pentingnya menyimpan uang. Konsumen akan lebih picky atau pilih-pilih dalam memutuskan produk apa yang akan dibeli. Konsumen juga akan cenderung berfokus pada barang-barang yang lebih pokok.

Selain itu, personalisasi konsumen juga akan lebih banyak diterapkan terutama pada platform belanja online. Pengguna platform belanja online saat new normal juga tidak lagi didominasi oleh anak muda. Namun orang tua.

Baca juga: Tips Jaga Loyalitas Konsumen saat PSBB

4. Apa Tantangannya?

Tantangannya adalah bisnis akan semakin tidak pasti. Bisnis akan berjalan lebih cepat. Istilah siapa cepat dia dapat sepertinya akan terpatri dalam persaingan di era next normal. 

Membangun brand saat new normal menjadi penting untuk mempersiapkan persaingan yang lebih volatile dan cepat. Selain itu, bagaimana Anda merespon pertanyaan masyarakat juga menjadi penting untuk Anda bersaing dalam persaingan next normal.

5. Bagaimana Kami Beradaptasi?

Teknologi. Satu-satunya cara Anda beradaptasi adalah menggunakan teknologi. Work from home yang menjadi kebiasaan, manajemen stok barang yang dapat meramalkan stok secara otomatis, atau bahkan hal-hal lainnya seperti teknologi otomasi keuangan dan pengarsipan juga menuntut Anda untuk ikut beradaptasi dengan teknologi.

Teknologi juga mampu membuat Anda beradaptasi. Teknologi dapat membuat bisnis Anda lebih lean (cepat dan ramping) dan tentu akan menambah kecepatan bisnis Anda.

Itulah lima pertanyaan bagi pebisnis untuk hadapi next normal. Semoga dapat membantu Anda untuk merencanakan ragam strategi dalam menghadapi era next normal.  Untuk urusan manajemen keuangan, Anda juga perlu teknologi seperti Jurnal untuk mempermudah bisnis Anda.

Jurnal, software akuntansi yang lengkap dan mampu memberikan solusi praktis dalam membuat laporan keuangan, invoice, manajemen stok barang hingga rekonsiliasi bank akan membantu bisnis Anda menjadi lebih cepat dalam beradaptasi pada era next normal. Dapatkan juga free trial selama 14 hari dari Jurnal!

 


PUBLISHED22 May 2020
Hafidh
Hafidh

SHARE THIS ARTICLE: