Maksimalkan Bisnis dengan Sistem Penjualan Konsinyasi

Ada banyak macam-macam bentuk kerja sama dalam dunia bisnis, salah satunya adalah penjualan konsinyasi. Metode penjualan ini merupakan perjanjian antara dua pihak. Salah satu pihak disebut sebagai pemilik barang yang menyerahkan barangnya ke pihak tertentu untuk menjualnya, lalu akan mendapatkan komisi tertentu. Pihak pemilik barang biasa disebut dengan consignor, sedangkan pihak yang menjual barang disebut consignee.

Metode penjualan konsinyasi sebenarnya sudah banyak dilakukan. Seperti di bidang makanan, elektronik dan bidang usaha lainnya. Beberapa dari Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa banyak pelaku bisnis menerapkan sistem penjualan konsinyasi. Untuk mengetahui hal tersebut, Anda perlu paham lebih lanjut mengenai sistem penjualan konsinyasi. Berikut beberapa rangkuman mengenai penjualan konsinyasi yang dapat Anda ketahui.

1. Apa Itu Penjualan Konsinyasi?

Pengertian Konsinyasi

Sistem penjualan konsinyasi atau biasa disebut penjualan titipan, hingga kini masih terjadi di masyarakat sekitar kita. Sistem konsinyasi adalah salah satu skema bisnis yang memiliki kelebihan sendiri dibandingkan dengan beli-putus. Penjualan beli-putus adalah pembeli membeli barang dagangan dari penjual dan seluruh risiko terkait barang langsung pindah ke pembeli. Baik penjualan yang dilakukan dengan cash atau kredit. Ada beberapa hal yang terjadi dalam pembelian beli-putus, sebagai berikut.

  • Retur penjualan
  • Kewajiban kontinjensi (contingency). Saat ada kewajiban konstruktif yang terjadi atas sebuah kejadian sehingga perusahaan harus membayar sejumlah uang pada konsumen
  • Garansi, di mana ketika barang yang dijual tidak jadi dibeli oleh pembeli (karena cacat atau rusak). Maka perusahaan memiliki kewajiban untuk membeli kembali barang tersebut (refund).

Biasanya, beberapa bisnis menggunakan skema penjualan titipan sebagai berikut.

  • Produk makanan titip jual di supermarket
  • Produk makanan titip jual di warung atau toko klontong
  • Surat kabar atau majalah yang dititip jualkan di loper atau agen koran
  • Buku-buku oleh penerbit titip jual di toko buku atau gerai
  • Produk obat-obatan titip jual di apotek

2. Contoh Akuntansi dalam Penjualan Konsinyasi

Sistem Pencatatan Akuntansi dalam Penjualan Konsinyasi

Sistem pencatatan akuntansi dari semua transaksi dalam penjualan konsinyasi digolongkan dalam beberapa hal, yaitu:

a. Pencatatan Terselesaikan Dengan Tuntas

Jika perjanjian selesai, pihak pemilik barang akan menyusun laporan keuangan pada akhir periode akuntansi. Maka, prosedur pencatatan dan pos-pos jurnal yang dibuat oleh konsinyor berdasarkan atas pengiriman, penjualan, pembayaran barang, dan penyelesaian keuangan oleh pihak penjual (consignee) pada pemilik barang (consignor), sebagai berikut:

  • Penjualan oleh pihak konsinyi

Seperti penjualan biasa, konsinyi mencatat penjualan konsinyasi. Masing-masing disertai dengan ayat jurnal untuk mencatat beban yang dikeluarkan oleh pihak konsinyor. Beban yang dikeluarkan meliputi, barang-barang yang dijual, perkiraan pembelian atau perkiraan harga pokok penjualan didebet dan perkiraan pihak konsinyor dikredit.

  • Komisi atau laba yang harus diterima bagi pihak konsinyi

Pendapatan atas penjualan konsinyi akan tergambar dalam laba kotor pihak konsinyi atas ayat jurnal yang dibuat. Maka, pihak konsinyi tidak perlu lagi membuat jurnal untuk komisi atau laba atas penjualannya.

  • Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi

Konsinyi mencatat pembayaran pihak konsinyor dengan mendebet perkiraan pihak konsinyor dan mengkredit perkiraan kas.

  • Pencatatan buku konsinyor jika transaksi konsinyor diselenggarakan terpisah dari transaksi penjualan biasa

Pada laporan laba rugi, saldo rekening pengiriman barang-barang dikurangkan dari jumlah yang tersedia untuk dijual dalam bentuk besarkan HPP reguler. Jurnal tetap dibuat meskipun tidak ada barang yang terjual hingga akhir tahun buku yang bersangkutan.

  • Pencatatan buku konsinyi jika transaksi konsinyi diselenggarakan terpisah dari transaksi perjalanan biasa.

  1. Pihak konsinyi mencatat penerimaan barang dengan memorandum dalam buku harian atau dalam buku sendiri yang diselenggarakan untuk penyerahan barang kepada konsinyi.
  2. Beban konsinyi yang harus ditetapkan pada konsinyasi akan dijurnal sebagai berikut: konsinyasi masuk Rp xx, kas Rp xx
  3. Penjualan oleh pihak konsinyi akan dijurnal sebagai berikut: kas Rp xx, konsinyasi masuk Rp xx
  4. Komisi atau laba yang masih harus diterima bagi konsinyi akan dijurnal sebagai berikut: konsinyasi masuk Rp xx, komisi atas penjualan konsinyasi Rp xx
  5. Pengiriman uang kas dan perkiraan penjualan konsinyasi oleh pihak konsinyi akan dijurnal sebagai berikut: konsinyasi masuk Rp xx, kas Rp xx

b. Pencatatan Tidak Terselesaikan Dengan Tuntas

Apabila pihak konsinyor perlu menyusun laporan keuangan pada akhir periode akuntansi, namun jangka waktu perjanjian masih berlangsung. Maka diperlukan penyesuaian terhadap barang yang terkait pada sebagian produk belum selesai dengan tuntas hingga akhir periode.

Baca juga : Pencatatan Akuntansi Dalam Perusahaan Konsinyasi yang Harus Anda Ketahui!

3. Tips Menjalankan Sistem Penjualan Konsinyasi

Tips Menjalankan Sistem Penjualan Konsinyasi

Sistem penjualan ini adalah langkah tetap untuk mengenalkan produk ke pasaran. Hal ini dilakukan agar pihak toko bersedia menjualkan produk Anda ke konsumen secara langsung. Karena biasanya produk baru belum memiliki pasar yang jelas. Maka hal tersebut akan menimbulkan keraguan pemilik toko jika harus membeli secara langsung dari pemilik pengusaha.

Jika Anda pemilik produk tertarik untuk melakukan penjualan konsinyasi, maka Anda perlu selektif dalam membuat ketentuan agar produk laku terjual. Berikut tips yang bisa Anda lakukan.

  1. Pilih toko strategis yang ramai pembeli, diharapkan bisa membawa produk kita mudah terkenal dan terjual
  2. Menjalin relasi baik dengan pemilik toko. Anda dapat menawarkan margin dengan keuntungan yang menarik dan hadiah untuk pemilik toko jika melakukan penjualan dengan jumlah maksimal. Diharapkan cara tersebut, pemilik toko bisa menawarkan produk Anda terlebih dahulu kepada konsumen dan menjadikannya alternatif utama pada setiap penjualan.
  3. Rutin melakukan pengecekan, terutama pada produk yang memiliki masa kedaluwarsa seperti makanan dan minuman. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan produk kedaluwarsa terbeli, karena bisa menimbulkan kerugian dan citra buruk terhadap produk

4. Kekurangan dan Kelebihan Penjualan Konsinyasi

Kekurangan dan Kelebihan Penjualan Konsinyasi

Sistem penjualan konsinyasi memiliki beberapa kekurangan yang perlu Anda ketahui, yaitu:

a. Kekurangan Bagi Pihak Pemilik Produk (Consignor)

  • Rentan Kerugian

Kelemahan dari sistem ini adalah resiko kerugiannya cukup besar. Karena tidak semua penjual (consignee) mengetahui cara promosi barang yang handal. Akhirnya produk tertahan di tangan konsinyi dalam waktu yang lama. Maka, sebelum Anda melakukan kesepakatan konsinyasi, pelajari kualitas konsinyi lebih dulu. Jangan mudah percaya.

  • Strategi Pemasaran Kurang Tepat

Tidak semua strategi yang dilakukan konsinyi berjalan lancar. Hal ini terjadi, karena jika rencana pemasaran produk oleh konsinyi tidak sesuai dengan rencana yang direncanakan konsinyor.

b. Kekurangan Pihak Penjual Produk (Consignee)

  • Hilang Maka Terjual

Sebagai pihak penjual, Anda harus menjaga barang dengan benar dan rutin melakukan pemantauan stok. Karena, biasanya dalam perjanjian kesepakatan kehilangan produk adalah tanggung jawab penjual. Maka, pemilik produk akan tetap menagih sebagai barang yang laku terjual.

c. Kelebihan Bagi Pihak Pemilik Produk (Consignor)

  • Memiliki Perhatian Khusus untuk Produksi

Dengan adanya sistem ini, perusahaan bisa fokus pada penyediaan produk. Karena, untuk pemasaran, penjualan juga pelayanan sudah ditangani oleh konsinyi (pihak penjual). Hal ini akan membuat pemilik produk fokus untuk meningkatkan kualitas produknya.

  • Mempermudah Strategi Marketing dan Irit Biaya

Pihak pemilik barang akan merasa diuntungkan terkait promosi produk dengan adanya perjanjian tersebut. Pasaran yang dijangkau semakin luas tergantung jaringan yang dimiliki penjual produk. Selain itu, pihak pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya promo. Karena, promo sudah menjadi tugas pihak yang diserahi tanggung jawab untuk menjual barang.

  • Bebas Biaya Pelayanan dan Penambahan SDM

Sebagai pemilik produk sistem ini dapat mengehemat SDM serta biaya pelayanan. Karena, pihak konsinyor tidak perlu merekrut pegawai baru untuk menjual produknya. Selain itu, konsinyor juga tidak perlu melayani konsumen secara langsung, hal ini akan meminimalkan biaya layanan usaha.

d. Kelebihan Bagi Penjual Produk (Consignee).

  • Stok Produk di Toko Bertambah

Penjual tidak lagi kekurangan stok bertambah jika menggunakan sistem ini. Karena, produk secara rutin dikirim oleh pihak konsinyor. Untuk memenuhi etalase toko, penjual tidak perlu mengeluarkan modal, karena penjual bukan pemesan barang, melainkan hanya menjualkan.

  • Mendapatkan Profit tanpa Modal

Penjual tidak perlu lagi biaya produksi, karena tugas konsinyi menjual produk. Biaya produksi dikeluarkan oleh perusahaan konsinyor sebagai pihak pemilik barang. Walaupun tanpa mengeluarkan modal produksi, penjual tetap mendapatkan komisi dari konsinyor jika melakukan penjualan produk konsinyor.

  • Kerugian Relatif Kecil

Kelebihan dari sistem ini untuk penjual produk adalah risiko rugi yang sangat kecil. Hal terburuk yang harus dihadapi pada sistem ini yaitu barang tidak laku, maka pendapatannya berkurang. Karena, metode pada sistem ini konsinyi mendapat komisi apabila barang laku terjual. Namun, jika barang tidak laku atau rusak tentu komisi tidak akan diberikan.

Untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis dengan sistem penjualan konsinyasi, maka Anda perlu juga laporan keuangan yang akurat. Dengan menggunakan Jurnal Anda dapat melakukan pencatatan transaksi hingga laporan keuangan dengan mudah. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu kebutuhan akuntansi bisnis Anda. Untuk informasi selengkapnya tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.


PUBLISHED12 Jan 2020
Kartika
Kartika

SHARE THIS ARTICLE: