Era digitalisasi memang mengaburkan batasan jarak maupun waktu antara produsen dan konsumen. Akan tetapi, meningkatnya transaksi di dalam pasar membuat banyak produsen tetap tidak dapat menyentuh konsumen secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, produsen biasanya menunjuk agen yang dapat dipercaya di berbagai sudut wilayah yang diinginkan untuk menjangkau pelanggan secara langsung. Dan proses ini disebut juga dengan konsinyasi. Konsinyasi terjadi ketika barang dikirim oleh pemiliknya (consignor) ke agen (consignee), yang berjanji untuk menjual barang.

Consignor akan tetap menjadi pemilik barang sampai barang tersebut laku terjual. Dengan sistem seperti ini, maka terdapat perbedaan antara pencatatan akuntansi perusahaan konsinyasi dengan perusahaan pada umumnya. Di dalam pencatatan akuntansi perusahaan konsinyasi, karena barang masih dimiliki oleh consignor, maka barang muncul sebagai persediaan dalam catatan akuntansi consignor, bukan consignee. Ini sejalan dengan prinsip transaksinya dimana dalam transaksi penjualan hak milik atas barang berpindah kepada konsumen pada saat penyerahan barang. Penyerahan barang dari consignor kepada consignee tidak diikuti adanya hak milik atas barang yang bersangkutan.

Dalam akuntansi perusahaan konsinyasi, terdapat dua metode pencatatan. Dan kedua metode ini juga berlaku untuk kedua pelaku transaksi baik consignor maupun consignee. Untuk lebih jelasnya berikut penggolongan dalam catatan akuntansi perusahaan konsinyasi.

Baca juga: Keuntungan dan Tips Menjalankan Sistem Konsinyasi Bisnis

Pencatatan Oleh Consignor

a. Metode Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa. Untuk membuatnya terpisah maka antara pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Konsinyasi”. Rekening ini merupakan rekening barang-barang konsinyasi yang merupakan persediaan bagi consignor. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang konsinyasi dan dikredit dengan pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi”. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Konsinyasi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.       Harga pokok barang yang dikirim

2.       Biaya pengiriman barang

3.       Biaya yang berhubungan dengan barang yang dibayar oleh consignee akan tetapi ditanggung oleh consignor.

Pengkreditan terhadap rekening barang konsinyasi adalah hasil penjualan barang konsinyasi.

Apabila seluruh barang konsinyasi sudah terjual maka saldo rekening barang konsinyasi akan menunjukkan laba (apabila bersaldo kredit) atau rugi (apabila bersaldo debit). Apabila pada akhir periode masih terdapat barang konsinyasi yang belum terjual, sebaiknya disajikan di dalam neraca sebagai elemen persediaan dan disajikan secara terpisah dari persediaan yang ada digudang (didisclosure).

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa.  Karena tidak dipisahkan maka tidak ada perbedaan dalam pembuatan jurnal. Dengan demikian pendapatan dan biaya dari transaksi konsinyasi dicatat seperti halnya pendapatan dan biaya yang diperoleh dari transaksi biasa. Dalam hal ini consignor membuat jurnal  pada saat

  1. Mengeluarkan biaya pengiriman
  2. menerima laporan konsinyasi
  3. menerima uang dari consignee.

Dalam metode ini consignor tidak menutup rekening pendapatan atau kerugian pada akhir periode. Ini menjadi sebuah masalah karena laba atau rugi tidak dibuatkan jurnal penutup atau tidak ditutup ke rekening laba rugi.

Pencatatan Oleh Consignee

a. Metode Terpisah

Sama halnya dengan metode terpisah pada pencatatan consignor, semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi akan disajikan secara terpisah dari laba-rugi transaksi biasa. Untuk membuatnya terpisah maka pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan kegiatan consignee juga harus dipisahkan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan pendapatan dan biaya tersebut adalah rekening “Barang Komisi”. Rekening ini akan didebit dengan biaya yang berhubungan dengan barang consignee dan dikredit dengan pendapatan yang berhubungan dengan barang consignee. Jadi pendebitan dan pengkreditan terhadap rekening “Barang Komisi” adalah:

Pendebitan Pengkreditan
1.         Biaya perikatan

2.         Jumlah yang harus dibayarkan kepada consignor

1.         Membayar biaya angkut

2.         Menjual barang consignee

3.         Mengirim laporan pertanggungjawaban kepada consignor

4.         Mengirim pembayaran kepada consignor.

b. Metode Tidak Terpisah

Dalam metode ini semua laba ataupun rugi yang diperoleh dari transaksi konsinyasi tidak dicatat secara terpisah dari laba-rugi transasksi biasa. Oleh karena itu, pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi konsinyasi dicatat seperti pendapatan dan biaya yang berhubungan dengan transaksi biasa. Untuk mengetahui dan membedakan dengan barangnya sendiri maka setiap transaksi yang berhubungan dengan barang konsinyasi akan dicatat dalam rekening ”nama consignor”. Penggunaan rekening ini adalah sebagai berikut

Pendebitan Pengkreditan
1.            Pengeluaran biaya-biaya yang menjadi tanggungan consignor

2.            Penyetoran uang

1. Harga pokok penjualan pada saat terjadinya transaksi penjualan

2. Penerimaan lain dan hasil penjualan konsinyasi

Untuk mempermudah melakukan perhitungan dan mengelola  keuangan jasa konsinyasi, maka ada baiknya Anda menggunakan software akuntansi online, Jurnal. Dengan Jurnal, Anda bisa memperoleh laporan keuangan sesuai kebutuhan usaha. Fitur-fitur penting yang dimiliki Jurnal, akan mengefisienkan  Anda untuk lebih fokus mengurus produk usaha dan menyerahkan kebutuhan pencatatan keuangan pada ahlinya. Untuk informasi selengkapnya tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Author