Ketahui Beda Harga Pokok Penjualan VS Harga Jual

Dalam menjalankan sebuah bisnis, Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Harga Jual sangat penting diperhatikan. Walaupun Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual cukup familiar bagi sebagian orang, namun ternyata kedua hal tersebut masih membingungkan bagi sebagian orang lain. Walaupun sama-sama berawalan harga, kedua hal tersebut memiliki perbedaan signifikan.

Harga Pokok Penjualan atau sering disebut dengan istilah Cost of Goods Sold (COGS) merupakan jumlah pengeluaran serta beban, baik secara langsung maupun tidak langsung dikeluarkan oleh perusahaan seperti bahan, tenaga kerja, dan faktor lainnya untuk memperoleh barang atau jasa yang kemudian dijual kepada konsumen.

Singkatnya, Harga Pokok Penjualan adalah keseluruhan biaya proses yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan atau memperoleh barang atau jasa yang dijual ke pelanggan selama periode tertentu.

Sedangkan harga jual merupakan besarnya harga yang yang dibebankan kepada pelanggan untuk mendapatkan barang atau jasa. Harga jual sudah mencakup HPP, biaya non-produksi, dan keuntungan yang diharapkan.

Apa yang Dimaksud Harga Pokok Penjualan (HPP)

Perbedaan Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat kita ketahui bahwa perbedaan mendasar antara Harga Pokok Penjualan dengan Harga Jual adalah HPP hanya mencakup segala pengeluaran yang dibutuhkan untuk produksi barang yang dijual, sedangkan Harga Jual mencakup biaya proses produksi barang, biaya non-produksi, serta keuntungan untuk kemudian menjadi harga yang dibebankan kepada konsumen untuk mendapatkan atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.

 

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan

Sebelum kita mulai membahas cara menghitung HPP, ada beberapa komponen penting yang perlu diketahui terlebih dahulu. Berikut ketiga komponen yang harus diketahui:

Persediaan awal barang dagang

Persediaan awal barang dagang yaitu persediaan barang dagang yang tersedia pada awal periode akuntansi perusahaan. Saldo persediaan awal barang dapat dicek pada neraca saldo yang sedang berjalan atau neraca saldo di awal pada tahun sebelumnya.

 

Persediaan akhir barang dagang

Persediaan akhir barang dagang adalah persediaan barang yang tersedia pada akhir periode akuntansi perusahaan atau akhir tahun buku berjalan. Saldo persediaan akhir dapat diketahui pada data penyesuaian perusahaan di akhir periode.

 

Pembelian bersih

Pembelian bersih adalah jumlah pembelian barang dagang yang dikeluarkan perusahaan baik secara tunai maupun kredit, ditambah dengan biaya angkut pembelian, kemudian dikurangi dengan retur dan potongan pembelian.

Baca Juga: Pengakuan Nilai HPP dan Persediaan Akhir Menurut Metode Akuntansi

Setelah mengetahui ketiga komponen penting tersebut, kini kita dapat menghitung Harga Pokok Penjualan. Menghitung HPP secara sederhana dapat dilakukan dengan cara berikut:

Harga Pokok Penjualan (HPP) = Pembelian bersih + Persediaan awal barang dagang – Persediaan akhir barang dagang

 

Sedangkan untuk mengetahui Pembelian Bersih dapat dilakukan perhitungan dengan cara berikut:

Pembelian Bersih = (Biaya Angkut + Pembelian) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

 

Agar lebih jelas, kita dapat menggunakan rumus perhitungan di atas dengan contoh kasus sebagai berikut:

Pada tanggal 30 September 2020 Perusahaan ABCD memiliki Persediaan awal barang dagang sebanyak Rp10.000.000 Pembelian sebesar Rp30.000.000 dengan Beban angkut pembelian sebesar Rp1.000.000 Retur pembelian sebesar Rp3.000.000 Potongan pembelian sebesar Rp1.000.000 serta Persediaan barang dagang akhir sebesar Rp5.000.000. Berdasarkan data tersebut, berapakah HPP-nya?

Sebelum mulai menghitung dengan rumus utama, kita perlu menghitung Pembelian Bersih terlebih dahulu dengan cara berikut:

Pembelian Bersih = (Biaya Angkut + Pembelian) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)

Pembelian Bersih = (Rp.1.000.000,00 + Rp30.000.000,00) – (Rp3.000.000,00 + Rp5.000.000,00)

Pembelian Bersih = Rp31.000.000,00 – Rp8.000.000,00

Pembelian Bersih = Rp23.000.000,00

 

Setelah mengetahui Pembelian Bersih, kita dapat mulai menghitung HPP dengan cara berikut:

HPP = Pembelian bersih + Persediaan awal barang dagang – Persediaan akhir barang dagang

= Rp23.000.000,00 + Rp10.000.000,00 – Rp5.000.000,00

= Rp28.000.000,00

Jadi, setelah dihitung berdasarkan data yang ada, Harga Pokok Penjualannya adalah Rp28.000.000,00

Baca Juga: 4 Langkah Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Manufaktur

Cara Menghitung Harga Jual

Seperti yang telah dibahas di atas, Harga Jual adalah besarnya harga yang yang dibebankan kepada pelanggan untuk mendapatkan barang atau jasa. Secara sederhana, Harga Jual dapat dihitung dengan cara berikut:

 

Harga Jual = Biaya Produksi + Biaya Non Produksi + Keuntungan yang Diharapkan

 

Agar lebih jelas, kita dapat menggunakan rumus perhitungan di atas dengan contoh kasus sebagai berikut:

Untuk memproduksi barang, perusahaan ABCD mengeluarkan biaya sebesar Rp3.000.000,00, dengan biaya di luar dari proses produksi sebesar Rp1.500.000,00, serta keuntungan yang diharapkan sebesar Rp1.000.000,00. Berapakah Harga Jualnya?

 

Harga Jual = Biaya Produksi + Biaya Non Produksi + Keuntungan yang Diharapkan

Harga Jual = Rp3.000.000,00 + Rp1.500.000,00 + Rp1.000.000,00

= Rp5.500.000,00

Jadi, Harga Jual untuk barang yang dijual perusahaan ABCD sebesar Rp5.500.000,00.

Update: Fitur Direct Feeds Bank BCA Bisnis & Giro

Walaupun terlihat sederhana, namun menghitung HPP dan Harga Jual dengan cara manual akan sangat memusingkan. Sebagai solusinya, Anda dapat menggunakan software akuntansi online Jurnal by Mekari sebagai alat otomasi keuangan Anda. Jurnal merupakan software akuntansi yang bisa Anda gunakan secara online dengan mudah bahkan melalui smartphone Anda.

Software Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan Jurnal, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik oleh Jurnal.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Dapatkan semua informasi tentang Jurnal di sini dan nikmati free trial 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.


PUBLISHED23 Sep 2020
Dewi Maharani Indah Reswari
Dewi Maharani Indah Reswari


Kategori : Bisnis