Sebagian besar pebisnis yang gagal dalam mengelola stok barang atau inventaris dikarenakan kurang sering melakukan pengecekan stok barang yang terus berubah. Padahal untuk mengelola stok barang sebuah bisnis secara efektif, berarti para pebisnis harus melacak seberapa sering mereka menjual produk secara keseluruhan. Pengelolaan stok barang yang kurang tepat akan membuat pebisnis kesulitan dalam menjaga anggaran pada bisnis secara efisien. Memang dalam mengelola stok persediaan barang itu tidak selalu gampang. Meskipun sepintas terlihat mudah, tetapi sesungguhnya untuk mencapai hasil yang valid diperlukan penghitungan yang detail dan teliti. Salah satu akibat dari pengelolaan stok barang yang buruk, akan menyebabkan terjadinya Out-of-Stock (OOS).

Masalah pengelolaan stok barang tidak hanya akan mendatangkan efek buruk pada keuntungan bisnis saja. Tetapi juga akan menyebabkan ketidakpuasan para pelanggan utama. Berdasarkan data, setidaknya ada sebanyak 30% pelanggan merasa bahwa produk yang Out-of-Stock ternyata dapat menciptakan kesan yang menyakitkan pada pengalaman berbelanja mereka.

Apa saja masalah yang membuat pusing dalam mengelola stok persediaan barang? 

  1. Tidak adanya perencanaan dan proyeksi terhadap pengendalian persediaan barang yang dapat memperkirakan waktu yang tepat untuk memesan barang sekaligus barang apa saja yang memang diperlukan. Dengan begitu, stok yang ada tidak akan pernah kosong.
  2. Kurang paham terhadap sistem persediaan dan metode harga pokok, sehingga tidak jarang terjadi barang yang sudah kedaluwarsa, rusak, hilang, dan lain sebagainya. Akibatnya beban bertambah, dan berdampak pada kerugian.
  3. Ketika sadar terjadi kesalahan pencatatan stok, karyawan yang bertugas kurang cakap untuk melakukan pembenahan.
  4. Tidak adanya sistem pengendalian persediaan.
  5. Tidak menggunakan aplikasi untuk penunjang stok barang.

 

Tips Mengelola Stok Persediaan Barang

Untuk itu, agar proses pengelolaan stok barang dapat berjalan dengan baik, sebaiknya Anda melakukan beberapa tips singkat berikut ini:

Membuat penilaian terkait jenis stok barang yang disimpan

Jika bisnis Anda merupakan sebuah bisnis yang harus memproduksi suatu produk, maka Anda harus memiliki bahan baku yang tepat untuk menciptakan produk tersebut. Untuk menjual barang jadi, maka Anda membutuhkan pasokan bahan yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan penjualan Anda.

Mengetahui minat pasar

Jika ada beberapa produk yang dijual dan sisanya tidak dijual, maka Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menyimpan produk yang dapat dijual saja. Kemudian Anda juga dapat menghapus beberapa produk yang tidak diminati di pasaran.

Menentukan jumlah produk sesuai kebutuhan

Pertimbangkan jumlah ruang penyimpanan yang Anda miliki dengan jumlah produk yang akan Anda simpan. Anda dapat memilih untuk menyimpan jumlah produk yang lebih sedikit jika persediaan yang dibutuhkan sudah tersedia. Simpanlah persediaan yang lebih banyak pada penyimpanan cadangan jika penataan ulang dan pengirimannya membutuhkan waktu yang lama.

Identifikasi tingkat persediaan barang

Anda perlu mengatur ulang stok barang ketika Anda sulit untuk mendapatkan bahan baku untuk bisnis Anda  sehingga Anda tidak akan kehabisan inventaris. Ketahui juga berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyusun ulang pemesanan, serta faktor-faktor lainnya.

Menjaga kualitas inventaris

Menjaga kualitas barang yang disimpan merupakan hal yang sangat penting, agar Anda dapat menerapkan FIFO (first in, first out). Apalagi jika Anda memiliki persediaan barang yang mudah rusak.

Melacak inventaris secara rutin

Pastikan Anda selalu melacak deskripsi, nilai, lokasi, dan pemasok setiap item yang dibutuhkan oleh bisnis Anda. Anda dapat mencatat tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyusun ulang setiap item. 

 

Jika ada langkah praktis yang dapat dilakukan agar pengelolaan stok barang lebih mudah dan otomatis, tentu saja Anda akan memilihnya bukan?

 

Software Akuntansi Bisa Membantu Anda Mengelola Stok Barang

Setiap perusahaan atau bisnis yang memiliki stok barang tentu saja menginginkan pengelolaan yang tepat agar tidak terjadi kerusakan, kesalahan prediksi pemesanan, atau hilangnya barang yang disimpan. Mengelola stok barang yang efektif semestinya dapat dilakukan dengan mekanisme yang terstruktur sekaligus aplikasi yang tepat guna. Anda dapat memilih untuk menggunakan software akuntansi yang dapat mengakomodasi semua kebutuhan pengendalian persediaan. Baik dari proyeksi, manajemen persediaan, penghitungan HPP, sampai dengan kontrol stok dalam bentuk laporan serta grafik analisis. Penggunaan software khusus untuk pengelolaan stok barang bisnis Anda akan memberikan banyak keuntungan. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mendeteksi dan menampilkan harga secara otomatis dengan menggunakan barcode.
  2. Dapat mengurangi stok secara otomatis, setiap ada barang yang terjual.
  3. Laporan penjualan akan terbentuk secara otomatis tanpa perlu melakukan rekapitulasi secara manual.
  4. Laporan pembelian kepada setiap supplier dapat dibuat secara otomatis

Mengelola Stok Barang dengan Praktis Menggunakan Jurnal

Software akuntansi Jurnal tidak hanya berfungsi untuk mengelola stok barang, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan bagian lain seperti accounting, purchasing, receivable, payable, dan masih banyak lagi. Jika pilihan Anda jatuh pada Jurnal, maka Anda akan memperoleh banyak keuntungan untuk pengelolaan stok barang pada bisnis Anda.

 

Selain membantu mengelola stok, Jurnal juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain yang mempermudah pengelolaan bisnis mulai dari mengelola invoice, membuat laporan keuangan lengkap, dan masih banyak lagi. Anda sebaiknya tidak menunggu terlalu lama untuk mulai beralih ke Jurnal. Segera daftarkan bisnis Anda dan Anda akan mendapatkan kesempatan untuk mencobanya GRATIS selama 14 hari.

Author