Pahami Tentang Stok Barang Persediaan

Mengelola perusahaan terdiri dari berbagai macam bagian. Mulai dari mengelola transaksi, laporan keuangan, manajemen stok barang persediaan hingga mengelola pelanggan. Menjadi pemilik usaha berarti Anda harus mampu menguasai paling tidak dasar-dasar dari hal tersebut. Agar bisa mengelola bisnis dengan baik dan mampu meningkatkan kinerja perusahaan, Anda tidak perlu memahami hingga expert. Paling tidak ketika Anda paham tentang hal-hal dasar tersebut, mengelola perusahaan akan lebih mudah karena setiap bisnis pasti akan berurusan dengan hal tersebut. Misalnya saja untuk Anda yang memiliki perusahaan manufaktur.

Memiliki perusahaan manufaktur tentunya lebih banyak yang harus dipertimbangkan. Mulai dari mencari bahan mentah, memproses bahan, hingga menjual produk jadi kepada masyarakat. Belum lagi memikirkan tentang perlengkapan dan peralatan yang akan membantu proses kinerja produksi sehingga kualitas produk menjadi lebih baik.

Salah satu yang menjadi bagian dari perusahaan manufaktur adalah persediaan barang. Perusahaan manufaktur harus memastikan bahwa persediaan barang selalu update dan selalu tersedia. Hal ini karena perusahaan manufaktur bergantung pada jumlah persediaan yang terdapat di dalam gudang. Stok persediaan harus selalu dijaga agar proses produksi dan pemasayan perusahaan manufaktur tidak terhambat.

Apa Itu Stok Barang Persediaan?

Stok atau persediaan barang adalah barang-barang yang disimpan perusahaan untuk nantinya dijual di periode yang akan datang. Persediaan ini tidak hanya untuk barang yang sudah jadi, tetapi juga barang yang setengah jadi dan bahan mentah yang menjadi bahan baku.

Stok barang persediaan yang sudah jadi yang disimpan oleh perusahaan akan dipasarkan untuk periode selanjutnya. Sedangkan untuk stok barang yang merupakan barang setengah jadi atau bahan mentay, disimpan oleh perusahaan untuk nanti diproses dalam proses produksi dan menjadi barang jadi untuk dijual oleh perusahaan.

Stok barang persediaan di dalam satu perusahaan harus selalu cukup dan update jumlahnya. Agar tidak terjadi kemacetan proses produksi dan proses pemasaran untuk hal ini diperlukan manajemen persediaan yang handal oleh perusahaan. Karena jika berantakan, maka akan berakibat banyaknya proses kerja perusahaan yang terhambat.

Cara Mengontrol Stok Barang Persediaan

  • Mengelompokkan

Cara yang paling mudah dan sederhana adalah mengelompokkan barang persediaan. Dalam proses mengelompokkan barang ini, perusahaan bisa mengelompokkan barang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya dengan mengelompokkan mana barang yang mudah hilang mana barang yang tidak. Lalu mana barang yang cepat habis mana yang memiliki masa waktu lebih lama. Pengelompokkan ini untuk memudahkan manajemen persediaan mengatur barang berdasarkan keperluan perusahaan.

  • Stok Barang Mahal

Membedakan mana barang yang berharga mahal dan mana yang tidak juga akan membantu manajemen persediaan perusahaan. Barang yang memiliki harga mahal akan lebih rentan hilang, oleh karena itu manajemen persediaan harus sangat teliti untuk mengontrol persediaan barang. Hal ini agar perusahaan tidak dirugikan jika terdapat barang persediaan dengan harga mahal yang hilang.

  • Stok Barang Terjual

Melakukan pemeriksaan terhadap stok barang terjual juga adalah salah satu kegiatan yang membantu manajemen persediaan perusahaan. Memeriksa stok barang atau stok opname bisa dilakukan setiap hari untuk memeriksa berapa banyak barang yang terjual dan berapa banyak stok barang yang tersisa. Hal ini juga membantu manajemen persediaan untuk selalu update terhadap jumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan.

  • Disiplin terhadap Proses Stok Barang

Pentingnya untuk selalu disiplin dalam proses pencatatan stok barang merupakan hal yang harus selalu dilakukan selama melakukan manajemen persediaan. Disiplin yang dimaksud adalah selalu rutin melakukan pemeriksaan barang dan mengelompokkan barang sesuai tempat dan labelnya. Hal tersebut untuk mengurangi kondisi stok persediaan yang acak-acakan. Bisa jadi barang akan mudah hilang ketika penyimpanan tidak teratur.

  • Stok Barang Restan

Stok barang restan adalah barang-barang atau item yang sudah tidak laku atau tidak dipajang lagi. Barang-barang ini harus dikontrol dengan sangat baik agar menghindari kejadian stok barang tidak tercatat dan kehilangan barang. Barang-barang ini harus dikelompokkan sendiri agar tidak tercampur dengan stok barang lain dan bisa merusak manajemen persediaan perusahaan.

Pengelolaan stok barang persediaan pada perusahaan manufaktur tentunya lebih rumit. Hal ini dikarenakan perusahaan manufaktur memiliki lebih banyak stok barang. Misalnya saja barang mentah untuk dijadikan barang jadi, kemudian barang yang setengah jadi dan barang jadi. Masing-masing memiliki kelompok tersendiri.

Baca juga : Bagaimana Bisa Stok Habis? Begini Cara Kelolanya!

Tidak hanya perusahaan manufaktur, perusahaan jenis lain juga perlu melakukan stok barang persediaan. Misalnya saja perusahaan dagang. Stok persediaan perusahaan dagang juga harus teliti, karena perusahaan dagang memiliki cukup banyak produk untuk dijual kepada pasar. Sehingga setiap produk harus dicatat dan setiap transaksi juga harus direkam agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan perusahaan dagang. Jika ada barang yang rusak atau hilang dan perusahaan tidak mencatat hal tersebut, maka pelaporan keuangan bisa berantakan. Perusahaan bisa mengalami kerugian karena banyaknya barang hilang yang tidak diketahui penyebabnya.

Pengelolaan stok barang persediaan juga dilakukan perusahaan untuk menghindari kerugian karena barang yang rusak. Stok persediaan barang yang rusak dan tidak terdeteksi bisa merugikan perusahaan juga. Karena barang yang rusak tidak dapat dipasarkan ke masyarakat. Hal ini karena barang tersebut sudah defect dan memberikan barang rusak kepada pelanggan adalah hal yang buruk. Sementara jika barang yang rusak adalah barang mentah atau barang setengah jadi, maka proses produksi akan terhambat. Dengan bahan mentah yang rusak tentunya kualitas produk menjadi jelek dan tidak dapat diterima oleh masyarakat.

Kesalahan dalam Mengatur Stok Barang Persediaan

pahami tentang stok persediaan barang

  • Jarang Menghitung Stok Barang Persediaan

Jika stok barang persediaan jarang dihitung, masalah yang terjadi di perusahaan bisa semakin rumit. Misalnya stok persediaan bahan mentah menipis dan manajemen persediaan tidak menyadari hal tersebut, maka proses produksi akan terhambat dan secara tidak langsung proses pemasaran produk juga akan terhambat, keuntungan yang didapat perusahaan juga akan semakin terlambat.

  • Ruang Persediaan yang Tidak Terorganisir

Salah satu hal yang membuat proses stok barang persediaan menjadi rumit adalah ruang persediaan yang tidak terorganisir. Ruangan yang berantakan akan membuat barang persediaan mudah hilang tanpa disadari.

  • Melakukan Cara Manual

Dengan melakukan manajemen persediaan secara manual, kesempatan human error akan lebih tinggi dibandingkan secara otomatis. Kinerja manusia bisa saja mengalami kesalahan ketika melakukan stok opname dan barang ada yang tidak terdata atau hilang.

Melakukan stok barang persediaan akan sangat bermanfaat bagi setiap perusahaan. Baik perusahaan dagang maupun manufaktur. Manajemen ini akan memudahkan proses kinerja perusahaan dan tentunya meningkatkan performa kinerja perusahaan. Dengan melakukan pengelolaan tersebut secara rutin, perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan proses produksi.

Baca juga : Manfaat Aplikasi Stok Barang Dalam Bisnis Grosir

Dalam melakukan hal tersebut, Anda dapat menggunakan software Jurnal. Jurnal adalah software yang mengatasi berbagai permasalahan stok barang Anda.  Selain membantu mengelola stok, Jurnal juga dilengkapi dengan berbagai fitur lain yang mempermudah pengelolaan bisnis mulai dari mengelola invoice, membuat laporan keuangan lengkap, dan masih banyak lagi. Untuk info lebih lanjut mengenai fitur Jurnal, temukan berbagai fitur lainnya di sini.v


PUBLISHED04 Mar 2020
Desy
Desy


Kategori : Panduan Akuntansi