Laporan Laba Rugi adalah salah satu komponen dari Laporan Keuangan yang melaporkan pendapatan perusahaan pada jangka waktu tertentu. Selain menunjukkan pendapatan yang dihasilkan pada periode tersebut, biaya-biaya yang terjadi juga dicatat dalam Laporan Laba Rugi.

Bagi investor dan analis, pendapatan dan biaya perusahaan menjadi suatu ukuran kinerja perusahaan dan sebagai komponen alat analisis keuangan pada periode tersebut. Mereka bisa melihat rasio keuangan – yang salah satunya rasio profitabilitas – perusahaan dari informasi yang termuat di dalam Laporan Laba Rugi.

Gambaran Singkat Mengenai Laporan Laba Rugi

Secara umum, perusahaan yang sudah Go-Public harus mepublikasikan kinerja keuangan mereka melalui Laporan Keuangan secara triwulan, kuartal, atau tahunan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan transparansi bisnis kepada para pemegang saham, investor, dan kreditur. Dan jelas, salah satu komponen utama dari Laporan Keuangan adalah Laporan Laba Rugi.

Tujuan pembuatan Laporan Laba Rugi adalah untuk melaporkan pendapatan (laba) serta pengeluaran perusahaan pada suatu periode. Jika digambarkan secara sederhana, berikut penerapan persamaan dalam Laporan Laba Rugi:

Laba = Pendapatan Penjualan – Biaya

Berikut contoh sederhana dari Laporan Laba Rugi:

PT Agus Makmur

Laporan Laba Rugi

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada 31 Desember 2018

(Dalam Juta Rupiah)

PENDAPATAN PERUSAHAAN

– Total Penjualan Kotor

– Retur Penjualan

– Diskon Penjualan

 

60.000

(1.500)

(2.500)

TOTAL PENJUALAN BERSIH

56.000

HARGA POKOK PENJUALAN

– Persediaan Awal

– Pembelian Persediaan

– Biaya Angkut Pembelian

– Retur Pembelian

 

8.000

20.000

(5.000)

(2.000)

– Persediaan Tersedia untuk Dijual

– Persediaan Akhir

TOTAL HARGA POKOK PENJUALAN

21.000

(10.000)

 

 

(11.000)

LABA KOTOR

45.000

BEBAN OPERASIONAL

– Biaya Penjualan

– Biaya Administrasi

 

15.000

18.000

TOTAL BEBAN OPERASIONAL

(33.000)

LABA OPERASIONAL SEBELUM BUNGA & PAJAK

12.000

BEBAN LAIN-LAIN

– Biaya Bunga

– Biaya Pajak

 

3.000

4.000

TOTAL BEBAN LAIN-LAIN

(8.000)

LABA BERSIH

2.000

Perusahaan biasanya menerbitkan Laporan Laba Rugi setiap kuartal dan tahun fiskal. Sebagai tambahan informasi, perusahaan juga merilis Laporan Laba Rugi dengan versi yang berbeda dan mungkin lebih mendetail bagi pemakai Laporan Keuangan khusus.

Memahami & Membaca Laporan Laba Rugi

Berikut beberapa informasi terkait bagaimana Anda memahami dan membaca Laporan Laba Rugi perusahaan:

a. Laporan Laba Rugi Berbeda dengan Arus Kas

Perhatikan bahwa Laporan Laba Rugi tidak selalu mewakili arus kas masuk atau arus keluar secara riil – walaupun secara tidak langsung berkaitan. Hal tersebut tentunya dilandasi oleh alasan yang kuat. Para pembuat kebijakan akuntansi dan otoritas pajak mewajibkan perusahaan untuk mencatat biaya seperti seperti biaya penyusutan, alokasi biaya, dan penilaian akuntansi akrual lainnya pada laporan Laba Rugi. Sedangkan Laporan mengenai arus kas masuk dan keluar baik yang berkaitan dengan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan muncul pada instrumen Laporan Arus Kas.

b. Komponen Utama dalam Laporan Laba Rugi

Pada Laporan Laba Rugi, terdapat empat komponen utama. Komponen-komponen tersebut adalah:

  • Pendapatan Penjualan: Mencatat nilai dari penjualan utama bisnis atau perusahaan. Serta terdapat juga akun yang mengurangi nilai penjualan utama seperti retur penjualan dan diskon penjualan
  • Harga Pokok Penjualan (HPP): Nilai yang berupa biaya untuk membeli persediaan yang nantinya akan dijual perusahaan. Di dalam HPP, terdapat akun pembelian persediaan, biaya angkut pembelian, retur pembelian, persediaan awal, dan persediaan akhir.
  • Beban Operasional: Komponen ini terdiri dari dua unsur utama, yaitu biaya penjualan dan biaya administrasi. Biaya penjualan adalah pengeluaran yang terkait dengan bagaimana suatu produk perusahaan dijual. Salah satu contohnya adalah biaya pemasaran. Sedangkan Biaya administrasi adalah biaya yang terkait dengan biaya overhead, utilitas, dan lainnya. Salah satu contohnya adalah biaya gaji manajemen, biaya listrik & internet, dan lainnya.
  • Pendapatan dan Biaya lain-lain: Pada pos atau komponen ini terdapat akun-akun di luar dari pendapatan penjualan dan biaya operasional. Salah satu contohnya adalah biaya pajak, biaya bunga, dan pendapatan bunga.

c. Margin dalam Laporan Laba Rugi

Margin menjadi suatu metrik yang berguna untuk membandingkan model bisnis dan profitabilitas antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Ini juga membantu melacak kinerja laba – baik laba bersih maupun kotor – perusahaan dari periode ke periode seiring pertumbuhan bisnis perusahaan. Teknisnya, dalam periode waktu yang lama, perubahan dalam angka laba bisa menunjukkan bahwa laba meningkat, tetap stabil, atau menyusut. Namun, perubahan dalam angka Margin mengindikasikan apakah profitabilitas perusahaan tumbuh, tetap stabil, atau menyusut. Perubahan margin, dengan kata lain, menunjukkan bahwa model dan aktivitas bisnis perusahaan mengalami perubahan.

Oleh karena itu, margin adalah indikator penting dari kinerja perusahaan karena hal tersebut mengukur pendapatan yang sesuai dengan target, strategi, dan model bisnis perusahaan. Akibatnya, Margin menjadi komponen yang menarik bagi analis pasar saham, investor, kreditur, manajemen, dan dewan direksi.

Analis membandingkan margin suatu perusahaan secara langsung dengan margin perusahaan kompetitor dengan standar industri yang “terbaik di kelasnya”. Mereka akan menganalisis Margin pada satu periode. Tetapi tidak menutup kemungkinan mereka juga akan menganalisis tren Margin dari periode ke periode.

Sedangkan dari sudut pandang manajemen, mereka akan fokus pada angka margin karena beberapa alasan berikut ini:

  • Margin adalah pusat dari model bisnis perusahaan. Maksud dari Margin dalam model bisnis adalah Margin menunjukkan bagaimana perusahaan menghasilkan profit atau laba sesuai dengan target dan strategi bisnis yang mereka jalankan.
  • Margin adalah indikator yang sangat sensitif dari kemampuan perusahaan untuk bersaing secara efektif dengan kompetitor dan untuk mencapai tujuan bisnis.

d. Rasio Keuangan dalam Laporan Laba Rugi

Istilah Rasio Keuangan mengacu pada perhitungan spesifik yang digunakan untuk menganalisis Laporan Keuangan – termasuk Laporan Laba Rugi. Pada dasarnya, Margin Laba Bersih maupun Kotor yang disebutkan sebelumnya juga termasuk dalam Rasio Keuangan. Sangat jelas bahwa investor, kreditur, maupun manajemen tidak meloloskan perhatian terhadap kinerja Rasio Keuangan yang dihasilkan dari Laporan Keuangan perusahaan pada periode tertentu.

Sebagai contoh, Rasio Keuangan perputaran persediaan berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset persediaan secara efisien. Para analis ataupun investor menginterpretasikan hasil dari Rasio Perputaran Persediaan sebagai berapa kali persediaan perusahaan “diputar” dalam satu periode. Perhitungan rasio ini dilandasi oleh keyakinan bisnis bahwa aset harus berfungsi secara efisien dan efektif untuk perusahaan.

Rasio Keuangan memiliki banyak jenis. Secara umum, Rasio Keuangan yang paling dikenal adalah Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Rentabilitas, dan Rasio Likuiditas.

Selain melaporkan aktivitas operasional bisnis secara keseluruhan, Laporan Laba Rugi juga menjadi kunci utama bagi para investor, kreditur, dan manajemen dalam menilai kinerja suatu perusahaan. Memahami dan membaca Laporan Laba Rugi sudah tentu menjadi persyaratan utama bagi khususnya pemakai Laporan Keuangan agar mereka bisa lebih memahami kondisi perusahaan yang tergambar dari Laporan Keuangan yang dihasilkan. Bagi Anda pemilik maupun akuntan perusahaan, membuat Laporan Keuangan sudah tentu menjadi suatu kewajiban bisnis. Dan untuk mempermudah proses pembuatan Laporan Keuangan, Anda bisa mencoba Software Akuntansi Jurnal.

Jurnal adalah Software Akuntansi Online berbasis realtime dan cloud yang akan memberikan fitur-fitur akuntansi lengkap. Dengan Jurnal, segala transaksi bisnis akan dicatat dan diproses sampai menjadi Laporan Keuangan komprehensif secara otomatis. Kinerja perusahaan juga bisa Anda amati dan pelajari secara mudah melalui tools yang berada di Jurnal.

Lihat bagaimana cara melihat kinerja perusahaan lewat laporan laba rugi pada video berikut ini.

Informasi terkait kelengkapan fitur-fitur dari produk Jurnal bisa Anda lihat di sini. Sedangkan untuk proses pembuatan Laporan Keuangan – termasuk Laporan Laba Rugi – dengan Jurnal bisa Anda lihat pada video guide berikut ini:

Daftarkan perusahaan Anda sekarang juga di Jurnal dan dapatkan kemudahan mengelola keuangan bisnis kapan dan di mana saja. Bukan hanya itu, Jurnal juga dilengkapi dengan berbagai fitur yang memudahkan proses bisnis, mulai dari membuat invoice, mengelola stok barang, mengelola aset penjualan, dan masih banyak lagi. Jadi tunggu apalagi? Daftar sekarang dan dapatkan free trial selama 14 hari.