9 Elemen yang Harus Ada Dalam Bisnis Model Canvas

Berikut ini adalah pengertian, elemen, sekaligus contoh penerapan business model canvas (BMC) dalam membuat kerangka bisnis yang akan diulas oleh Blog Mekari Jurnal. Baca terus, ya!

Memiliki bisnis yang sukses adalah impian setiap pengusaha.

Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk merancang bisnisnya sebaik mungkin, salah satunya yaitu dengan menggunakan bisnis model canvas.

Business model canvas (BMC) merupakan kerangka kerja yang dikenal banyak untuk mendefinisikan model bisnis startup dan bisa diterapkan oleh semua jenis startup tanpa terbatas sektor usaha.

Hal ini disusun dengan tujuan untuk menjelaskan, menilai, memvisualisasikan, serta mengubah model bisnis sehingga kinerja yang dihasilkan oleh startup akan lebih maksimal.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya, Coba gratis Sekarang

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Apa Itu Business Model Canvas?

Business Model Canvas adalah sebuah strategi dalam manajemen yang berupa visual chart yang terdiri dari 9 elemen.

Model bisnis ini pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation.

Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.

Jika dilihat sepintas, sebenarnya alur bisnis model kanvas nampak cukup sederhana, di mana secara garis besar, alurnya mengalir dari satu elemen bisnis menuju elemen penting berikutnya.

Baca Juga : Cermati Fitur-fitur Ini saat Pilih Accounting Software Terbaik

Fungsi Bisnis Model Canvas

Bisnis model kanvas terkenal akan fungsinya yang memudahkan wirausaha untuk menuangkan ide bisnis dalam satu bagan sederhana.

Namun terdapat juga beberapa fungsi lain seperti:

  • Terjemahan konsep, ide, gagasan suatu bisnis dalam elemen-elemen visual.
  • Rencana bisnis terfokus, karena detail setiap elemen business model canvas memudahkan wirausaha untuk memahami tujuan bisnis.
  • Alat diskusi yang simple dengan mitra bisnis lainnya.
  • Panduan untuk mengeksekusi bisnis.

Bisnis Model Canvas, bisnis model kanvas, Business Model Canvas atau BMC adalah kerangka kerja yang dikenal banyak untuk mendefinisikan model bisnis startup. Berikut penjelasan sekaligus contoh bisnis model canvas atau contoh business model canvas di blog Jurnal By Mekari.

9 Elemen yang Harus Ada Dalam Bisnis Model Canvas

Berikut adalah sembilan elemen yang terdapat dalam bisnis model kanvas:

Customer Segments (Segmentasi Konsumen)

Elemen pertama yang harus Anda miliki dalam memulai bisnis model kanvas adalah menentukan segmen pelanggan mana yang akan menjadi target bisnis.

Misalnya, suatu maskapai penerbangan mengeluarkan 2 produk untuk memenuhi kebutuhan 2 segmen pelanggan yang berbeda, atau ada 2 stasiun televisi yang menyajikan 2 acara berbeda untuk memenuhi segmen pelanggan yang berbeda.

Pada block ini, Anda harus bisa menjawab beberapa hal mengenai pelanggan Anda, seperti customer jobs, customer gain, dan customer pain.

1. Customer Jobs

Block ini diisi untuk mengetahui apa saja pekerjaan dari pelanggan yang ingin diselesaikan dengan produk atau jasa Anda.

Pekerjaan ini bisa berupa tugas yang ingin diselesaikan, masalah yang ingin dipecahkan, atau kebutuhan yang ingin dipenuhi.

Untuk mempermudah dalam mengisinya, Anda dapat menjawab pertanyaan berikut ini:

  • Pekerjaan fungsional yang ingin pelanggan selesaikan?
  • Pekerjaan sosial yang ingin pelanggan lakukan?
  • Pekerjaan emosional yang ingin pelanggan selesaikan? Apa saja kebutuhan dasar dari pelanggan yang ingin dipenuhi?

2. Customer Gain

Block business model canvas ini berguna untuk menjelaskan manfaat yang diharapkan atau diinginkan pelanggan dari bisnis Anda.

Keinginan yang dimaksud di sini adalah keinginan fungsionalitas, sosial, emosi, dan penghematan biaya.

Untuk mengisi block ini, cobalah menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa penghematan yang diinginkan pelanggan – apakah waktu, uang, atau usaha?
  • Hasil apa yang diharapkan oleh pelanggan?
  • Solusi yang bisa menyenangkan pelanggan?
  • Apa yang dicari oleh pelanggan – apakah desain, harga, atau fitur lengkap?

Setelah menjawab pertanyaan di atas, cobalah untuk mengurutkan keuntungan apa saja yang relevan dengan pelanggan atau produk

Dengan begitu, Anda bisa mengetahui prioritas utama pelanggan.

9 elemen bisnis model canvas

3. Customer Pain

Block ini dibutuhkan untuk menggambarkan emosi negatif, biaya yang tidak diinginkan, situasi dan risiko, selama atau setelah pekerjaan selesai.

Untuk mempermudah mengetahui customer pain, Anda dapat menjawab pertanyaan berikut:

  • Apa yang menurut pelanggan mahal – apakah waktu yang lama, modal terlalu besar, atau usaha cukup besar?
  • Apa yang membuat pelanggan merasa buruk, frustasi, terganggu, tidak nyaman, dan sebagainya?
  • Bagaimana solusi sekarang ketika terjadi kinerja buruk – seperti fitur tidak sesuai, kinerja buruk, cepat rusak, dan sebagainya?.
  • Apa saja kesulitan utama dan tantangan dari pelanggan – apakah kesulitan mendapatkan sesuatu, resistensi?
  • Risiko yang pelanggan takutkan – apakah masalah uang, risiko teknis, atau sosial?

Sama dengan block customer gain, setelah menjawab pertanyaan di atas, Anda harus melakukan pengurutan mulai dari yang paling relevan berdasarkan pelanggan.

Dengan mengetahui kelemahan atau ketakutan dari pelanggan, Anda bisa membuat produk yang bisa menjawab semua masalah yang dialami pelanggan.

Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk keputusan bisnis lebih tepat dan cepat

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Value Proposition (Proposisi Nilai Konsumen)

Elemen yang dimaksud pada business model canvas ini adalah sekat yang merupakan keunggulan produk, apa saja sesungguhnya poin-poin yang dapat mendatangkan manfaat yang ditawarkan bisnis atau perusahaan bagi customer segment-nya.

Hal ini menjadi kesempatan bagi Anda untuk menjabarkan kekuatan dan keunggulan yang membedakan bisnis Anda dengan bisnis yang lain.

Sebelum memulai sebuah bisnis, Anda harus mengetahui terlebih dulu siapa target audience yang mungkin bisa menjadi pelanggan produk Anda.

Apa keuntungan yang bisa Anda berikan kepada pelanggan? Produk apa yang ingin Anda tawarkan?

Untuk lebih detailnya, di bawah ini adalah beberapa pertanyaan di dalam value propositon yang harus Anda jawab dan bisa menjadi isi dalam business plan.

1. Produk dan Servis

Cobalah mulai dengan menulis semua proposisi dari produk atau servis yang ingin Anda jual, apakah produk yang ingin Anda jual bisa membantu pelanggan dalam memperbaiki pekerjaan fungsional, sosial, dan emosional.

Setelah menuliskan semua proposisi nilai dari produk, cocokkan nilai mana saja yang sesuai dengan kepentingan pelanggan; apakah penting atau tidak penting.

Dengan  menjawab semua block ini, Anda bisa mengevaluasi proposisi nilai yang sebelumnya hanya dituliskan tanpa dicocokkan dengan kebutuhan pelanggan.

2. Pain Relievers

Pada block ini, Anda harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa yang Anda pasarkan bisa meringankan penderitaan dan beban pelanggan.

Di mana, block ini akan menghilangkan atau mengurangi isi dari blok customer pain yang berhubungan dengan situasi yang tidak diinginkan, risiko pelanggan pada saat sebelum, selama, dan sesudah pekerjaan selesai.

Pertanyaan yang perlu dijawab oleh perusahaan berhubungan dengan pertanyaan yang ada pada customer pain, seperti:

  • Apakah pelanggan bisa lebih menghemat waktu, uang, atau usaha?
  • Apakah pelanggan bisa lebih baik?
  • Apakah produk bisa menyelesaikan performa kerja yang buruk?
  • Apakah produk bisa menghilangkan risiko yang ditakuti oleh pelanggan?

3. Gain Creators

Dalam block ini, Anda harus menjelaskan bagaimana produk atau jasa yang Anda jual bisa membuat pelanggan diuntungkan. Blok ini harus dapat menjawab pertanyaan yang ada pada blok customer gain.

Berikut adalah pertanyaan yang harus Anda jawab dalam block gain creators.

  • Apakah pelanggan bisa lebih menghemat waktu, uang, atau usaha?
  • Apakah produk menghasilkan solusi melebihi harapan pelanggan?
  • Apakah bisa membuat pekerjaan pelanggan menjadi lebih mudah?
  • Apakah bisa memberikan hasil positif yang cocok untuk pelanggan?

cara membuat bisnis model canvas

Channels (Saluran)

Channel yang dimaksud di sini adalah media atau sarana apa saja yang bisa Anda gunakan untuk menyampaikan produk atau jasa.

Channel atau saluran adalah bagaimana Anda bisa menyampaikan produk Anda sampai hingga kepada konsumen.

Melalui penggunaan channel yang tepat, Anda baru bisa menyampaikan value propositions kepada customer segments.

Ini adalah salah satu elemen bisnis model canvas yang penting.

Jadi, cobalah pikirkan channels yang ingin Anda gunakan dengan baik, karena penentuan channels adalah salah satu elemen penting bagi keberhasilan sebuah bisnis.

Ada beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab ketika ingin menentukan channel apa yang ingin Anda gunakan seperti bagaimana produk dan layanan bisnis Anda dikirimkan ke pasar?

Atau cara  perusahaan memberikan produk dan layanan kepada pelanggan.

Baca Juga : 7 Strategi Pemasaran Produk yang Harus Anda Coba

Revenue Streams (Sumber Pendapatan)

Revenue stream merupakan bagian yang paling vital, di mana organisasi memperoleh pendapatan dari pelanggan.

Elemen business model canvas (BMC) ini harus dikelola semaksimal mungkin untuk meningkatkan pendapatan bisnis.

Jangan sampai ada bahan baku, produk, atau kinerja yang tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Anda benar-benar harus mencoba mencari tahu strategi apa yang bisa digunakan untuk mendapatkan nilai terbanyak dari pelanggan Anda. Apakah pelanggan akan membayar satu kali saja?

Apakah perusahaan Anda memiliki biaya berlangganan bulanan?

Mungkin Anda  memberikan produk secara gratis seperti dan berharap sebagian pelanggan meng-upgrade ke produk premium berbayar?

Key Resource (Sumber Daya)

Key resource adalah sekat dalam bisnis model kanvas yang berisikan daftar sumber daya yang sebaiknya direncanakan dan dimiliki perusahaan untuk mewujudkan value proposition mereka.

Semua jenis sumber daya, mulai dari pengelolaan bahan baku, mengontrol stok barang, penataan sumber daya manusia, dan penataan proses operasional menjadi perhatian dalam membuat business model canvas.

Poin ini membahas mengenai sumber daya yang diperlukan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan.

Di sini, Anda harus menjelaskan aset yang Anda perlukan untuk membuat model bisnis startup ini berfungsi.

Di mana, key resources ini terbagi menjadi 4 kategori yaitu:

  • Fisik: gedung, kendaraan, mesin, dan jaringan distribusi.
  • Intelektual: merek, pengetahuan spesialis, paten, dan hak cipta.
  • SDM: Orang-orang yang akan menjadi sumber daya utama, terutama untuk perusahaan di industri kreatif atau pengetahuan yang intensif.
  • Keuangan: Jalur kredit, saldo tunai, dan sebagainya.

Customer Relationship (Hubungan Konsumen)

Customer relationship merupakan elemen dalam contoh bisnis model canvas di mana perusahaan menjalin ikatan dengan pelanggannya.

Bagian ini harus Anda jawab untuk mengetahui bagaimana cara Anda menjalin hubungan dengan pelanggan.

Di mana, karakteristik pelanggan berbeda-beda, sehingga Anda harus memahami bagaimana Anda mengambil hati pelanggan dan mempertahankan pelanggan yang sudah loyal.

Perlu pengawasan yang ketat dan intensif agar pelanggan tidak mudah berpaling ke bisnis yang lain hanya karena jalinan hubungan yang kurang baik.

Kelola bisnis trading dan distribusi secara efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Key Activities (Aktivitas yang Dijalankan)

Key activities adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan produktivitas bisnis yang berkaitan dengan sebuah produk, di mana kegiatan utamanya adalah menghasilkan proposisi nilai.

Poin ini diperlukan sebagai salah satu strategi bisnis terpenting yang harus Anda lakukan untuk membuat elemen business model canvas ini berfungsi.

Di mana, kegiatan-kegiatan utama harus secara langsung terkait dengan value propositions perusahaan.

Di mana, jika key activities ini tidak terkait dengan value propositions, maka ada sesuatu yang salah, karena aktivitas yang Anda anggap paling penting tidak memberikan nilai kepada pelanggan.

Key activities biasanya dipecah menjadi tiga kategori yaitu:

1. Produksi

Kategori ini mengacu pada penyampaian produk atau jasa kepada pelanggan.

Biasanya, Anda harus melakukan ini dengan kualitas tinggi atau kuantitas tinggi, tergantung pada branding usahamu.

2. Pemecahan Masalah

Menemukan solusi baru untuk masalah masing-masing pelanggan juga dapat menjadi tugas utama bisnismu.

Hal ini biasa dilakukan oleh konsultan atau organisasi layanan.

3. Platform/Jaringan

Jaringan perangkat lunak biasa berfungsi sebagai platform. Untuk itu, key activities perusahaan semacam ini adalah untuk terus memperbarui dan menginovasi platform mereka.

Baca Juga : Akuntansi dan Pembukuan Simple untuk Pelaporan Pajak

Key Partnership (Kerjasama)

Elemen business model canvas ini berfungsi untuk pengorganisasian aliran suatu barang atau layanan lainnya dalam bisnis Anda.

Posisi-posisi partner kunci tersebut bermanfaat untuk efisiensi dan efektivitas dari key activities yang telah dibuat.

Tak ada salahnya menjalin hubungan baik untuk menciptakan siklus bisnis sesuai dengan ekspektasi.

Untuk mengisi blok ini, Anda harus membuat daftar tugas dan kegiatan yang penting.

Untuk mengisinya, Anda bisa menggunakan pemasok dan mitra untuk membuat model bisnis berfungsi.

Biasanya ada 3 alasan untuk menciptakan kemitraan, misalnya skala ekonomi, pengurangan risiko dan ketidakpastian, juga akuisisi sumber daya atau aktivitas

contoh business model canvas (bmc)

Cost Structure (Struktur Biaya)

Model bisnis ini merupakan konsekuensi secara finansial dari cara yang digunakan dalam model bisnis yang Anda buat.

Di sini, Anda harus memetakan biaya dan memastikan bahwa biaya sesuai dengan value propositions bisnis.

Dalam block ini, Anda harus bisa menetapkan biaya paling mahal dan paling penting setelah key resources, key partnership, dan key activities ditetapkan.

Mengelola biaya secara efisien akan membuat bisnis yang dijalani menjadi lebih hemat dan bisa meminimalkan risiko kerugian.

Hal ini juga dapat menentukan proposisi nilai yang tepat untuk pelanggan.

Pada elemen terakhir ini, tentu dibutuhkan laporan keuangan dan pembukuan yang tepat.

Baca Juga : 5 Alasan Penting Menggunakan Aplikasi Keuangan untuk Bisnis

Contoh Penerapan Bisnis Model Canvas

Perhatikan cara membuat business model canvas (BMC) dibawah ini dengan contoh kasus bisnis toko buku online:

Customer segment Penggemar buku, baik pelajar mahasiswa, atau masyarakat umum yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori tertentu, misalnya dari tingkat pendidikan, lokasi, dan lainnya.
Value Propositions Menyediakan buku impor versi asli yang belum banyak ditemukan di Indonesia. Lebih mudah membeli secara online dengan sistem pembayaran beragam. Kemasan anti penyok agar buku yang diterima pelanggan berada dalam kondisi baik.
Channel Website pribadi, media sosial, dan marketplace (Shopee & Tokopedia)
Customer Relationship Menggunakan bahasa komunikasi santai dengan panggilan “kak” untuk menyapa pelanggan. Mengadakan loyalty program untuk membuat konsumen Anda terus membeli buku favorit, bisa berupa giveaway, atau poin undian khusus.
Revenue Streams Berasal dari penjualan buku, baik fisik atau digital (ebook). Membangun sistem berlangganan dengan menawarkan akses membaca buku secara online.
Key Activities Mengelola website dan memastikan bahwa website mudah diakses dari berbagai perangkat dan ramah pengguna. Memastikan kegiatan penyimpanan buku di gudang berjalan dengan baik agar memudahkan proses distribusi buku ke konsumen yang membelinya. Termasuk juga upaya promosi dengan menerapkan digital marketing.
Key Resources Memastikan ketersediaan buku yang sesuai dengan kebutuhan target konsumen. Memastikan website yang ramah pengguna, mudah diakses dan mobile-friendly dengan sistem katalog produk yang baik. Merekrut developer untuk mengelola website agar berjalan dengan lancar. Kebutuhan sumber daya lain seperti komputer, akses internet dan layanan hosting yang dapat diandalkan.
Key Partners Bekerja sama dengan penerbit yang akan menyediakan buku-buku yang akan dijual. Bekerja sama dengan pihak ekspedisi untuk bisa mengirimkan buku pesanan konsumen tepat waktu. Memiliki partner penyedia layanan hosting terpercaya. Mencari investor untuk mendapatkan modal.
Cost Structure Biaya membuat website dan membeli hosting dan domain untuk bisnis. Harga buku yang akan dijual.

Membuat Business Plan dengan Menggunakan Bisnis Model Canvas

Saat ini, banyak bisnis startup yang mulai bermunculan, di mana founder atau CEO di dalam bisnis tersebut biasanya dijabat oleh generasi millenial.

Banyak orang yang meragukan kesuksesan sebuah bisnis startup, di mana kebanyakan dari bisnis ini akan mengalami kegagalan di 4 tahun pertamanya.

Hal ini biasanya terjadi karena tidak adanya business plan yang bagus.

Di bawah ini, kita akan membahas mengenai beberapa hal mengenai cara merancang business plan yang bagus untuk bisnis startup.

Sebelum memahami cara merancang dan membuat business plan, apakah Anda sudah mengetahui apa itu business plan?

Business plan adalah pernyataan formal dan tertulis yang berisi tujuan, cara mencapai tujuan, hingga rincian keuangan atau permodalan susunan para pemilik dan manajemen perusahaan, serta bagaimana cara mencapai tujuan bisnis tersebut.

Sebuah perencanaan bisnis yang baik harus bisa menjawab pertanyaan penting dari investor atau kreditor, misalnya:

  1. Apakah investor bisa menghasilkan uang dengan berinvestasi di bisnis ini?
  2. Apakah investor menyukai dan mengerti bisnis yang ingin ia berikan dana?
  3. Apakah perusahaan dapat dipercaya?

Jadi, sebelum investor atau kreditur bertanya, Anda haruslah menjawab pertanyaan di atas dengan sedetail mungkin di dalam business plan tersebut.

Dengan begitu, investor akan lebih memercayai bisnis Anda.

Jangan lupa juga untuk menuliskannya secara detail namun tidak bertele-tele, karena hal itu justru bisa membuat investor malas membaca rencana bisnis tersebut.

Salah satu model business plan yang sering dibuat oleh startup adalah dengan membuat business model canvas (BMC) yang dibuat oleh Alexander Osterwalder seperti contoh yang telah dijelaskan sebelumnya

contoh bisnis model kanvas

5 Tips Cara Membuat Bisnis Model Canvas

Anda sudah membaca bagaimana cara membuat bisnis model canvas (BMC) menggunakan 9 elemen yang dimiliki.

Lalu, apa saja tips untuk membuatnya dengan tepat?

  • Mempelajari Kompetitor

Anda memang bisa saja membuat bisnis model canvas sendiri.

Namun, mempelajari kompetitor bisa membantu Anda mendapatkan wawasan dari keberhasilan atau kegagalan kompetitor di bisnis tersebut.

Dengan informasi yang diperoleh, Anda jadi tahu apa yang diinginkan konsumen di bisnis tersebut dan apa solusi yang tepat untuk ditawarkan.

Hal ini memungkinkan Anda menemukan celah yang bisa Anda manfaatkan untuk menjangkau pasar yang lebih baik dibanding kompetitor.

  • Sesuaikan dengan Urutan Elemen yang Ada

Semua elemen di dalam bisnis model canvas itu penting. Namun, kalau Anda sudah merancang model bisnis Anda dengan jelas, Anda akan tahu manakah yang menjadi prioritas dari sembilan elemen yang ada.

Anda juga dapat memetakan strategi Anda dalam waktu tertentu. Semakin jelas target waktu dan tujuan yang harus dicapai, akan semakin mudah mengukur keberhasilannya.

  • Hubungkan Setiap Elemennya

Hubungkan setiap elemen bisnis model kancas agar dapat mendukung satu sama lain sebagai strategi yang matang.

Sebagai contoh, value propositions yang ditawarkan tentu harus memiliki segmentasi pelanggan yang jelas agar diketahui bagaimana revenue stream didapatkan.

  • Fokus pada Kondisi Sekarang

Anda bisa merancang konsep bisnis untuk masa depan menggunakan bisnis model kanvas.

Namun, kondisi bisa saja berubah baik dari hadirnya kompetitor maupun perubahan perilaku konsumen.

Oleh karena itu, ketika merencanakan bisnis, fokuslah pada kondisi saat ini agar perhitungan strategi Anda lebih tepat.

  • Lakukan Review

Jika semua elemen sudah terhubung, ada baiknya Anda melakukan pengecekan ulang.

Apakah semua elemen sudah terhubung dengan tepat?

Pastikan semua elemen di bagian kiri bisnis canvas sesuai dan siap mendukung bagian kanan canvas.

Selain itu, Anda dapat membuat penilaian 1-10 atas bisnis canvas yang Anda buat.

Dengan demikian, Anda dapat meningkatkan jika ada model yang menurut Anda bisa dibuat lebih baik lagi.

Gunakan Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal Dengan Fitur Laporan Keuangan Yang Tepat Dan Akurat!

Kini, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan software akuntansi.

Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat Anda gunakan untuk membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan aman, serta data yang tercatat akan disajikan secara realtime.

Keunggulan lain dari Jurnal adalah adanya software & aplikasi inventory barang yang memiliki fitur aplikasi perhitungan stok barang dan fitur aplikasi untuk memantau stok gudang.

Selain itu online invoice Jurnal juga dapat membantu dalam pembuatan faktur, hingga penyimpanan bukti transaksi yang dapat memudahkan bisnis Anda.

Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dengan Jurnal dan nikmati free trial coba gratis Aplikasi Jurnal 14 hari sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Baiklah, saya mau coba Aplikasi Akuntansi Jurnal, Sekarang!

Nah, sekarang Anda sudah tahu apa itu pengertian business model canvas (BMC) dan bagaimana cara membuatnya ketika merencanakan sebuah bisnis.

Semoga informasi ini bisa berguna buat Anda, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media!

 

 

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo