Istilah social enterprise yang dengan cepat mengambil momentum untuk menggambarkan gerakan baru yang diperhitungkan di dunia bisnis dan kewirausahaan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan social enterprise? Berikut penjelasannya.

 

Social Enterprise, Perusahaan dan Badan Sosial

Istilah social enterprise menjurus pada bisnis yang digerakkan dengan maksud untuk meningkatkan tujuan sosial dan melayani kepentingan bersama. Tentu saja ini berbeda dengan bisnis lainnya yang mengumpulkan keuntungan sebanyak-banyaknya untuk pemilik. Namun bukan berarti bisnis jenis ini tidak dapat menghasilkan keuntungan. Perbedaannya hanya dari segi prioritas dimana keuntungan lebih diinvestasikan ke dalam misi sosial dibandingkan harus memberikan sebagian besarnya pada pemilik atau pemegang saham.

Di lain sisi social enterprise juga berbeda dari badan sosial lainnya di Indonesia. Dan salah satu poin perbedaannya pun bisa dilihat dari sumber dana yang digunakan. Meskipun keuntungan bukan motivasi utama, namun  pendapatan masih memainkan peran penting dalam keberlangsungan bisnis ini. Social enterprise mendapatkan dana sosialnya dari pemasaran yang dilakukan. Sementara badan sosial lebih mengandalkan dana dari luar dalam bentuk sumbangan atau hibah untuk mencapai misi sosialnya.

Mungkin Anda masih bertanya, lalu apakah social enterprise bisa disebut sebagai program corporate social responsibility? Tidak, keduanya tetap berbeda. Corporate Social Responsibility atau lebih sering disingkat dengan CSR merupakan aksi timbal balik yang diberikan kepada sekelompok masyarakat atas izin, bantuan serta usaha yang diberikan. Hal ini lebih kepada timbal balik setelah masyarakat melakukan sesuatu yang berpengaruh kepada bisnis dan bukan merupakan tujuan utama didirikannya bisnis tersebut.

Baca juga: Menciptakan Strategi Community Marketing dalam Berbisnis

 

Jenis-Jenis Social Enterprise

Untuk mengerti lebih jelas bagaimana bentuk-bentuk social enterprise, bisa dilihat dari jenis-jenisnya sebagai berikut.

Model Inovasi

Model ini menangani kebutuhan sosial masyarakat melalui inovasi. Bisnis jenis ini biasanya membuat barang-barang teknologi, membuat layanan kesehatan atau pendidikan, memberikan pinjaman khusus untuk usaha kecil atau pihak-pihak tidak mampu yang produktif dan lain sebaginya. Cara lain dari model ini adalah membuat inovasi produk dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak membahayakan lingkungan dan bahkan bisa dimanfaatkan kembali untuk jangka panjang. Beberapa contoh model inovasi adalah Nazava Water Filter, Sirtanio Organik Indonesia, BioLite, Grameen Bank, Drink Soma, Kiva dan Fair Phone.

Model Ketenagakerjaan

Model yang satu ini bekerja sama dan memberikan manfaat kepada masyarakat dengan memberikan mereka pekerjaan, dikembangkan pengetahuannya dan diberikan upah yang adil. Jenis ini digunakan sebagai solusi kemiskinan dan bisa pula sebagai wadah promosi untuk usaha kecil menengah.

Di Indonesia sendiri model ketenagakerjaan dapat ditemukan pada usaha-usaha yang menggaet pengrajin lokal, memberikan kesempatan bekerja untuk penyandang difabel, memberdayakan wanita desa untuk UKM dan masih banyak lagi. Bisnis-bisnis yang telah berhasil mengadopsi model ini antara lain Du’Anyam, SukkaCitta, Mendekor, Raven + Lily, Krochet Kids, Divine Kids dan lainnya.

Model Memberikan Kembali

Memberikan sebagian atau seluruh dari hasil penjualan untuk masyarakat merupakan cara yang dijalankan pada social enterprise model ini. Cara lain yang bisa ditempuh pada model ini adalah dengan konsumen membeli produk dan perusahaan memberikan barang yang sama kepada orang-orang yang kurang beruntung. Perusahaan yang menggeluti model ini antara lain Sackcloth And Ashes, TOMS, Skyline Socks, Project 7 dan Better World Books.

Baca juga: 5 Tokoh Social Entrepreneur Asia Yang Bisa Anda Jadikan Panutan

 

Itulah tadi penjelasan dasar mengenai social enterprise. Bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkannya, ada beberapa model yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah sosial dalam masyarakat. Namun dalam praktiknya tidak semua model berguna untuk masalah tertentu sehingga penting untuk memilih sesuai dengan porsinya dan nilai-nilai masyarakat yang dianut.

Social enterprise yang sukses adalah social enterprise yang dapat menyeimbangkan pencapaian tujuan antara memenuhi misi sosial dan memaksimalkan produktivitas bisnis untuk memastikan keberlanjutan. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan bisnis yang baik khususnya dalam bidang keuangan agar dapat membagi secara adil mana yang seharusnya menjadi hak masyarakat dan mana yang menjadi hak perusahaan.

Untuk pengelolaan ini serahkan saja pada Jurnal software akuntansi. Fitur manajemen biaya yang dimiliki oleh Jurnal akan membantu Anda menjaga arus kas tetap stabil dan mengurangi kegagalan bisnis. Sangat membantu bukan? Bagi Anda yang tertarik mengembangkan social enterprise, daftarkan segera pada Jurnal dan dapatkan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Nikmati percobaan gratis selama 14 hari hanya di sini.

 

Author