Beberapa Hal Mengenai Rasio Rentabilitas & Cara Menghitungannya yang Harus Anda Ketahui

Perusahaan yang memiliki tujuan untuk mendapatkan laba besar pasti akan selalu meningkatkan target laba setiap tahunnya. Namun, laba yang besar belum bisa menjadi patokan bahwa perusahaan telah efisien dalam bekerja. Untuk bisa mengetahui efisien atau tidaknya suatu perusahaan bisa dilakukan dengan membandingkan antara laba yang didapatkan dengan modal yang telah dikeluarkan untuk bisa menghasilkan laba atau dengan cara menghitung rasio rentabilitasnya. Rentabilitas adalah perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

 

Rasio rentabilitas adalah rasio yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dalam waktu periode tertentu. Rumus umum yang sering digunakan adalah L/M, di mana L adalah laba yang dihasilkan dan M adalah modal yang dikeluarkan untuk menghasilkan laba. Rasio rentabilitas ini sangat berkaitan erat dengan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Jika nilai rasionya bagus berarti perusahaan dalam keadaan sehat keuangannya.

 

Selain itu, rentabilitas dapat juga digunakan untuk mengukur pada saat pengambilan suatu keputusan tentang masalah pemenuhan kebutuhan keuangan perusahaan, apakah akan menggunakan bantuan modal asing  secara kredit atau dengan menggunakan modal sendiri.

Jenis-Jenis Rentabilitas

Ada dua macam rentabilitas yang perlu Anda ketahui, yaitu:

a. Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas ekonomi adalah kemampuan perusahaan untuk bisa menghasilkan laba yang berasal dari modal asing maupun modal pribadi.

b. Rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan perusahaan untuk bisa menghasilkan laba yang berasal dari modal keuangan milik pribadi.

Cara Menghitung Rasio Rentabilitas

Ada lima ukuran rasio rentabilitas yang sering dipakai saat ini, berikut pembahasan beserta rumus cara perhitungan rasio rentabilitas:

a. Profit Margin

Profit margin adalah cara menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atau profit dalam tingkat penjualan tertentu. Laporan profit margin ini bisa Anda ketahui melalui laporan common size pada laporan laba-rugi di bagian baris paling akhir. Untuk rumus perhitungan profit margin bisa dilakukan dengan rumus sebagai berikut.

Gross profit margin = (total penjualan – harga pokok penjualan) : total penjualan.

Dengan rumus di atas, Anda akan mendapatkan nilai profit margin dari perusahaan Anda.

b. Gross Profit Margin

Yang kedua adalah gross profit margin atau bisa disebut margin laba kotor, yaitu perbandingan pendapatan laba kotor yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu dibandingkan dengan besarnya tingkat penjualan pada satu periode yang sama. Rasio ini bisa mengetahui seberapa besar laba kotor yang diperoleh suatu perusahaan sebelum dikurangi beberapa biaya operasional dan produksi. Semakin besar suatu perusahaan bisa mengontrol rasionya, maka semakin besar pula laba yang akan didapatkan oleh perusahaan. Untuk rumus perhitungannya sebagai berikut.

Gross Profit Margin = Laba kotor / pendapatan penjualan.

 

Sebelum menghitung gross profit margin disarankan untuk menghitung jumlah laba kotor terlebih dahulu. Setelah mendapat harga kotor atau gross profit, maka Anda bisa melanjutkan menghitung Gross profit margin.

c. Net Profit Margin

Net profit margin atau laba bersih adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar laba bersih yang diperoleh suatu perusahaan setelah dikurangi berbagai macam hal. Semakin tinggi rasio net profit marginnya, maka semakin besar pula laba bersih yang dihasilkan. Untuk bisa mendapatkan net profit yang tinggi, maka dari segi penjualan juga harus ditingkatkan. Rumus perhitungan rasionya seperti berikut ini.

Net profit margin = Laba bersih setelah pajak / penjualan bersih.

Menurut para investor, net profit margin digunakan untuk mengukur seberapa efisian manajemen mengelola sebuah perusahaan. Net profit margin juga digunakan oleh para investor untuk memperkirakan profitabilitas di masa depan.

d. Return on Investment

Return on investment atau biasa disebut ROI adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya guna untuk menutup biaya yang dikeluarkan saat investasi. Laba yang digunakan untuk menutup biaya investasi ini adalah laba bersih setelah dikenakan pajak atau (EAT). Untuk rumus cara perhitungan ROI sebagai berikut.

ROI = (total penjualan – investasi) / investasi x 100%

e. Return on Assets

Yang terakhir adalah return on assets atau biasa disebut rentabilitas ekonomis, yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dengan mengandalkan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Laba yang digunakan untuk menutup aset ini adalah laba sebelum terkena bunga bank dan pajak atau disebut (EBIT). Untuk rumus perhitungannya seperti berikut ini.

ROA = Laba setelah pajak / total asset.

 

Demikianlah pembahasan mengenai rasio rentabilitas dan cara perhitungannya. Jangan lupa keberhasilan dalam menghasilkan laba yang besar tidak lepas dari manajemen keuangan perusahaan yang baik. Dengan manajemen keuangan yang baik, Anda akan lebih mudah dalam merencanakan strategi perusahaan, mengetahui jumlah utang, menghindari kesalahan pengelolaan dana, dan lain sebagainya. Jurnal adalah software akuntansi online yang membantu Anda dalam melakukan manajemen keuangan perusahaan Anda dengan baik.

Dengan menggunakan Jurnal, manajemen keuangan perusahaan menjadi lebih mudah, cepat, aman, dan simpel. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari untuk pengguna baru. Untuk info lebih lanjut silakan Anda klik di sini.

 

Artikel telah diedit dan mendapat revisi.


PUBLISHED28 Jul 2019
Eril Obeit Choiri
Eril Obeit Choiri

SHARE THIS ARTICLE: