Sebagai sebuah perusahaan, persediaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh pengusaha. Kelebihan atau kekurangan persediaan dapat menyebabkan kerugian dalam perusahaan, karena setiap persediaan memiliki jangka waktu penyimpanannya. Semakin lama disimpan dalam gudang, persediaan akan lebih mudah rusak, dan sebaliknya jika persediaan pada gudang telah habis, perusahaan tidak dapat menjualnya kepada pelanggan dan dapat menyebabkan hilangnya pelanggan. Oleh karena itu, manajemen persediaan sangat diperlukan untuk mengelola bisnis. Dengan manajemen persediaan yang tepat, perusahaan dapat meminimalisasi kerugian dalam bisnisnya. Temukan lima cara mudah mengelola persediaan yang tepat di bawah ini.

Lakukan Perencanaan & Proyeksi Persediaan

Persediaan berlebih ataupun kurang dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda dapat membuat perencanaan dan proyeksi untuk mengelola persediaan barang. Selain untuk mengurangi risiko kerugian, perencanaan dan proyeksi persediaan juga dapat membantu pengusaha ketika akan melakukan pemesanan barang. Dengan perencanaan yang matang, persediaan atau stok barang tidak akan kurang ataupun berlebih. Dan dengan adanya proyeksi ini, pengusaha dapat memperkirakan jumlah minimum stok di gudang sebagai tolok ukur saat akan melakukan pemesanan barang.

Pahami Sistem Persediaan

Banyak pengusaha yang tidak memahami sistem persediaan barang sehingga menyebabkan barang terlalu lama tertahan dalam gudang dan tidak jarang banyak barang yang telah kadaluwarsa ataupun rusak. Dengan tidak memahami sistem persediaan, perusahaan akan menanggung beban lebih besar yang berdampak pada kerugian. Oleh karena itu, cobalah tentukan sistem persediaan yang cocok digunakan perusahaan Anda, sistem perpetual atau periodik? Sistem perpetual adalah sistem di mana setiap persediaan yang masuk dan keluar dicatat dalam pembukuan, sedangkan sistem periodik dilakukan dengan menghitung jumlah persediaan di akhir periode untuk melakukan pembukuan.

Tentukan Standard Operating Procedure

Persediaan dalam bisnis kecil dan menengah dapat diawasi langsung oleh pengusaha. Namun,  jika bisnis sudah berkembang, Anda sebagai pengusahadapat mempekerjakan pegawai dengan posisi tinggi seperti manager atau supervisor gudang untuk melakukan pengawasan dalam pengelolaan persediaan. Di mana, manager atau supervisor tersebut harus menguasai SOP pada divisinya seperti, SOP barang masuk dan keluar, SOP penyimpanan, SOP pelaporan ketersediaan stok dan pengadaan stok yang dibutuhkan. Dengan adanya manager atau supervisor gudang, kesalahan dalam pencatatan stok dapat dihindari sehingga dapat mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan persediaan barang.

Buat Jadwal Persediaan

Dengan mengatur jadwal persediaan, pengusaha akan dengan mudah mengelola persedian dalam gudang. Pengusaha dapat menentukan jadwal pembelian persediaan dan jadwal persediaan keluar dari gudang. Dengan adanya jadwal untuk keluar masuknya persediaan, pengusaha dapat dengan mudah mengurangi risiko kerugian perusahaan dan terhindar dari barang yang rusak ataupun kadaluwarsa.

Hitung Anggaran Persediaan

Hitung berapa uang yang telah Anda habiskan untuk membeli sebuah persediaan barang. Kemudian buatlah catatan semua harga pokok penjualan dan harga jual barang tersebut. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengetahui berapa perkiraan pendapatan yang Anda dapatkan jika barang tersebut laku terjual dipasaran.

Dengan manajemen persediaan barang yang baik, pengusaha tidak hanya dapat mengurangi risiko kerugian perusahaan tapi juga dapat membantu pengusaha dalam mengelola arus kas perusahaan. Selain cara di atas, Anda juga dapat mengelola persediaan dengan baik dengan software akuntansi Jurnal. Fitur Stok Barang dan Stok Buffer pada aplikasi Jurnal dapat membantu pengusaha dalam mengelola persediaan barang.

Melalui fitur Stok Barang, pengusaha dapat memonitor jumlah stok barang, perhitungan persediaan, harga jual rata-rata, dan pemberitahuan saat stok kosong. Dan dengan fitur Stok Buffer, pengusaha dapat membuat proyeksi dan menentukan jumlah minimum persediaan barang. Selain itu, fitur ini juga akan memberikan notifikasi kepada penggunanya ketika persediaan telah berada pada batas minimum sehingga pengusaha dapat segera melakukan pemesanan terhadap barang yang akan habis.

Author