Safety Stock : Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitung

Istilah safety stock terkait persediaan barang memang sudah sering dibahas di kalangan para pelaku usaha di bidang perdagangan. Pasalnya, manajemen supply chain termasuk salah satu faktor terpenting yang akan digunakan untuk mendukung serta mengatur kegiatan operasional di dalamnya, contohnya manajemen bahan baku.

Nantinya, safety stock ini dapat menjadi manajemen yang siap membantu agar supply chain bisa terus beroperasi dengan fungsi yang sesuai. Dengan begitu, bisnis yang sedang Anda jalankan dapat mengurangi risiko terjadinya keterlambatan pada saat proses pengiriman barang yang harus dilakukan.

istilah safety stock terkait persediaan barang

Pengertian dari Istilah Safety Stock Terkait Persediaan Barang

Sebelum kita membahas tentang definisi dari istilah safety stock itu sendiri, ada baiknya jika Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa sebenarnya sistem ini akan memiliki banyak manfaat terhadap perkembangan bisnis dagang itu sendiri.

Sementara itu, istilah safety stock terkait persediaan barang adalah suatu persediaan yang disiapkan oleh sebuah perusahaan dagang untuk mencegah terjadinya kekurangan persediaan pada saat permintaan pasar dalam kondisi yang tidak stabil.

Umumnya, kondisi ini akan memberikan dampak tersendiri terhadap suatu persediaan yang membutuhkan jangka waktu tertentu sebelum barangnya tiba. Maka dari itu, banyak dari para pelaku usaha yang berpendapat bahwa keberadaan safety stock ini sangatlah membantu sistem bisnisnya.

Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi kepercayaan banyak orang, bahwa safety stock adalah sejumlah persediaan barang dengan permintaan awal yang ada di perkiraan total permintaan barang tertentu. Nantinya, perkiraan total permintaan barang ini akan ditentukan di waktu selanjutnya.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa safety stock memiliki peran yang sangat penting dalam dunia perdagangan. Sistem ini dapat menjadi metode terbaik untuk meminimalisir adanya kecurangan persediaan dari suatu produk dagang di dalam perusahaan tertentu.

Manfaat Safety Stock untuk Bisnis Dagang

Istilah safety stock terkait persediaan barang memang selalu berkaitan dengan dunia perdagangan dalam sebuah perusahaan tertentu. Dalam hal ini, penting juga untuk Anda ketahui apa saja manfaat yang dimiliki metode ini untuk bisnis dagang yang meliputi di dalamnya.

Tak perlu membahas lain halnya lagi, berikut langsung saja kami sampaikan beberapa manfaat dari safety stock untuk bisnis dagang, yaitu:

  1. Mendapatkan Keuntungan

Tujuan paling utama atas dibentuknya istilah safety stock terkait persediaan barang ialah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih sesuai harapan di dalam perusahaan yang bersangkutan. Keuntungan memang akan menjadi faktor terpenting yang harus diperhatikan saat membangun usaha.

Ketika bisnis Anda tidak mampu mendatangkan keuntungan yang sesuai dengan perencanaan bisnis Anda, maka hal ini akan mempengaruhi stabilitas dalam perusahaan Anda itu sendiri. Maka dari itu, Anda perlu mencari cara bagaimana agar keuntungan yang direncanakan tersebut bisa tercapai.

Dari sekian banyak cara yang ada, Anda bisa menerapkan istilah safety stock terkait persediaan barang ke dalam perusahaan Anda. Sebab, salah satu manfaat dari metode ini adalah untuk mendapatkan keuntungan tersendiri bagi semua perusahaan yang menggunakannya.

  1. Mengantisipasi Fluktuasi Permintaan

Beberapa pelaku usaha berpendapat bahwa safety stock di dalam perusahaan dagang merupakan sejumlah persediaan barang dengan permintaan awalnya, yang berada di perkiraan total permintaan barang pada waktu yang akan datang.

Jadi, bisa dipastikan bahwa safety stock dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap persediaan barang yang membutuhkan jangka waktu tertentu sebelum akhirnya tiba. Selain itu, sistem ini juga akan berguna untuk mencegah terjadinya kekurangan persediaan saat pasar sedang tidak stabil.

Dengan melihat fakta tersebut, tidak mengherankan jika salah satu manfaat dari metode ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya fluktuasi permintaan, yang jika terus diabaikan dapat merugikan pihak perusahaan yang bersangkutan itu sendiri.

  1. Memudahkan Jadwal Produksi

Sebagian besar pelaku usaha tentunya tahu bahwa metode safety stock itu sendiri sebenarnya memiliki tujuan lain, yaitu untuk memudahkan jadwal produksi yang berlangsung di dalam perusahaannya.

Dengan adanya metode yang sangat menguntungkan seperti ini, para pelaku usaha dapat meminimalisir terjadinya kecurangan persediaan pada suatu produk dagang di dalam perusahaannya. Bahkan, safety stock ini nantinya juga bisa digunakan untuk menghitung kuantitas produk tertentu.

Oleh karena itu, semua pelaku usaha yang menggunakan sistem ini di dalam bisnisnya, perlu melakukan perhitungan khusus untuk memenuhi permintaan konsumen yang sesuai dan tepat.

  1. Mengantisipasi Terjadinya Perubahan Kondisi Pasar

Istilah safety stock terkait persediaan barang juga memiliki manfaat lain, yaitu untuk mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi pasar di beberapa waktu tertentu.

Pada dasarnya, kondisi pasar akan mempengaruhi hukum persediaan dan permintaan yang terkait di dalam suatu perusahaan dagang tertentu. Maka dari itu, tak jarang dari beberapa perusahaan dagang di Indonesia yang menerapkan sistem ini untuk mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi pasar.

Umumnya, pelaku usaha akan menerapkan sistem ini ketika kondisi pasar sedang berada di tingkat yang dinamis. Mengapa demikian? Karena perusahaan berencana untuk mengambil keuntungan yang lebih banyak, dengan memanfaatkan kesempatan yang ada tersebut.

  1. Menentukan Inventory yang Tepat

Perlu Anda ketahui bahwa ketika inventory berada di tingkat yang terlalu besar, maka hal ini dapat menjadikan perputaran uang berhenti dalam modal dagang. Ketika hal ini terjadi, maka perusahaan tidak akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Sementara itu, salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk menentukan inventory yang tepat di dalam perusahaan dagang itu sendiri adalah dengan menerapkan sistem safety stock. Nantinya, sistem ini dapat membantu Anda dalam menentukan inventory dengan baik dan benar.

Membahas tentang jumlah inventory dalam suatu bisnis, ketika inventory di dalam suatu perusahaan berjumlah terlalu kecil, maka hal ini dapat membuat perusahaan mengalami kondisi stock out. Nantinya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stock out, yang antara lain:

  • Fluktuasi demand
  • Forecast tidak akurat
  • Lead time yang terlalu beragam

Ketiga hal di atas dapat mempengaruhi terjadinya kondisi stock out di dalam perusahaan tertentu, sehingga Anda perlu mengantisipasinya dengan menerapkan sistem safety stock yang sangat bermanfaat seperti ini.

  1. Memberikan Fleksibilitas yang Lebih Tinggi

Manfaat lain dari istilah safety stock terkait persediaan barang perusahaan adalah untuk memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi ke dalam perusahaan yang bersangkutan. Tentu ini dapat menjadi keuntungan terbesar bagi suatu perusahaan dagang.

Pada dasarnya, metode safety stock seperti ini dapat memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi untuk memesan produk dalam jumlah yang lebih banyak pada saat perusahaan telah membuat kesalahan mengenai perkiraan permintaan.

Selain itu, dengan adanya sistem yang sangat bermanfaat seperti ini Anda juga jadi bisa mencegah terjadinya kehabisan stok yang dapat merugikan perusahaan Anda sendiri. Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa safety stock dapat melindungi Anda dari kejadian-kejadian yang tidak terduga.

  1. Meningkatkan Jumlah Pelanggan

Masih ada beberapa orang yang belum tahu bahwa metode safety stock seperti ini dapat meningkatkan jumlah pelanggan secara lebih banyak lagi. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan mengingat dengan adanya metode ini pelanggan dapat lebih mudah untuk merasa puas dengan pelayanan Anda.

Pada dasarnya, istilah safety stock terkait persediaan barang dapat berguna untuk menjadikan pelanggan merasa lebih senang dan menjaga konversi hilang yang disebabkan oleh terjadinya kehabisan stok barang tertentu.

Jika dijelaskan secara lebih panjang lagi, maka dampak yang paling substansial dari hal ini sendiri adalah terletak pada tingkat kepuasan pelanggan dalam bisnis tersebut. Maka dari itu, jika Anda ingin menjaga hubungan dengan pelanggan setia Anda, terapkan sistem ini ke dalam bisnis Anda.

istilah safety stock terkait persediaan barang

6 Cara Menghitung Safety Stock beserta Contohnya

Setelah membahas tentang manfaatnya itu sendiri, sekarang kami juga akan membahas tentang bagaimana cara menghitung safety stock yang baik dan benar. Nantinya, agar Anda bisa lebih mudah dalam memahaminya, kami juga akan memberikan contoh di setiap jenisnya.

Sekarang tak perlu membahas lain halnya lagi, berikut adalah 6 cara menghitung safety stock beserta contohnya yang baik dan benar, yaitu:

  1. Rumus Dasar

Dari keenam cara yang ada, rumus dasar dari safety stock adalah rumus yang paling wajib untuk Anda ketahui. Sebab, rumus dasar dari safety stock ini merupakan opsi paling sederhana yang bisa Anda lakukan dengan mudah.

Sementara itu, pengertian dari rumus dasar safety stock itu sendiri adalah mengadopsi formula persediaan barang yang sering digunakan, dan rumusnya adalah:

Safety Stock = (Penjualan maksimal harian x lead time maksimum) – (Penjualan harian rata-rata x lead time rata-rata)

Rumus yang ada di atas bisa dianggap sebagai titik awal yang bagus, meski perlu diingat dengan baik bahwa rumus ini berguna untuk skenario rata-rata saja. Selain itu, di dalam rumus ini juga terdapat beberapa variabel tertentu yang masing-masing artinya adalah:

  • Penjualan maksimal harian: Jumlah maksimum produk yang terjual dalam 1 hari saja.
  • Lead time maksimum: Waktu paling lama yang dibutuhkan pihak pemasok dalam melakukan proses pengiriman persediaan barang.
  • Penjualan harian rata-rata: Jumlah rata-rata produk yang terjual dalam 1 hari saja.
  • Lead time average: Waktu rata-rata yang dibutuhkan pihak pemasok dalam melakukan proses pengiriman persediaan barang.
  1. Persediaan Cadangan Tetap

Selain rumus dasar, Anda juga perlu memahami secara jelas tentang apa dan bagaimana rumus persediaan cadangan tetap akan dilakukan. Pada dasarnya, maksud dari persediaan cadangan tetap adalah jumlah produk atau barang yang telah ditentukan di waktu sebelumnya.

Nantinya, hal ini akan meliputi segala jenis produk atau barang yang disimpan dan digunakan sebagai stok cadangan untuk setiap item yang ada. Meskipun di dalam rumus ini tidak akan ada formula khusus yang meliputi di dalamnya, akan tetapi Anda tetap bisa menghitungnya dengan menggunakan cara:

  • Persediaan cadangan tetap = Jumlah hari x penjualan harian rata-rata
  • Persediaan cadangan tetap = Jumlah hari x penjualan harian maksimum

Sebagai contoh, Anda memutuskan untuk menyimpan persediaan barang selama 2 minggu. Sementara untuk rata-rata penjualan hariannya sendiri adalah 10 dan penjualan harian maksimumnya adalah 17.

Dalam hal ini, bisa disimpulkan bahwa persediaan cadangan tetap milik perusahaan Anda adalah antara 140 dan 238. Nantinya, rumus ini akan didasarkan pada asumsi terbaik pelaku usaha yang melakukannya, dan tidak memperhitungkan waktu tunggu pihak pemasok yang bersangkutan.

  1. Rumus Heizer dan Render

Melanjutkan pembahasan tentang istilah safety stock terkait persediaan barang, pada dasarnya di dalam sistem ini masih ada beberapa rumus lainnya sehingga Anda masih perlu menyimak artikel ini dengan sebaik mungkin.

Membahas tentang rumus heizer dan render itu sendiri, umumnya rumus ini akan digunakan untuk menghitung jumlah barang ketika ada variasi yang signifikan dalam jadwal pemasoknya, dan rumus tepatnya adalah:

Safety stock = Skor Z x standar deviasi dalam lead time

Melihat rumus yang ada di atas, mungkin Anda bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud dengan skor Z di dalam rumus tersebut. Pada dasarnya, skor Z adalah faktor layanan yang diinginkan, atau bisa juga diartikan sebagai jumlah standar deviasi yang ada di atas rata-rata permintaan.

Nantinya, untuk menerapkan rumus ini Anda perlu memperhatikan beberapa poin penting yang menyangkut di dalamnya, yaitu:

  • Semakin rendah skor Z, maka semakin tinggi kemungkinan kehabisan stok dalam perusahaan Anda. Sebab, produk dengan nilai terbesar pada toko Anda akan membutuhkan skor Z yang lebih tinggi.
  • Ketika skor Z berada di angka 1,65 atau 95%, hal ini dapat diartikan sebagai kondisi tidak akan kehabisan stok dan dianggap memiliki stok yang memadai.
  • Standar deviasi dalam lead time bisa diartikan sebagai frekuensi dan derajat yang di mana rata-rata lead time milik pihak pemasok berbeda dengan lead time yang sebenarnya.

Di dalam rumus heizer dan render ini, nantinya tidak akan memperhitungkan perubahan yang terjadi dalam permintaan pelanggan bisnis Anda.

  1. Perhitungan Berbasis Waktu

Dengan menggunakan rumus yang satu ini, Anda bisa menghitung tingkat persediaan cadangan selama periode waktu tertentu. Periode waktu tertentu ini akan ditetapkan menurut perkiraan permintaan di masa mendatang. Untuk melakukannya, Anda akan membutuhkan 2 parameter, yaitu:

  • Data sebelumnya untuk permintaan maupun penjualan produk. Nantinya, produk yang terjual dan produk yang stoknya sudah sedikit atau bahkan habis juga termasuk di dalamnya.
  • Perkiraan permintaan untuk masa mendatang. Pelaku usaha dapat menggunakan metode perkiraan permintaan yang berbeda, misal proyeksi tren, riset pasar, dan teknik barometrik. Hal ini bisa dilakukan untuk memprediksi perkiraan permintaan di masa mendatang.

Perlu Anda ketahui bahwa rumus yang satu ini akan sangat berguna untuk bisnis Anda yang memiliki sistem safety stock di dalamnya. Selain itu, rumus ini juga tidak akan memperhitungkan kejadian tidak terduga, sehingga proses pengerjaannya akan sedikit berbeda dibanding rumus-rumus sebelumnya.

  1. Metode Greasley

Berbeda dengan rumus-rumus sebelumnya yang sudah kami sebutkan, untuk rumus safety stock yang berupa metode greasley ini didasarkan pada waktu tunggu atau bisa juga disebutkan dengan istilah lead time milik pemasok, dan fluktuasi permintaan produk. Untuk lebih jelasnya, berikut rumusnya:

Safety stock = Skor Z x standar deviasi dalam lead time x permintaan rata-rata

Pada dasarnya, metode yang satu ini dapat menambahkan faktor permintaan rata-rata ke rumus heizer dan render. Maka dari itu, Anda perlu memahaminya dengan baik dan benar.

Sementara itu, untuk permintaan suatu produk dalam bidang ini sendiri pada dasarnya dapat berubah secara berkala atau bahkan musiman. Sebagai contoh, perlengkapan sekolah yang didasarkan dengan awal dan akhir tahun ajaran.

Selain itu, permintaan suatu produk ini juga dapat berubah dalam jangka waktu tertentu seperti perlengkapan olahraga di rumah, yang didasarkan dengan semakin populernya pola hidup sehat di lingkungan sekitar kita.

Dengan demikian, bisa dipastikan bahwa rumus greasley seperti ini dapat menekankan dampak dari perubahan permintaan yang telah disebutkan di atas.

  1. Economic Order Quantity (EOQ)

Sudah waktunya untuk kita membahas tentang rumus istilah safety stock terkait persediaan barang yang keenam dan tidak kalah penting fungsinya. Pada dasarnya, yang dimaksud dengan Economic Order Quantity (EOQ) itu sendiri adalah persediaan produk ideal yang harus dibeli.

Nantinya, persediaan produk ideal yang harus dibeli ini akan berguna untuk meminimalisir biaya persediaan, tak terkecuali biaya penyimpanan, kekurangan, dan pesanan yang menyangkut di dalamnya.

Untuk melakukan metode ini, Anda bisa mengikuti rumus yang ada di bawah ini:

Economic Order Quantity (EOQ) = Akar kuadrat dari (2 x biaya pemesanan per pesanan x tingkat permintaan) / biaya penyimpanan

Sebagai contoh, ketika Anda menjual 1.000 produk tertentu per tahunnya, dan untuk biaya tetap dalam pemesanannya sendiri adalah 5.000. Dengan angka ini, nantinya Anda akan dikenakan biaya sebesar 4.000 untuk menyimpan inventaris yang berkaitan di dalamnya.

Melihat data yang ada di atas, maka jumlah EOQ dalam bisnis Anda adalah 50. Hal ini sesuai dengan rumus yang telah kami sebutkan di atas.

Demikian pembahasan mengenai safety stock. Mengakhiri pembahasan kita mengenai istilah safety stock terkait persediaan barang, kami merekomendasikan kepada Anda untuk memanfaatkan aplikasi persediaan dan aplikasi persediaan stok barang untuk mengontrol semua data persediaan barang.

Semoga bermanfaat!

Kategori : BisnisIndustri

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo