11 Tahap Siklus Akuntansi yang Perlu Anda Dipahami

Alur, urutan, tahapan, siklus akuntansi adalah penting untuk Anda ketahui terutama bagi Anda yang bekerja sebagai akuntan atau untuk perusahaan. Simak blog Mekari Jurnal untuk memahaminya!

Aktivitas pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebut dikenal sebagai proses akuntansi atau tahap siklus akuntansi.

Tujuannya adalah menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan.

Dalam alur akuntansi ini, para akuntan melakukan serangkaian kegiatan berupa pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik selama periode berjalan, biasanya selama satu tahun.

Dengan membaca ini Anda akan bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti :

  • Pembuatan neraca saldo dan kertas kerja termasuk dalam siklus akuntansi tahap apa?
  • Menutup akun buku besar dalam siklus akuntansi termasuk tahap yang mana?
  • Langkah setelah melakukan penyesuaian transaksi adalah apa saja?
  • Tahap pencatatan dalam kegiatan akuntansi adalah apa saja?
  • Tahapan yang dilakukan setelah tahapan entry adalah apa?
  • Tahap terakhir proses pencatatan dalam siklus akuntansi adalah?

Biasanya dalam alur tahap siklus akuntansi ini akan melibatkan penggunaan aplikasi akuntansi.

Jadi pastikan anda sudah pakai aplikasi akuntansi online terpercaya seperti Mekari Jurnal.

Alur urutan tahapan siklus akuntansi adalah sebagai berikut di blog Jurnal By Mekari

Alur, Urutan, Tahapan Siklus Akuntansi

Menurut Harnanto (2002), siklus akuntansi yang lengkap memiliki 11 tahap, tetapi dua tahap diantaranya bersifat opsional.

Urutan tahapan siklus akuntansi ini termasuk yang dilakukan setelah tahapan entry adalah sebagai berikut:

Identifikasi Transaksi Dalam Tahapan Siklus Akuntansi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi.

Akuntan harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat dicatat dengan benar.

Tidak semua transaksi dapat dicatat.  Transaksi yang dapat dicatat adalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan dapat dinilai ke dalam unit moneter secara objektif.

Selain itu, transaksi yang akan dicatat juga harus memiliki bukti, jika tidak ada bukti maka transaksi tidak dapat dicatat dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

Bukti transaksi biasanya berupa buku kwitansi, nota, faktur, bukti kas keluar, memo penghapusan piutang dagang dan lain sebagainya.

Bukti-bukti tersebut tentu saja harus sah dan diverifikasi.

Analisis Transaksi Dalam Tahapan Siklus Akuntansi

Setelah mengidentifikasi transaksi, akuntan harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan.

Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan rumus persamaan dasar akuntansi:

Aktiva = Kewajiban + Ekuitas

Sistem pencatatan adalah double-entry system, yaitu setiap transaksi yang dicatat akan berefek terhadap posisi keuangan didebit dan dikredit dalam jumlah yang sama.

Sehingga setiap transaksi mempengaruhi sekurang-kurangnya dua rekening pembukuan.

Pencatatan Transaksi pada Jurnal

Setelah informasi transaksi dianalisis, kemudian dicatat secara runtut di buku jurnal.

Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu periode siklus akuntansi atau alur akuntansi.

Proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal disebut penjurnalan (journalizing).

Terdapat dua macam jenis jurnal dalam tahapan siklus akuntansi yakni, jurnal umum dan jurnal khusus.

Jurnal umum atau dikenal dengan istilah jurnal saja.

Biasanya tahapan yang dilakukan setelah tahapan entry adalah pencatatan transaksi yang dimasukan ke dalam satu rekening yang didebit dan satu rekening dikredit.

Sedangkan, jurnal khusus, diselenggarakan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan terhadap transaksi yang berulang.

Contohnya seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan lainnya.

Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya dalam alur akuntansi atau urutan siklus akuntansi yaitu mem-posting transaksi yang sudah dicatat dalam jurnal ke dalam buku besar akuntansi.

Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing digunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

Pada umumnya, perusahaan mempunyai daftar susunan rekening-rekening buku besar yang disebut chart of accounts.

Masing-masing rekening biasanya diberi nomor kode, untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan membuat cross-reference dengan pencatatan transaksi di dalam jurnal.

siklus akuntansi buku besar

Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu.

Cara membuat neraca saldo sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk disatukan.

Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya.

Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang ada di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak seimbang, masih ada kesalahan.

Jika demikian, maka akuntan harus mencari kesalahan yang terjadi sebelum laporan disusun.

Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jika pada akhir periode alur akuntansi, terdapat  transaksi yang belum dicatat, atau ada transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian.

Penyesuaian dilakukan  secara periodik, biasanya saat laporan akan disusun.

Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya.

Transaksi penyesuaian dicatat pada jurnal penyesuaian dan kemudian dibukukan kedalam buku besarnya.

Setelah itu saldo yang ada di buku besar siap disajikan dalam laporan keuangan.

Dengan kata lain, hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang disusun secara akrual basis.

Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Pada tahapan siklus akuntansi ini, Anda hanya perlu menyusun neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah disesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru.

Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokan ke dalam kelompok aktiva atau pasiva.

Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang.

Namun, ingat saldo yang seimbang belum tentu benar tetapi saldo yang benar pasti seimbang.

Baca Juga : Mengenal Akuntansi Biaya & Penerapannya di Berbagai Perusahaan

Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, urutan siklus akuntansi selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan.

Laporan keuangan yang disusun seperti:

Saya mau coba software akuntansi Jurnal By Mekari disini gratis 14 hari untuk permudah kelola proses Akuntansi Perusahaan!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tahap Terakhir Silklus Akuntansi: Penyusunan Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, akuntan harus membuat jurnal penutup.

Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja.

Fungsi jurnal penutup sendiri yakni melakukan penutupan rekening pada rekening laba rugi pada periode tertentu.

Caranya adalah dengan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait.

Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan.

Pada akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga harus ditutup.

Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat digunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.

Tipsnya, gunakan program akuntansi yang memiliki fitur aplikasi pembukuan keuangan usaha supaya laporan menjadi lebih mudah.

Tahap Opsional Siklus Akuntansi: Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan

Pada langkah ini, akuntan menyusun neraca saldo setelah penutupan.

Neraca saldo ini adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar setelah dibuatnya jurnal penutup.

Oleh karena itu, neraca saldo ini hanya memuat saldo rekening-rekening permanen saja.

Tujuan pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa saldo yang seimbang sudah benar.

Sehingga penyusunan neraca saldo ini tidak wajib hanya bersifat opsional.

Nah, lalu tahap terakhir proses pencatatan dalam siklus akuntansi adalah penyusunan jurnal pembalik.

Baca Juga : Akuntansi Perhotelan yang Harus Anda Ketahui

Tahap Opsional Siklus Akuntansi: Penyusunan Jurnal Pembalik

Tujuan jurnal pembalik adalah menyederhanakan prosedur pencatatan transaksi-transaksi tertentu yang terjadi secara repetitif pada periode berikutnya.

Karena tujuannya untuk menyederhanakan, maka tahapan siklus akuntansi terakhir ini juga bersifat opsional.

Jurnal pembalik biasanya dibuat pada awal periode berikutnya.

Caranya dengan membuat jurnal pembalik dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat.

Dengan kata lain membalikan akun yang telah dibuat pada jurnal penyesuaian dari yang awalnya debit menjadi kredit dan dari yang awalnya kredit menjadi debit.

Siklus akuntansi adalah merupakan proses dimana aktivitas yang dimulai dari analisis dan pencatatan transaksi bisnis, serta berakhir dengan persiapan untuk aktivitas periode akuntansi selanjutnya melalui pembuatan jurnal penutup.

Siklus pada alur akuntansi ini bukan hanya proses untuk pembuatan laporan keuangan.

 

11 Tahapan sikulus akuntansi

Software Akuntansi Jurnal by Mekari Mempermudah Anda dalam Melakukan Pencatatan Keuangan Sesuai Siklus Akuntansi yang Tepat!

Tahap siklus yang panjang dapat dibuat dengan mudah dan cepat dengan bantuan software akuntansi online seperti Mekari Jurnal.

Penggunaan program akuntansi berbasis cloud ini  membantu Anda melakukan proses akuntansi dengan cepat, mudah, dan aman.

Penasaran? silakan coba sendiri gratis aplikasi Jurnal selama 14 hari.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Cara Termudah Untuk Melakukan Proses Alur, Urutan, Tahapan Siklus Akuntansi Adalah Dengan Menggunakan Aplikasi Akuntansi Seperti Jurnal By Mekari

Anda juga bisa belajar lebih lanjut menai topik terkait akuntansi dan keuangan Melalui Mekari University.

Disini Anda akan memperoleh wawasan lebih luas terkait topik pengelolaan keuangan, penggunaan software kasir, manajemen akuntansi, administrasi HR atau HRD, online invoice, dan strategi pengelolaan pajak korporasi.

Caranya mudah, cukup mendaftar melalui website Mekari University, kemudian pilih kelas online sesuai dengan topik yang Anda inginkan.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui alur urutan tahapan siklus akuntansi adalah sebagai berikut di atas telah dibahas.

Sekarang Anda pun juga bisa menjawab beberapa pertanyaan ini:

  • Pembuatan neraca saldo dan kertas kerja termasuk dalam siklus akuntansi tahap apa?
  • Menutup akun buku besar dalam siklus akuntansi termasuk tahap yang mana?
  • Langkah setelah melakukan penyesuaian transaksi adalah apa saja?
  • Tahap pencatatan dalam kegiatan akuntansi adalah apa saja?
  • Tahapan yang dilakukan setelah tahapan entry adalah apa?
  • Tahap terakhir proses pencatatan dalam siklus akuntansi adalah?

Semoga bisa berguna, dan jangan lupa untuk dibagikan ke sosial media ya.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo