Daftar Isi

Laporan Keuangan dalam Bisnis: Pahami Tujuan dan Jenis-jenisnya!

Tayang 14 Jun 2024

Laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi yang penting dalam memberikan gambaran komprehensif kepada stakeholder mengenai kesehatan dan kinerja keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, sebagai praktisi yang bekerja dalam bidang ini harus memahami secara mendalam mengenai pentingnya pelaporan keuangan.

Hal ini tidak hanya membantu dalam proses pengambilan keputusan tetapi juga menumbuhkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan di antara investor, kreditor, dan pemangku kepentingan utama lainnya.

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Secara umum, laporan keuangan merujuk kepada sebuah dokumen yang menyajikan ringkasan informasi keuangan tentang kinerja perusahaan pada suatu periode.

Informasi ini nantinya akan diperlihatkan dan dimanfaatkan kembali oleh stakeholders perusahaan, termasuk investor, kreditor, regulator, dan manajemen internal.

Penyusunan laporan keuangan terdiri dari beragam jenis sesuai fungsinya untuk menguraikan kinerja secara komperehensif, seperti laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas.

Masing-masing jenis laporan tentu memberikan gambaran komprehensif seperti mengenai posisi keuangan organisasi, hasil operasi, dan arus kas.

Untuk lebih memahami secara lebih dalam mengenai hal ini, berikut merupakan definisi laporan keuangan menurut para ahli di bidangnya:

1. Menurut Kasmir (2019)

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang berguna sebagai alat untuk mengkomunikasikan posisi keuangan atau kinerja suatu entitas dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas entitas tersebut pada periode waktu tertentu.

2. Menurut Werner R. Murhadi (2019)

Laporan keuangan adalah bentuk bahasa bisnis yang memberikan data yang sudah terolah mengenai posisi keuangan perusahaan kepada penggunanya.

3. Menurut Munawir (1995:5)

Laporan keuangan merupakan laporan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba-rugi, serta perubahan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

Perhitungan laporan laba-rugi memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya yang terjadi selama tertentu.

Laporan perubahan modal menunjukan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal perusahaan.

4. Sujarweni (2019)

Sujarweni mengemukakan bahwa laporan keuangan merujuk kepada suatu catatan yang berisikan informasi keuangan sebuah entitas pada waktu periode tertentu yang dapat disampaikan secara umum.

5. Menurut Ridwan Inge (2003:68)

Ridwan Inge mengatakan suatu format laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi antar data keuangan atau aktivitas perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data atau aktivitas keuangan tersebut.

6. Menurut Hanafi (2003:69)

Menurut Hanafi, yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah format informasi yang dapat dipakai untuk pengambilan keputusan, mulai dari investor atau calon investor sampai dengan manajemen perusahaan itu sendiri.

Laporan ini akan memberikan informasi mengenai profitabilitas, risiko, timing aliran kas, yang kesemuanya akan mempengaruhi harapan pihak-pihak yang berkepentingan.

Tujuan Dibuatnya Sebuah Laporan Keuangan

Laporan keuangan berfungi sebagai peta yang menjadi petunjuk untuk mengarahkan perusahaan lebih dekat kepada tujuan bersamanya dalam bisnis.

Bersamaan dengan itu, perusahaan harus dapat mematuhi standar pelaporan untuk menjunjung kredibilitas dan integritas.

Dengan memelihara catatan keuangan yang teliti dan mematuhi prinsip-prinsip akuntansi, dunia usaha dapat menanamkan kepercayaan pada pemangku kepentingan dan melindungi terhadap potensi dampak hukum dan reputasi.

Tujuan utama dari adanya laporan keuangan adalah memberikan wawasan penting mengenai kesehatan keuangan dan kinerja perusahaan dalam suatu periode.

Berbekal informasi ini, decision maker dapat membuat keputusan yang tepat mengenai alokasi sumber daya, strategi investasi, dan peningkatan operasional.

Jika laporan keuangan dapat dioptimalkan dengan baik, ini dapat membantu mengarahkan perusahaan menuju tujuan jangka panjang dengan optimis dengan mengalokasikan modal secara efektif.

Adapun laporan keuangan berfungsi sebagai sarana komunikasi transparan dengan pemangku kepentingan, menumbuhkan kepercayaan, akuntabilitas, dan kredibilitas. Investor, kreditor, regulator, dan karyawan mengandalkan laporan keuangan untuk mengukur kinerja perusahaan, menilai profil risikonya, dan membuat penilaian mengenai prospeknya.

Selain tujuan utama tersebut, masih terdapat fungsi-fungsi lain dari laporan keuangan dalam perusahaan, seperti:

1. Evaluasi Kondisi Perkembangan Bisnis dan Usaha

Untuk melakukan evaluasi perkembangan bisnis dan usaha, tentu harus ada data acuan yang digunakan.

Salah satu contoh yang bisa digunakan adalah bentuk laporan yang didalamnya berisi informasi keuangan perusahaan ini.

Dengan menggunakan data informasi keuangan perusahaan pada peridode tertentu, akan terlihat kondisi perusahaan sebenarnya.

Misalnya, dalam laporan laba rugi, akan terlihat apakah kondisi perusahaan sedang untung atau rugi.

2. Untuk Menilai Apakah Perlu Modal Tambahan

Setelah diketahui kondisi usaha sedang rugi atau untung, dapat diputuskan apakah perlu ditambah modal pada usaha tersebut.

Sebagai contoh, dengan mengetahui kondisi usaha atau bisnis dari bentuk format laporan keuangan dalam akuntansi, bisa diputuskan apakah akan diberi tambahan modal untuk ekspansi bisnis atau perusahaan memerlukan modal tambahan untuk menutupi kerugian yang terjadi.

3. Sebagai Laporan Pertanggungjawaban Kepada Stakeholder

Laporan terkait informasi keuangan perusahaan ini biasanya juga digunakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada berbagai stakeholder.

Misalnya jika pada perusahaan terbuka, investor dan pemegang saham akan menggunakan laporan ini untuk melihat kondisi perusahaan.

Jadi, laporan ini adalah pertanggung jawaban sebuah perusahaan untuk memberi informasi kondisi perusahaan kepada stakeholder.

Karena data ini penting, maka sebagian besar perusahaan menggunakan software pencatat keuangan perusahaan untuk membantu pekerjaan mereka.

Ini juga sebagai bentuk untuk memperlihatkan kalau perusahaan tersebut adalah perusahaan kredibel dan bisa dipercaya.

Berbagai Jenis Laporan Keuangan Perusahaan

Walaupun laporan keuangan sering berkaitan dengan laba-rugi, arus kas, posisi keuangan, dan perubahan entitas, masih terdapat beberapa jenis laporan keuangan lainnya yang sering disusun oleh sebuah entitas, yaitu:

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang menjabarkan informasi mengenai total penghasilan dan sumber pendapatannya serta jumlah pengeluaran dan beban operasional pada periode akuntansi.

Adanya laporan ini dapat membantu perusahaan dalam memutuskan perencanaan keuangan yang strategis di periode selanjutnya. Apakah akan meningkatkan pendapatan, mengurangi beban biaya, atau keduanya.

Terdapat beberapa unsur penting yang harus tercantum di dalam laporan laba rugi, seperti pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian.

Banyak juga komponen-komponen yang melengkapi informasi keuangan dalam laba-rugi, seperti pendapatan, laba kotor, EBITDA, HPP, dan depresiasi.

Untuk pemahaman yang lebih dalam, simak artikel Laporan Laba-rugi: Komponen dan Unsur di Dalamnya.

2. Laporan Arus Kas

Laporan ini memaparkan mengenai seluruh informasi terkait pemasukan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan pada periode waktu yang ditentukan.

Melalui laporan arus kas, Anda mendapatkan gambaran secara utuh mengenai bagaimana perusahaan dapat menghasilkan arus kas di masa depan.

Terdapat tiga komponen yang melengkapi informasi keuangan pada arus kas, yaitu mencatat seluruh kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas operasi, investasi, dan pendaan.

Lebih lanjut, baca artikel mengenai Laporan Arus Kas dan Cara Membuatnya di sini!

3. Laporan Perubahan Modal/Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan ini juga sering dikenal dengan statements of changes in capital. Jenis laporan ini berisikan secara lengkap mengenai ekuitas yang perusahaan miliki serta perubahannya yang terjadi.

Melalui informasi yang disajikan dalam laporan ini, perusahan dapat mengetahui terkait modal yang masuk dan pinjaman yang dilakukan.

Pada laporan ini terdapat beberapa unsur yang bisa dianggap sebagai karakteristiknya, yaitu laba tidak dibagi, laba netto, dan laba tidak di bagi per akhir periode akuntansi.

Komponen-komponen yang ada di dalamnya juga berbeda dengan jenis laporan keuangan lainnya.

Untuk selengkapnya, simak dalam artikel Laporan Perubahan Ekuitas Perusahaan.

4. Laporan Neraca

Laporan ini berisikan informasi yang memperlihatkan posisi keuangan pada periode waktu tertentu dan secara garis besar.

Informasi yang dijabarkan mulai dari aset, kewajiban pembayaran, serta termasuk modal yang dimiliki.

Selain itu, laporan neraca sangat berhubungan dengan laporan lainnya, seperti nilai modalnya yang tercatat di dalam laporan perubahan ekuitas dan keseimbangan pendapatan dan biaya pada laporan laba-rugi.

Umumnya, perusahaan dapat membuat neraca keuangan atau balance sheet ke dalam dua bentuk, yaitu sccontro dan staffel.

Untuk memahaminya secara lebih dalam, simak Cara Membuat Neraca Keuangan di sini, ya!

5. Laporan Anggaran

Perusahaan juga harus menyusun laporan yang dapat memaparkan mengenai jumlah anggaran dan hasil realisasinya di lapangan, umumnya ini sering disebut laporan anggaran.

Dalam laporan ini, perusahaan biasanya akan menyajikan informasi yang berhubungan dengan anggaran keuangan, seperti penggunaannya dan perbandingannya dengan jumlah anggaran yang diberikan.

Unsur utama dari laporan anggaran yaitu pendapatan LRA (laporan realisasi anggaran), belanja, transfer, dan pembiayaan.

Untuk dapat membuat laporan anggaran di perusahaan, simak lebih lengkap dalam Cara Membuat Laporan Realisasi Anggaran.

6. Laporan Audit

Laporan audit merupakan sebuah dokumen resmi yang berisikan opini dan pendapat auditor tentang kinerja keuangan suatu entitas.

Lebih lanjut, laporan ini akan memaparkan secara lengkap mengenai temuan data yang auditor temukan ketika melakukan pemeriksaan di lapangan.

Melalui sudut pandang auditor yang profesional, mereka akan menilai apakah laporan keuangan yang disusun oleh sebuah entitas sudah sesuai dengan standar akuntansi atau belum.

Komponen yang mencakup laporan audit, seperti judul, pendahuluan, ruang lingkup, ringkasan, dan opini yang kemudian dilengkapi dengan nama dan tanda tangan auditor.

7. Laporan Catatan Atas Laporan Keuangan

Pada dasarnya, dokumen laporan ini menyajikan beragam informasi tambahan mengenai keuangan perusahaan untuk memudahkan memahaminya dan terletak di akhir bagian laporan keuangan.

Salah satu tujuan lainnya adalah untuk membantu menjelaskan secara lebih komprehensif mulai dari aspek terkecil dalam kondisi finansial perusahaan.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai berbagai jenis laporan keuangan yang penting keberadaannya dalam sebuah entitas atau perusahaan.

Adapun, terdapat berbagai jenis laporan keuangan yang dapat perusahaan susun untuk mempermudah dalam pemaparan kinerja dan stabilitas finansial dalam suatu periode.

Tentu sudah jelas bahwa masing-masing laporan memiliki fungsi dan tujuannya masing-masing. Oleh karena itu, sebagai praktisi akuntan atau finance harus dapat memahami secara lebih dalam mengenai cara pembuatannya.

Untuk memudahkan Anda dalam menyusun laporan keuangan dengan cepat, detail, dan tanpa risiko kesalahan, segera gunakan software akuntansi Mekari Jurnal sekarang!

Semoga penjelasan di atas dapat berguna untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda!

Konsultasi dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal