Jurnal Enterpreneur

Tips Manajemen Keuangan Bisnis Kecil Yang Efektif

Bagi Anda yang ingin mengetahui dan memahami bagaimana mengelola keuangan bisnis, simak beberapa tips manajemen keuangan bagi bisnis atau usaha kecil, simak beberapa contoh di bawah!

Tidak peduli seberapa kecil usaha yang sedang Anda jalankan, persiapkanlah pencatatannya dengan baik, agar jika suatu hari nanti usaha itu menjadi besar, Anda tidak akan kerepotan.

Selain untuk alasan tersebut, sebenarnya pencatatan keuangan sangat diperlukan untuk mengukur kinerja dan target, apakah sudah tercapai atau belum.

Banyak usaha kecil yang bangkrut padahal sebenarnya dapat berpotensi menjadi besar, hanya karena masalah manajemen keuangan bisnis yang kurang efektif.

Soal mengatur keuangan usaha memang seringkali menjadi masalah yang sangat rumit bagi pengusaha pemula dan pemilik UKM.

Mengelola keuangan bisnis secara efektif merupakan sebuah metode untuk menjaga laju atau aliran dana perusahaan agar tidak terjadi kebocoran yang berujung kerugian finansial.

Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan Akurat

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan berarti merencanakan, mengatur, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan keuangan seperti pengadaan dan penggunaan dana bisnis atau perusahaan.

Salah satu contoh dalam melakukan manajemen keuangan baik pada bisnis besar maupun kecil adalah membuat catatan lengkap mengenai keuangan, baik itu cash flow, catatan omset harian, mingguan, dan bulanan, serta catatan pembelian usaha merupakan hal penting yang perlu dilakukan.

Kenapa Managemen Keuangan Penting Bagi Bisnis Kecil?

Manajemen keuangan juga penting bagi usaha atau bisnis kecil karena berbagai alasan, seperti contoh berikut:

  1. Menyusun strategi, atau mengidentifikasi apa yang akan terjadi secara finansial bagi perusahaan untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjangnya. Misalnya, pemimpin membutuhkan wawasan tentang kinerja saat ini untuk perencanaan skenario.
  2. Pengambilan keputusan, atau membantu para pebisnis memutuskan cara terbaik untuk mengeksekusi rencana dengan memberikan laporan keuangan terkini dan data tentang KPI yang relevan.
  3. Mengontrol, atau memastikan setiap departemen berkontribusi pada visi dan beroperasi sesuai anggaran dan sejalan dengan strategi.

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Bisnis

contoh manajemen keuangan bisnis usaha kecil

Manajemen keuangan bisnis mencakup empat bidang utama yaitu:

1. Perencanaan

Dalam tahap perencenaan, Anda bisa memproyeksikan berapa banyak uang yang akan dibutuhkan perusahaan untuk mempertahankan arus kas positif, mengalokasikan dana untuk mengembangkan atau menambah produk atau layanan baru dan mengatasi kejadian tak terduga.

Perencanaan dapat dipecah menjadi beberapa kategori termasuk biaya modal, biaya tenaga kerja serta biaya tidak langsung dan operasional.

2. Penganggaran

Mengalokasikan dana perusahaan yang tersedia untuk memenuhi biaya, seperti hipotek atau sewa, gaji, bahan baku, biaya karyawan dan kewajiban lainnya.

Idealnya akan ada beberapa anggaran yang tersisa dan disisihkan untuk keadaan darurat. Selain itu juga untuk mendanai peluang bisnis baru.

3. Mengelola dan menilai risiko

Menilai dan memberikan kontrol kompensasi untuk berbagai risiko, termasuk:

  • Risiko pasar: Mempengaruhi investasi bisnis serta, untuk perusahaan publik, pelaporan dan kinerja saham. Mungkin juga mencerminkan risiko keuangan khusus untuk industri, seperti pandemi yang memengaruhi restoran atau pergeseran ritel ke model langsung ke konsumen.
  • Risiko kredit: Efek dari, misalnya, pelanggan tidak membayar tagihan mereka tepat waktu dan dengan demikian bisnis tidak memiliki dana untuk memenuhi kewajiban, yang dapat mempengaruhi kelayakan kredit dan penilaian, yang menentukan kemampuan untuk meminjam pada tingkat yang menguntungkan.
  • Risiko likuiditas: Tim keuangan harus melacak arus kas saat ini, memperkirakan kebutuhan kas masa depan dan bersiap untuk membebaskan modal kerja sesuai kebutuhan.
  • Risiko operasional: Ini adalah kategori umum, dan baru bagi beberapa tim keuangan. Ini mungkin termasuk, misalnya, risiko serangan siber dan apakah akan membeli asuransi keamanan siber, pemulihan bencana dan rencana kelangsungan bisnis apa yang ada dan praktik manajemen krisis apa yang dipicu jika seorang eksekutif senior dituduh melakukan penipuan atau pelanggaran.

Baca juga: Kenali Apa Itu Inventory Management System dan Metode Penggunaan

4. Prosedur

Manajemen akan menetapkan prosedur mengenai bagaimana tim keuangan akan memproses dan mendistribusikan data keuangan, seperti faktur, pembayaran, dan laporan, dengan keamanan dan akurasi bagi bisnis.

Prosedur tertulis ini juga menguraikan siapa yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan keuangan di perusahaan—dan siapa yang menandatangani keputusan tersebut.

Atur dan Pantau Operasional Lewat Fitur Biaya dan Anggaran Jurnal, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Contoh Kasus Manajemen Keuangan

Katakanlah CEO sebuah perusahaan pasta gigi ingin memperkenalkan produk baru: sikat gigi. Dia akan memanggil timnya untuk memperkirakan biaya produksi sikat gigi dan manajer keuangan untuk menentukan dari mana dana tersebut harus berasal—misalnya, pinjaman bank.

Manajer keuangan akan memperoleh dana tersebut dan memastikan dana tersebut dialokasikan untuk memproduksi sikat gigi dengan cara yang paling hemat biaya.

Dengan asumsi sikat gigi terjual dengan baik, manajer keuangan akan mengumpulkan data untuk membantu tim manajemen memutuskan apakah akan menempatkan keuntungan untuk memproduksi lebih banyak sikat gigi, memulai lini obat kumur, atau mengambil tindakan lain.

Sepanjang proses, manajer keuangan akan memastikan perusahaan memiliki cukup uang untuk membayar pekerja baru yang memproduksi sikat gigi.

Dia juga akan menganalisis apakah perusahaan membelanjakan dan menghasilkan uang sebanyak yang dia perkirakan saat dia menganggarkan untuk proyek tersebut.

Dari contoh di atas, kita dapat memahami bagaimana manajemen keuangan dijalankan dalam sebuah proses bisnis.

Proses Akuntansi Otomatis Minim Risiko Human Error dengan Jurnal. Pelajari selengkapnya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Tips Sederhana Melakukan Manajemen Keuangan Bisnis Kecil

Berikut ini merupakan beberapa tips manajemen keuangan sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengatur keuangan bisnis kecil yang efektif.

1. Memahami pembukuan keuangan

Untuk mengelola pembukuan dengan efektif, setidaknya Anda perlu membuat 5 buku akun terpisah yang mencatat setiap transaksi.

Buku akun yang dibutuhkan yaitu buku arus kas yang berisi catatan uang keluar dan masuk, buku persediaan barang, buku pembelian dan penjualan, buku hutang piutang, serta buku biaya dan pendapatan lain selain penjualan barang atau jasa.

2. Memisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi

Pada umumnya, yang menjadi faktor utama kebangkrutan usaha kecil adalah karena tidak melakukan pemisahan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi.

Jika hal ini Anda lakukan, maka tidak jelas mana uang untuk bisnis, dan mana uang untuk keperluan pribadi. Anda dapat mengambil gaji dari hasil keuntungan usaha Anda sendiri untuk keperluan pribadi.

Kerap kali para pelaku usaha kecil tidak memisahkan keuangan pribadinya dengan keuangan usaha. Alasannya adalah karena usaha yang masih kecil, sehingga dianggap belum kompleks.

Padahal hal tersebut merupakan kesalahan fatal yang dapat mengakibatkan gagalnya bisnis.

Baca juga:Cara Pilih Aplikasi Pembukuan Usaha Kecil Terbaik

3. Merencanakan penggunaan uang dengan baik

Sebagai seorang pebisnis, Anda harus merencanakan penggunaan uang sebaik mungkin, apalagi saat Anda memiliki modal lebih banyak dari yang telah diperhitungkan.

Sebaiknya Anda tidak menghamburkan uang meskipun saldo kas bisnis Anda dalam posisi mempunyai dana yang lebih dari cukup.

Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan kas sebaik mungkin.

Anda dapat menunda rencana-rencana belanja modal jika tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya.

Selanjutnya, Anda perlu melakukan analisa cost and benefit untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang Anda tidak akan sia-sia dan dapat memberikan return yang menguntungkan atau meningkatkan profit usaha.

4. Melakukan putaran kas secara efektif

Jangan hanya berpusat pada keuntungan, namun cara mengelola keuangan usaha atau bisnis juga meliputi bagaimana Anda melakukan manajemen hutang, piutang dan persediaan.

Banyak usaha yang mengalami kesulitan kas meskipun catatan akuntansi mereka menunjukkan angka yang baik.

Perhatikan bagaimana Anda memutar kas, karena putaran kas akan melambat jika termin penjualan kredit lebih lama daripada pembelian, atau jika Anda harus menyimpan persediaan barang dagangan.

Anda harus mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit, dan Anda juga harus mampu menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order tanpa membebani keuangan.

Kelola Kas & Transaksi Lebih Mudah dan Akurat, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

5. Memastikan perhitungan keuntungan

Tujuan Anda sebagai seorang pebisnis adalah untuk menghasilkan keuntungan dengan modal kecil. Namun apakah Anda mengetahui berapa keuntungan yang telah didapatkan dari bisnis?

Menghitung keuntungan dengan tepat sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri, dimana bagian yang paling krusial dalam menghitung keuntungan adalah menghitung biaya-biaya.

Sebagian besar biaya dapat diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Namun sebagian yang lainnya tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi.

Kemudian sebagian lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang, seperti pajak dan bunga pinjaman.

6. Memanfaatkan pihak ketiga atau menggunakan software

Anda dapat menggunakan karyawan atau pihak ketiga untuk membantu melakukan pencatatan keuangan usaha kecil Anda.

Berinvestasilah pada SDM, atau jika belum memungkinkan, Anda dapat menggunakan bantuan software khusus untuk mengelola keuangan bisnis Anda.

Sudah ada banyak sekali software manajemen keuangan sederhana untuk usaha atau bisnis kecil yang dijual di pasaran. Harganya beragam sesuai kebutuhan Anda.

Dengan menggunakan software tersebut, Anda dapat menghemat waktu dan pekerjaan Anda.

Itulah beberapa tips manajemen keuangan bisnis kecil yang dapat Anda ikuti. Gunakan software akuntansi online Jurnal yang cocok untuk digunakan para pelaku UKM di Indonesia.

Jurnal yang merupakan aplikasi pembukuan online shop hadir dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang dapat membantu Anda dalam mengerjakan pembukuan secara lebih mudah dan praktis.

Dengan menggunakan Jurnal, Anda tidak perlu mengunduh dan menginstal aplikasi apapun pada komputer Anda. Hanya perlu mendaftar dan melakukan login, kemudian Anda dapat mulai mengerjakan pembukuan kapan dan dimana saja dengan mudah!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian manajemen keuangan usaha, serta tips dan contoh dalam menjalankan bisnis termasuk bisnis kecil.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo