Apa itu Cash Flow? Bagaimana Cara Menghitungnya?

Apa itu cash flow? Bagaimana cara menghitung cash flow dengan rumus yang benar? Berikut penjelasan contoh perhitungannya di Blog Mekari Jurnal.

Sebagai pelaku usaha atau profesional, Anda perlu memahami pengetahuan dasar terkait pengelolaan keuangan, termasuk cara kerja arus kas secara lebih komprehensif.

Menurut data statistik Fortunly, setidaknya 30% persen usaha kecil gulung tikar lantaran kehabisan uang.

Untuk menghindari hal ini, Anda perlu tahu cara menghitung cash flow (arus kas) untuk perusahaan Anda sebelum terlambat.

Dengan memiliki pemahaman tentang arus kas, Anda akan terbantu untuk memantau bagaimana uang masuk dan keluar saat bisnis Anda melakukan operasi sehari-hari.

Kemampuan tersebut dibutuhkan untuk mengembangkan usaha lebih baik ke depan.

Nah kabar baiknya, artikel kali ini akan mengajak Anda untuk belajar tentang apa itu cash flow dalam perusahaan, jenis-jenisnya, serta cara menghitung dengan formula atau rumus yang benar.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya, Coba Gratis Sekarang Disini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Jurnal Sekarang!

Apa Itu Cash Flow?

Cash flow adalah pengukuran jumlah uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis Anda dalam periode waktu tertentu.

Hal ini menunjukkan jika bisnis Anda memiliki cukup uang kas atau dana untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.

Ketika Anda memiliki arus kas positif, artinya jumlah uang tunai yang masuk ke bisnis Anda lebih banyak daripada yang Anda keluarkan.

Dengan begitu, Anda tidak akan kesulitan untuk membayar tagihan dan menutupi pengeluaran lainnya.

Sebaliknya, ketika arus kas bisnis Anda menunjukkan tanda negatif, berarti jumlah pengeluaran lebih besar daripada jumlah pemasukan.

Setiap transaksi yang dilakukan perusahaan secara tunai atau kas ekuivalen ditulis dalam laporan arus kas.

Tujuannya adalah untuk melacak status dana bisnis dan menyimpan akun saldo kas penutupan pada akhir periode akuntansi.

Arus kas sering disalah artikan sebagai pendapatan. Padahal, dua istilah ini adalah hal yang berbeda, loh.

Pendapatan mengukur jumlah uang yang masuk ke bisnis Anda, sementara arus kas mengukur jumlah uang yang masuk yang keluar.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa arus kas adalah pergerakan uang masuk dan keluar dari bisnis Anda selama periode akuntansi tertentu.

Jenis-Jenis Cash Flow

apa itu cash flow

Cash flow dapat dihasilkan dari operasi bisnis, investasi, dan pembiayaan.

Fungsinya dalam perusahaan adalah menentukan posisi kas bisnis dan ketersediaan kas bisnis Anda.

Arus kas yang didapat oleh bisnis berasal dari beberapa kegiatan. Inilah yang menjadikan arus kas terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari mana uang tersebut diperoleh.

Cash Flow dari Operasional

Arus kas operasional mengukur uang tunai yang dihasilkan atau dikonsumsi oleh aktivitas operasi standar perusahaan Anda, seperti penjualan, tagihan, dan upah pegawai.

Kegiatan operasional bisnis ini bisa mencakup segala aktivitas untuk menghasilkan pendapatan.

Mulai dari  memberikan layanan kepada pelanggan, memproduksi dan menjual barang, membayar biaya, atau mendanai modal kerja.

Arus kas dari aktivitas operasional biasanya ditulis di bagian pertama laporan arus kas.

Angka ini menunjukkan di mana dan bagaimana uang dibelanjakan dan memberitahu Anda tentang operasi perusahaan Anda.

Jadi, Anda bisa tahu aspek mana saja yang bisa diperbaiki, misalnya memangkas pengeluaran yang tidak perlu, mengoptimalkan produksi item tertentu, dan sebagainya.

Arus kas operasional juga menunjukkan jumlah uang tunai yang dimiliki perusahaan Anda untuk membiayai pertumbuhan bisnis Anda dan usaha-usaha baru.

Nah, jika Anda ingin menghitung arus kas operasional perusahaan, Anda bisa menggunakan rumus berikut:

Arus Kas Operasional = Laba Bersih + Pengeluaran Non Tunai + Perubahan Modal Kerja

Misalnya, per periode Desember 2022, bisnis Anda mendapatkan pemasukan dari penjualan produk sebesar Rp. 20.000.000.

Dari pendapatan tersebut, Anda mendapatkan bunga dari piutang sebesar Rp. 2.500.000.

Selain itu Anda juga perlu membayar pajak sewa Rp. 1.500.000 dan upah karyawan sebesar Rp. 4.000.000.

Maka arus kas operasional bisnis Anda pada periode Desember 2022 adalah:

(Rp. 20.000.000 + Rp. 2.500.000) – (Rp. 1.500.000 + Rp. 4.000.000) = Rp. 17.000.000

Arus Kas dari Investasi

Jenis arus kas ini menunjukkan jumlah uang yang telah dikeluarkan atau dihasilkan perusahaan Anda melalui aktivitas investasi selama periode akuntansi tertentu.

Aktivitas ini dapat mencakup pembelian aset, seperti peralatan, properti, pabrik (yang pada dasarnya adalah aset tetap dan aset jangka panjang).

Selain itu, arus kas ini juga mencakup aktivitas merger dan akuisisi perusahaan lain serta investasi dalam surat berharga seperti saham dan obligasi.

Untuk menghitung arus kas dari aktivitas investasi, Anda bisa gunakan formula di bawah ini.

Arus kas investasi = Uang yang diterima dari penjualan aset dan setiap jumlah yang dikumpulkan dari pinjaman – uang yang dihabiskan untuk membeli aset dan/atau pinjaman.

Katakanlah, perusahaan Anda mendapatkan kas dari penjualan saham sebesar Rp. 50.000.000, serta penjualan obligasi sebesar Rp. 70.000.000.

Tapi, saat itu Anda juga membeli properti investasi sebesar Rp. 80.000.000. maka, arus kas bisnis Anda dari investasi adalah:

(Rp. 50.000.000 + Rp. 70.000.000) – Rp. 80.000.000 = Rp. 40.000.000

Cash Flow dari Pembiayaan

Terakhir, ada jenis arus kas pembiayaan atau pendanaan, yakni jumlah bersih pendanaan yang dihasilkan perusahaan Anda selama periode waktu tertentu.

Pada dasarnya, arus kas Anda dari aktivitas pendanaan bermuara pada proses bergeraknya kas perusahaan Anda melalui pemilik saham, investor, dan kreditur nya.

Bagian ini mencakup utang jangka panjang, ekuitas, dan dividen bisnis Anda.

Untuk menghitung cash flow aktivitas pendanaan Anda, gunakan rumus berikut:

Arus kas dari pembiayaan = Kas yang diperoleh dari ekuitas – (Pembayaran dividen + Pembelian kembali ekuitas)

Contohnya, perusahaan kamu memperoleh dana dari investor sebanyak Rp. 40.000.000 dan penjualan saham mencapai Rp. 70.000.000.

Namun, pada periode yang sama Anda juga punya kewajiban melunasi hutang ke bank sejumlah Rp. 50.000.000. Maka, arus kas pendanaan bisnis Anda adalah:

(Rp. 40.000.000 + Rp. 70.000.000) – Rp. 50.000.000 = Rp. 60.000.000

Cara Menghitung Cash Flow Bisnis Anda

bagaimana cara menghitung cash flow

Cash flow dihitung dengan mengambil angka-angka yang terkait dengan setiap aktivitas di atas dan menambahkan atau menguranginya dari pendapatan bersih Anda.

Jika hasil penghitungan arus kas di atas menunjukkan tanda negatif (-), maka saat memasukkannya ke dalam rumus, Anda harus mengurangkannya.

Sebaliknya, jika angka menunjukkan hasil yang positif (+), maka angkanya harus dijumlahkan.

Ikuti rumus ini untuk menghitung cash flow bisnis Anda: 

Laba Bersih +/- Aktivitas Operasi +/- Aktivitas Investasi +/- Aktivitas Pendanaan + Saldo Kas Awal = Saldo Kas Akhir

Mari ambil contoh penghitungan sebelumnya.

Misalnya, pada periode Desember 2022, perusahaan mendapat laba bersih sebanyak Rp. 20.000.000.

Selain itu, saldo pada periode sebelumnya (saldo awal) juga tersisa sebanyak Rp. 5.000.000.

Sementara itu, sebelumnya telah diketahui bahwa arus kas dari operasional sebesar Rp. 17.000.000, dari investasi sebesar Rp. 40.000.000, dan dari pendanaan Rp. 60.000.000.

Maka, saldo kas akhir bisnis Anda pada periode Desember 2022 adalah sebagai berikut:

Laba bersih + Aktivitas Operasi + Aktivitas Investasi + Aktivitas Pendanaan + Saldo Kas Awal

Rp. 20.000.000 + 17.000.000 + Rp. 40.000.000 + Rp. 60.000.000 + Rp. 5.000.000

= Rp. 142.000.000

Jadi, jumlah saldo kas akhir atau net cash flow perusahaan Anda pada periode Desember 2022 adalah sebesar Rp. 142.000.000.

Kesimpulan

Nah, itu dia penjelasan tentang cash flow, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga cara menghitung dan contoh soal.

Kesimpulannya, sebelum Anda menghitung total akhir arus kas, Anda harus hitung dulu arus kas dari tiga jenis aktivitas di atas.

Anda bisa mengelola cash flow bisnis Anda dengan menggunakan software akuntansi online Jurnal.

Banyak fitur yang disediakan di dalam aplikasi Jurnal yang dapat memudahkan Anda mulai dari melakukan pencatatan hingga menyusun laporan keuangan perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur.

Cukup memasukkan informasi dan data-data keuangan bisnis Anda, Jurnal akan menghitungnya secara otomatis.

Terlebih, Jurnal juga berbasis teknologi cloud sehingga Anda dapat mengaksesnya kapanpun dan dimanapun secara realtime.

Selain itu Jurnal juga sudah terintegrasi dengan lebih dari sepuluh aplikasi sehingga masih banyak sekali aplikasi yang terintegrasi dengan Jurnal seperti salah satunya yakni Klikpajak.

Adanya sistem integrasi pada Jurnal ini tentu saja akan membuat Anda lebih produktif dan fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Selain contoh cash flow pada tulisan ini, temukan informasi lebih banyak lagi mengenai fitur aplikasi Jurnal Selengkapnya di sini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan tentang apa itu artinya cash flow, jenis-jenis serta cara menghitung dengan rumus yang benar.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat!

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo