Sebagai pelaku bisnis, Anda dituntut untuk mengetahui akuntansi dasar. Selain mengetahui tentang prinsip dan konsepnya, Anda juga perlu mengerti mengenai metode pencatatan transaksi keuangannya. Biasanya metode pencatatan transaksi yang paling sering digunakan terbagi menjadi dua, yaitu sistem single entry dan sistem double entry.

Lebih dari 500 tahun, sistem pembukuan double-entry atau pencatatan ganda sudah dikenal dalam istilah akuntansi. Umumnya, sistem pembukuan double entry digunakan baik dalam akuntansi maupun dunia bisnis. Saat ini, sistem pembukuan double entry adalah salah satu sistem standar yang digunakan oleh perusahaan kecil maupun besar. Pada sistem ini, semua transaksi dicatat dalam bentuk debit dan kredit, yang mana jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit. Mungkin beberapa dari Anda belum paham betul dengan sistem pembukuan double-entry. Pada artikel ini akan membahas mengenai panduan lengkap menggunakan sistem pembukuan double-entry.

Pengertian Pembukuan Double Entry

Sistem double entry atau pencatatan ganda adalah sebuah konsep transaksi yang mana setiap transaksinya akan melibatkan setidaknya dua akun. Sebagai contoh, jika perusahaan melakukan transaksi pembelian peresediaan atau inventory secara tunai, transaksi tersebut akan memiliki dua pengaruh, yaitu:

  • Bertambahnya debit persediaan atau inventory
  • Uang kas berkurang atau kredit

Adanya sistem double entry ini adalah untuk selalu menjaga keseimbangan atau biasanya dikenal sebagai persamaan akuntansi. Persamaannya terlihat sebagai berikut:

Liabilitas + Owner’s Equity/Ekuitas Pemilik = Assets

Jika dilihat persamaannya dalam konteks contoh transaksi pembelian inventory. Maka, biaya transaksi- liability – menyebabkan penurunan ekuitas pemilik melalui pencairan uang tunai untuk membayar transaksi pembelian inventory. Selain itu, jumlah yang dimasukkan sebagai debit harus sama dengan yang ditambahkan sebagai kredit dalam buku besar.

Pada konsep sistem double entry, setiap transaksi akan menghasilkan dua efek yang harus diperhitungkan, yang dikenal sebagai prinsip dualitas. Prinsip ini berarti, walaupun perusahaan mengeluarkan uang dari akun perusahaan, maka perusahaan akan mendapatkan sesuatu sebagai imbalan. Meskipun terdapat aset yang diperoleh dalam setiap pengeluaran, sistem akuntansi hanya memberikan pandangan terbatas mengenai bagaimana perusahaan mengelola keuangannya.

Setiap transaksi akan dicatat dalam buku besar, juga akun buku besar neraca ( seperti contohnya; aset, liabilitas (utang), dan komponen ekuitas (modal)), atau akun buku besar laporan laba rugi (contohnya; pendapatan dan pengeluaran), yang memiliki kolom dalam pembukuan untuk entri debit dan kredit

  • Entri debet yaitu pencatatan akuntansi saat kondisi di mana bertambahnya aset dan biaya, dan penurunan liablitas (utang) dan ekuitas (modal). Dalam pembukuan akuntasi, debit berada di sisi sebelah kiri.
  • Entri kredit yaitu pencatatan akuntansi saat terjadinya kondisi bertambahnya liabilitas dan ekuitas, atau penurunan aset dan biaya. Kredit kebalikan dari debit, yang posisinya berada di sebelah kanan dalam pembukuan akuntansi.

Penerapan Sistem Pembukuan Double Entry

Untuk mendeskripsikan lebih jelas lagi mengenai pembukuan double entry, berikut beberapa contoh penerapannya yang sering dilakukan dalam bisnis:

  • Membeli peralatan dengan uang tunai akan menunjukkan debit untuk peralatan dan kredit untuk uang tunai, yang menghasilkan penurunan aset.
  • Menjual barang dagang secara tunai kepada pelanggan, maka debitnya adalah kas, sedangkan kreditnya adalah pendapatan.
  • Membayar tagihan listrik dicatat sebagai debit di bawah biaya penggunaan yang akan menghasilkan peningkatan biaya, sedangkan kreditnya untuk uang tunai.
  • Menerima bunga saat setoran uang ke bank akan menghasilkan debit untuk uang tunai yang diterima, sedangkan kreditnya adalah pendapatan keuangan. Hal ini berarti adanya peningkatan pendapatan.
  • Menerima pinjaman dari bank akan menjadi debit untuk kas yang diterima, sedangkan kreditnya akan masuk ke rekening sebagai pinjaman bank. Hal ini berarti debit menghasilkan peningkatan aset, sedangkan kredit akan meningkatkan liabilitas (utang).
  • Mengeluarkan biaya untuk investasi saham akan menjadi debit, dan kreditnya untuk modal saham yang akan meningkatkan ekuitas (modal). Hal ini berarti debit akan menghasilkan peningkatan aset.

Meskipun secara umum terlihat mudah, entri-entri ini dapat menjadi semakin kompleks ketika lebih dari dua akun terlibat.

Pengaturan dan Praktek Standar untuk Sistem Double Entry

Dalam pembuatan catatan keuangan untuk bisnis, Anda perlu membuat daftar terperinci yang biasanya disebut dengan bagan akun.  Umumnya, software akuntansi memberikan saran mengenai jenis akun yang mungkin diperlukan oleh suatu bisnis.

Jika bagan akun sudah siap, bagan akun akan digunakan sebagai titik referensi setiap dua atau lebih akun yang dipilih. Hal ini digunakan untuk memasukkan transaksi ke dalam buku besar. Saat ini, Anda dapat menghapus akun yang jika dirasa tidak digunakan dan menambahkan lebih banyak bagan akun yang sekiranya diperlukan.

Biasanya, entri pertama diisi dengan akun dan jumlah yang harus didebit. Kemudian, baris berikutnya diisi dengan menunjukkan akun dan jumlah yang perlu dikreditkan. Setiap entri dua baris tersebut dikenal sebagai entri jurnal umum.

Keunggulan Penggunaan Sistem Double Entry

a. Lengkapnya Informasi Transaksi Finansial

Ada beberapa transaksi keuangan yang tidak memengaruhi kas secara langsung. Contohnya, saat Anda menjual barang secara kredit maka akan menambah nominal piutang dan mengurangi jumlah persediaan barang, sedangkan kas akan bertambah jika transaksi sudah dibayar. Jika hanya berdasar pada catatan rekening bank, maka Anda akan kehilangan gambaran yang jelas mengenai transaksi tersebut.

b. Catatan Keuangan Lebih Akurat

Pada sistem pembukuan double entry, terdapat dua keseimbangan dalam dua sisi yang berbeda untuk setiap transaksi, yaitu debit dan kredit. Jika pada akhir tahun ditemukan ketidakseimbangan antara debit dan kredit, maka kesalahan terletak pada persamaan dasar akuntansi atau neraca. Namun, jika Anda menggunakan sistem double entry, kesalahan pencatatan tidak akan terjadi, karena debit dan kredit akan menghasilkan sebuah keseimbangan.

c. Mengurangi Kesalahan

Sistem double entry memiliki informasi keuangan yang terperinci dan mampu mendeteksi kesalahan matematika. Dengan menerapkan sistem double entry akan menguntungkan perusahaan Anda, karena Anda dapat melacak pendapatan, pengeluaran serta aset dan liabilitas.

Adanya sistem double entry, perhitungan yang dilakukan akan lebih akurat karena menunjukkan semua saldo akun. Jika terjadinya kesalahan, maka akan mudah dilacak letak kesalahannya karena adanya informasi yang jelas pada sistem double entry. Dengan menggunakan metode double entry peluang terjadinya kesalahan sangat kecil.

d. Mendeteksi Penipuan

Metode double entry ini lebih mudah untuk mendeteksi kesalahan dan penipuan. Sehingga jika perusahaan menerapkan sistem ini, laporan keuangan akan akurat dan tepat. Oleh sebab itu, akan bermanfaat untuk mempelajari prinsip dan praktik akuntansi double entry yang efektif.

Untuk mengembangkan bisnis, Anda perlu mengelola keuangan bisnis dengan baik. Jurnal adalah aplikasi akuntansi online, yang dapat memberikan kemudahan dalam mengelola keuangan bisnis Anda. Jurnal dapat membantu Anda dalam memonitor kelangsungan bisnis kapan saja dan di mana saja. Selain itu, Jurnal juga akan memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan perusahaan yang lengkap dan akurat. Info lebih lanjut mengenai Jurnal dan berbagai promonya dapat Anda lihat di sini.

 

Author