10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui

Dalam menghasilkan laporan keuangan yang valid dan akurat, para akuntan harus menjalankan prinsip dasar akuntansi dengan baik, terstruktur, sesuai prosedur serta adalah memenuhi standar yang diterima umum.

Tujuan dari penggunaan prinsip akuntansi tersebut adalah untuk menciptakan kesesuaian antara pengguna akuntansi satu dengan lainnya sehingga informasi keuangan yang dihasilkan dapat diperbandingkan dan memenuhi kebutuhan dari pengguna informasi tersebut.

Tidak hanya itu saja, dengan penerapan prinsip dasar akuntansi yang baik, maka perusahaan dapat menyiapkan laporan keuangan yang akurat sehingga dapat dimanfaatkan oleh seorang manajer, pengambil kebijakan dan pihak yang berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur atau pemilik.

Tahukah Anda kalau aplikasi akuntansi online Jurnal by Mekari bisa memudahkan Anda mengelola keuangan perusahaan secara lebih praktis dan akurat. Buktikan dengan coba gratis aplikasi Jurnal dengan klik pada tombol atau banner di bawah ini.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Mengenal Tentang Konsep Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip akuntansi merupakan dasar atau acuan dalam melaksanakan proses akuntansi.

Pemakaian prinsip ini memunculkan penilaian secara objektif terhadap produk akuntansi sehingga tidak menyebabkan terjadinya perbedaan atau permasalahan.

Selain itu, laporan keuangan sebagai produk akuntansi haruslah bisa dibaca dan dipahami oleh semua pihak.

Karena itu perlu adanya penyeragaman pada prosedur akuntansi. Beda negara, maka beda pula prinsip akuntansinya.

Hal itu disesuaikan dengan kebutuhan dan faktor-faktor lain yang ada di masing-masing negara.

Di Indonesia, prinsip akuntansi diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).

IAI adalah sebuah badan yang mengatur peraturan dan kebijakan akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Tujuan diberlakukannya prinsip dasar akuntansi ini, yaitu adalah agar:

  • Terciptanya kesesuaian antara pengguna akuntansi satu dengan yang lainnya.
  • Laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan dapat memenuhi standar pengungkapan yang memadai.
  • Objektivitas pada persepsi dan pandangan terhadap produk akuntansi agar terhindar dari permasalahan yang berkelanjutan.

Informasi Dalam Proses Akuntansi yang Harus Diperhatikan Pengusaha

Agar data keuangan dapat dimanfaatkan secara baik oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan, maka data tersebut harus disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai.

Informasi akuntansi dapat digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu:

  1. Informasi Operasi, yang menyediakan data mentah bagi informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Biasanya terdapat pada perusahaan manufaktur meliputi informasi produksi, informasi pembelian dan pemakaian bahan baku, informasi penggajian, informasi penjualan, dan lain sebagainya.
  2. Informasi Akuntansi Manajemen, yang digunakan dalam 3 fungsi manajemen perencanaan, implementasi dan pengendalian. Biasanya dihasilkan oleh sistem pengolahan informasi keuangan yang disebut akuntansi manajemen.
  3. Informasi Akuntansi Keuangan, yang digunakan oleh manajer maupun pihak eksternal perusahaan. Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi terkait posisi keuangan, kinerja serta perubahan keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Baca juga: 8 Prinsip Bisnis yang Dapat Menjadi Motivasi untuk Sukses & Berkembang

Prinsip-Prinsip Dasar Akuntansi di Indonesia

prinsip akuntansi adalah

Adapun prinsip-prinsip dasar akuntansi yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut:

  • Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)

Prinsip entitas ekonomi atau dapat diartikan sebagai konsep kesatuan usaha.

Dengan kata lain akuntansi menganggap bahwa perusahaan merupakan sebuah kesatuan ekonomi yang berdiri sendiri dan terpisah dengan entitas ekonomi lain bahkan dengan pribadi pemilik.

Dengan begitu akuntansi memisahkan dan membedakan seluruh pencatatan transaksi baik kekayaan maupun kewajiban perusahaan dengan pribadi pemilik perusahaan.

  • Prinsip Periode Akuntansi (Period Principle)

Prinsip dasar periode akuntansi atau kurun waktu adalah penilaian dan pelaporan keuangan perusahaan yang dibatasi oleh periode waktu tertentu.

Misalnya sebuah perusahaan menjalankan usahanya berdasarkan periode akuntansi, mulai pada tanggal 1 Januari hingga tanggal 31 Desember.

  • Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Prinsip ini mengharuskan setiap barang atau jasa yang diperoleh kemudian dicatat berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan dalam mendapatkannya.

Misalnya ketika perusahaan hendak membeli bangunan yang di iklannya terpasang harga 150 juta namun setelah dinego hanya 100 juta maka yang dinilai atau dicatat adalah harga yang menjadi kesepakatan yaitu 100 juta.

  • Prinsip Satuan Moneter

Pada prinsip dasar akuntansi ini, pencatatan transaksi hanya dinyatakan dalam bentuk mata uang dan tanpa melibatkan hal-hal non kualitatif.

Semua pencatatan hanya terbatas pada segala yang bisa diukur dan dinilai dengan satuan uang.

Transaksi non kualitatif (mutu, prestasi, dan sebagainya) tidak bisa dilaporkan atau tidak bisa dinilai dalam bentuk uang.

  • Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern)

Prinsip ini menganggap bahwa sebuah entitas ekonomi atau bisnis akan berjalan secara terus-menerus atau berkesinambungan tanpa ada pembubaran atau penghentian kecuali terdapat peristiwa tertentu yang bisa menyanggahnya.

  • Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Laporan keuangan harus mempunyai prinsip pengungkapan penuh dalam menyajikan informasi yang informatif serta dimaklumkan sepenuhnya.

Apabila terdapat informasi yang tidak dapat disajikan dalam laporan keuangan maka diberi keterangan tambahan informasi, berupa catatan kaki atau lampiran.

  • Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)

Pendapatan timbul akibat kenaikan harta yang dihasilkan oleh kegiatan usaha seperti penjualan, penerimaan bagi hasil dan yang lainnya.

Pendapatan diakui ketika ada kepastian tentang jumlah atau nominal baik besar/kecil yang bisa diukur secara tepat dengan harta yang diperoleh dari transaksi penjualan barang maupun jasa.

  • Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Maksud dari prinsip mempertemukan (matching) dalam akuntansi dasar adalah biaya yang dipertemukan dengan pendapatan yang diterima dengan tujuan menentukan besar/kecilnya laba bersih setiap periode.

Contohnya pada transaksi pendapatan diterima di muka.

Prinsip ini sangat tergantung pada penentuan pendapatan, jika pengakuan pendapatan ditunda maka pembebanan pada biaya juga tidak bisa dilakukan.

  • Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip konsistensi diartikan sebagai prinsip akuntansi dasar yang digunakan dalam pelaporan keuangan tetap dan digunakan secara konsisten (tidak berubah-ubah metode dan prosedur).

Tujuannya agar laporan keuangan yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan pada periode sebelumnya sehingga bisa memberikan manfaat lebih bagi penggunanya.

  • Prinsip Materialitas

Prinsip akuntansi mempunyai tujuan untuk menyeragamkan seluruh aturan.

Namun kenyataannya tidak semua penerapan akuntansi itu mentaati teori yang ada, maka tak jarang terjadi pengungkapan informasi yang sifatnya material atau immaterial.

Semuanya diterapkan sesuai dengan ranah akuntansi yang orientasinya kepada pengguna laporan keuangan.

Kelola Pajak Secara Langsung Cukup dengan Sekali Klik, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Jurnal, Software Akuntansi yang Mengikuti Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip akuntansi di atas harus dipelajari dan dipahami oleh akuntan dengan baik agar dapat menjalankan proses akuntansi dengan mudah.

Selain itu, membuat laporan keuangan memakai software akuntansi yang tepat juga merupakan hal mendasar dalam menerapkan prinsip dasar akuntansi.

Sekarang, Anda dapat membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi dari Jurnal.

Anda dapat menggunakannya untuk membuat laporan keuangan dengan mudah, cepat, dan terperinci.

Dengan berbagai fitur lain yang dimilikinya, software ini sangat cocok untuk bisnis Anda.

Adapun fitur-fitur lain yang terdapat dalam Jurnal adalah:

  • Pencatatan arus kas
  • Aplikasi stok barang atau produk
  • Rekonsiliasi bank
  • Mengelola biaya dan anggaran

Dengan menggunakan aplikasi Mekari Jurnal, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Silakan coba aplikasi Jurnal secara gratis selama 14 hari.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Di atas adalah penjelasan mengenai prinsip prinsip dasar akuntansi yang perlu diketahui bagi Anda yang ingin menjadi seorang akuntan.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

 

Kategori : AkuntansiKeuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo