Rumus dan Contoh Persamaan Dasar Akuntansi

Pahami pengertian, contoh, konsep, juga rumus persamaan dasar akuntansi, berikut adalah penjelasannya di Blog Mekari Jurnal.

Dewasa ini, bidang akuntansi menjadi bidang pekerjaan maupun jurusan perkuliahan yang populer.

Jika Anda seorang akuntan ataupun mahasiswa yang sedang dalam masa studi akuntansi harus memahami apa yang menjadi unsur dasar dari akuntansi, yaitu persamaan dasar akuntansi.

Ini dapat membantu dalam hal pengukuran, penjabaran, serta pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu investor, manajer, otoritas pajak atau pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam organisasi, perusahaan, dan lembaga pemerintah.

Persamaan dasar akuntansi adalah merupakan sebuah hal yang fundamental. Pahami pengertian, contoh, konsep, juga rumus persamaan dasar Akuntansi disini, di blog Jurnal By Mekari.

Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi

Persamaan dasar akuntansi adalah sebuah perhitungan yang bertujuan untuk memproyeksikan hubungan antara hutang, harta, dan modal yang dimiliki oleh perusahaan.

Adapun prinsip yang selalu dipegang dalam akuntansi adalah adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Kemudian, kedua hal tersebut perlu dianalisis lebih mendetail dengan persamaan dasar akuntansi di mana digunakan juga untuk menilai keampuan perusahaan dalam mengelola keuangan.

Oleh karena itu, harta atau aset yang dimiliki oleh perusahaan harus seimbang dengan liabilitas atau kewajiban.

Ini menunjukkan semua aset perusahaan diperoleh baik pendanaan dari utang atau ekuitas.

Misalnya ketika sebuah perusahaan baru dibangun, aset pertama yang dibeli berasal dari dana yang diterima dari investor atau dari pinjaman (utang).

Dengan demikian semua aset perusahaan yang berasal dari kreditor atau investor disebut kewajiban dan ekuitas.

Rumus persamaan dasar akuntansi adalah sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

atau bisa juga berupa:

Harta (Aktiva) = Hutang + Modal (Pasiva)

Seperti yang Anda lihat, sisi aset setara dengan jumlah kewajiban dan ekuitas pemilik.

Ini masuk akal jika kerangka berpikirnya adalah kewajiban dan ekuitas pada dasarnya hanya sumber pendanaan bagi perusahaan untuk membeli aset.

Persamaan ini umumnya ditulis dengan posisi kewajiban yang ditempatkan lebih dahulu sebelum ekuitas pemilik.

Karena utang terhadap kreditur harus dilunasi terlebih dahulu sebelum investor ketika perusahaan mengalami kebangkrutan.

Dengan kata lain, kewajiban dianggap lebih lancar atau likuid daripada ekuitas.

Hal ini terbukti konsisten dengan contoh pelaporan keuangan di mana aset lancar (Current Assets) dan kewajiban lancar (Current Liabilities) selalu dilaporkan sebelum aset tetap (Fixed Assets/PPE) dan liabilitas jangka panjang (Long-Term Debt).

Persamaan ini berlaku untuk semua aktivitas dan transaksi bisnis.

Aset akan selalu setara dengan kewajiban dan ekuitas pemilik.

Jika aset meningkat, baik kewajiban atau ekuitas pemilik harus meningkat untuk menyeimbangkan persamaan.

Begitu pula sebaliknya, jika aset menurun maka kewajiban dan ekuitas pemilik juga ikut menurun.

Komponen-Komponen Persamaan Dasar Akuntansi

Untuk memahaminya lebih lanjut, mari kita lihat setiap komponen persamaan dasar akuntansi yaitu terbagi atas:

1. Aset

Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan untuk digunakan manfaatnya di masa depan.

Aset atau aktiva adalah hal-hal yang mendatangkan manfaat bagi perusahaan. contohnya seperti bangunan gedung, kendaraan, tanah, uang kas yang tunai maupun cek kontan

Bagian aktiva nantinya akan bertambah jika aset perusahaan bertambah, dan berkurang jika sebaliknya.

Ada nilai penyusutan pada aset yang berupa barang, contohnya peralatan mesin yang pasti akan mengalami kerusakan pada suatu waktu.

Selain itu mesin tersebut juga akan mengalami penurunan nilai atau dikenal dengan istilah depresiasi.

Beberapa aset bersifat tangible seperti kas dan ada juga yang bersifat intangible bersifat atau tidak berwujud seperti goodwill atau hak cipta.

Berikut beberapa contoh akun aset:

  • Aset Lancar

Disebut aset atau aktiva lancar, sebab kekayaan yang termasuk harta lancar memiliki likuiditas tinggi atau gampangnya ‘mudah dicairkan’.

Maksudnya, harta lancar dapat dengan cepat dikonversikan ke dalam mata uang (dicairkan) dalam waktu kurang dari setahun.

Jenis transaksi yang termasuk ke dalam harta lancar adalah kekayaan yang berupa kas, piutang, wesel, perlengkapan, surat berharga, serta transaksi yang telah dibayar di muka (paid in advance).

  • Aset Tetap

Berkebalikan dengan aktiva lancar yang dapat dicairkan dalam waktu kurang dari setahun, aktiva tetap justru merujuk pada kekayaan yang digunakan dalam waktu lebih dari setahun.

Biasanya berupa segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seperti mesin produksi, kendaraan operasional, maupun tanah atau bangunan.

Karena berupa aset yang dapat dipakai lebih dari setahun, aset-aset ini (kecuali tanah) mempunyai ‘umur’. ‘Umur’ aset dapat mengalami penurunan (depresiasi).

Misalnya, mobil dinas atau alat produksi yang dimiliki perusahaan akan menjadi rusak atau usang setelah digunakan selama beberapa tahun sehingga aset berupa mobil ini sudah tidak dapat menghasilkan keuntungan secara ekonomis lagi untuk perusahaan.

Nah, keadaan itulah yang dapat disebut sebagai depresiasi aset.

  • Aset Tidak Berwujud

Contonya adalah Goodwill, Hak Cipta, Paten.

2. Kewajiban atau Liabilitas

Komponen persamaan dasar akuntansi kedua adalah kewajiban atau biasa disebut dengan istilah liabilitas, yaitu sejumlah dana yang perusahaan pinjam dari pihak lain (kreditur) dan harus dilunasi sesuai waktu yang sudah disepakati.

Bentuk kewajiban yang umum adalah utang. Utang merupakan kebalikan dari piutang. Dan ini harus dicatat pada laporan keuangan.

Ketika sebuah perusahaan membeli barang atau jasa dari perusahaan lain secara kredit, utang dicatat untuk menunjukkan bahwa perusahaan berjanji untuk membayar di kemudian hari.

Berikut beberapa contoh dari akun kewajiban yang paling umum.

  • Utang Jangka Pendek: Utang Dagang, Utang Bank, Utang Gaji, Utang Pajak.
  • Utang Jangka Panjang: Utang Obligasi

3. Ekuitas

Ekuitas adalah bagian dari aset perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham atau pihak ketiga, dan masuk ke dalam rumus persamaan dasar akuntansi.

Pemilik dapat meningkatkan bagian kepemilikan mereka dengan menginvestasikan dana kepada perusahaan atau mengurangi ekuitas dengan menarik dana perusahaan (prive).

Demikian pula, pendapatan meningkatkan sisi ekuitas sementara biaya-biaya menurunkan ekuitas.

Beberapa akun ekuitas umum seperti:

  • Modal Pemilik
  • Penarikan Pemilik (prive)
  • Laba Ditahan
  • Saham Biasa
  • Modal Disetor

Biasanya akun ekuitas merupakan bagian dari aset yang dipegang oleh third party (pihak ketiga), seperti pemilik saham atau stakeholders dimana kepemilikan tersebut bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan kondisi real-nya.

Contoh Soal Persamaan Dasar Akuntansi 

Gus adalah seorang pengusaha yang ingin memulai sebuah perusahaan yang menjual alat-alat musik.

Setelah menabung uang selama setahun, Gus memutuskan untuk secara resmi memulai bisnisnya.

Dia membentuk Guitars, Inc. dan meginvestasikan dana sebesar Rp100.000.000 kepada perusahaan barunya.

Transaksi bisnis ini meningkatkan kas perusahaan dan meningkatkan ekuitas dengan jumlah yang sama.

Di bawah ini adalah contoh persamaan dasar akuntansi yang dapat dibuat:

rumus persamaan dasar akuntansi

Setelah pembentukan perusahaan, Guitars, Inc. perlu membeli beberapa persediaan gitar yang kemudian akan dijual kembali dengan total Rp80.000.000.

Dalam hal ini, Guitars, Inc. menggunakan uang tunai untuk membeli aset berupa persediaan, sehingga akun kas menurun dan akun persediaan meningkat.

Berikut adalah contoh persamaan dasar akuntansi yang dapat dibuat:

Setelah enam bulan, Guitars, Inc. berkembang pesat dan perlu mencari tempat bisnis baru.

Gus memutuskan bahwa hal itu paling masuk akal untuk Guitars, Inc. untuk membeli sebuah gedung.

Karena Guitars, Inc. tidak memiliki uang tunai Rp500.000.000 untuk membayar gedung, perusahaan harus mengambil pinjaman.

Guitars, Inc. membeli gedung seharga Rp500.000.000 dengan membayar Rp10.000.000 tunai dan meminjam kepada bank sebesar sisanya Rp490.000.000.

Transaksi bisnis ini menurunkan kas sebesar Rp10.000.000, meningkatkan aset berupa gedung Rp500.000.000 dan meningkatkan kewajiban dengan pinjaman bank Rp490.000.000.

contoh persamaan dasar akuntansi

Seperti yang anda lihat, nilai aset selalu seimbang dengan jumlah kewajiban dan ekuitas.

Rumus Persamaan Akuntansi Lainnya

rumus contoh persamaan dasar akuntansi adalah

Dalam akuntansi, ada beberapa rumus dasar lain yang perlu diketahui seperti:

Rumus Pendapatan Bersih

Pendapatan Bersih (Net Income) = Pendapatan (Revenue) – Biaya (Expenses)

Rumus Break-Even Point (BEP)

Break-Even Point =   Biaya Tetap / Harga Jual (Fixed Costs / Sales Price)  – Biaya Variabel per Unit (Variable Cost Per Unit)

Rumus Rasio Kas

Rasio Kas (Cash Ratio) = Kas (Cash) / Kewajiban Lancar (Current Liabilities)

Rumus Rasio Hutang terhadap Ekuitas

Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt-to-Equity Ratio) = Total Kewajiban (Total Liabilities) / Total Ekuitas (Total Equity)

Manfaat Persamaan Dasar Akuntansi

Ada banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh oleh perusahaan dari penggunaan persamaan akuntansi ini, yaitu adalah:

  1. Sebagai sumber catatan yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pencatatan transaksi keuangan. Hal ini memuat informasi terkait transaksi keuangan  masuk ataupun keluar dari rekening perusahaan sehingga nantinya memudahkan proses pembuatan laporan keuangan.
  2. Sebagai alat untuk memeriksa seberapa besar saldo yang masuk maupun keluar dari rekening perusahaan. Persamaan dasar akuntansi menyediakan transaksi keuangan secara garis besar, berbeda dengan dengan laporan keuangan yang menyediakan laporan terperinci.
  3. Sebagai alat koreksi ketepatan antara saldo pada sisi debit maupun sisi kredit. Perhitungan saldo pada kedua belah pihak tabel persamaan dasar akuntansi nantinya menyisakan angka yang seimbang jika semua transaksi telah dilaporkan dengan sebaik mungkin.

Manfaatkan Software Akuntansi Jurnal untuk Pencatatan Keuangan Lebih Baik

Sebagai Akuntan, Anda harus memahami persamaan dasar akuntansi sebagai prinsip dasar akuntansi.

Jika Anda sudah memahami hal fundamental tersebut, Anda sudah terbilang siap untuk bekerja secara profesional.

Dengan bantuan Jurnal, pekerjaan Anda sebagai akuntan akan lebih efisien dan efektif.

Jurnal adalah software akuntansi online yang menawarkan fitur-fitur berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum.

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan baca selengkapnya fitur yang ada di program akuntansi Mekari Jurnal disini.

Nah, di atas adalah penjelasan mengenai pengertian, konsep rumus, dan contoh persamaan dasar akuntansi yang wajib dipahami.

Jika Anda membutuhkan aplikasi lain seperti untuk mengelola sumber daya manusia dan perpajakan untuk perusahaan, Anda dapat mencoba menggunakan produk-produk dari Mekari yang sudah saling terintegrasi.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo