Daftar Isi

Simak 19 Cara Terbaik Dalam Mengelola Keuangan Bisnis atau Perusahaan

Tayang 20 Dec 2023

Bagaimana cara mengelola dan mengatur keuangan bisnis atau perusahaan dapat terus berkembang dan mendapatkan keuangan? Cek 19 tips ini yang akan dijabarkan oleh Blog Mekari Jurnal.

Jika ingin memiliki sebuah usaha yang berjalan dengan mulus dan lebih profitable, maka pastikan setidaknya pengelolaan keuangan perusahaan juga cukup baik.

Pelaku bisnis juga perlu memahami pentingnya mengatur arus kas agar tetap lancar.

Karena itu, Anda perlu mengetahui beberapa tips dan trik mengelola keuangan dalam berbisnis sebagai berikut.

Cara Mengelola Keuangan Usaha yang Optimal dalam Sebuah Perusahaan

Berikut ini adalah tips atau cara mengelola keuangan yang dapat Anda lakukan bagi perusahaan Anda:

1. Menentukan Persentase

Untuk mengelola keuangan dengan baik, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan berapa persen uang yang dialokasikan untuk operasional bisnis.

Berapa persen target laba yang ingin dicapai, berapa persen uang untuk cadangan kas bisnis, serta berapa persen uang untuk pengembangan bisnis.

Dengan menentukan persentase, Anda dapat lebih mudah mengelola keuangan sesuai dengan porsi yang telah ditentukan di awal memulai bisnis.

Baca Juga : Tips Cara Mengelola Modal Usaha Yang Efektif Bagi Pemula

2. Bernegosiasi Sebelum Menandatangani Kontrak

Terkadang, Anda harus menggali untuk tawaran yang bagus.

Saat melakukan pembelian dari vendor atau kontrak dengan supplier, cobalah bernegosiasi dengan supplier untuk kesepakatan yang lebih baik.

Jangan lupa untuk memeriksa syarat pembelian seperti denda dan masa tenggang saat membuat keputusan.

Dengan bernegosiasi, terkadang Anda akan mampu mendapatkan penawaran terbaik sehingga lebih menghemat dan menjaga kestabilan keuangan bisnis.

3. Membayar Tagihan Tepat Waktu 

Penting bagi Anda untuk membayar semua tagihan bisnis tepat waktu.

Siapkan pengingat bulanan untuk memastikan tidak ada tagihan bisnis yang telah jatuh tempo.

Menghindari keterlambatan pembayaran biaya dapat menjaga keuangan bisnis dengan baik.

Baca Juga : Tips Cerdas Mengelola Utang Usaha Agar Keuangan Tetap Terjaga

kelola komponen biaya pengeluaran bisnis dan utang perusahaan

4. Mengurangi Risiko Utang

Sebisa mungkin kurangi risiko utang dalam menjalankan bisnis Anda.

Mengembangkan bisnis dengan cara berutang memang diperbolehkan.

Namun, Anda tetap harus berhati-hati dengan utang.

Tambahan beban cicilan utang dalam kondisi keuangan yang kurang baik hanya akan memperburuk keadaan bisnis.

5. Lebihkan Penghitungan Biaya Kasar

Cara ini dapat Anda terapkan jika bisnis yang Anda kelola berbasis proyek dan berjangka. Anda harus memahami dengan baik bagaimana proyek dapat berjalan dan output yang akan keluar jika proyek ini berjalan dengan sukses.

Di sisi lain, Anda juga harus memiliki rencana cadangan jika sewaktu-waktu proyek tidak berjalan semestinya atau berakhir tidak sesuai output yang sudah direncanakan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat mulai dengan melebihkan perhitungan anggaran pada proses perencanaan sebagai manajemen risiko.

Ini dapat menjadi dana darurat untuk menutup hal-hal yang terjadi diluar rencana atau tidak terprediksi.

6. Membuat Pembukuan Keuangan Penting dalam Mengelola Keuangan Bisnis

Bisnis tidak cukup dikelola hanya berdasarkan ingatan manusia, namun perlu adanya catatan yang lengkap.

Misalnya seperti membuat laporan keuangan, baik itu laporan laba-rugi maupun neraca.

Cobalah dengan mencatat semua transaksi ke dalam pembukuan sederhana.

Dengan demikian, Anda bisa mengontrol semua transaksi keuangan bisnis Anda.

Selain itu, membuat pembukuan keuangan juga akan mempermudah Anda untuk mengevaluasi perkembangan bisnis.

cara mengelola keuangan bisnis salah satunya dengan mengevaluasi berjangka dan tahunan

7. Buat Evaluasi Tahunan

Membuat evaluasi keuangan adalah suatu tujuan akhir dari dokumentasi arus dalam satu periode.

Ada 2 alasan mengapa evaluasi keuangan harus dilakukan.

Yang pertama, evaluasi keuangan akan menampilkan sebuah pencapaian perusahaan selama satu periode.

Evaluasi tersebut dapat memberikan informasi apakah langkah yang diambil sudah benar atau belum.

Dengan evaluasi juga kondisi keuangan selama satu periode akan dapat terlihat dengan jelas.

Kedua, evaluasi keuangan juga dapat memperlihatkan pola pengeluaran perusahaan dalam satu periode.

Apabila banyak terdapat kekurangan, maka Anda dapat mengambil langkah perbaikan pada periode selanjutnya.

8. Tentukan Jangka Waktu 

Untuk mengelola keuangan perusahaan dengan lebih baik Anda perlu memisahkan berdasarkan jangka waktunya.

Mulai dari membuat rencana general untuk bisnis dengan program yang akan dilakukan selama satu periode.

Lalu, membuat rincian kebutuhan dari setiap programnya.

Jika sudah membuat rincian program, bagi menjadi beberapa kategori waktu pelaksanaan.

Mulai dari pengeluaran harian, mingguan dan bulanan untuk jangka pendek.

Pengeluaran dengan waktu 1 hingga 3 tahun mendatang untuk jangka panjang.

9. Pantau Lebih Dalam Performa Penjualan Anda

Pada satu periode operasional, tentunya bisnis akan menemukan periode waktu naik turunnya yang terpengaruh dari tren ekonomi dan kebutuhan.

Maka, jangan kaget jika performa penjualan Anda memiliki tingkat fluktuasi tinggi di masa-masa tertentu, bahkan tidak ada penjualan sekalipun (masa off-season).

Oleh karena itu, pemilik bisnis harus sigap untuk memantau tren pasar dan ekonomi yang bergerak secara dinamis mengikuti faktor-faktor eksternal yang tidak dapat diperkirakan.

Memiliki kepekaan yang tinggi ini dapat membantu bisnis dapat bertahan karena mampu menemukan solusi yang cepat dan tepat dalam mengatasi penurunan penjualan pada waktu atau masa tertentu.

10. Buat Rencana Penghasilan Sebagai Cara Mengelola Keuangan Bisnis dan Usaha

Untuk memulai sebuah pekerjaan diperlukan sebuah rencana yang baik.

Namun, apabila perencanaan tidak dijalankan sepenuhnya, maka hasil yang didapatkan tentu tidak akan maksimal.

Bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan kerugian.

Karenanya, untuk mengelola keuangan diperlukan sebuah rencana untuk mengatur pemasukannya.

Pikirkan mana produk yang dapat menghasilkan untuk perusahaanmu.

Tentukan berapa banyak yang dapat diproduksi, lihat segmen pasar dan pastikan target penjualanmu.

Jangan lupa, susun strategi pemasaran dengan lebih matang agar Anda dapat mencapai target sesuai dengan yang sudah direncanakan.

11. Pisahkan Antara Harta Pribadi dan Harta Perusahaan

Satu hal yang seringkali membuat para pebisnis gagal dalam bisnisnya adalah dengan menganggap uang yang didapatkan dari usaha sebagai uang pribadinya.

Kondisi ini tentunya dapat mengganggu proses audit, perhitungan pajak serta perhitungan keuangan lainnya. Dampaknya, dapat membuat bisnis mengalami kegagalan, paling parah bahkan dapat mengalami kebangkrutan.

Seperti contoh, biaya yang seharusnya untuk biaya operasional harian malah digunakan untuk membiayai kebutuhan pribadi.

Hal ini akan mempengaruhi keseimbangan saldo dalam laporan keuangan, dan perencanaan anggaran yang sudah manajemen buat di awal periode.

Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan melakukan pembukuan agar dapat membantu Anda melihat arus kas keuangan perusahaan dan tentunya dengan pembukuan tersebut Anda dapat memisahkan dari kebutuhan pribadi dan bisnis.

Selain itu, Anda juga dapat memisahkan keuangan pribadi dan keuangan bisnis ini menggunakan bank dengan membuat rekening bisnis dan rekening pribadi.

Dengan melakukan hal tersebut segala transaksi dari bisnis Anda memiliki dokumentasi lebih jelas.

12. Kelola Arus Kas

Sebelumnya kita sudah membahas sedikit terkait pentingnya untuk mengelola arus kas dengan lebih baik.

Sebuah bisnis tentunya membutuhkan dana untuk tetap dapat berjalan.

Dana inilah yang digunakan untuk membiayai bisnis tersebut untuk keperluan seperti membiayai gaji karyawan, kebutuhan produksi dan lainnya.

Sebanyak apapun pemasukan yang diterima bisnismu, namun jika sebagian besar pemasukan tersebut berbentuk piutang, maka lama kelamaan operasional bisnis tersebut pun akan mengalami masalah.

Karena itu inilah pentingnya pengelolaan arus kas dalam sebuah bisnis.

Mengutip dari Forbes, saat mengelola keuangan, catat seluruh pengeluaran komponen biaya dalam operasional bisnis serta overhead bisnis Anda.

Pastikan semua catatan disesuaikan dengan komponen-komponen seperti pada nota pembelian ataupun bukti pengeluaran lainnya.

Setelah mencatat pengeluaran, Anda juga harus mendokumentasikan pemasukannya.

Kedua rincian dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk membuat neraca keuangan.

Dari pembuatan neraca tersebut lah, Anda dapat mengetahui seberapa baik keuangan di dalam perusahaan.

Apabila arus kas tersebut sudah lancar, Anda tetap harus melakukan monitoring secara rutin dan berkala.

Upayakan semua tagihan yang ada terbayarkan agar tidak menjadi masalah dalam keuangan perusahaan.

Memahami Akuntansi Sangat Penting dalam Mengelola Keuangan Usaha

13. Memahami Akuntansi Sangat Penting dalam Mengelola Keuangan Usaha

Saat ingin mengelola keuangan dalam sebuah perusahaan, maka diperlukan seseorang yang memahami secara jelas mengenai keuangan.

Untuk itu pelaku bisnis perlu memahami ilmu dan prinsip dasar akuntansi atau setidaknya mencari seorang akuntan yang benar-benar ahli dalam bidang ini.

Dengan memahami akuntansi diharapkan bisnis yang dimiliki dapat memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik.

14. Utamakan Kebutuhan Perusahaan

Ingat teori ini yaitu pemasukan harus lebih besar dibandingkan pengeluaran.

Tidak hanya itu, pelaku bisnis juga harus cermat dalam memilih mana yang dibutuhkan perusahaan dan mana yang tidak.

Hal ini demi menekan pengeluaran perusahaan, terlalu banyak pengeluaran dibandingkan pemasukan akan membuat arus kas tidak seimbang.

Karena itu usahakan untuk memprioritaskan kebutuhan yang memang dibutuhkan perusahaan.

Contoh, seperti pengeluaran perusahaan untuk sewa kantor.

Ini dapat Anda usahakan untuk mencari sebuah kantor dengan harga yang terjangkau dan nyaman, tidak perlu mencari kantor yang mewah.

Baca juga: Laporan Keuangan Pemasukan dan Pengeluaran Excel, Download Sekarang!

15. Sisihkan Pendapatan Perusahaan Untuk Pengembangan Usaha

Bukan berarti Anda tidak dapat menikmati hasil keuntungan yang didapat dari bisnis Anda, alangkah bijaknya jika Anda dapat mengelola dana keuntungan tersebut untuk menjadi dana pengembangan usaha.

Salah satu tugas penting manajemen keuangan adalah menjaga bisnisnya untuk terus tumbuh dan berkembang.

Semakin berkembang bisnis yang dijalani, maka semakin besar pula pendapatan yang diterima.

Karena itu, sisihkan sebagian pendapatan untuk mengembangkan usaha.

16. Siapkan Dana Darurat

Setiap usaha yang dijalankan tentu tidak akan berjalan lancar seperti yang semua yang sudah direncanakan.

Adanya satu dua permasalahan tentu akan kita alami, seperti turunnya omzet karena munculnya kompetitor dan beberapa hal lainnya yang mengharuskan Anda berpikir keras untuk menyelesaikannya.

Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah dengan memiliki dana darurat.

Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk keperluan yang sifatnya urgent.

Apabila Anda menghadapi masalah hingga membuat kerugian yang besar dalam sebuah perusahaan, Anda dapat menggunakan dana darurat ini untuk kembali membuat perusahaan Anda tetap stabil dan Anda tetap dapat menjalankan bisnis tersebut.

17. Buat Janji dengan Akuntan Professional

Apapun jenis Bisnis Anda, pajak yang akan dilaporkan dapat menjadi tricky untuk siapapun.

Mintalah bantuan pada akuntan professional untuk menilai bagaimana situasi pajak Anda di tahun kemarin dan perkiraan untuk pajak yang harus dikeluarkan di tahun berikutnya sehingga Anda dapat bebas dari denda.

Akuntan professional juga dapat membantu Anda untuk menghindari membayar pajak secara berlebihan.

Sebelum bertemu dengan seorang akuntan, pastikan Anda telah mengumpulkan segala catatan pengeluaran dan pemasukan Anda.

18. Bangun Budaya Finansial yang Sehat

Mengutip dari Business New Daily, pemilik bisnis sering kali tidak berinvestasi dalam membangun budaya finansial yang sehat karena merasa bahwa kesehatan finansialnya sudah terkelola dengan sehat.

Padahal, jika tidak dipertahankan dengan baik kesehatannya, akan banyak masalah akuntansi dan operasional yang dapat mengganggu bisnis.

Oleh karena itu, mempertahakan budaya pengelolaan finansial sehat dapat menjadi salah satu fokus yang perlu Anda pertahankan.

Ini dapat Anda mulai dengan membangun protokol keuangan internal seperti memantau dan meninjau informasi keuangan secara berkala.

Dampaknya, dengan membangun protokol keuangan yang tepat, dapat menciptakan budaya dan kebiasaan finansial yang sehat dan terhindar dari masalah yang berat seperti SDM rendah, adanya risiko penipuan dan pencurian data, hingga meminimalisir human error.

19. Berinvestasi di Software Akuntansi

Pertimbangkan untuk berinvestasi pada software akuntansi yang dapat memenuhi kebutuhan Anda sebagai pengusaha.

Menggunakan software akuntansi dapat membantu Anda menghemat waktu dengan fungsi untuk melacak informasi penting terkait pendapatan, pengeluaran, pembuatan invoice, dan detail catatan profil bisnis baik dengan customer maupun vendor.

Pertimbangkan untuk memilih software yang mobile friendly dan berbasiskan cloud, sehingga bisa Anda akses di manapun dan kapanpun secara realtime.

Anda dapat menggunakan software akuntansi Mekari Jurnal untuk membantu mengelola keuangan perusahaan.

Pelajari berbagai fitur unggulan Mekari Jurnal melalui free trial version yang bisa Anda dapatkan dengan mendaftarkan bisnis atau perusahaan Anda pertama kalinya.

Baik, Saya Akan Konsultasi dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

Nah, beberapa cara di atas dapat Anda terapkan untuk mengelola keuangan baik itu perusahaan.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal