10 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Bisnis yang Lebih Baik

Apa saja fungsi manajemen keuangan sebuah perusahaan dan kenapa hal ini penting? Temukan jawabannya di Blog Jurnal by Mekari!

Dalam menjalankan suatu bisnis, uang adalah adalah ujung tombak suatu perusahaan.

Oleh sebab itu, pengelolaan uang, biaya dan anggaran yang bijak dengan bantuan laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting demi kelangsungan perusahaan.

Jika uang tidak dikelola dengan cermat, pemasukan dan pengeluaran tidak akan terkontrol dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan kebangkrutan.

Manajemen keuangan penting dipelajari untuk banyak orang yang hendak menggunakan uangnya se-efektif dan se-efisien mungkin, terlebih bagi mereka yang hendak berbisnis.

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Fungsi Manajemen Keuangan untuk Bisnis

Inilah fungsi manajemen keuangan untuk bisnis Anda yang lebih baik:

1. Sebagai Siklus Kehidupan Bisnis atau Perusahaan

Sebagian besar bisnis atau perusahaan mengalami kerugian dan arus kas negatif selama periode berjalan.

Tujuan manajemen keuangan adalah untuk menanggulangi hal tersebut. Manajer harus memastikan bahwa mereka memiliki cukup uang tunai untuk membayar karyawan dan pemasok meskipun mereka memiliki lebih banyak kas keluar daripada kas masuk pada periode awal bisnis dibangun.

Ini berarti pemilik harus membuat proyeksi keuangan dari arus kas negatif yang terjadi sehingga ia mempunyai ide berapa banyak modal yang akan dibutuhkan untuk mendanai bisnis sampai bisa membalikkan keadaan.

Ketika bisnis mulai tumbuh berkembang, bisnis akan membutuhkan lebih banyak uang tunai untuk membiayai pertumbuhannya.

Perencanaan dan penganggaran untuk kebutuhan keuangan ini sangatlah penting.

Memutuskan untuk mendanai ekspansi dari kas internal atau meminjam dari kreditur adalah keputusan yang dibuat oleh manajer keuangan.

Manajemen keuangan menemukan sumber dana yang tepat dengan biaya terendah, mengendalikan biaya modal perusahaan dan tidak membiarkan leverage menjadi terlalu tinggi dengan mencari pinjaman-pinjaman berisiko tinggi.

2. Manajemen Keuangan dalam Aktivitas Operasional Normal

Dalam aktivitas operasional normal, bisnis atau perusahaan menyediakan produk atau jasa, melakukan penjualan kepada pelanggannya, mengumpulkan uang dan mengulang lagi siklus tersebut.

Manajemen keuangan menggerakkan uang kas secara efisien melalui siklus tersebut. Ini berarti bahwa mengelola rasio omzet bahan baku dan persediaan barang jadi, menjual kepada pelanggan, mengumpulkan piutang tepat waktu, dan memulai lagi siklusnya dari awal dengan membeli lebih banyak bahan baku.

Sementara itu, bisnis harus membayar berbagai biaya dan tagihan. Semua ini tentu harus dibayar dengan uang kas dan dibutuhkan strategi manajemen keuangan yang tepat untuk memastikan bahwa arus kas mengalir secara efisien.

Tujuan manajemen keuangan adalah juga untuk menanggulangi faktor eksternal yaitu kondisi ekonomi yang berfluktuatif. Bisnis harus merencanakan untuk memiliki likuiditas yang cukup ketika menghadapi penurunan kondisi ekonomi.

Jika tidak, maka bisnis mungkin akan mengalami kebangkrutan karena kekurangan uang kas untuk menutupi berbagai biaya operasional.

3. Pelaporan Kegiatan Operasional Bisnis

Setiap bisnis atau perusahaan bertanggung jawab untuk menyediakan laporan operasionalnya. Pemegang saham dan investor tentu ingin melihat informasi tentang pengembalian dan keamanan investasi mereka.

Manajer memerlukan jenis laporan lain dengan indikator kinerja dan performa utama yang mengukur aktivitas dari berbagai divisi perusahaan. Selain itu untuk mencapai tujuan manajemen keuangan ini, sistem harus dibuat komprehensif sehingga mampu menghasilkan berbagai jenis laporan yang dibutuhkan oleh semua pengguna Laporan Keuangan (investor, kreditur, pemegang saham, dan lainnya).

4. Pengarsipan, Pelaporan, dan Pembayaran Pajak

Pemerintah akan selalu ada untuk mengumpulkan pajak dari setiap jenis perusahaan. Fungsi dari manajemen keuangan salah satunya untuk merencanakan dan membayar pajak perusahaan secara tepat waktu.

5. Perencanaan

Pentingnya Aplikasi Manajemen Keuangan untuk Bisnis

Ketika sebuah bisnis telah berjalan dan memiliki pemasukan yang mulai stabil, maka bagian manajemen akan menunjukkan langkah maju dengan membuat sebuah perencanaan dan melibatkan bagian internal perusahaan sebagai langkah bisnis ke depan.

Mereka akan mengetahui besarnya kekuatan keuangan yang dimiliki perusahaan, sehingga bisa menilai sejauh mana perusahaan mampu membiayai dan membuat perencanaan bisnis yang lebih baik.

Misalnya dengan rencana menambah jumlah karyawan atau membeli mesin baru untuk operasional bisnis.

6. Pemantauan

Pemantauan keuangan adalah salah satu fungsi manajemen keuangan yang paling penting.

Ketika Anda memiliki rencana untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di tempat baru.

Anda harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap bisnis baru tersebut, terlebih jika lokasi yang dipilih berada di dekat Anda.

Salah satu cara pengawasan yang paling tepat untuk mengawasi bisnis adalah melalui fungsi manajemen keuangan melalui laporan keuangan secara teratur.

Meliputi arus kas, modal kerja, aktiva lancar, laporan pendapatan, utang serta piutang bisnis.

7. Mengontrol Keuangan

Ketahui Sumber Pendapatan Pasif untuk Modal Usaha

Pengendalian keuangan adalah tugas manajer keuangan dan pembuat kebijakan perusahaan.

Pengendalian keuangan ditetapkan dengan menyusun kebijakan dan prosedur yang membantu mencegah kesalahan pengelolaan uang.

Kebijakan tersebut mencakup bagaimana cara mendokumentasikan pendapatan dan pengeluaran, metode pelaporan keuangan apa yang diadopsi, dan bagaimana perusahaan ingin mengelola keseluruhan uang.

Dalam akuntansi, ada beberapa metode pengenalan pendapatan yang pada akhirnya memengaruhi bagaimana pendapatan dilaporkan dan bagaimana pajak ditangani.

Disinilah fungsi manajemen keuangan dibutuhkan untuk merangkum semua laporan tersebut.

8. Menilai Kelayakan Investasi

Perusahaan mungkin menerima permintaan untuk menjadi investor di perusahaan lain.

Demikian juga, perusahaan mungkin mencari investor atau ingin menginvestasikan uang mereka di saham atau kembali ke bisnis.

Dalam hal ini, semua keputusan penilaiannya akan diserahkan kepada manajer keuangan yang telah melakukan penelitian tentang keuangan internal bisnis maupun calon mitra bisnis.

Dari penilaian tersebut, bagian eksekutif akan memberi keputusan untuk menyetujui atau menolak investasi berdasarkan rencana dan kemampuan keuangan serta kebijakan yang digunakan oleh perusahaan.

9. Mengetahui Asal Pembiayaan

Setiap perusahaan akan memiliki rencana pembiayaan yang akan dianggarkan sebagai pengeluaran bisnis.

Mereka akan melihat dari mana asal pembiayaan ini, apakah akan tercukupi dengan menggunakan uang kas atau perusahaan perlu menambah modal dengan cara meningkatkan penjualan barang, berutang pada kreditur, menjual aset perusahaan, atau melalui penjualan saham.

Faktor pembiayaan akan bergantung dari penilaian bagian manajemen keuangan.

Baca Juga : 5 Cara Mengatur Keuangan untuk Usaha Kecil Anda

10. Pengaturan Modal kerja

Modal kerja meliputi anggaran operasional, aktiva lancar, gaji, dan arus kas. Dalam pengelolaan keuangan, sangat penting untuk tetap berada di atas anggaran modal kerja agar bisnis tidak mengalami kebangkrutan.

Manajer keuangan harus secara teratur menilai catatan, aset, dan arus kas untuk melihat berapa banyak uang yang dikeluarkan, berapa banyak uang masuk, dan berapa banyak yang terikat dalam aset.

Penilaian manajemen keuangan akan menentukan, kapan perlu tambahan investasi, pembelian alat bisnis atau kapan harus menaikkan gaji karyawan sebagai bagian dari pengaturan modal kerja yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

Pada akhirnya, secara garis besar fungsi manajemen keuangan adalah membantu perusahaan membuat penilaian tujuan jangka pendek dan jangka panjang, serta mengetahui hambatan yang mungkin timbul dalam pengambilan keputusan finansial.

Untuk memperoleh laporan keuangan yang dapat membantu manajemen keuangan, tentunya dibutuhkan software keuangan perusahaan yang handal.

Penggunaan software akuntansi online seperti Jurnal adalah solusinya.

Melalui Jurnal, laporan keuangan  bisnis Anda akan tercatat dengan baik dan efisien tanpa harus melakukan 2 kali kerja.

Jurnal menyediakan fitur-fitur pendukung semacam pengelolaan aset, pengecekan stok, grafik dan laporan keuangan lengkap sehingga memudahkan bisnis Anda melakukan manajemen keuangan di mana pun dan kapan pun.

Dapatkan uji coba gratis selama 14 hari, dengan daftarkan bisnis Anda segera!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pengelolaan keuangan bisnis mencakup lebih dari sekedar menyimpan seperangkat buku yang akurat dan menyeimbangkan rekening bisnis.

Pengelolaan bisnis adalah mengelola keuangan bisnis sehingga tidak mengeluarkan terlalu banyak uang dan tetap siap untuk semua pengeluaran, juga distribusi keuntungan.

Tanggung jawab pengelolaan keuangan memengaruhi semua aspek bisnis. Sebuah perusahaan yang menjual dengan baik namun memiliki manajemen keuangan yang buruk bisa mengalami kegagalan.

Pentingnya manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan ini harus diperhatikan.

Dengan manajemen yang baik, tentunya perusahaan akan mampu berjalan dengan lebih lancar.

Hal ini juga akan mampu membantu pemilik usaha mengetahui kondisi perusahaan tentang seberapa efektif keuangan perusahaan dan bagaimana kondisi perusahaan kedepan.

 

Kategori : BisnisKeuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo