Kiat Kelola Laba Rugi di Tengah PSBB Fase 2

Dalam dunia industri dan usaha, istilah laba rugi sudah tidak asing terdengar. Pengelolaan laba dan rugi berguna untuk mengatur jumlah pemasukan dan pengeluaran dalam menjalankan usaha. Hal ini menjadi lebih penting di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah memasuki fase kedua.

Pemberlakukan PSBB memberi dampak yang signifikan terhadap banyak tempat usaha. Tidak sedikit tempat usaha yang akhirnya memilih gulung tikar karena tidak lagi sanggup membiayai usahanya. Untuk itu, diperlukan kiat-kiat dalam mengelola laba dan rugi agar bisa terus menjalankan usaha di tengah PSBB fase kedua ini.

 

Pengertian Laba Rugi

Laba dan rugi merupakan istilah yang sangat melekat dalam dunia industri dan usaha. Keduanya termasuk dalam komponen utama pembuatan laporan laba rugi. Laporan laba rugi sendiri berguna untuk mengawasi pemasukan dan pengeluaran pengusaha dalam menjalankan bisnisnya.

Laba merupakan selisih antara harga penjualan dengan biaya produksi. Istilah lain yang kerap digunakan untuk menggantikan kata laba adalah keuntungan dan profit. Laba sendiri terbagi menjadi dua, yaitu laba kotor dan laba bersih.

Laba kotor merupakan seluruh keuntungan dari total pendapatan yang telah dikurangi dengan harga pokok penjualan. Laba kotor biasanya digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah pengusaha perlu menaikkan harga jual atau mengurangi harga pokok penjualan. Penghitungan laba kotor belum termasuk pengurangan pajak dan penambahan bunga.

Lain hal dengan laba kotor, laba bersih didapat dari jumlah total keseluruhan pendapatan dan keuntungan lalu dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya pajak. Laba bersih inilah sumber pemasukan bagi pengusaha.

Sementara itu, rugi merupakan biaya yang mungkin dikeluarkan untuk hal lain di luar bisnis utama. Misalnya adalah biaya yang dipakai untuk penjualan aset yang menurun atau merugi, biaya tuntutan hukum, serta biaya tidak terduga lainnya. Setiap pengusaha harus memiliki dana cadangan sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kerugian di masa mendatang.

Strategi Kelola Laba di Tengah PSSB Fase 2

Setiap pengusaha menyadari bahwa membangun usaha merupakan hal yang tidak mudah. Apalagi jika usaha yang sudah lama dibangun mengalami kendala di tengah jalan. Merebaknya wabah virus corona pada awal tahun 2020 membuat dunia usaha kalang kabut yang mengakibatkan tidak sedikit usaha yang akhirnya gulung tikar.

PSBB diberlakukan di Indonesia pada tahun 2020 sebagai tanggapan terhadap wabah virus corona yang telah menjadi pandemi. Warga dianjurkan untuk tidak keluar rumah untuk menghindari penyebaran virus. Hal ini tentu saja membuat banyak tempat usaha menjadi sepi pengunjung yang berujung berkurangnya pendapatan.

Fenomena ini tentunya merugikan banyak tempat usaha. Laba yang didapat kurang dari perkiraan sehingga usaha mengalami kerugian. Tentu saja hal ini tidak ingin dialami oleh siapa pun terutama pengusaha yang ingin usahanya berjalan dengan semestinya.

Untuk itu, diperlukan strategi dalam mengelola laba rugi di tengah PSBB yang sudah memasuki fase kedua ini. Strategi dibutuhkan untuk membuat usaha terus berjalan dengan mengelola laba dan rugi. Pengelolaan laba rugi bertujuan untuk menjaga agar profit terus positif dan mengontrol biaya pengeluaran agar tidak melebih batas wajar.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pengamatan posisi keuangan usaha yang dijalankan. Pengusaha perlu meninjau arus laporan laba dan rugi untuk kemudian membandingkannya dengan hasil laporan akhir pada tahun-tahun sebelumnya. Akan lebih baik jika ada posisi khusus yang bertugas menganalisis dan melaporkan informasi keuangan untuk dijadikan tolok ukur kinerja hasil rata-rata pendapatan dan pengeluaran.

Strategi lainnya adalah dengan mempersiapkan alat untuk analisis berupa laporan keuangan. Laporan tersebut berguna untuk menunjukkan persentase beban dari setiap penjualan. Hal ini memungkinkan pengusaha membatasi pengeluarannya agar tidak mengalami kerugian.

Membuat laporan laba juga merupakan salah satu strategi jitu dalam mengelola laba rugi. Laporan laba rugi termasuk salah satu laporan keuangan yang digunakan untuk melaporkan jumlah keuntungan dan kerugian selama satu periode tertentu. Pembuatan laporan laba rugi merupakan langkah yang paling sederhana karena memerlukan data yang lebih sedikit dibandingkan dengan membuat neraca keuangan dan laporan arus kas yang lebih rumit.

Laporan laba rugi sudah biasa digunakan mulai dari perusahaan besar sampai pemilik usaha kecil. Fungsinya untuk memonitor keuntungan dan kerugian finansial dalam proses jalannya usaha. Di dalam laporan laba rugi biasanya memuat dan meringkas segala biaya, baik yang dikeluarkan ataupun yang didapatkan oleh pengusaha selama menjalankan bisnisnya.

Bagi pemilik maupun akuntan perusahaan, membuat laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya merupakan suatu kewajiban. Untuk mempermudah proses pembuatan laporan tersebut, Anda bisa mengandalkan software Akuntansi seperti Jurnal. Jurnal adalah software Akuntansi online berbasis real time dan cloud yang akan memberikan fitur-fitur akuntansi lengkap. Dengan Jurnal, segala transaksi bisnis akan dicatat dan diproses sampai menjadi laporan keuangan komprehensif secara otomatis.

Software Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.


PUBLISHED02 Oct 2020
Poppy
Poppy


Kategori : Accounting