10 Kesalahan dalam Membuat Laporan Keuangan

Berikut adalah beberapa kendala atau kesalahan yang mungkin terjadi ketika penyusunan dan pembuatan laporan keuangan. Pelajari selengkapnya di Blog Mekari Jurnal!

Laporan keuangan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam usaha. Tanpa adanya laporan keuangan, Anda tidak akan mengetahui sejauh mana perkembangan bisnis yang sedang dijalani.

Dengan adanya laporan keuangan, Anda dapat mengambil strategi bisnis yang tepat dalam menunjang perkembangan perusahaan.

Namun, adakalanya kesalahan terjadi dalam penyusunan laporan keuangan.

Kesalahan-kesalahan tersebut harus dihindari agar laporan keuangan yang dihasilkan menjadi akurat.

Jangan sampai Anda salah menginput data dalam laporan keuangan yang berakibat fatal pada perusahaan.

Laporan keuangan merupakan adalah hal krusial. oleh karena itu hindari kendala laporan keuangan dengan software Akuntansi dan hal ini.

Kesalahan-Kesalahan dalam Membuat Laporan Keuangan

Saat menyusun laporan keuangan mungkin saja terjadi beberapa kesalahan sehingga menyebabkan informasi keuangan yang disampaikan tidak sesuai.

Beberapa kesalahan ini dapat muncul karena ada faktor pemicu diantaranya:

  • Kesalahan manusia – Bisa saja karena akuntan tidak memiliki dasar ilmu akuntansi yang cukup atau human error lainnya misal salah memasukkan data atau hilangnya bukti transaksi.
  • Ketidakjujuran – Adanya upaya tindak kecurangan dari suatu pihak tertentu melalui pembuatan laporan keuangan.
  • Kesalahan intepretasi angka – Data yang tersimpan apalagi jika masih menggunakan akuntansi manual seringkali disalah-interpretasikan karena bisa saja data tidak akurat sesuai data riil.

Berikut ini ialah beberapa kesalahan umum yang dilakukan saat menyusun laporan keuangan perusahaan dagang:

Keliru Memperhitungkan Persediaan Barang

Persediaan dalam perusahaan dagang merupakan aset yang penting. Tentunya perusahaan akan melakukan perhitungan secara fisik untuk menyesuaikan dengan laporan persediaan yang telah dibuat sebelumnya.

Bisa saja karena salah memperhitungkan membuat persediaan di akhir periode terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Hal ini nanti akan berdampak pada neraca yang ada dalam laporan keuangan.

Kesalahan Pencatatan Akun dalam Laporan Keuangan

Kesalahan pencatatan bisa saja terjadi sehingga nominal untuk akun yang digunakan tidak sesuai.

Misalnya saja saat penjualan tunai anda keliru membukukan nya sebagai penjualan kredit.

Hal ini berdampak pada hutang bertambah dan kelebihan kas saat dilakukan cash opname.

Baca juga: Mengenal Jurnal Penyesuaian dan Cara Pencatatannya

Tidak Menghitung Harga Pokok Penjualan dengan Teliti

Dalam menentukan harga pokok penjualan dalam perusahaan harus memperhatikan tiga hal yakni persediaan, pembelian bersih dan retur.

Mungkin saja anda lupa untuk memasukkan biaya angkut dan retur untuk menghitung harga pokok penjualan tersebut.

Akhirnya harga pokok penjualan yang ditampilkan tidak akurat lagi.

Tidak Bisa Membedakan Akuntansi Berbasis Akrual dan Kas

Pencatatan akuntansi untuk penerimaan dan pengeluaran kas terbagi atas dua metode yakni akrual dan kas basis.

Ada perbedaan saat pencatatan kas menggunakan dua metode ini.

Misalnya saja untuk metode cash basis biaya dicatat saat mengeluarkan uang sedangkan accrual basis pencatatan dilakukan saat biaya tersebut digunakan.

Laporan Usia Piutang Usaha yang Buruk

Bagi perusahaan dagang tentu sering mendapati penjualan secara kredit. Dalam penjualan kredit sangat perlu untuk memperhitungkan usia piutang usaha.

Jangan sampai anda hanya sibuk menjual secara kredit namun lupa menagih piutang.

Bisa-bisa perusahaan kekurangan kas untuk biaya operasionalnya jika piutang tak anda tagih-tagih.

Kesalahan Penulisan Desimal

Bisa saja kesalahan dalam laporan keuangan perusahaan dagang karena keliru dalam menulis decimal. Bisa saja anda harus nya menuliskan Rp. 10.000.000 namun ditulis menjadi Rp. 1.000.000.

kesalahan ini bisa berakibat pada nominal dalam laporan keuangan tak sesuai dengan kenyataan yang ada. Informasi yang ditampilkan dalam laporan tersebut menjadi tidak akurat dan accountable.

kesalahan laporan keuangan

Tidak Memperhitungkan Biaya Angkut

Mungkin laporan keuangan anda keliru karena lupa untuk memperhitungkan biaya angkut. Biaya angkut ini bisa timbul saat membeli barang maupun menjual barang ke konsumen. Ada beberapa ketentuan dalam pengiriman barang seperti FOB, CIF maupun CNF.

Ada biaya barang angkut yang ditanggung pihak pembeli namun ada pula yang ditanggung oleh pihak penjual.

Untuk itu sebelum membeli pastikan dahulu ketentuan biaya angkutnya agar tidak salah dalam memperhitungkan harga pokok penjualan.

Kehilangan Bukti Transaksi

Pencatatan seluruh transaksi dalam pembukuan keuangan haruslah menyertai bukti transaksi berupa nota, invoice, kwitansi dan lain sebagainya.

Bukti ini nantinya berguna sebagai kontrol atas pencatatan setiap transaksi tersebut, khususnya pada saat pemeriksaan.

Tanpa bukti transaksi, laporan keuangan menganggap tidak sah. Namun, permasalahan mengenai bukti transaksi ini juga masih kerap menemukan.

Pemilik bisnis tidak menyimpan bukti-bukti tersebut secara rutin dan teratur. Masih banyak pemilik bisnis yang cenderung mengabaikan dan menyimpan bukti transaksi secara asal-asalan.

Sehingga pada saat-saat membutuhkan, seperti pembuatan laporan akhir, pelaporan pajak atau audit, pemilik bisnis pun kelimpungan mencarinya.

Tidak Memahami Arus Kas

Arus kas yang baik menjadi salah satu penentu perkembangan sebuah bisnis.

Tetapi masih banyak juga yang tidak memahami bagaimana mengolah arus kas dengan baik. Padahal arus kas yang buruk pada sebuah bisnis akan membuat bisnis tersebut benar-benar lumpuh.

Karena ini berarti bisnis tersebut sudah tidak mempunyai simpanan uang lain untuk keperluan pengembangan. Jadi pastikan untuk membuat prosedur yang ketat dalam pengelolaan arus kas bisnis Anda.

Tidak Mencantumkan Perhitungan Pajak

Ada berbagai alasan mengapa perhitungan pajak sering luput dari perhitungan. Selain karena tidak mengerti, rasa malas atau jumlah pembayaran yang merasa terlalu besar. Banyak pemilik bisnis tidak mengetahui cara menghitung pajak yang benar.

Ketidak mengertian ini pun menyebabkan rasa malas melakukan perhitungan pajak sehingga pemilik bisnis cenderung mengabaikannya.

Alasan lain perhitungan pajak tidak mencantumkan adalah karena pemilik bisnis merasa bahwa pajak yang harus ia bayar tidak sesuai dengan bisnis yang menjalankan karena nominalnya terlalu besar.

Indikator-Indikator yang Harus Diperhatikan Untuk Meminimalisir Kesalahan Pembuatan Laporan Keuangan

Dalam membuat laporan keangan, Anda perlu menengok dua laporan keuangan dasar yang paling berperan penting yaitu neraca dan laporan laba rugi.

Masing-masing menjalankan peran tersendiri, namun secara bersamaan neraca dan laporan laba rugi akan memberikan Anda gambaran besar mengenai situasi keuangan di dalam perusahaan.

Perhatikan indikator-indikator berikut  selama membuat neraca dan laporan laba rugi dan indikator lain untuk mengurasi kesalahan pembuatan laporan keuangan.

Baca juga: Neraca Pembayaran: Pengertian, Jenis, dan Fungsi dalam Perdagangan

Hal-Hal yang Harus Diperhatiakan Dalam Membuat Neraca

Pada saat Anda melihat neraca, Anda harus mencari saldo yang tidak wajar atau tidak masuk akal. Neraca adalah gambaran tentang bisnis Anda pada saat ini.

Anda akan mendapatkan quick snapshot tentang apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan Anda.

Berikut adalah beberapa peringatan penting yang dapat diidentifikasi bila angka laporan keuangan dalam neraca Anda tidak benar:

  • Saldo Negatif

Anda mungkin menemukan saldo negatif pada aset. Apa yang diungkapkan saldo itu? Apakah Anda menjual aset dan menghapusnya dari buku tapi lupa membalikkan penyusutannya? Segera selidiki.

  • Salah Pos Penerimaan Pembayaran

Jika staf Anda menerima pembayaran dari klien dan memasukkannya ke akun yang salah, neraca Anda akan kacau.

Laporan keuangan Anda akan menunjukkan saldo negatif pada salah satu akun klien.

Di sisi lain, klien yang sudah membayar masih menunjukkan tagihan yang masih belum terbayar. Segera perbaiki.

  • Rasio Hutang Terhadap Pendapatan Meningkat

Bila Anda memiliki beberapa pos “pengeluaran lain-lain” dalam jumlah besar, Anda mungkin akan melihat tren penurunan laba yang kadang berlangsung dalam jangka waktu panjang.

Hal ini dapat menyebabkan peningkatan rasio hutang terhadap pendapatan Anda karena dana Anda dialokasikan tidak pada tempatnya.

Di sisi lain, kondisi ini bisa juga disebabkan karena bisnis Anda sedang mengalami masa sulit.

Dalam kasus ini, laporan keuangan bisa juga tidak salah, namun jelas-jelas memberikan peringatan yang harus segera Anda tangani.

Dalam kedua kondisi tersebut, Anda harus tahu mengapa hal ini terjadi, menganalisa akar permasalahannya dan mengambil tindakan.

  • Laporan Usia Piutang Usaha Buruk

Seringkali staf dalam perusahaan tidak disiplin dalam melakukan penagihan sehingga banyak tagihan piutang usaha berusia tua karena telah melewati jangka waktu pembayaran.

Dampak buruknya adalah terjadinya Cash Gap di mana perusahaan harus mengeluarkan modal di awal untuk seluruh pembelian sebelum mendapatkan pembayaran.

Alhasil, perusahaan harus meminjam dana yang tentunya menambah beban bunga.

Bila hal ini terjadi dengan Anda, tentunya berpengaruh dengan tergerusnya laba karena biaya bunga.

Baca juga: Kelola Risiko Piutang Tanpa Harus Kehilangan Transaksi Penjualan

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Membuat Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi menyampaikan ringkasan pendapatan dan pengeluaran serta menyajikan angka keuntungan atau kerugian sebuah bisnis dalam periode waktu tertentu.

Periode tersebut adalah bulanan, triwulan atau tahunan.

Setelah memahami metode akuntansi yang sesuai untuk bisnis Anda, selanjutnya akan sangat mudah melihat laporan laba rugi dan keakuratan angka-angkanya.

Berikut adalah beberapa peringatan penting yang dapat diidentifikasi bila angka laporan keuangan dalam laporan laba rugi Anda tidak benar:

  • Laba Besar Arus Kas Kecil

Salah satu cara agar Anda mendapatkan gambaran akurat adalah dengan melihat laporan laba rugi bersamaan dengan laporan arus kas untuk memastikan laba yang didapat dibarengi dengan kas yang masuk.

Laba besar dibukukan dalam laporan laba rugi, namun di sisi lain ternyata arus kas yang masuk kecil. Hal ini memberi peringatan bahwa ada masalah dalam penerimaan uang.

  • Laba Kotor Operasional Turun

Kesehatan sebuah perusahaan sangat ditentukan dari kemampuannya untuk menghasilkan laba kotor operasional. Laba operasional akan memastikan arus kas operasional positif untuk membayar seluruh biaya produksi, biaya penjualan, biaya umum dan administrasi, biaya pajak serta biaya bunga.

Menurunnya laba kotor operasional bisa menyebabkan arus kas operasional menjadi minus. Selanjutnya untuk memenuhi seluruh biaya, perusahaan harus meminjam dana dari luar atau menjual aset.

Tentunya, pilihan ini tidak baik karena pasti akan menggerus laba serta mengganggu roda aktivitas produksi dan operasional perusahaan.

Persentase Laba Kotor Tidak Terprediksi

Laba kotor dihasilkan dengan cara mengurangkan pendapatan dengan harga pokok produksi. Persentase laba kotor secara wajar hanya bergerak naik turun dalam kisaran 3-4%.

Bila Anda melihat pergerakan diluar kisaran persentase tersebut, maka ini mengindikasikan adanya ketidakwajaran.Seluruh proses penjualan, proses pembelian, penanganan inventaris, biaya produksi harus dibedah untuk menemukan masalahnya.

Pahami Metode Akuntansi yang Digunakan Dalam Membuat Laporan Keuangan

Saat melihat laporan keuangan Anda, penting untuk mempertimbangkan metode akuntansi yang dipakai. Pahami perbedaan metode akuntansi berbasis kas dan berbasis akrual berikut ini:

  • Akuntansi Berbasis Kas

Akuntansi Berbasis Kas adalah berdasarkan aktivitas kas di perusahaan Anda. Metode ini menelusuri kapan kas masuk dan kapan kas keluar.

Anda bisa menganalogikannya dengan rekening koran di bank Anda di mana seluruh transaksi keuangan dicatat dan direkonsiliasi serta pada akhir bulan dilihat berapa jumlah saldonya. Akuntansi berbasis kas tidak akan memberikan gambaran lengkap tentang kinerja perusahaan sebenarnya.

  •  Akuntansi Berbasi Akrual

Akuntansi Berbasis Akrual adalah berdasarkan transaksi yang diakui, dicatat dan disajikan pada saat terjadinya transaksi tersebut tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.

Metode ini lebih kompleks daripada yang berbasis kas namun memberi gambaran lebih jelas tentang apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan Anda.

Akuntansi berbasis akrual memungkinkan analisa yang lebih akurat tentang sebuah bisnis dibandingkan dengan akuntansi berbasis kas.

Baca juga: Memahami Akuntansi Dasar untuk Pemula, Apa Saja?

Atasi Berbagai Kendala Yang Terjadi Dengan Aplikasi Software Akuntansi Mekari Jurnal

Membuat laporan akuntansi haruslah penuh dengan keakuratan. Jika tidak, perusahaan bisa saja merugi karena kesalahan kecil misalnya saja salah dalam menginput data.

Oleh karena itu, saat ini banyak perusahaan yang mulai beralih digital dengan menggunakan aplikasi laporan keuangan.

Biasanya dalam software akuntansi, Anda bukan hanya dapat membuat laporan keuangan namun bisa membuat invoice tagihan yang terkostumisasi, fitur rekonsiliasi bank, hingga cek stok barang tersimpan dan terjual.

Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, maupun Laporan Arus Kas bisa diproses melalui Aplikasi Akuntansi Jurnal secara realtime dan ini tentu akan meningkatkan efisiensi pekerjaan Anda.

Untuk itu, gunakan software laporan keuangan seperti Jurnal untuk menjaga performa bisnis Anda.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Itulah beberapa kesalahan yang sangat umum terjadi dalam pembuatan laporan keuangan. Semoga Anda lebih berhati-hati agar tidak melakukannya!

Kategori : Keuangan

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo