8 Kesalahan Dasar-dasar Akuntansi dan Keuangan Bisnis

Berkat banyaknya aplikasi akuntansi yang tersedia untuk bisnis, saat ini para pebisnis lebih mudah dari sebelumnya untuk menyimpan catatan akurat tentang keuangan bisnis. Sementara aplikasi akuntansi membuat pembukuan dan akuntansi lebih mudah untuk bisnis kecil, ternyata beberapa kesalahan dasar-dasar akuntansi masih saja terjadi — dari pengelompokan transaksi yang salah hingga salah memasukkan data ke dalam aplikasi.

Beberapa kesalahan akuntansi kecil, tidak signifikan, dan — ketika hal itu pasti diketahui oleh seseorang dalam bisnis Anda — mudah diperbaiki. Tetapi hal ini bisa menjadi lebih serius dan berdampak signifikan pada kesehatan keuangan bisnis Anda jika dilakukan secara terus menerus.

Seiring berjalannya waktu, praktik akuntansi yang buruk mengubah realitas kesehatan keuangan bisnis Anda.

Dalam kasus yang parah, kesalahan akuntansi berulang dan praktik akuntansi yang buruk  menyebabkan bisnis mengalami kebangkrutan.

Dalam artikel ini, Jurnal menyiapkan delapan kesalahan dasar-dasar akuntansi dan keuangan bisnis kecil yang paling umum dan penjelasan bagaimana kesalahan tersebut menjadi masalah, baik kecil maupun besar, untuk bisnis Anda.

1. Berasumsi Bahwa Keuntungan Berarti Arus Kas

Anda baru saja menutup kesepakatan yang akan diselesaikan proyeknya selama 3 bulan. Proyek ini akan menghabiskan sejumlah dana perusahaan. Lalu Anda mencatat keuntungan yang akan didapatkan di awal kesepakatan. 

Hal ini menjadi kesalahan besar. Apa yang terjadi jika kesepakatan, alih-alih selesai dalam tiga bulan, mengalami masalah lalu menyebabkan tambahan tiga bulan? Berapa kenaikan biaya Anda, membuat estimasi biaya sebelumnya menjadi tidak akurat?

Memang, sangat menggoda untuk menuliskan setiap transaksi pendapatan.Tetapi, melakukan hal itu dapat membuat bisnis Anda tampak lebih sehat daripada yang sebenarnya dan memberi Anda gambaran yang menyimpang dari kondisi yang nyata dari keuangan bisnis Anda.

2. Tidak Mengelola Pembukuan dengan Cukup Serius

Pengertian Akuntansi dan Pentingnya dalam Bisnis

Kunci akuntansi yang efektif adalah merekam semuanya. Dari transaksi kecil hingga besar dari pelanggan dan klien, penting untuk memastikan bahwa semuanya dicatat dan dikategorikan dengan benar di akun Anda.

Tidak peduli sekecil apa pun bisnis Anda, memperhatikan akuntansi dengan serius akan memberi gambaran kesehatan bisnis Anda yang akurat dan andal, yang memungkinkan Anda untuk menentukan dengan tepat seberapa baik (atau buruknya) kinerja Anda dalam periode tertentu.

Dari mengelompokkan berbagai jenis aset dan liabilitas dengan benar hingga melakukan pemeriksaan bulanan atas buku dan akun Anda, membangun sistem pembukuan dan akuntansi yang serius untuk bisnis adalah kunci untuk menjaga bisnis tetap aman secara finansial.

3. Tidak Membedakan Rincian Payroll Karyawan 

Jika Anda memiliki berbagai jenis karyawan di perusahaan, seperti karyawan tetap, karyawan kontrak, hingga jenis karyawan lain, perhatikan segala komponen gaji atau payroll mereka. Ingat, perbedaan komponen gaji juga mempengaruhi pencatatan akuntansi bisnis Anda. Ketahui aturannya, jangan sampai merugikan kesehatan keuangan bisnis atau karyawan Anda.

Baca juga: Tips Memilih Software Akuntansi untuk UKM

4. Mengelola Semua Akuntansi Bisnis Hanya Sendiri

Apakah Anda menangani semua pembukuan dan akuntansi sendiri? Ketika Anda menjalankan bisnis yang sangat kecil dengan pendapatan terbatas, Anda bisa saja tergoda menurunkan biaya dengan menangani akuntansi bisnis seorang diri.

Meskipun mengurus akuntansi bisnis Anda sendiri tampak seperti cara yang hebat untuk menghemat uang,hal ini sebenarnya bisa menghabiskan uang bisnis Anda. Seorang akuntan memang membutuhkan biaya lebih besar, tetapi juga akan menghemat uang bisnis.

Dari pengurangan pajak yang tidak Anda ketahui, lalu kesalahan yang sulit dilihat di bisnis Anda sendiri. Tapi ini semua akan lebih mudah dicari salahnya ketika ada seorang ahli yang memperhatikan dan mengelola semua akuntansi Anda. Anda juga dapat menggunakan software akuntansi keuangan seperti Jurnal. Hanya tinggal masukan angka, semua dikelola secara otomatis.

5. Gagal Merekonsiliasi Pembukuan dengan Rekening Bank

Penting untuk mengetahui bahwa Anda sering menjaga akun bisnis Anda. Rekonsiliasi adalah proses pemeriksaaan saldo akun yang tercantum pada pembukuan secara akurat dan benar, lalu dipastikan bahwa pembukuan sesuai dengan saldo riil  pada rekening bank bisnis Anda.

Dari waktu ke waktu, biaya dan pengeluaran kecil yang mungkin tidak Anda pikirkan bisa saja tidak tercatat. Rekonsiliasi akun Anda sekarang juga. Hal ini juga memungkinkan Anda melacak situasi keuangan Anda dengan akurat.

Usaha kecil harus selalu merekonsiliasikan pembukuan mereka setiap bulan untuk memastikan semua transaksi mereka dicatat secara akurat, mencegah ketidaksinkronan antara pembukuan dan saldo riil akun mereka. Maka dari itu, gunakan aplikasi akuntansi yang dapat merekonsiliasi bank bisnis dengan laporan keuangan seperti Jurnal.

CTA Jurnal

6. Lupa Mencatat Transaksi Kecil

Bagaimana bisnis Anda mengelola transaksi kecil dalam bisnis? Tentu sangat mudah untuk menganggap transaksi kas kecil sebagai tidak penting, tetapi hal pentingnya adalah bisnis Anda harus memiliki catatan semua pengeluarannya, tidak peduli seberapa kecilnya.

Hal ini juga sangat penting dalam bisnis ritel, terdapat banyak transaksi  tunai. Penting juga untuk mencatat transaksi kecil seperti membayar kiriman paket, walaupun biayanya tidak signifikan.

Memerhatikan transaksi kecil akan membuat Anda jauh lebih mudah untuk mengelola yang lebih besar. Transaksi kecil sebagai dasar akuntansi bisnis Anda. Dengan menyimpan catatan transaksi kecil, Anda akan dapat dengan mudah mengelola pembukuan saat perusahaan Anda bertambah besar dan jumlah transaksinya meningkat.

Baca juga: Pantau Keuangan Bisnis dari Rumah dengan Software Akuntansi

7. Jarang Memerhatikan Pembukuan Bisnis

Otomatisasi Akuntansi untuk Perkembangan Bisnis

Penting bahwa bisnis menyimpan informasi lengkap dari setiap transaksi yang dilakukan, bahkan lebih penting lagi bahwa informasi ini dicatat dengan jelas di pembukuan.

Kesalahan kecil yang tampak seperti membeli produk atau layanan — terutama yang dengan biaya bulanan yang berulang — dan tidak melaporkan hal ini kepada pembukuan Anda dapat berakhir dengan menyebabkan masalah serius dan banyak pekerjaan tambahan di kemudian hari.

Simpan juga segala catatan kertas dari semua transaksi, apakah catatan itu didigitalkan atau tidak, membuat Anda lebih mudah untuk memantau semua pendapatan dan pengeluaran bisnis.

8. Tidak Menetapkan Anggaran yang Jelas untuk Setiap Proyek

Apakah bisnis Anda memulai proyek tanpa menetapkan masing-masing anggarannya dengan jelas? Menetapkan suatu proyek tanpa tahu berapa banyak biaya yang dihabiskan bisa berakhir dengan kegagalan.

Kegagalan dalam membuat anggaran secara efektif juga menyulitkan Anda mengendalikan proyek yang jelas telah merugikan bisnis Anda lebih dari yang seharusnya. Sama saja, Anda membelanjakan dana terbatas untuk proyek yang tidak menghasilkan.  

Ketika bisnis Anda semakin mapan, Anda harus mengetahui berapa banyak dikeluarkan bisnis Anda untuk terus beroperasi. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah untuk menetapkan anggaran proyek yang lebih besar, tetapi tidak berlebihan atau boros.


PUBLISHED28 May 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: