Penyebab & Strategi Perusahaan Menghadapi Inflasi

Inflasi merupakan masalah yang serius mengenai kestabilan ekonomi suatu negara. Dampak dari inflasi ini juga berpengaruh ke semua bidang, tidak hanya ekonomi saja bahkan negara lain pun dapat terkena dampak inflasi dari negara lainnya. Beberapa masalah yang ditimbulkan dari inflasi seperti turunnya nilai mata uang, kenaikan harga, peningkatan pengangguran, penurunan kesejahteraan, hilangnya investasi, dan masih banyak lagi yang lainnya. Layaknya lingkaran setan, maka inflasi harus segera diatasi sebelum menimbulkan berbagai macam masalah yang lebih besar.

Di Indonesia, untuk mengatasi inflasi sudah ada lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah yakni Bank Indonesia. Bank Indonesia memiliki tugas mengatasi inflasi dengan kebijakan-kebijakan yang dapat mereka buat. Mengingat dampak inflasi yang begitu besar, maka akan lebih baik juga jika perusahaan turut serta dalam menghadapi masalah inflasi ini. Anda juga memiliki peran dalam mencegah inflasi dengan melakukan kegiatan yang tidak memicu inflasi. Selain itu, perusahaan juga dapat dan sebaiknya membuat strategi untuk menghadapi inflasi.

Pengertian Inflasi

Sebelum membahas lebih jauh, mari menengok definisi inflasi itu sendiri. Inflasi merupakan suatu kondisi di mana harga-harga secara umum mengalami kenaikaan. Sebetulnya, Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus menerus dan saling memengaruhi.

Sejumlah ahli dan pakar memiliki pendapat berbeda mengenai pengertian inflasi, antara lain:

  • Parkin dan Bade
    Inflasi adalah pergerakan ke arah atas dari tingkatan harga. Secara mendasar ini berhubungan dengan harga, hal ini bisa juga disebut dengan berapa banyaknya uang (rupiah) untuk memperoleh barang tersebut.
  • Nopirin (1987:25)
    Inflasi adalah proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama peride tertentu.

Jenis Inflasi

Secara umum, inflasi digolongkan menjadi empat macam, yakni inflasi ringan, sedang, berat dan hiperinlasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga dibawah 10% dalam setahun. Sementara, inflasi sedang antara 10%-30%, inflasi berat antara 30%-100%, dan hiperinflasi terjadi ketika kenaikan harga berada diatas 100%. Hiperinflasi ini biasanya disebut juga sebagai inflasi tidak terkendali.

Bagaimana cara mengukurnya? Terdapat berbagai macam cara untuk mengukur tingkat inflasi tetapi yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator. Namun, Anda tidak perlu khawatir untuk menghitungnya karena Bank Indonesia yang akan menghitung. Biasanya tingkat inflasi setiap harinya akan dipublikasikan oleh BI melalui media, seperti social media, media cetak, televisi. Sehingga Anda dapat memantaunya dengan mudah.

Penyebab Inflasi

Inflasi secara umum disebabkan oleh dua faktor yakni faktor alami dan faktor buatan. Inflasi alami maksudnya adalah inflasi ini terjadi tanpa adanya suatu kebijakan atau praktik tertentu. Inflasi alami terjadi berdasarkan hukum ekonomi supply demand, di mana saat permintaan banyak tetapi penawaran jumlahnya stabil. Sementara inflasi buatan adalah inflasi yang sengaja dibuat oleh manusia secara sistemik. Inflasi buatan biasanya dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab atau curang. Misalnya dengan cara menimbun barang.

 

Cara Menghadapi Inflasi

Seperti yang sudah disinggung di atas, besarnya dampak inflasi ini perlu membuat kita untuk rencana menghadapi inflasi. Terlebih untuk sebuah perusahaan, di mana struktur dan kegiatannya kompleks berkaitan dengan banyak pihak mulai dari pemasok, konsumen, masyarakat, karyawan atau buruh, dan masih banyak lagi pihak-pihak lainnya. Maka perlu membuat strategi untuk menghadapi inflasi. Berikut ini beberapa cara yang dapat perusahaan lakukan untuk menghadapi inflasi:

  1. Efisiensi biaya internal, adapun biaya internal ini seperti biaya listrik, biaya administrasi, dan jenis biaya lainnya.
  2. Menekan biaya produksi, biaya operasional dan biaya pemasaran. Ketiga biaya tersebut yang tidak efektif dan tidak diperlukan sebaiknya dikurangi.
  3. Melakukan inovasi dan variasi produk. Dengan melakukan inovasi dan variasi maka diharapkan penjualan akan terus berjalan.
  4. Meminimalkan biaya penyimpanan atau biaya gudang.
  5. Menaikkan harga. Strategi menaikan harga merupakan strategi atau langkah akhir yang dapat dilakukan jika keadaan sudah sangat  mendesak.

Untuk menghindari inflasi, Anda juga dapat memastikan bahwa keuangan perusahaan dikelola dengan baik. Untuk memudahkan Anda menghitung dan mengelola semua keuangan yang terjadi, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Jurnal. Jurnal adalah dapat membantu Anda menjalankan sistem akuntansi perusahaan Anda dengan cepat. Anda hanya perlu menginput semua transaksi, Jurnal secara otomatis akan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Dan masih banyak fitur-fitur lain yang akan memudahkan pekerjaan dan kesuksesan bisnis Anda. Temukan info dan fitur lain dari Jurnal dengan klik di sini.


PUBLISHED20 May 2019
Witdya Pangestika
Witdya Pangestika

SHARE THIS ARTICLE: