Mekari Jurnal
Daftar Isi
7 min read

Memahami Just In Time Inventory (JIT) dan Perannya bagi Perusahaan

Tayang 11 Sep 2023
Diperbarui 15 November 2023

Salah satu istilah dalam dunia manajemen produksi yang mungkin kurang begitu lazim didengar adalah just in time inventory, apa itu dan perannya bagi pengelolaan perusahaan?

Just in time inventory adalah salah satu jenis dalam operasional produksi yang cukup kompleks dalam mengelola inventaris.

Perusahaan khususnya manufaktur perlu memahami pentingnya metode ini agar dapat memangkas biaya produksi dan pemanfaatan waktu yang lebih efisien.

Berikut blog by Mekari Jurnal akan mengulas selengkapnya untuk Anda mengenai pengertian, cara kerja, kelebihan, dan tantangan dalam pengimplementasiannya.

Apa yang Dimaksud dengan Just In Time Inventory?

Just in time inventory adalah sebuah metode pengelolaan produksi yang mengacu dalam memenuhi kebutuhan klien dengan tepat waktu dan mengurangi biaya penyimpanan inventaris di gudang.

Mengutip dari Business.org, tujuan dari JIT adalah menjaga persediaan yang cukup untuk memenuhi pesanan, menjaganya tetap segar, dan meningkatkan profitabilitas bisnis Anda.

Selain itu, metode ini juga dapat menjadi solusi terhadap pengeluaran yang berlebihan ketika pembelian bahan baku untuk proses produksi, karena anggaran pembelian sudah direncanakan berdasarkan siklus produksi pada periode sebelumnya.

Cara Kerja Sistem Just In Time Inventory

Cara kerja just in time inventory dapat sangat membantu pebisnis kecil dalam merintis usahanya dengan mengurangi jumlah modal untuk menjalankan operasional bisnis.

Metode ini juga memberikan pengaruh positif pada skala perusahaan enterprise dengan menyimpan lebih sedikit uang dalam inventaris yang tidak terpakai sehingga membutuhkan lebih sedikit ruang penyimpanan.

Lalu, bagaimana cara kerja just in time inventory?

Pada dasarnya, cara kerja JIT terbagi menjadi 4 tahapan, tahapan-tahapan tersebut yaitu:

1. Menerima Pesanan dari Pelanggan

Setelah klien membuat pesanan untuk produk, manajer kemudian meninjau permintaan pesanan.

Dari permintaan tersebut, Anda dapat menganalisis apakah Anda memiliki bahan mentah yang diperlukan untuk menyelesaikan pesanan.

2. Pembelian Bahan Baku

Setelah Anda mencatat apa saja pesanan yang perlu diproduksi, Anda dapat menghubungi supplier untuk melakukan pembelanjaan bahan baku.

Saat melakukan pembelian, hal yang perlu Anda perhatikan adalah belilah bahan yang secukupnya untuk menjalankan produksi.

Setelah supplier mengirimkan bahan baku, Anda dapat memulai proses produksi.

Baca Juga: Mengenal Persediaan, Faktor, Hingga Model Dari Bahan Baku

3. Memulai Proses Produksi

Anda dapat memulai proses produksi seperti biasa untuk memenuhi tujuan perusahaan dan kebutuhan produk klien.

Untuk mengatur proses produksi, biasanya perusahaan sering menggunakan sistem penjadwalan Kanban untuk memastikan mereka tidak kehabisan bahan baku selama upaya produksinya.

Hal ini perlu dilakukan karena memantau sumber daya sering kali membantu memastikan mereka dapat mengirimkan produk ke klien segera setelah selesai.

4. Mempertahankan Siklus Produksi

Begitu perusahaan mulai bekerja sama dengan baik dengan klien, biasanya dapat membuat kontrak untuk terus memperbarui pesanan berdasarkan kriteria tertentu.

Adanya pemesanan berulang kali memungkinkan perusahaan memperkirakan siklus berikutnya dan memesan bahan yang cukup untuk mempertahankannya.

Selain itu, saat perusahaan mempertahankan pelanggannya yang sudah ada, hal ini dapat membantu mereka meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya.

Memahami Just In Time Inventory (JIT) dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Kelebihan dan Kekurangan Just In Time Inventory

Dapat mengimplementasinya, metode just in time inventory tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu perusahaan pahami, di antaranya:

Kelebihan JIT:

  • Meningkatkan produktivitas dengan mengurangi output sumber daya dan waktu serta di waktu yang sama mengurangi waktu tunggu dan mempercepat pengiriman produk.
  • Meningkatkan rasio return on investment (ROI) dengan mengurangi biaya (expense cost) penyimpanan inventaris.
  • Menjaga konsistensi siklus proses produksi dengan tetap menajaga produk tetap berkualitas tinggi.
  • Meningkatkan pengelolaan gudang mulai dari waktu set-up hingga arus distribusi barang.
  • Meniminalisir terjadinya kesalahan atau error mulai dari proses produksi, penyimpanan stok di gudang, hingga pendistribusian barang ke klien.

Kelemahan JIT:

  • Dapat menunda proses produksi dan meningkatkan waktu tunggu klien jika terjadi gangguan pada supply chain.
  • Dapat menurunkan margin keuntungan (profit margin) ketika terjadi kenaikan harga bahan baku yang tidak terduga.
  • Perkiraan yang tidak akurat dapat berdampak pada periode yang akan datang dapat mengganggu sistem inventaris.

Baca Juga: Perbedaan Expense Accounting dan Cost Accounting

Tantangan Manajemen Inventaris JIT

Walaupun biasanya metode JIT dapat Anda temukan ada usaha kecil sekalipun, penerapan metode ini tidak terlihat mudah seperti kelihatannya.

Menerapkan just in time inventory dalam manajemen inventaris dapat menjadi sebuah tantangan yang cukup besar, terutama jika Anda atau perusahaan belum memahaminya dengan baik.

Metode JIT pada dasarnya mengandalkan ketepatan waktu, sehingga membutuhkan forecasting yang tepat dan akurat.

Hal ini akan sulit mengingat kondisi kebutuhan pasar yang dapat berubah-ubah dan mengubah kalkulasi yang sudah diperhitungkan.

Kemudian diperlukan juga sebuah sinkronisasi integrasi yang kuat dan aktif satu sama lain antara supplier, distributor, atau dropshipper agar dapat melayani pelanggan dengan tepat waktu atau “just in time” karena dapat mempengaruhi reputasi brand jika terjadi keterlambatan.

Contoh Penerapan Just In Time Inventory

Contoh Penerapan Just In Time Inventory

Implementasi metode just in time inventory sudah ada sejak tahun 1970-an, sehingga banyak contoh yang dapat menggambarkan seberapa efisiennya produksi dengan menerapkan metode ini.

Umumnya, metode just in time inventory biasanya sering diterapkan pada usaha kecil dan perusahaan besar karena memberikan dampak positif dalam efisiensi modal kerja dan peningkatan arus kasx.

Mengutip dari Investopedia, Anda dapat melihat bagaimana penerapan JIT melalui strategi yang dikembangkan oleh para perusahaan terkemuka di dunia, yang salah satunya:

Burger King

Toko waralaba yang menjual burger yaitu Burger King merupakan salah satu contoh sederhana bagaimana JIT dapat Anda implementasi dalam pengelolaan inventaris.

Burger King selalu menyediakan dan menyimpan bahan-bahan hamburger dalam jumlah besar di gudangnya. Namun, pengelolaan bahan tersebut hanya dilakukan saat menu tersebut dipesan.

Proses ini tentunya dapat menghemat limbah barang yang tidak digunakan pada supply chain dan tetap menyajikan produk yang segar atau fresh.

Apple Inc.

Tim Cook, CEO dari perusahaan Apple Inc. pada saat itu mengubah proses manufaktur perusahaan tersebut dengan menarik keluar operasional perusahaan dari proses manufaktur, serta menutup gudang dan pabriknya di seluruh dunia.

Kemudian, Cook menjadi hubungan kerja sama dengan kontraktor manufaktur yang berlokasi di China di mana memiliki pasokan tenaga kerja dan harga bahan baku yang lebih murah dibandingkan sebelumnya.

Optimalisasi supply chain ini berdampak pada pengurangan jumlah waktu persediaan di neraca perusahaan, yang berubah dari bulan ke hari, dan menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

Baca Juga: Tips Mengurangi Lead Time agar Proses Bisnis Lebih Efisien

Kesimpulan

Just in time inventory adalah metode pengelolaan inventaris dalam manajemen produksi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu dan mengurangi biaya penyimpanan inventaris di gudang.

Metode ini berfokus pada pengurangan persediaan hingga sebatas yang diperlukan untuk memenuhi permintaan, memaksimalkan efisiensi operasional, dan meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Kelebihan JIT meliputi peningkatan produktivitas, pengurangan biaya penyimpanan, menjaga konsistensi kualitas produk, dan meminimalkan kesalahan.

Di sisi lain, metode ini juga memiliki kelemahan seperti risiko gangguan rantai pasokan, penurunan margin keuntungan akibat kenaikan harga bahan baku, dan tantangan dalam peramalan permintaan yang akurat.

Penerapan JIT memerlukan integrasi yang kuat dengan pemasok, distributor, dan pelanggan serta perencanaan yang cermat.

Meskipun penerapannya mungkin menantang, JIT dapat membantu perusahaan menghemat biaya, meningkatkan efisiensi, dan memberikan produk yang lebih segar kepada pelanggan.

Salah satu solusi untuk membantu Anda agar dapat menerapkan metode just in time inventory adalah menggunakan software yang dapat menunjang pengelolaan supply chain serta pencatatan pengeluaran bisnis Anda.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi berbasis cloud yang dapat Anda akses di mana saja dan kapan saja.

Melalui Mekari Jurnal, Anda dapat melakukan pencatatan pengeluaran biaya produksi secara otomatis dan akurat.

Kemudian, Anda juga dapat mengelola ketersediaan barang di gudang secara lebih mudah melalui software inventory, atau baca fitur nya disini: fitur product inventory.

Tertarik untuk menggunakannya? Konsultasikan segera pada tim ahli kami atau daftarkan perusahaan Anda secara langsung dengan klik tomboh di bawah ini.

Dapatkan free trial selama 14 hari bagi pendaftar pertama dan rasakan berbagai manfaat pengelolaan bisnis melalui fitur-fitur unggulan Mekari Jurnal!

Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Kategori : IndustriManufaktur
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal