16 Istilah Keuangan Bisnis Umum yang Wajib Anda Ketahui

Menurut Small Business Administration, dari tahun 2005 hingga 2017, 78,6 persen bisnis kecil hanya mampu bertahan selama satu tahun. Kemungkinan besar, para pebisnis tidak paham bagaimana cara mempelajari keuntungan, pengeluaran, akuntansi dan hal-hal keuangan bisnis lainnya yang seharusnya mempengaruhi kesuksesan bisnis. Memahami istilah keuangan bisnis membantu Anda mencegah berbagai masalah tersebut dan bisnis menjadi berkembang di tahun-tahun yang akan datang.  

1. Pembukuan (Bookkeeping)

Pembukuan adalah dokumentasi transaksi secara kronologis. Sebagai pemilik bisnis, Anda dapat mencatat dan memantau transaksi di jurnal pembukuan atau excel, atau menggunakan software akuntansi yang secara otomatis melacak dan memantau setiap transaksi.

2. Akuntansi (Accounting)

Jenis-Jenis Opini pada Audit Laporan Keuangan

Pemilik bisnis dapat menggunakan salah satu dari dua proses pada bagian akuntansi: akuntansi tunai atau akuntansi akrual. 

  • Akuntansi Tunai (Cash Accounting)

Catatan pendapatan tidak ditambahkan sampai Anda benar-benar menerima cek atau uang tunai, dan pengeluaran tidak dipotong sampai dibayar. Uang tunai mengabaikan piutang atau utang apa pun, yaitu tagihan atau pembayaran yang belum dilunasi. 

  • Akuntansi Akrual (Accrual Accounting)

Menghitung pendapatan dan pengeluaran saat terjadi, bukan saat dibayar. Akuntansi akrual paling umum diterapkan pada bisnis yang menyediakan dan membeli layanan atau produk yang membutuhkan kredit. 

3. Jurnal Umum (General Ledger)

Jurnal umum juga disebut buku besar, pada jurnal umum Anda melacak dan mencatat saldo akun per periode secara kronologis. Anda harus memantau saldo akun, kredit, dan debit, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran besar dari keseluruhan bisnis Anda.   

4. Aktiva (Assets)

Aktiva adalah apa pun yang dimiliki perusahaan Anda yang bernilai sesuatu biasa juga disebut sebagai aset. Ada berbagai cara untuk mengkategorikan aset bisnis, tetapi dua kategori yang paling dasar adalah “lancar” dan “tetap.”

  • Aktiva Lancar (Current Assets)

Dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam satu tahun. Contohnya seperti akun bisnis, stok, dan barang dagangan.

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets)

Penggunaan aset dengan jangka panjang dan berulang tanpa bermaksud menjual, seperti ruang kantor Anda atau alat berat. 

Baca juga: 8 Kesalahan Dasar-dasar Akuntansi dan Keuangan Bisnis

5. Pendapatan (Income)

Penghasilan, pendapatan, dan penjualan adalah semua istilah untuk uang yang dibayarkan orang lain kepada Anda untuk sebuah layanan atau produk, atau investasi yang dilakukan orang lain dalam bisnis Anda. Jika Anda memberikan kredit kepada pelanggan, berarti mereka berutang kepada bisnis Anda untuk dibayarkan di kemudian hari. Tagihan yang belum dibayar oleh pelanggan masuk ke dalam kategori yang disebut piutang dagang.

6. Biaya Penjualan (Cost of Sales)

Mengenal Perbedaan Laporan Keuangan Fiskal dan Komersial

Biaya penjualan adalah biaya variabel yang biasanya naik saat Anda meningkatkan penjualan. Sebagai contoh, tenaga kerja dan bahan yang terlibat dalam menyusun suatu produk untuk dijual akan dihitung terhadap biaya penjualan.

7. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

Margin laba kotor adalah jumlah yang Anda buat sebelum Anda mengurangi biaya barang dan jasa dari penghasilan Anda. Misalnya, jika Anda membeli mainan dari produsen seharga 100 ribu rupiah, dan kemudian menjual mainan seharga 130 ribu rupiah, marjin laba kotor Anda akan menjadi 30 ribu rupiah.

8. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Berapa banyak uang yang dihasilkan bisnis Anda? Margin laba bersih mengungkapkan jawabannya setelah Anda mengurangi semua pengeluaran dan biaya. Ini bisa berupa tenaga kerja atau iklan yang Anda beli di media sosial. Misalnya, jika biaya 30 ribu rupiah untuk membuat mainan 100 ribu rupiah lalu ditambah biaya bagian 20 ribu rupiah untuk pemasaran, margin laba bersih akan menjadi 50 ribu rupiah (100 ribu rupiah – 30 ribu rupiah – 20 ribu rupiah = 50 ribu rupiah). 

Baca juga: Pantau Keuangan Bisnis dari Rumah dengan Software Akuntansi

9. Beban (Expenses)

Pengeluaran atau pembelian tetap yang Anda lakukan untuk bisnis Anda, seperti perangkat point-of-sale, atau asuransi. Jika Anda melakukan pembelian ini secara kredit, biaya ini dikenal sebagai hutang dagang.

10. Kewajiban (Liabilities)

Analisis Laporan Keuangan Bisnis : Prosedur, Dasar dan Metode

Setiap hutang yang harus Anda bayar dianggap sebagai kewajiban. Kewajiban mungkin termasuk upah karyawan atau uang yang Anda berutang kepada pemasok.  

11. Penyusutan (Depreciation)

Aset yang mahal, seperti gedung atau laptop, adalah investasi jangka panjang dalam bisnis Anda. Namun, beberapa aset (seperti furnitur dan kendaraan) akan kehilangan nilainya seiring waktu karena usia,usang, atau karena tidak lagi berguna. Penyusutan atau depresiasi menurunkan nilai-nilai aset tersebut. 

12. Ekuitas (Equity)

Ekuitas adalah bagian yang Anda atau mitra bisnis Anda miliki atau telah diinvestasikan dalam bisnis, dikurangi kewajiban yang dibayarkan. Ekuitas juga bisa disebut “modal,” dan mungkin termasuk “investasi modal” dalam aset tetap untuk penggunaan jangka panjang, seperti bangunan yang Anda beli untuk kantor Anda. 

Baca juga: Contoh Laporan Keuangan untuk Bisnis Lebih Berkembang

13. Neraca Saldo (Trial Balance)

Pada akhir periode akuntansi — seperti pada akhir bulan atau kuartal — suatu bisnis menghitung debit dan kredit yang mereka miliki saat ini dalam buku besar. Jika Anda perhatikan bahwa neraca tidak seimbang, cari kesalahan dan penyesuaian. 

14. Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Neraca Keuangan Bisnis

Neraca keuangan adalah laporan dari semua aset, kewajiban, dan ekuitas Anda pada titik waktu tertentu, setelah menyelesaikan neraca saldo. Neraca Anda mungkin penting jika Anda berharap untuk menjual bisnis Anda di masa depan. Neraca keuangan harus menunjukkan apa aset yang bisnis miliki setelah Anda menambahkan kewajiban dan ekuitas bersama.

15. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan laba rugi juga dikenal sebagai pernyataan untung rugi, yang menunjukkan berapa banyak uang yang Anda hasilkan dan berapa banyak yang telah Anda habiskan selama rentang waktu tertentu, seperti seperempat atau satu tahun. Laporan laba rugi adalah penilaian atas laba dan rugi Anda untuk menentukan laba bersih Anda selama seperempat atau satu tahun.

16. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)

Laporan arus kas adalah laporan secara real-time yang memantau berapa banyak uang tunai masuk dan dari mana asal uang tersebut (bukan kredit), dikurangi uang tunai yang dikeluarkan. 

Arus kas masuk adalah jumlah dari semua uang yang masuk, dari produk atau layanan yang dijual dan langsung dibayar. Total arus kas keluar adalah jumlah uang yang Anda habiskan untuk bisnis Anda, misalnya, membeli persediaan. Mempertahankan kondisi arus kas yang sehat dapat membantu Anda menghindari kebangkrutan.

Catat dan pantau keuangan bisnis dengan Jurnal, mudah dan praktis.

Walaupun pada awalnya, istilah-istilah keuangan bisnis mungkin terlihat rumit dan menakutkan, semakin Anda mengerti tentang keuangan, semakin baik Anda merencanakan masa depan bisnis Anda dan membuat keputusan bisnis yang sehat berdasarkan perhitungan realistis. Pemahaman yang kuat tentang prospek keuangan bisnis juga dapat membantu Anda meyakinkan investor, menjadi lebih siap saat membayar pajak, dan memutuskan Anda sebaiknya menginvestasikan uang dalam bisnis. 


PUBLISHED05 Jun 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: