Dewasa ini, Virus Corona atau COVID-19 menjadi momok bagi setiap pelaku usaha, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Maklum saja, Indonesia didominasi oleh sekitar 58 juta pelaku bisnis UKM, atau mencapai 98 persen dari total unit usaha yang tersebar di seluruh negeri.  Lantas bagaimana kondisi UKM saat wabah COVID-19

Pandemi COVID-19 membuat masyarakat mengurangi aktivitas ekonomi, seperti berbelanja kebutuhan tersier atau berlibur. Para ekonom bahkan menilai pandemi yang terjadi sudah berdampak pada sektor manufaktur, transportasi dan pariwisata nasional.

Di sisi lain, pemerintah belum memastikan kebijakan strategis untuk menangani dampak Virus Corona jika terus terjadi dalam jangka panjang. Pada akhirnya, wabah ini bukan saja mengganggu perkembangan performa bisnis UKM, lebih dari itu bahkan bisa berdampak pada penurunan omzet perusahaan dalam jangka panjang. Demi mempertahankan kinerja agar tak merosot tajam, pelaku usaha perlu menghindari beberapa hal berikut seperti dikutip Jurnal by Mekari, Senin (23/3).

UKM Jangan Bergantung Hanya Pada Satu Income

Ketika menjalankan bisnis, Anda seringkali berfokus pada satu lini usaha. Hal itu bukan sesuatu yang keliru, tetapi bisa jadi menimbulkan risiko. Pasalnya, tidak ada yang menjamin pendapatan (income) utama bisnis Anda akan terus menerus mengalir tanpa gangguan. Ketika sesuatu terjadi di luar kendali, seperti halnya wabah Virus Corona, Anda tidak memiliki pendapatan usaha lain sebagai bantalan krisis. Maka itu, sebaiknya hindari bergantung hanya pada satu income.

Kekhawatiran menghadapi krisis usaha akan berkurang jika Anda memiliki lebih dari satu sumber penghasilan. Paling tidak, penghasilan cadangan bisa berfungsi untuk menutupi beban usaha utama yang sedang bermasalah. 

Banyak usaha sekunder yang bisa Anda ciptakan di samping pendapatan utama. Hal ini untuk mempertahankan UKM saat wabah COVID-19. Misalnya UKM di sektor makanan dan minuman (food and beverage) bisa mencari penghasilan cadangan dari produksi bahan baku makanan yang sedang dibutuhkan masyarakat. UKM di sektor ritel tak hanya menjual barang secara konvensional, tetapi juga memperoleh sumber penghasilan lain dari penjualan online. Dengan demikian, risiko finansial yang harus Anda tanggung tidak hanya dibebankan pada sumber pendapatan utama, tetapi bisa dibagi dengan sumber pendapatan cadangan. 

Untuk mengatur strategi pendapatan, Anda bisa menggunakan fitur daftar penjualan pada software akuntansi online Jurnal. Fitur ini akan menampilkan daftar kronologis dari semua faktur, pemesanan, penawaran, retur, dan penerimaan penjualan untuk rentang tanggal tertentu dan bisa disesuaikan dengan tipe transaksi tertentu.

Dalam laporan daftar penjualan, Anda tak hanya memperoleh laporan daftar penjualan, tetapi juga dapat memodifikasi template laporan penjualan. Hal itu termasuk laporan penjualan alternatif. 

Ekspansi Bisnis Secara Agresif

Pelemahan ekonomi secara massal bisa berdampak pada penurunan omzet UKM. Sementara itu, beban biaya harus tetap dibayar, seperti gaji pegawai, biaya sewa gedung, dan biaya transportasi. 

Di tengah kondisi tersebut, cara bagus untuk mempertahankan UKM saat wabah COVID-19 adalah mengembangkan bisnis secara agresif bukanlah sesuatu yang bijak untuk dilakukan. Pasalnya, membuka cabang atau memperluas usaha tak akan memberi hasil optimal ketika permintaan konsumen justru melesu. Maka itu, sebaiknya hindari ekspansi secara jor-joran.

UKM justru perlu mengetatkan ikat pinggang agar terlepas dari kebangkrutan. Kekuatan finansial yang ada untuk sementara tak perlu digunakan untuk ekspansi, melainkan untuk operasional bisnis yang sudah ada demi keberlanjutan usaha.

Untuk memeriksa kondisi keuangan tiap cabang existing, Anda bisa menggunakan Jurnal konsolidasi. Fitur Jurnal ini akan membantu Anda dalam membuat laporan keuangan konsolidasi atau laporan gabungan dari beberapa perusahaan yang Anda miliki. Laporan ini akan menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi dari induk perusahaan dengan satu atau lebih anak perusahaan. 

Fitur ini akan menampilkan kompilasi perusahaan dan daftar akun, serta menarik laporan hasil kerja anak usaha secara konsolidasi.

Mengenal Seluk Beluk Biaya Peluang

Mengabaikan Kondisi Arus Kas

UKM seringkali terlalu percaya diri dengan kemampuan kas yang dimiliki dan mengira bahwa modal awal sudah cukup untuk operasional di masa mendatang. Sikap percaya diri itu membuat pelaku usaha ceroboh dalam mengelola arus kas, misalnya dengan menghabiskan anggaran bisnis untuk hal tak krusial.

Persoalannya, ketika ada peristiwa yang mengganggu proses bisnis, seperti wabah Virus Corona sekarang, perputaran arus kas bisa terganggu dalam waktu sekejap. Pada akhirnya, akan berdampak secara langsung pada performa dan prospek bisnis ke depan. Maka itu, untuk mempertahankan UKM saat wabah COVID-19. Anda sebaiknya tak mengabaikan pengelolaan arus kas, melainkan perlu merencanakan keuangan secara tepat dengan alokasi dana yang jelas.

Laporan arus kas berfungsi mengukur kas yang telah diterima (misalnya dari investasi tunai dan pendapatan tunai) dan digunakan perusahaan dalam periode tertentu. Arus kas terdiri dari, 1. Kegiatan operasional berupa pemasukan dan pengeluaran. 2. Kegiatan investasi seperti penjualan atau pembelian aset tetap.3. Kegiatan pendanaan yang dipengaruhi oleh utang dan modal perusahaan.

Untuk mengelola dan memantau kondisi arus kas perusahaan, Anda bisa memanfaatkan fitur laporan arus kas yang terdapat pada Jurnal. di software akuntansi online ini, laporan tersedia dalam dua metode, yakni metode langsung (direct method) dan metode tidak langsung (indirect method).

Metode langsung memiliki sumber transaksi pada kelompok aktivitas operasi, pendanaan dan investasi yang berasal dari transaksi yang berpengaruh langsung terhadap akun kas/bank. Misalnya penerimaan pembayaran dari pelanggan, pembayaran ke supplier, pembayaran utang lancar, pembelian tunai atas perlengkapan, pembelian atau penjualan aset, pinjaman dan modal.

Sedangkan pada metode tidak langsung, penentuan arus kas dari kelompok aktivitas operasional dilakukan dengan menyesuaikan nilai laba/rugi yang telah tersaji dalam laporan laba rugi. Kemudian dikurangi nilai piutang aset lancar lain dan persediaan, lalu ditambahkan dengan nilai penyusutan aset tetap, dan utang usaha.

Anda perlu bertanya pada diri sendiri, ketika suatu hari pendapatan bisnis tiba-tiba merosot drastis, bagaimana cara Anda mengetahui penyebabnya? Jika tidak tahu cara menemukan penyebab penurunan bisnis, bisa jadi karena Anda tidak punya kendali penuh atas apa yang terjadi dalam proses bisnis yang dijalankan. Dengan pemakaian software akuntan Jurnal, Anda akan memiliki kendali penuh atas seluruh proses bisnis Anda.

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Dapatkan diskon 15 persen dan coba gratis selama 30 hari jika Anda berlangganan selama 6 bulan. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon 35 persen dan coba gratis selama 60 hari jika Anda berlangganan selama 6 bulan. Penawaran ini untuk semua paket dan hanya berlaku hingga akhir Maret 2020. Salam sehat dan produktif selalu!

CTA Jurnal

Author