Jurnal Enterpreneur

Langkah Memulai Bisnis UKM Bidang Agribisnis di Tengah Wabah Covid-19

Wabah Coronavirus Disease atau Covid-19 terus mengancam kestabilan ekonomi dan bisnis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sejumlah negara seperti India dan Perancis memberlakukan lockdown atau pembatasan akses wilayah.

Pemerintah Indonesia juga telah menerapkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk beberapa wilayah di Indonesia. Tujuannya tidak lain adalah untuk memutus tingkat penyebaran virus Covid-19.

Kondisi ini tentu saja membuat sejumlah bisnis dari skala besar hingga mikro berisiko gulung tikar karena sepi pembeli. Masalah lainnya adalah adanya keterlambatan pasokan bahan baku sebagai akibat dari penutupan akses wilayah.

Kegiatan ekspor impor di banyak negara di dunia menjadi terganggu. Salah satunya ekspor dan impor bidang agribisnis.

Sebagai pelaku bisnis UKM, Anda dapat melihat kondisi ini sebagai peluang untuk langkah memulai bisnis baru. Menjual bahan pokok dari sektor agribisnis yang mampu memberikan keuntungan di tengah aktivitas yang serba terbatas. Dengan strategi penguatan produk lokal, bisnis UKM bidang agribisnis berpotensi besar untuk dapat memenuhi pasar barang ekspor impor.

Mengenal Bisnis UKM di Bidang Agribisnis

Agribisnis adalah usaha yang bergerak di bidang pertanian dan dan bidang lain yang mendukung seperti peternakan, perikanan dan kehutanan.

Agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan dengan kata lain adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyedia pangan. Di Indonesia usaha di bidang ini sangat menjanjikan keuntungan yang besar.

Untuk modalnya, sebaiknya dimulai dari skala kecil terlebih dahulu sambil belajar seluk-beluk usaha.

Baca Juga: Perkembangan Usaha Agribisnis di Indonesia

Budidaya jamur adalah contoh usaha agribisnis dengan modal kecil yang bisa dikembangkan untuk usaha rumahan. Jamur memang bukan termasuk makanan pokok, namun peluangnya masih sangat besar.

Permintaan jamur lokal di sebuah pasar tradisional bisa mencapai 100 kg per hari. Dikutip dari Majalah Trubus, seorang pengusaha jamur di Jawa Barat mengatakan bahwa volume permintaan jamur meningkat drastis di tengah pandemi Covid-19.

Beberapa contoh bisnis UKM agribisnis yang dapat dilakukan dengan mudah di Indonesia adalah budidaya sayur organik.

Bisnis UKM bibit tanaman juga sangat bagus prospeknya mengingat saat ini banyak yang menekuni bidang urban farming. Sementara di peternakan ada bisnis ayam potong, ayam petelur, dan ternak sapi.

Tips Memulai Bisnis UKM Agribisnis di Tengah Pandemi

Memulai usaha dengan menjual kebutuhan pangan memang memberikan peluang untung yang besar. Hal ini karena kebutuhan pangan, misalnya sayur dan daging, memang selalu dibutuhkan oleh setiap orang.

Dilansir dari The Spruce, jika Anda akan memulai bisnis UKM di bidang agribisnis, berikut ini adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan.

1.Mempelajari Konsep Pertanian

Langkah pertama ketika Anda memutuskan masuk di bidang agribisnis adalah belajar tentang pertanian. Tidak semua jenis tanaman harus dipelajari.

Perhatikan lahan atau media tanam yang akan digunakan, kemudian sesuaikan dengan jenis tanaman yang cocok. Ini adalah langkah awal yang bagus untuk memulai bisnis. Belajar bertani juga harus siap dengan trial and error.

2. Menentukan Rencana Bisnis

Memulai bisnis di tengah pandemi memang tidak semudah yang dibayangkan. Diperlukan rencana bisnis yang matang untuk bisa mengetahui modal yang dibutuhkan. Apakah Anda ingin memiliki kebun sayur skala mikro? Atau apakah bisnis Anda berencana menanam dengan lahan yang luas?

Baca Juga: 10 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Business Plan

3. Merencanakan Penjualan

Setelah mampu menghasilkan produk, langkah selanjutnya adalah mempertimbangkan penawaran dan permintaan. Lalu, di mana Anda harus menjual produk dan berapa harga pasarnya juga perlu diputuskan.

Perlu diingat bahwa imbauan social distancing akan membuat penjualan bisnis UKM secara offline akan terganggu. Pertimbangkan untuk melakukan penjualan sayur, buah, atau hasil ternak secara online. Meskipun sedang pandemi Corona, kebutuhan pangan masyarakat tetap harus terpenuhi.

4. Mengatur Keuangan Bisnis

Pengelolaan keuangan yang baik akan berpengaruh pada masa depan bisnis UKM dalam jangka panjang. Dengan pengelolaan keuangan, bisnis bisa berkembang dari skala kecil menjadi skala lebih besar lagi. Anda dapat memanfaatkan teknologi untuk mengatur keuangan bisnis. Misalnya dengan menggunakan aplikasi akuntansi untuk mengelola keuangan bisnis secara online.

Kenali tools bisnis dengan mengunduh eBook 24 Tools Digital untuk Bisnis Lebih Modern dan Berkembang secara gratis!

Jurnal adalah salah satu aplikasi akuntansi UKM Indonesia terbaik untuk bisnis UKM Anda. Dengan fitur lengkap seperti pembuatan laporan keuangan secara instan dan real time, maupun program inventory, akan memudahkan Anda mengaksesnya kapan saja dan di mana saja.

Cari tahu selengkapnya mengenai aplikasi akuntansi maupun software inventory Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Salam produktif selalu!

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo