Mekari Jurnal
Daftar Isi

Ingin Menjalankan Bisnis Travel? Ketahui Laporan Keuangannya Dulu

Tayang 24 Jun 2023
Diperbarui 24 Oktober 2023

Bagaimana contoh laporan keuangan bisnis atau usaha agen perjalanan (tour and travel agent)? Blog Mekari Jurnal akan mengulasnya di artikel ini.

Sekarang untuk memiliki bisnis travel agent bukanlah hal yang sulit, mengingat banyaknya vendor yang menawarkan kerja sama dengan memberi banyak fasilitas yang dibutuhkan sehingga Anda tinggal menjalankan saja.

Akan tetapi, meskipun terlihat mudah, setiap bisnis membutuhkan pengelolaan keuangan yang baik agar tidak mengalami kerugian.

Biasanya, penyebab utama laporan keuangan bisnis travel yang buruk adalah kurangnya pengelolaan keuangan dan pembuatannya yang terburu-buru.

Lantas bagaimana cara mengelola keuangan travel agent yang memiliki fluktuasi harga tiket sewaktu waktu? Mari kita diskusikan di bawah ini.

cara membuat laporan keuangan usaha travel

Mengenal Laporan Keuangan Bisnis Travel Agent

Laporan keuangan perusahaan travel memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan bisnis dagang biasa.

Perbedaannya terletak pada perlakuan persediaan dan pengakuan harga pokok penjualan.

Dalam bisnis tour and travel, persediaan utama yang dimiliki adalah tiket transportasi dengan harga yang fluktuatif.

Model bisnis jasa agen tiket juga diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang deposit kepada supplier.

Jumlah deposit inilah yang identik dengan persediaan barang dalam jenis bisnis dagang konvensional.

Pengakuan persediaan tiket dan harga pokok penjualan lebih tepatnya menggunakan harga pasar.

Karena itu, agen tiket tidak bisa menghitung berapa nilai persediaan secara fisik pada saat tertentu.

Persediaan yang bisa dinilai pada tanggal neraca adalah jumlah deposit yang tersisa.

Akun yang harus dimiliki dalam pencatatan akuntansi pada laporan keuangan travel agent adalah:

Baca Juga : 5 Peluang Bisnis yang Cocok untuk Traveller

Cara Mencatat Transaksi Keuangan Bisnis Travel Agent

Dalam laporan laba rugi, akun yang harus ada dalam pencatatan akuntansi adalah Penjualan Tiket dan Harga Pokok Penjualan Tiket.

Untuk akun lainnya dapat menyesuaikan dengan akun standar perusahaan dagang.

Transaksi pembelian ke supplier dalam jenis bisnis travel sama dengan transaksi penyetoran deposit kepada supplier atau bisa dibilang Down Payment atau DP.

Jadi, pencatatan transaksi jurnal dalam laporan keuangan bisnis travel ini adalah deposit ke supplier dilawankan dengan Kas/Bank.

Pada saat tertentu, Anda melakukan pemesanan kepada rekanan lain dikarenakan deposit tidak mencukupi.

Transaksi seperti ini biasanya tidak dilakukan secara tunai, sehingga pencatatannya adalah Deposit ke Rekanan pada kolom debit, sedangkan Utang Deposit Ke Rekanan pada kolom kredit.

Untuk transaksi penjualan tiket, jurnalnya bisa dicatat seperti ini, Kas/Bank Piutang pada kolom debet sedangkan Penjualan pada kolom kredit.

Saat terjadi penjualan, disitulah diketahui harga pokok penjualan dari tiket tersebut. Karena Harga pokok mengikuti rate harga yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.

Maka HPP bisa diakui saat terjadi penjualan, dengan pencatatan jurnal HPP tiket di kolom debit dan Deposit ke Supplier/Rekanan di kolom kredit.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh kasus berikut ini:

Perusahaan Travel Agen Tri Perkasa Pada tanggal 1 Januari melakukan deposit pertama kalinya kepada supplier Garuda Indonesia sebesar Rp30.000.000.

Tanggal 3 Januari, Travel Agen Tri Perkasa menjual tiket Garuda Indonesia secara piutang seharga Rp2.175.000

Dan untuk transaksi tersebut, saldo deposit ke pada Garuda Indonesia di potong Rp2.000.000. Jadi sisa saldo depostinya adalah Rp 28.000.000.

Untuk pencatatan jurnal akuntansinya adalah sebagai berikut;

a. Pencatatan jurnal akuntansi untuk deposit ke Garuda Indonesia Rp30.000.000

Debit Kredit
Deposit (ke Garuda) Rp30.000.000
Kas Rp30.000.000

 

b. Tanggal 3 Januari, terdapat penjualan secara piutang seharga Rp2.175.000 tertera pada laporan keuangan bisnis travel

Debit Kredit
Piutang Usaha Rp2.175.000
Penjualan Tiket Rp2.175.000

 

c. Pengurangan Saldo Deposit pada Garuda Indonesia  Rp2.000.000 (Pengakuannya adalah sebagai HPP Tiket)

Debit Kredit
HPP tiket Rp2.000.000
Deposit (Garuda Indonesia) Rp2.000.000

 

Baca Juga : Kiat Sukses menjalankan Bisnis Travel dengan Pembukuan Simple

Contoh Laporan Keuangan Bisnis Travel Agent

Dibawah ini adalah contoh laporan keuangan perusahaan agen perjalanan bernama PT Anta Express Tour & Travel Service Tbk:

Contoh laporan neraca keuangan bisnis travel agent

bisnis travel agent

bisnis travel agent
sumber: academia.edu

Contoh laporan laba rugi perusahaan travel

laporan keuangan laba rugi bisnis travel

Contoh laporan arus kas bisnis travel agent

contoh laporan arus kas perusahaan travel agent

Contoh laporan perubahan modal bisnis travel agent

laporan perubahan ekuitas bisnis travel

Baca Juga : Tips memulai Bisnis Travel Rumahan Modal kecil dan Pembukuan Simple

Buat Laporan Keuangan Bisnis Travel Agent Lebih Praktis dengan Software Akuntansi Mekari Jurnal!

Karena penjualan tiket ini bisa terjadi setiap saat dan pihak travel agent juga pastinya bekerja sama dengan beberapa pihak penyedia jasa transportasi, maka pencatatan akuntansinya akan melibatkan lebih banyak akun dan kompleks.

Agar Anda memiliki kemudahan dalam mengelola bisnis travel agent Anda, maka tidak ada salahnya jika mulai sekarang Anda menggunakan sistem software akuntansi online.

Dengan menggunakan software tersebut, akan secara otomatis memasukkan semua pencatatan keuangan Anda ke berbagai laporan keuangan yang Anda butuhkan.

Anda dapat menggunakan salah satu software akuntansi terbaik online seperti Mekari Jurnal di mana pun dan kapan pun, lewat ponsel ataupun komputer selama ada jaringan internet.

Formula atau rumus yang telah terprogram Jurnal akan menata data Anda ke dalam bentuk laporan-laporan keuangan bisnis travel.

Termasuk laporan bulanan atau tahunan sehingga Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu untuk membuat laporan berkali-kali.

Berikut contoh pencatatan transaksi pemesanan paket perjalanan wisata dengan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal:

Pelanggan akan melakukan booking (pemesanan) atas paket perjalanan terlebih dahulu pada tanggal yang telah ditetapkan.

Pelanggan biasanya melakukan booking langsung menghubungi pihak penyedia perjalanan wisata.

Pelanggan akan membayar pemesanan perjalanannya full payment ataupun DP atas pemesanan tersebut.

Berikut adalah cara menginput transaksi booking paket perjalanan wisata dengan pelunasan di muka untuk 5 orang peserta:

1. Masuk ke menu Penjualan.

2. Klik “+Buat Penjualan Baru” dan pilih Pemesanan Penjualan.

3. Isikan informasi seperti Nama Pelanggan, Email dan isi periode booking pada Tanggal Transaksi dan Tanggal Jatuh Tempo.

laporan keuangan bisnis travel jurnal

4. Input produk yang dipesan.

cara mencatat laporan keuangan bisnis travel dengan jurnal

5. Masukkan jumlah pembayaran pada kolom Uang Muka kemudian petakan akun penerimaan uang muka.

Note: Pembayaran uang muka pada transaksi pemesanan penjualan akan membentuk Pendapatan Diterima Dimuka.

6. Klik “Buat Penjualan” untuk menyimpan transaksi booking perjalanan wisata.

software keuangan bisnis tour and travel

7. Jurnal yang terbentuk pada transaksi pemesanan adalah:

(Dr) Bank BCA Rp1.300.000
(Cr) Pendapatan Diterima Dimuka Rp1.300.000

8. Anda dapat membuat formulir penagihan penjualan dari pemesanan penjualan saat pelanggan telah memulai perjalanan wisata.

Anda juga bisa menggunakan software keuangan perusahaan Jurnal untuk membantu proses pembukuan dalam menjalankan usaha.

Selain itu, Jurnal juga dapat membantu Anda untuk menjaga dan meningkatkan performa bisnis.

Daftarkan bisnis Anda di Jurnal sekarang juga dan dapatkan promo menarik hanya untuk bulan ini saja!

Baca Juga : 5 Tips Memulai Bisnis Travel Online dengan Sukses

Kesimpulan

Lakukan beberapa hal ini dalam mengelola keuangan bisnis tour and travel:

  1. Siapkan semua informasi tentang data dan bukti untuk membuat laporan keuangan.
  2. Buat daftar ceklis seperti jurnal dan buku besar dalam tahun tersebut, juga informasi-informasi lain seperti aset, utang, modal, faktur, dan lain sebagainya.
  3. Lakukan pemeriksaan kualitas inventaris perusahaan, khususnya yang telah terpakai, merupakan kegiatan akhir tahun yang sangat penting untuk pelaksanaan aktivitas perusahaan.
  4. Cantumkan perbandingan pendapatan dan pengeluaran bulan ini dengan bulan sebelumnya agar dapat mengetahui dengan jelas kondisi finansial perusahaan.

Semoga contoh laporan keuangan untuk bisnis travel agent di atas dapat membantu Anda!

Ikuti media sosial Jurnal untuk informasi seputar bisnis, akuntansi, dan keuangan.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

 

Akses e-Book dengan gratis!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal