Tips Bisnis : Kiat UKM Kelola Stok Barang saat Krisis Jelang Lebaran

Dalam setiap perjalanan bisnis, hampir semua usaha kecil dan menengah (UKM) di berbagai sektor industri sangat bergantung pada pasokan stok barang atau inventory. Terlebih pada masa puncak pertumbuhan konsumsi, yakni menjelang Lebaran. Persoalannya, kepastian bisnis tahun ini jadi tak menentu akibat Pandemi COVID-19 yang menimbulkan krisis ekonomi, bagaimana tips bisnisnya?

Pada momentum Lebaran umumnya, permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang melonjak drastis membuat seluruh pelaku usaha berbondong-bondong meningkatkan kuantitas produksi demi meraih cuan. Proses produksi tentu membutuhkan bahan baku dan bahan pendukung, baik dari dalam negeri maupun impor dari negara lain.

Alhasil, pasokan bahan baku menjadi sulit didapat karena para pelaku usaha berkompetisi mendapat stok barang untuk produksi masing-masing.

Note : Baca artikel 5 Langkah Atur Ulang Keuangan Bisnis Jelang New Normal

Namun demikian, Lebaran tahun ini relatif berbeda dibanding momentum Lebaran tahun-tahun sebelumnya, seiring munculnya fenomena Pandemi virus Corona atau dikenal dengan Covid-19. Perilaku konsumen cenderung berubah, sehingga proses produksi dan kondisi inventory pun sulit diprediksi.

Maka itu, Anda sebagai pelaku usaha perlu menerapkan tips bisnis seperti strategi kelola inventory yang tepat dan bijaksana agar tak mengganggu pencapaian usaha. Di satu sisi, Anda perlu menjaga persediaan barang demi mendukung produksi agar tak kehilangan momentum memperoleh untung saat Lebaran.

Namun di sisi lain, Anda juga patut berhitung secara cermat agar tak mengalami kerugian akibat penumpukan stok barang di kondisi krisis.

Beberapa tips bisnis yang perlu dilakukan antara lain, memproyeksi bisnis, menyusun rencana pengelolaan inventory, menghitung ulang dan mengelompokkan stok barang, dan melakukan pencatatan secara akurat. Berikut penjelasan lebih lengkapnya seperti dikutip Jurnal by Mekari

Kelola Stok Barang Kini Jauh Lebih Mudah dengan Software Akuntansi Jurnal

Proyeksi Bisnis untuk Kelola Stok Barang

Dari sisi rantai pasok, pengelolaan inventory merupakan hal yang krusial untuk memperoleh pencapaian bisnis yang optimal. Maka itu, dibutuhkan proses perencanaan dan pengendalian inventory untuk memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan. 

Perencanaan mengelola inventory perlu dilakukan berdasarkan proyeksi kondisi bisnis di masa mendatang.

Tips bisnisnya, Anda perlu membuat perkiraan persediaan stok barang yang diperlukan pada periode Ramadan dan Lebaran namun dalam kondisi krisis. Analisa bisa berdasarkan kondisi ekonomi secara umum, kondisi sektor usaha terkait, data inventory periode Lebaran tahun sebelumnya, data inventory periode tahun yang sama sebelum Lebaran, dan potensi pasar yang ada di depan mata. 

Hasil proyeksi tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar dan menyusun rencana pengelolaan inventory guna menyediakan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. 

Penjelasan dan Contoh Laporan Stok Barang Gudang Yang Perlu Diketahui

Menyusun Rencana Kelola Stok Barang

Setelah melakukan proyeksi permintaan, Anda dapat menambahkan tips bisnis selanjutnya yaitu memanfaatkan hal itu untuk menyusun rencana pengelolaan stok barang atau inventory. Dalam menentukan kuantitas stok barang, Anda akan mengalami dilema antara terbebani biaya yang tinggi atau kehilangan kesempatan meraih cuan.

Pada dasarnya, inventory merupakan salah satu jenis aset lancar. Hal itu karena ketika menyimpan inventory, Anda membutuhkan modal kerja untuk membeli sejumlah barang. Besarnya investasi modal kerja yang dihitung dengan biaya modal ini biasanya menjadi pertimbangan perusahaan hanya menyimpan inventory dalam jumlah sedikit.

Pasalnya, jika mengalami kelebihan inventory, maka Anda akan menanggung modal kerja yang besar, biaya penyimpanan, pajak, asuransi, dan risiko kerusakan atau kehilangan inventory. 

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Sebaliknya, Anda dapat menyimpan inventory dalam jumlah besar dengan pertimbangan menjaga dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, mengurangi biaya pemesanan, utilisasi tenaga kerja dan mesin-mesin, mengurangi biaya transportasi, dan memperoleh pengurangan harga pembelian inventory dari pemasok karena membeli dalam jumlah besar. 

Pasalnya, kekurangan stok barang akan menyebabkan Anda kehilangan kesempatan untuk memenuhi pesanan konsumen, dan kekurangan material untuk proses produksi sehingga menurunkan daya saing perusahaan. 

Intinya, menyimpan inventory dalam jumlah besar dan kecil merupakan keputusan bisnis penting yang perlu didasari proyeksi yang akurat dan rencana pengelolaan yang matang. Dengan demikian, Anda dapat mengelola inventory secara efektif dengan biaya efisien. 

Penjelasan dan Contoh Laporan Stok Barang Gudang Yang Perlu Diketahui

Hitung Ulang dan Klasifikasi Stok Barang

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan ialah menghitung ulang persediaan bahan baku, mengelompokkan stok barang ke dalam berbagai kategori, serta menjalankan safety stock. Tujuannya tak lain untuk memudahkan pengelolaan inventory sekaligus melihat ketahanan pasokan bahan baku produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. 

Tak hanya itu, Anda juga perlu mengelompokkan inventory berdasarkan stok lama dan stok baru. Tujuannya, untuk menghindari kerugian akibat adanya barang yang tak terpakai karena habis masa berlaku.

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Anda bisa mengeluarkan stok lama untuk dipakai dalam proses produksi atau langsung dijual. Guna memudahkan pengelompokan stok barang, Anda bisa menggunakan barcode untuk menandai barang dan menggunakan bantuan teknologi pencatatan inventory.

Jika setelah proses hitung ulang dan klasifikasi inventory Anda menilai perlu tambahan persediaan, maka hal yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan pengamanan stok. Upaya pengamanan persediaan barang sangat bergantung pada jenis bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi.

Jika bahan baku cenderung umum dan mudah didapat dari supplier, maka Anda tak perlu menyimpan stok yang berlebihan. Sebaliknya, jika bahan baku memiliki kompleksitas tinggi dan cukup langka, maka Anda perlu menyimpan persediaan lebih banyak. 

Lakukan Pencatatan Inventory secara Akurat

Tips bisnis berikutnya, Anda perlu melakukan pencatatan yang akurat terhadap setiap barang yang masuk dan keluar dari gudang penyimpanan. Dengan memiliki data dan informasi inventory perusahaan yang komprehensif, Anda memegang kendali lebih dalam menentukan keputusan bisnis.

Pada dasarnya, Inventory memiliki berbagai macam bentuk. Pada perusahaan jasa, inventory merupakan material yang diperlukan untuk memberi layanan jasa kepada konsumen.

Pada perusahaan perdagangan atau ritel, inventory merupakan barang yang dibeli dari supplier untuk selanjutnya ditransaksikan kembali ke pembeli tanpa mengubah nilai barang. Sedangkan, dalam perusahaan manufaktur, inventory merupakan material yang diolah dan diberi nilai tambah sehingga menjadi barang jadi siap jual. 

Bentuk inventory yang beragam tentu menyulitkan Anda untuk melakukan pencatatan secara akurat. Untuk memperoleh kemudahan, Anda bisa memanfaatkan teknologi untuk membantu melakukan pencatatan inventori.

Salah satunya, dengan aplikasi akuntansi Jurnal yang memiliki fitur inventory dan terintegrasi dengan berbagai data perusahaan, termasuk laporan keuangan.

Sebagai software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

CTA


PUBLISHED18 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: