Mekari Jurnal
Daftar Isi

10 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi, Apa Saja?

Tayang 22 Feb 2023
Diperbarui 19 Oktober 2023

Memahami karakteristik kualitas informasi dalam akuntansi akan membantu setiap perusahaan dalam menyusun laporan keuangan yang mudah dimengerti dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Terlebih lagi, laporan akuntansi ini berfungsi memberikan informasi berkualitas, tidak hanya akurat tetapi juga valid.

Melalui laporan akuntansi, para pemangku kepentingan seperti manajer perusahaan, klien, hingga investor dapat menganalisis laporan keuangan guna mengetahui kondisi finansial perusahaan.

Jika laporan keuangan memiliki karakteristik informasi akuntansi yang buruk, maka dapat berdampak citra perusahaan Anda di mata kreditur dan investor.

Lantas, bagaimana karakteristik kualitas informasi yang baik dalam laporan akuntansi? Berikut jawabannya diulas blog Mekari Jurnal!

karakteristik kualitas informasi akuntansi

Karakteristik Kualitas Informasi dalam Akuntansi

Berikut ini adalah 10 karakteristik kualitas informasi dalam akuntansi yang penting untuk dimiliki dalam pelaporan keuangan:

1. Relevan

Relevansi merupakan salah satu karakteristik akuntansi yang dapat membantu pengguna dalam mengambil keputusan terkait dengan keuangan bisnis.

Agar informasi akuntansi memiliki relevansi, ada dua hal yang diperlukan, yaitu confirmatory value dan predictive value.

Confirmatory value berguna dalam memberikan informasi tentang peristiwa keuangan masa lalu, sedangkan predictive value dapat memberikan prediksi tentang kondisi keuangan di masa mendatang.

Sebuah bisnis harus memiliki kedua nilai ini dalam laporan keuangan mereka untuk mengembangkan informasi akuntansi yang akurat.

Informasi akuntansi bisa dikatakan relevan jika memberikan informasi tentang peristiwa masa lalu yang dapat membantu membuat prediksi tentang peristiwa masa depan.

Harapannya, informasi tersebut bisa berguna untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan atau membantu menyelesaikan masalah keuangan yang akan datang.

Misalnya, jika perusahaan ingin berinvestasi dalam aset baru, mereka dapat berkonsultasi dengan riwayat investasi sebelumnya karena informasi tersebut berlaku untuk setiap investasi selanjutnya yang mereka akan lakukan.

Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk Keputusan Bisnis Lebih Cepat dan Akurat!

2. Teruji / Andal

Karakteristik informasi akuntansi bisa dibilang teruji jika bisa menunjukkan transaksi, sumber daya, dan aset keuangan perusahaan secara keseluruhan dan akurat.

Selain itu, ada tiga faktor lain yang mengukur apakah suatu informasi akuntansi andal atau tidak:

  • Kelengkapan, mencakup setiap transaksi guna menggambarkan proses akuntansi bisnis dengan lebih akurat.
  • Netral, tidak melibatkan prasangka saat mengevaluasi laporan keuangan, entah informasinya positif atau negatif.
  • Bebas dari kesalahan, perhitungannya tepat dan akurat.

3. Verifikasi

Untuk membuat prediksi keuangan yang akurat, Anda perlu memastikan bahwa informasi akuntansi perusahaan dapat diverifikasi.

Verifikasi melibatkan otentikasi informasi dan perhitungan keuangan dengan menggunakan beberapa sumber atau pihak independen untuk mengembangkan hasil yang sama.

Pihak tersebut di antaranya adalah auditor eksternal dan profesional akuntansi lain yang mampu mengevaluasi laporan keuangan perusahaan dan mengembangkan hasil atau angka-angka yang sama dengan akuntan perusahaan.

Jika hasilnya sama, artinya informasi akuntansi perusahaan bisa dibilang akurat dan dapat diverifikasi.

Jika hasil verifikasi informasi tersebut ternyata tak sama, maka perusahaan bisa mengetahui di mana letak kesalahan laporan keuangannya dan segera melakukan perbaikan dan perhitungan kembali.

4. Mudah Dimengerti

Karena pengambilan keputusan untuk perusahaan seringkali melibatkan pihak di luar departemen akuntansi seperti departemen manajerial, laporan keuangan harus mudah dimengerti.

Tingkat keterpahaman suatu laporan keuangan bisa dilihat dari seberapa mudah seseorang dapat memahami informasi akuntansi yang ada di dalamnya.

Sebab, seringkali laporan keuangan bisa mencapai puluhan halaman dan mengandung kosa kata keuangan yang kompleks dan perhitungan yang ekstensif.

Tapi, karena banyak pihak yang menggunakannya, sebagian besar perusahaan berusaha agar laporan keuangannya yang dapat dipahami oleh individu tanpa latar belakang akuntansi.

Lantas, bagaimana caranya agar sebuah laporan keuangan bisa lebih mudah dimengerti?

Anda bisa menyertakan catatan yang menjelaskan konsep akuntansi umum, seperti metode penilaian dan informasi persediaan.

karakteristik kualitas akuntansi

5. Dapat Dibandingkan

Karakteristik kualitas informasi selanjutnya yang harus ada dalam laporan akuntansi adalah dapat dibandingkan.

Keterbandingan atau komparabilitas ini akan membantu para pemangku kepentingan untuk membedakan dan menganalisis laporan keuangan.

Dengan begitu, keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran.

Untuk mengetahui apakah suatu laporan keuangan memiliki karakteristik dapat dibandingkan atau tidak, maka perlu dilakukan proses evaluasi satu periode keuangan dengan periode yang lain.

Selain untuk mengetahui keterbandingan juga untuk memahami tren perusahaan dan kinerja keuangan secara keseluruhan.

Sebuah perusahaan dapat mengidentifikasi karakteristik keterbandingan pada laporan keuangan dengan menerapkan metode akuntansi seperti neraca, laporan arus kas atau laporan laba rugi.

Komparabilitas juga dapat mengacu pada kemampuan perusahaan untuk membandingkan laporan keuangannya dengan para pesaingnya.

kualitas informasi akuntansi

6. Tepat Waktu

Ketepatan waktu dari suatu laporan akuntansi dilihat dari seberapa cepat informasi akuntansi selesai dibuat dan digunakan oleh para pemangku kepentingan.

Mengingat bahwa seiring berjalannya waktu, lalu lintas informasi semakin cepat sehingga menuntut semua pihak agar tidak ketinggalan informasi.

Maka dari itu, perusahaan pun dituntut agar mampu menyelesaikan laporan akuntansinya tepat waktu.

Ketepatan waktu penyelesaian laporan ini bergantung pada seberapa efisien komunikasi perusahaan.

Jika perusahaan dapat dengan cepat dan tanggap memperoleh dan memproses informasi, maka semakin cepat pula laporan keuangan bisa diselesaikan tepat waktu.

7. Konsistensi

Karakteristik informasi akuntansi juga dinilai berdasarkan konsistensinya.

Konsistensi yang dimaksud di sini adalah penggunaan prinsip akuntansi yang konsisten dari satu periode akuntansi ke periode akuntansi lainnya.

Tujuannya adalah untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas serta kegunaan laporan keuangan.

Hal ini juga dapat memudahkan penggunanya dalam menganalisis  dan memahami laporan keuangan periode saat ini dengan periode sebelumnya sebagai data pembanding.

8. Reliabel (Terpercaya)

Karakteristik kualitas informasi akuntansi selanjutnya adalah reliabel. Artinya, informasi akuntansi ini harus dipercaya kebenarannya.

Jika terjadi kesalahan, seperti neraca saldo yang tidak seimbang, penting bagi perusahaan untuk segera memperbaikinya.

Agar sebuah laporan keuangan dapat memenuhi karakteristik ini, lakukan tes ulang dengan menggunakan data yang lebih valid, reliabel, dan sesuai dengan fakta.

9. Netral

Netralitas juga disebut sebagai objektivitas atau ‘bebas dari prasangka subjektif (bias)’.

Dalam merumuskan atau menerapkan langkah-langkah penyusunan laporan keuangan, netralitas karakteristik informasi akuntansi yang harus dipegang teguh.

Dengan begitu, wawasan dan angka-angka yang dihasilkan bisa dipercaya.

10. Materalitas

Karakteristik materialitas menyiratkan bahwa tidak semua informasi keuangan perlu atau harus dikomunikasikan dalam laporan akuntansi, hanya informasi material yang harus dilaporkan.

Pedoman untuk menguji materialitas di antaranya ada jumlah item, pendapatan bersih, pendapatan bersih rata-rata selama beberapa tahun, aset, kewajiban, dan rasio yang membangun hubungan analisis informasi yang terkandung dalam laporan tahunan.

Informasi yang tidak penting mungkin dan sekiranya kurang relevan harus dihilangkan.

Misalnya, kewajiban kontinjensi yang timbul dari beberapa penyimpangan yang terjadi seringkali tidak tidak disertakan ke dalam laporan karena ketidakakuratannya.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa dalam literatur akuntansi baru-baru ini, materialitas bukan termasuk karakteristik utama dari informasi akuntansi.

Sebab, umumnya para pembuat keputusan (investor, akuntan dan manajer) melihat materialitas dalam kaitannya dengan aset atau pendapatan aktual.

Demikianlah beberapa karakteristik kualitas informasi yang penting dalam pembuatan laporan akuntansi.

Sudahkah laporan keuangan perusahaan Anda memenuhi karakteristik di atas?

Untuk membuat laporan keuangan yang menjamin kualitas informasi di dalamnya, Anda bisa menggunakan bantuan software akuntansi seperti Mekari Jurnal.

Jurnal sebagai software akuntansi terbaik dapat mengolah data transaksi baik menjadi laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia.

Laporan keuangan yang di-generate oleh Jurnal lengkap, mulai dari laporan laba rugi, arus kas, neraca, dan lain sebagainya.

Selain itu, Anda juga bisa membuat invoice menggunakan template yang sudah disediakan, melakukan rekonsiliasi, serta pengelolaan inventory praktis!

Pelajari fitur selengkapnya tentang Jurnal di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Hubungi Kami untuk Konsultasi!

Pastikan Anda Sudah Pakai Mekari Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

Itulah 10 karakteristik kualitas informasi dalam akuntansi yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan keuangan.

Semoga informasi di atas bermanfaat!

Ikuti media sosial Jurnal untuk informasi lain seputar bisnis, akuntansi, dan keuangan.

Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal