Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya membeli barang dari pemasok dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang tersebut. Sebagai contoh yang biasa kita temui adalah toko kelontong dan supermarket. Kedua jenis bisnis ini membeli barang kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen.

 

Kegiatan Perusahaan Dagang

Dalam catatan maupun prosedur akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan jasa. Laba atau rugi suatu perusahan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk memperoleh pendapatan dari hasil penjualan pada periode yang bersangkutan. Biaya-biaya tersebut meliputi harga pokok (cost) barang yang terjual dan biaya-biaya operasi yang terjadi selama periode bersangkutan. Harga pokok barang yang laku dijual disebut dengan harga pokok penjualan. Misalkan dalam suatu toko elektronik, yang disebut harga pokok penjualan meliputi semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli televisi, radio, kulkas, mesin cuci, dan lainnya yang telah laku dijual dalam satu periode. Biaya operasional suatu toko elektronik meliputi semua biaya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dan administrasi toko seperti biaya sewa, gaji pegawai, biaya promosi, biaya listrik, dan telepon. Saat melakukan perhitungan akuntansi perusahaan dagang ada empat komponen penting yaitu, barang masuk (pembelian), kas keluar (pengeluaran), barang keluar (penjualan), dan juga kas masuk (pendapatan).

 

Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang Dengan Perusahaan Jasa

Akuntansi perusahaan dagang memiliki perbedaan dengan perusahaan jasa. Yang membedakan terutama adalah aktivitas dan akun-akun yang tidak terdapat pada perusahaan jasa tetapi ada pada perusahaan dagang. Akun-akun perusahaan dagang yang tidak ada pada perusahaan jasa adalah sebagai berikut:

1. Akun Pembelian

Akun yang mencatat pembelian barang-barang yang masuk ke perusahaan sebelum dijual ke konsumen. Pembelian perusahaan selain pembelian barang tidak dimasukkan ke dalam akun ini.

2. Akun Penjualan

Akun yang menyimpan segala kegiatan penjualan barang dagangan perusahaan kepada konsumen maupun perantara. Sama seperti akun pembelian, pada akun penjualan juga tidak dimasukkan penjualan perusahaan di luar penjualan barang dagangan.

3. Akun Persediaan

Bagian dari akuntansi perusahaan dagang yang menyimpan data mengenai jumlah persediaan barang selama periode tertentu.

4. Harga Pokok Penjualan atau HPP

Harga pokok yang dipakai untuk menentukan harga beli barang yang akan dijual pada suatu periode tertentu dan dipengaruhi oleh harga pasar.

5. Akun Potongan Tunai

Akun yang diperuntukkan sebagai penggunaan pemberian diskon atau potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada konsumen karena telah membayar barang dengan tunai langsung ketika transaksi terjadi.

6. Akun Potongan Pembelian

Bagian dari akuntansi perusahaan dagang yang mencatat potongan harga yang diberikan oleh produsen kepada perusahaan dagang karena telah membayar dengan tunai atau membayar lunas dalam jangka waktu tertentu.

7. Akun retur penjualan

Akun yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisa data mengenai barang yang sudah terjual ke konsumen namun dikembalikan kepada perusahaan karena kondisinya yang tidak baik atau cacat dan tidak sesuai dengan pemesanan.

8. Beban Pemasaran

Beban yang digunakan untuk semua yang ditanggung oleh perusahaan dagang untuk menjual barang-barang persediaan hingga sampai ke tangan konsumen.

 

Dari beberapa aktivitas dan akun yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa dapat ditarik kesimpulan bahwa pada akuntanasi perusahaan dagang lebih ditekankan pencatatan barang-barang dagangan baik yang masuk maupun yang keluar dari perusahaan atau yang terjual kepada konsumen. Pencatatan barang ini sangat penting dan menjadi pusat dari sistem akuntansi perusahaan karena data pada akun ini sangat berpengaruh terhadap akun lainnya dalam perhitungan.

 

Proses akuntansi sangat penting untuk menjaga transaksi keuangan perusahaan tetap tercatat secara detail. Untuk melakukan proses akuntansi perusahaan dagang dengan mudah, Anda dapat mendaftarkan perusahaan ke Jurnal.

 

Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda dalam proses akuntansi dari segi pencatatan hingga menjadi sebuah laporan keuangan. Dengan Jurnal, Anda juga dapat membuat dan mengirimkan invoice lebih mudah ke pelanggan, sehingga membuat transaksi penjualan dapat tercatat secara detail. Jika Anda ingin memudahkan pelanggan dalam proses pembayaran dan ingin mendapatkan pembayaran lebih cepat, Anda dapat menggunakan Jurnal Pay. Temukan fitur lengkapnya di sini.

Author