Apakah Anda ingat dengan persamaan dasar akuntansi? Persamaan dasar akuntansi yakni Harta (Aset) = Utang (Kewajiban) + Modal. Jika melihat persamaan tersebut, aset memiliki hubungan erat dengan modal dan utang. Hal ini karena untuk memperoleh suatu aset, Anda dapat menggunakan modal atau utang ataupun gabungan dari keduanya. Selain itu, ketiga jenis akun tersebut juga merupakan elemen-elemen yang ada pada laporan neraca.

 

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai aset. Seperti kita ketahui, aset merupakan komponen penting dalam perusahaan. Dapat dipastikan semua perusahaan pasti memiliki aset untuk kegiatan operasional. Selain itu, kegiatan lain seperti investasi dan pembiayaan juga akan berhubungan dengan aset. Tanpa adanya aset di suatu perusahaan, maka operasional perusahaan tidak akan berjalan.

 

Bagi sebagian orang yang bekerja di bidang akuntansi, aset bukanlah hal yang baru untuk didengar. Namun, apakah Anda memahaminya? Terlebih untuk sebagian orang yang tidak bekerja pada bidang akuntansi. Berikut ulasan mengenai pengertian dan jenis-jenis aset yang dapat membantu Anda memahami lebih dalam.

 

Pengertian Aset

Menurut PSAK No. 16 Revisi Tahun 2011, aset adalah semua kekayaan yang dipunyai oleh individu ataupun kelompok yang berwujud maupun tidak berwujud, yang memiliki nilai akan memiliki manfaat bagi setiap orang atau perusahaan. Sementara, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mendefinisikan aset sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari kejadian yang terjadi pada masa lalu dan asal muasal datangnya manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan memiliki manfaat bagi perusahaan. Sejalan dengan pengertian tersebut IFRS /International Financial Reporting Standards (2008), mengartikan aset sebagai berikut “an asset is a resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected for flow to the enterprise”. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa aset adalah semua kekayaan yang dimiliki perusahaan maupun individu yang memiliki potensi manfaat ekonomi di masa depan.

 

Karakteristik Aset

Aset memiliki karakteristik yang berbeda dengan komponen laporan keuangan lainnya. Sehingga Anda dapat mengenali aset dengan melihat karakteristiknya. Adapun karakteristik aset yaitu:

a. Memiliki manfaat ekonomi yang diperoleh untuk masa yang akan datang.

b. Dikuasai dan dikendalikan oleh perusahaan.

c. Hasil dari transaksi atau peristiwa dimasa lalu.

 

Jenis-Jenis Aset

Pada dasarnya aset digolongkan menjadi dua, yaitu aset lancar dan aset tidak lancar. Berikut penjelasan masing-masing jenis aset tersebut:

1. Aset Lancar

Aset lancar merupakan jenis aktiva yang paling liquid. Maksudnya, aset tersebut paling cepat dan mudah untuk dikonversi menjadi uang tunai. Aset lancar memiliki siklus atau perputaran dan manfaat yang singkat. Umumnya, jangka waktu perputaran aset lancar selama 1 tahun atau dalam satu siklus norma perusahaan. Karena perputarannya yang cepat, manfaat dari aktiva lancar juga cepat habis, tetapi setelah habis akan digantikan dengan aset atau aktiva lainnya. Keadaan tersebut terus dilakukan sampai dengan akhir periode. Contoh dari aset lancar seperti kas, piutang usaha, wesel tagih, persediaan, perlengkapan, investasi jangka pendek, beban dibayar di muka dan penghasilan yang masih akan diterima.

2. Aset Tidak Lancar

Aset tidak lancar merupakan aset yang memiliki siklus dan masa manfaat lebih dari satu tahun. Aset tidak lancar dibagi menjadi 3 bagian yaitu.

a. Aset Tetap

Aset tetap atau aktiva berwujud adalah aset yang memiliki wujud atau bentuk secara fisik. Aset tetap dimanfaatkan dan digunakan oleh perusahaan untuk kegiatan produksi barang atau jasa. Sehingga tujuan memiliki aktiva tetap adalah bukan untuk dijual kembali tetapi digunakan dalam operasional perusahaan. Aset tetap dapat dijual oleh perusahaan jika masa atau umur manfaat dari aset tersebut sudah habis, rusak, atau karena ada masalah lain. Contoh aktiva yang masuk dalam jenis aset tetap adalah tanah, bangunan, gedung, mesin, kendaraan, dan lainnya.

b. Aset Tidak Berwujud

Selain aset tetap, aset tidak berwujud juga digolongkan dalam kategori aset tidak lancar. Aset tidak berwujud merupakan aktiva yang tidak nampak /atau tidak terlihat secara fisik tetapi memiliki nilai dan manfaat bagi perusahaan. Adapun contoh dari aset tidak berwujud adalah goodwill, hak paten, hak cipta, hak guna bangunan, hak sewa, dan sebagainya.

c. Investasi Jangka Panjang

Investasi merupakan suatu aset yang difungsikan dengan tujuan untuk mendapatkan pertumbuhan kekayaan. Investasi jangka panjang yang dimaksud meliputi semua investasi jangka panjang yang  dilakukan oleh perusahaan baik di masa sebelumnya atau masa sekarang. Sebagai contoh: perusahaan Maju Jaya melakukan investasi di perusahaan Sejahtera Bersama, maka perusahaan Maju Jaya harus mencatat aset berupa investasi tersebut dalam laporan neracanya.

Setelah mengetahui beberapa hal penting mengenai aset, Anda harus mulai mengelola aset perusahaan dengan benar. Jurnal dengan fitur Manajemen Aset dapar membantu Anda mengelola aset perusahaan dengan lebih mudah. Di mana, Anda dapat menghitung nilai penyusutan secara otomatis dan dapat membuat laporan aset dengan akurat dan cepat. Untuk informasi lengkap mengenai fitur ini dan fitur lainnya, silakan cek di sini. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan dapatkan free trial selama 14 hari.