Revaluasi Aset, Hal Penting yang Harus Anda Lakukan Sebelum Menjual Aset

 

Tidak peduli ukuran dan jenis bisnis yang Anda punya, Aset Tetap menjadi salah satu komponen penting bagi bisnis yang berfungsi sebagai penyedia produk atau jasa yang Anda jual. Karena Aset Tetap bisnis begitu bernilai, Anda harus memeliharanya dengan baik dan benar. Manajemen Aset Tetap tentu berperan penting dalam mengatur Aset Tetap agar selalu memberikan kontribusi kepada bisnis Anda.

 

Namun, bagaimana ketika berada di kondisi, di mana Anda harus menjual Aset Tetap tersebut? Baik karena umur ekonomis Aset Tetap habis atau Aset Tetap mengalami kerusakan tak terduga. Salah satu kiat dari Manajemen Aset Tetap yang bisa Anda praktikkan adalah Revaluasi.

 

Pengertian Revaluasi

Revaluasi adalah penyesuaian yang dibuat agar nilai Aset Tetap sesuai dengan nilai wajar atau nilai pasar yang berlaku di waktu sekarang. Ketika pertama kali membeli suatu Aset Tetap, pencatatan nilai Aset Tetap tersebut selalu sesuai dengan harga perolehannya. Namun, nilai Aset Tetap tersebut jika ditinjau dari nilai pasar akan selalu berubah dari waktu ke waktu. Dengan revaluasi, nilai dari Aset Tetap Anda akan ter-update sesuai dengan nilai pasar Aset Tetap terkait di waktu sekarang. Manajer hanya perlu memutuskan apakah nilai Aset Tetap akan dicantumkan sesuai hasil revaluasi atau tetap pada Historical Cost yang sesuai dengan harga perolehan awal.

 

Model Revaluasi memungkinkan nilai Aset Tetap tersebut meningkat atau menurun. Namun, jika ditinjau dari segi cost model, revaluasi hanya dimungkinkan ketika nilai Aset Tetap tersebut menurun, yang selanjutnya akan masuk penyesuaian di akun impairment losses.

 

Fungsi Revaluasi

Revaluasi akan sangat membantu bisnis Anda dalam beberapa hal seperti:

a. Menyiapkan penjualan Aset Tetap kepada pihak lain.

b. Menegosiasi nilai wajar Aset Tetap sebelum perusahaan Anda diakuisisi atau di-merger oleh perusahaan lain.

c. Menunjukkan up-date nilai pasar dari Aset Tetap yang meningkat sejak dari pembelian awalnya.

d. Memastikan perusahaan memiliki dana untuk mengganti Aset Tetap di akhir umur ekonomisnya.

 

Pencatatan Revaluasi

Ketika hasil revaluasi menunjukkan angka positif, di mana nilai buku Aset Tetap terapresiasi akibat penyesuaian terhadap nilai pasar, kenaikan nilai tersebut tidak boleh dicatat dalam laporan laba rugi (Income Statement). Kenaikan tersebut harus dikreditkan di akun khusus dalam laporan ekuitas. Nama akun tersebut adalah Revaluation Surplus. Di dalam akun ini terkandung segala kenaikan tiap nilai Aset Tetap akibat revaluasi sampai Aset Tetap tersebut dijual, disumbangkan, atau dibuang.

 

Namun sebaliknya, jika terjadi penurunan nilai (impairment), penurunan tersebut harus didebit di akun Revaluation Surplus. Jika penurunan atau kerugiannya melebihi nilai surplus, maka harus dicatat pada akun impairment loss.

 

Nilai Aset Tetap yang sudah direvaluasi kemudian menjadi nilai dasar baru untuk didepresiasi. Depresiasi masih terus dilakukan pada Aset Tetap dengan nilai buku yang baru, di umur ekonomis yang masih tersisa.

Contoh Kasus Pencatatan Jurnal Revaluasi

Perusahaan Maju Jaya membeli sebuah mesin pada tanggal 1 Januari 2018 dengan harga perolehan Rp200.000.000. Perusahaan Maju Jaya menggunakan metode depresiasi garis lurus dan tidak ada nilai sisa. Umur ekonomis mesin tersebut terhitung 20 tahun. Maka terhitung depresiasi per tahunnya Rp10.000.000 (R 200.000.000/20).

 

Pada tanggal 1 Januari 2020, mesin tersebut direncanakan akan direvaluasi. Sebagai informasi, nilai buku mesin tersebut di tanggal 1 Januari 2020 adalah Rp180.000.000 (Rp200.000.000 (harga perolehan) – Rp20.000.000 (depresiasi akumulasian)).

 

Perusahaan Maju Jaya kemudian menyewa jasa appraisal untuk menilai nilai wajar mesin tersebut di tanggal yang sama. Setelah direvaluasi, ternyata nilai mesin tersebut di tanggal 1 Januari 2020 adalah Rp190.000.000. Ada perbedaan Rp10.000.000 antara nilai buku dengan nilai hasil revaluasi. Maka pencatatan jurnal kenaikan nilai mesin akibat revaluasi tersebut adalah:

 

Mesin

10.000.000

Revaluation Surplus

10.000.000

 

Dengan sisa umur ekonomis masih 18 tahun, maka di tahun 2020 nilai depresiasinya adalah: Rp190.000.000/18 tahun = Rp10.555.555.

Dengan Jurnal, melakukan manajemen aset seperti revaluasi dan mencatatat depresiasi tiap Aset semakin mudah untuk dilakukan. Jurnal sebagai software akuntansi online dapat membantu Anda menghitung nilai penyusutan secara otomatis dengan 2 metode yang bisa Anda pilih, yaitu metode Garis Lurus atau Metode Saldo Menurun. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.


PUBLISHED15 Oct 2018
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami


Kategori : Panduan Akuntansi