Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
12 min read

12 Cara Membuat Pembukuan Restoran yang Benar: Lengkap dengan Contoh Jurnal dan Laporan Keuangan

Diperbarui
Ditulis oleh: Hafid Ichsan Hafidh Ichsan
Direview oleh: Mekari Jurnal reviewer Phebe Susanti, S.Ak
Key Takeaways
  • Pembukuan dalam bisnis F&B sangat penting untuk mengontrol arus kas, mengetahui keuntungan, dan menjaga keberlangsungan usaha, terutama karena transaksi terjadi setiap hari dan cukup cepat.
  • Pencatatan sederhana dapat dimulai dari hal dasar seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran harian, tanpa harus langsung menggunakan sistem akuntansi yang kompleks.
  • Dalam bisnis food & beverages, pemilik usaha perlu memisahkan beberapa komponen penting seperti penjualan, biaya bahan baku, biaya operasional, dan laba/rugi agar lebih mudah dianalisis.
  • Pembukuan membantu pelaku usaha F&B memantau stok bahan baku dan menghindari kebocoran biaya, yang sering terjadi jika pencatatan tidak rapi.

Kasir menutup operasional dengan total penjualan di sistem POS sebesar Rp8.400.000, tetapi uang tunai yang tersedia hanya Rp7.900.000.

Selisih ini bisa berasal dari kesalahan kembalian, pencatatan, atau bahkan kebocoran kas. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa pembukuan restoran tidak cukup hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga harus mampu mengendalikan risiko operasional sehari-hari.

Selain kebocoran kas, bisnis F&B juga menghadapi tantangan seperti penggunaan bahan baku yang tidak konsisten, komisi platform delivery, serta fluktuasi harga bahan makanan yang memengaruhi biaya produksi.

Menurut National Restaurant Association, median margin laba sebelum pajak restoran full-service hanya sekitar 2,8%, sedangkan restoran limited-service sekitar 4,0%, sementara biaya bahan baku dan tenaga kerja dapat menyerap sekitar 65% dari total penjualan.

Dengan margin yang relatif tipis, kesalahan pencatatan sekecil apa pun dapat langsung menggerus arus kas dan profitabilitas.

Karena itu, artikel ini membahas cara menyusun pembukuan bisnis restoran secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan persediaan hingga contoh jurnal yang dapat langsung diterapkan.

Kenapa Pembukuan Usaha Makanan dan Minuman Butuh Pendekatan Berbeda

Sebelum masuk ke teknis pencatatan, penting memahami dulu apa yang membuat pembukuan usaha makanan dan minuman tidak bisa disamakan begitu saja dengan pembukuan toko kelontong atau bisnis jasa.

1. Bahan Baku Memiliki Masa Simpan Terbatas

Berbeda dengan banyak jenis usaha lain, bisnis makanan dan minuman menggunakan bahan baku yang mudah rusak, seperti sayuran, daging, dan susu.

Jika persediaan tidak dikelola dengan baik, sebagian bahan dapat terbuang sebelum digunakan sehingga meningkatkan biaya operasional.

2. Penjualan Berasal dari Berbagai Kanal

Restoran umumnya menerima penjualan dari berbagai kanal, seperti dine-in, take away, dan platform online food delivery.

Setiap kanal memiliki mekanisme pembayaran dan potongan komisi yang berbeda sehingga memerlukan pencatatan yang terpisah agar nilai penjualan dan penerimaan kas tetap akurat.

3. Setiap Menu Memiliki Harga Pokok Produksi

Setiap menu terdiri atas berbagai bahan baku dengan komposisi tertentu, sehingga perhitungan harga pokok penjualan (HPP) harus mempertimbangkan seluruh komponen yang digunakan.

Tanpa pencatatan yang tepat, biaya produksi dan laba yang dihasilkan setiap menu akan sulit diukur secara akurat.

4. Volume Transaksi Sangat Tinggi

Restoran dapat mencatat puluhan hingga ratusan transaksi setiap hari, sehingga proses pembukuan yang masih dilakukan secara manual lebih rentan menimbulkan kesalahan.

Karena karakteristik tersebut, pembukuan bisnis restoran membutuhkan sistem yang mampu mengelola stok, penjualan, dan biaya operasional secara terintegrasi.

Pentingnya Akuntansi dan Pembukuan yang Tepat Pada Bisnis Restoran Cafe

Akuntansi restoran meliputi proses pendokumentasian semua transaksi keuangan yang kemudian dianalisis untuk mengetahui data penting seperti pendapatan, arus kas, persediaan, dan laba rugi.

Dengan adanya pengetahuan tentang hal tersebut, pemilik atau pihak manajemen perusahaan dapat:

  • Mengetahui pengeluaran restoran, sehingga dapat mengidentifikasikan biaya yang dapat dipotong dan mengurangi pemborosan
  • Memudahkan dalam pelaporan pajak, praktik akuntansi yang benar akan menjaga agar eksposur pajak tetap minimal.
  • Menetapkan harga menu yang tepat, untuk meningkatkan profit bisnis Anda.
  • Mengontrol arus kas, kurangnya kas untuk membayar supplier merupakan indikasi manajemen yang buruk sehingga dapat merugikan restoran.
  • Merencanakan pertumbuhan dan ekspansi bisnis, Anda dapat mengetahui peluang, jumlah modal yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekspansi bisnis.
  • Mengelola sumber daya manusia, memastikan bahwa orang yang bekerja di restoran tersebut dapat bekerja optimal.

Baca Juga: Keuntungan Mengelola Bisnis Restoran dengan Bantuan Software!

Cara Mencatat Transaksi Operasional Khusus dalam Pembukuan Restoran

Infografis Cara Mencatat Transaksi Operasional Khusus dalam Pembukuan Restoran

Pembukuan restoran tidak hanya mencatat transaksi penjualan dan pembelian seperti pada bisnis dagang pada umumnya.

Ada berbagai transaksi operasional yang memiliki perlakuan akuntansi khusus karena berkaitan langsung dengan persediaan bahan baku, perhitungan harga pokok penjualan (HPP), penjualan melalui platform digital, hingga kewajiban perpajakan.

Jika transaksi-transaksi tersebut tidak dicatat dengan tepat, laporan keuangan dapat menunjukkan nilai persediaan, pendapatan, maupun laba yang tidak mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya.

Berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembukuan bisnis restoran agar pencatatan tetap akurat dan mendukung pengambilan keputusan bisnis.

1. Menangani Stok Bahan Baku Perishable dengan Metode FIFO

Bahan baku restoran seperti sayuran, daging, dan susu memiliki masa simpan terbatas sehingga perlu dikelola menggunakan metode First-In First-Out (FIFO), yaitu bahan yang pertama masuk harus digunakan lebih dahulu.

Penerapan FIFO dilakukan dengan memberi label tanggal penerimaan pada setiap batch dan memastikan staf dapur selalu mengambil stok yang paling lama terlebih dahulu.

Dari sisi akuntansi, metode ini membuat nilai persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) dihitung berdasarkan urutan harga beli yang sebenarnya sehingga menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat.

2. Mencatat Spoilage Bahan Terbuang sebagai Beban

Bahan baku yang rusak, kedaluwarsa, atau tidak layak digunakan sebaiknya dicatat sebagai beban spoilage, bukan dimasukkan ke dalam HPP penjualan.

Pemisahan ini membantu perusahaan mengetahui besarnya kerugian akibat pemborosan bahan baku tanpa memengaruhi perhitungan biaya produksi produk yang benar-benar terjual.

Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi proses pembelian, penyimpanan, dan pengelolaan persediaan.

3. Mengelola Bill of Materials (BOM) untuk Pengendalian Persediaan

Bill of Materials (BOM) merupakan daftar standar bahan baku yang digunakan untuk setiap menu beserta jumlahnya.

Dengan BOM, setiap penjualan akan secara otomatis mengurangi persediaan sesuai resep sehingga stok dan HPP dapat dihitung secara konsisten.

Selain meningkatkan akurasi pembukuan, BOM juga membantu mengendalikan portion control dan mempermudah identifikasi selisih antara stok fisik dengan stok di sistem.

4. Mencatat Potongan Komisi Platform Delivery Secara Terpisah

Penjualan melalui platform seperti GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood sebaiknya dicatat sebesar nilai penjualan bruto, bukan sebesar kas yang diterima setelah dipotong komisi.

Potongan komisi dicatat sebagai beban operasional agar omzet tetap mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya. Dengan cara ini, perusahaan dapat mengevaluasi profitabilitas setiap kanal penjualan secara lebih akurat.

5. Memisahkan Pencatatan Pajak Restoran dan Service Charge dengan Benar

Pajak restoran atau PBJT bukan merupakan pendapatan perusahaan, melainkan kewajiban yang dipungut dari pelanggan untuk kemudian disetorkan kepada pemerintah daerah.

Sementara itu, service charge merupakan biaya layanan yang umumnya dialokasikan kembali kepada karyawan sehingga sebaiknya dicatat dalam akun tersendiri.

Memisahkan penjualan, komisi platform, pajak, dan service charge membuat laporan laba rugi lebih transparan serta memudahkan analisis margin operasional restoran.

Contoh Metode Akuntansi Pembukuan yang Digunakan Bisnis Restoran Cafe

Umumnya terdapat dua metode pencatatan akuntasi yang dapat digunakan yaitu berbasis kas dan akrual.

1. Metode Basis Kas (Cash Basis)

Pada metode basis kas, pendapatan dan beban baru diakui ketika kas benar-benar diterima atau dibayarkan.

Misalnya, Rumah Makan Siantar memperoleh penjualan sebesar Rp10.000.000. Jika pelanggan hanya membayar 40% secara tunai dan sisanya secara kredit, restoran hanya mencatat pendapatan sebesar Rp4.000.000.

Biaya yang berkaitan dengan penjualan tersebut, seperti komisi atau biaya operasional lainnya, juga baru diakui saat pembayaran dilakukan.

2. Metode Basis Akrual (Accrual Basis)

Pada metode basis akrual, pendapatan diakui saat transaksi terjadi meskipun pembayaran belum diterima, sedangkan beban diakui pada periode yang sama ketika pendapatan tersebut dihasilkan.

Misalnya, Rumah Makan Siantar mencatat penjualan sebesar Rp10.000.000 meskipun sebagian masih berupa piutang. Jika terdapat komisi penjualan sebesar 30%, restoran juga langsung mengakui beban komisi sebesar Rp3.000.000 pada periode yang sama sehingga pendapatan dan beban disajikan secara lebih akurat.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Bisnis Kafe yang Paling Efektif untuk Anda Lakukan

Contoh Laporan Keuangan Bisnis Restoran/ Rumah Makan Sederhana

Laporan keuangan juga diperlukan oleh bisnis restoran atau rumah makan.

Berikut contoh laporan keuangan dan pembukuan bisnis restoran cafe yang bisa Anda download dalam bentuk excel:

1. Laporan Laba Rugi

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan laba rugi cafe & resto:

contoh laporan keuangan laba rugi cafe & resto

2. Laporan Neraca

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan neraca cafe & resto:

contoh laporan keuangan neraca cafe & resto

3. Laporan Perubahan Modal

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan perubahan modal cafe & resto:

contoh laporan keuangan neraca cafe & resto

Baca Juga: Software Yang Digunakan Bisnis Cafe Termasuk App Akuntansi

Cara Cermat Mengelola Pembukuan Bisnis Restoran

Infografis Cara Cermat Mengelola Pembukuan Bisnis Restoran

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengelola akuntansi pembukuan bisnis restoran dengan menggunakan aplikasi excel ataupun lainnya:

1. Manajemen Arus Kas

Mengelola arus kas berarti melacak semua uang yang masuk dan keluar dalam bisnis Anda.

Memperkirakan arus kas di masa depan bisa menjadi permainan tebak-menebak sampai Anda mendapatkan pola bisnis restoran/makanan dan minuman Anda, atau ketika membandingkan uang masuk dengan uang keluar.

Pada dasarnya, setiap bisnis berusaha untuk mendapatkan income lebih dari biaya yang dikeluarkan.

Ketika sebuah bisnis mampu lebih banyak menghasilkan uang daripada menghabiskannya, maka itu akan memaksimalkan laba bersih dan perusahaan akan terus bertumbuh.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Arus Kas dengan Tepat

2. Menjaga Rekap Transaksi

Merekam transaki termasuk pendapatan dan beban sangat penting untuk prosedur akuntansi dan pembukuan bisnis restoran Anda.

Penghasilan mencakup semua uang tunai, kartu kredit dan penjualan cek yang diterima.

Biaya keluar-pun juga harus dilakukan pencacatan dengan baik dan teratur, contohnya dengan menggunakan bantuan nota dan faktur.

Sistem Point of Sales atau software kasir restoran Anda biasanya melacak semua kartu kredit dan uang tunai hasil penjualan.

Sistem ini juga melacak semua penerimaan harus diajukan dan dicatat dalam dokumen laba rugi (Profit & Loss Document).

Hal ini juga penting untuk membuat Anda tidak  menutup mata pada jumlah persediaan Anda.

3. Mengelola Inventaris

Persediaan merupakan faktor penting dalam pengelolaan akuntansi, karena merupakan investasi dan persediaan yang dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan.

Persediaan bisnis makanan dan minuman meliputi bahan baku, mesin pengolah, dan berbagai produk dan bahan-bahan yang Anda miliki di tangan untuk menghasilkan makanan dan minuman.

Anda harus selalu mempertimbangkan inventaris Anda sebagai kas dalam bentuk yang berbeda, dan menghitung secara konsisten dan menyeluruh.

4. Perhitungan Laba Rugi dalam Akuntansi Restoran

Laporan laba rugi berfungsi sebagai laporan untuk meringkas pendapatan, biaya dan persediaan, menggambarkan keuntungan total dan kerugian bisnis selama periode waktu tertentu.

Jika memungkinkan, sebaiknya Anda perlu mempersiapkan dokumen ini setiap minggu.

Hal ini membuat Anda lebih mudah untuk melacak angka untuk membandingkan laporan dari bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun.

Disamping itu, laporan laba rugi berisi semua informasi yang relevan dengan arus kas Anda, termasuk penjualan dan upah tenaga kerja.

Baca juga: Cara Menghitung Break-Even Point (BEP) Coffee Shop

5. Memaksimalkan Penggunaan Software Akuntansi pada Bisnis Kuliner

Software akuntansi merupakan salah satu teknologi yang dapat dipergunakan untuk mengatur pembukuan dan penyusunan laporan keuangan suatu bisnis restoran Anda.

Memaksimalkan penggunaan software akuntansi terbaik akan memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis, sehingga membuat Anda dapat lebih fokus pada perkembangan bisnis kuliner yang sedang Anda jalani.

Software Akuntansi Online Mekari Jurnal Permudah Pengelolaan Pembukuan Bisnis Restoran, Lupakan Penggunaan Excel Yang Ribet!

Baca Juga: Penerapan Sistem Manajemen Mutu dalam Menjalankan Bisnis

Studi Kasus: Ketika 26 Gerai Harus Melapor Cepat dan Akurat

Co-Founder Eatlah Michael Chrisyanto

Seiring berkembangnya bisnis, tantangan pembukuan restoran juga semakin kompleks. Hal ini dialami oleh Eatlah, brand kuliner yang didirikan oleh Michael Chrisyanto, Riesky Vernandes, dan Charina Prinandita pada 2016.

Ketika jumlah gerainya bertambah menjadi 26 cabang dengan lebih dari 200 karyawan di Jakarta, Bandung, dan Semarang, proses pembukuan manual mulai menghambat operasional karena penyusunan laporan keuangan membutuhkan waktu hingga satu hingga dua hari kerja dan data keuangan tidak dapat diperbarui secara real-time.

Untuk meningkatkan efisiensi, Eatlah mengimplementasikan Mekari Jurnal yang terintegrasi dengan sistem POS di seluruh gerainya. Integrasi ini memungkinkan data penjualan dari setiap cabang tercatat secara otomatis melalui satu kali input, sementara lebih dari 30 template laporan keuangan membantu tim finance menghasilkan laporan tanpa harus menyusunnya secara manual setiap periode.

Hasil implementasinya menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan. Proses penyusunan laporan keuangan menjadi 95% lebih cepat, tingkat kesalahan entry data berkurang 13%, dan risiko kesalahan akibat penggunaan rumus manual seperti di Excel menurun 17%.

Selain itu, manajemen dan kepala cabang dapat mengakses laporan neraca, laba rugi, maupun arus kas secara real-time melalui perangkat seluler, sehingga pengambilan keputusan bisnis dapat dilakukan lebih cepat berdasarkan data keuangan yang akurat.

Restoran Eatlah 1024X682 1 943X628

Kesalahan Umum dalam Pembukuan Bisnis Restoran

Beberapa pola kesalahan berikut sering ditemukan pada bisnis kuliner, terutama yang masih mengandalkan pencatatan manual atau semi manual.

1. Mencatat Penjualan Online Berdasarkan Nilai Settlement

Mencatat penjualan setelah dipotong komisi platform membuat omzet tercatat lebih rendah dari nilai transaksi sebenarnya dan dapat mengurangi akurasi laporan keuangan.

2. Tidak Menerapkan Metode FIFO Secara Konsisten

Mengabaikan FIFO menyebabkan bahan baku lama berisiko kedaluwarsa atau rusak sehingga meningkatkan food waste dan kerugian persediaan.

3. Tidak Memiliki Bill of Materials (BOM) yang Terstandarisasi

Ketiadaan BOM membuat penggunaan bahan baku dan porsi menu tidak konsisten sehingga HPP dan food cost sulit dikendalikan.

4. Terlambat Melakukan Rekonsiliasi Kas Harian

Mencocokkan kas fisik dengan laporan POS hanya di akhir bulan membuat selisih kas sulit ditelusuri karena kesalahan kecil telah terakumulasi.

5. Mencampurkan Pajak dan Service Charge dengan Pendapatan

Menggabungkan PBJT dan service charge ke dalam akun penjualan menyebabkan pendapatan tidak akurat dan berpotensi menimbulkan perbedaan saat pelaporan pajak.

6. Tidak Memisahkan Laporan Keuangan per Cabang

Menggabungkan seluruh transaksi dari berbagai gerai dalam satu laporan menyulitkan manajemen mengevaluasi kinerja dan profitabilitas masing-masing cabang.

Checklist Penutupan Kas Harian untuk Kasir dan Manajer Resto

Rutinitas penutupan kasir setiap akhir jam operasional adalah pertahanan pertama terhadap kebocoran kas. Berikut daftar periksa yang bisa langsung diterapkan.

Checklist Penutupan Kas Harian untuk Kasir dan Manajer Resto

Enam poin ini idealnya dilakukan setiap tutup toko sebagai rutinitas tetap, dijadwalkan dan didokumentasikan, bukan sekadar dilakukan saat manajer merasa ada yang tidak beres dengan angka penjualan hari itu.

Software Akuntansi Online Mekari Jurnal Permudah Pengelolaan Pembukuan Bisnis Restoran, Lupakan Penggunaan Excel Yang Ribet!

Meskipun bisnis makanan dan minuman mungkin memiliki staf akuntan yang tersedia untuk melakukan pekerjaannya, banyak juga yang menggunakan program komputer selain excel untuk membantu merekam informasi dan mengelola laporan keuangan dan pembukuan mereka.

Aplikasi akuntansi restoran yang dapat Anda manfaatkan adalah software yang terhubung dengan Point of Sales ( POS ).

Sistem terintegrasi seperti ini dapat mengurangi beban, bahkan menghilangkan biaya operator dan membantu mereka sepenuhnya menganalisis keuangan mereka dengan menjalankan dan menganalisa laporan keuangan secara komprehensif.

Mekari Jurnal mampu menyediakan kebutuhan diatas, ditambah dengan berbagai varian laporan keuangan yang instan namun komprehensif.

Hanya dengan 1-klik, Anda dapat melihat dan menganalisa laporan keuangan ataupun aktivitas bisnis secara holistik.

Tersedia puluhan tipe laporan untuk membantu Anda dalam membuat keputusan yang penting.

Dilengkapi dengan fungsi filter untuk membantu Anda fokus pada informasi yang diperlukan.

Seluruh laporan keuangan dapat di export ke dalam bentuk format excel, PDF, dan CSV.

Tertarik? Klik di sini untuk coba gratis Mekari Jurnal!

Itulah cara melakukan kegiatan yang berhubungan dengan akuntansi bisnis restoran seperti contoh pembukuan cafe, contoh format laporan keuangan perusahaan baru  yang bergerak di bidang cafe & resto, lengkap dengan beberapa tips lainnya.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Frequently asked questions

Apa itu pembukuan sederhana untuk bisnis F&B?

Apa itu pembukuan sederhana untuk bisnis F&B?

Pembukuan sederhana adalah proses pencatatan transaksi keuangan dasar seperti pemasukan, pengeluaran, dan laba secara sistematis namun tidak kompleks.

Mengapa bisnis F&B membutuhkan pembukuan?

Mengapa bisnis F&B membutuhkan pembukuan?

Karena bisnis F&B memiliki transaksi harian yang tinggi sehingga membutuhkan pencatatan yang rapi untuk mengontrol keuangan dan memastikan bisnis tetap untung.

Apa saja yang harus dicatat dalam pembukuan F&B?

Apa saja yang harus dicatat dalam pembukuan F&B?

Beberapa hal utama yang perlu dicatat meliputi penjualan, pembelian bahan baku, biaya operasional, dan keuntungan atau kerugian.

Apakah pembukuan harus menggunakan software?

Apakah pembukuan harus menggunakan software?

Tidak harus. Anda bisa memulai dengan pencatatan manual atau Excel, lalu beralih ke software akuntansi saat bisnis berkembang.

Bagaimana cara memulai pembukuan F&B yang sederhana?

Bagaimana cara memulai pembukuan F&B yang sederhana?

Mulailah dengan mencatat transaksi harian, pisahkan jenis biaya, dan lakukan rekap secara rutin (harian atau bulanan).

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami