Mekari Jurnal
Daftar Isi
6 min read

Dampak Cuti Bersama Terhadap Operasional Bisnis

Tayang 21 Mar 2023
Diperbarui 16 Oktober 2023

Ketika terdapat banyak momentum hari libur yang berdekatan dengan akhir pekan Pemerintah Indonesia mengambil keputusan untuk menetapkan cuti bersama. Mengamati fenomena tersebut, bagaimana dampak cuti bersama terhadap operasional bisnis? Simak selengkapnya.

Tantangan Bisnis yang Dihadapi saat Cuti Bersama

Cuti bersama adalah sebuah momen yang dinanti-nanti oleh banyak orang. Itu adalah waktu di mana Anda dapat melepaskan diri dari rutinitas sehari-hari, bersantai, dan menghabiskan waktu dengan keluarga atau melakukan perjalanan. Namun, sisi lain dari koin ini adalah tantangan yang dihadapi oleh bisnis saat cuti bersama.

Dampak Cuti Bersama Terhadap Operasional Bisnis

Dalam tulisan ini, kami akan menjelaskan beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh bisnis selama periode cuti bersama dan memberikan solusi untuk mengatasinya.

1. Penurunan Produktivitas

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh bisnis selama cuti bersama adalah penurunan produktivitas. Ketika karyawan mengambil cuti bersama, pekerjaan yang biasanya mereka tangani harus dialihkan kepada karyawan lain atau menumpuk hingga mereka kembali. Ini dapat mengganggu alur kerja dan memperlambat proses bisnis.

Dalam beberapa industri, seperti manufaktur atau logistik, penurunan produktivitas selama cuti bersama dapat memiliki dampak yang lebih serius. Misalnya, jika sebuah perusahaan beroperasi dalam bisnis pengiriman barang, penambahan cuti bersama dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman. Dampaknya adalah perusahaan harus membayar denda keterlambatan dan berisiko kehilangan kepercayaan konsumen.

Solusi:

Salah satu solusi untuk mengatasi penurunan produktivitas selama cuti bersama adalah dengan merencanakan penggantian karyawan dengan bijak. Pastikan ada cukup personel yang tersedia untuk menangani pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh karyawan yang sedang cuti. Selain itu, komunikasi yang baik antara tim juga penting. Berikan pemberitahuan yang cukup kepada semua pihak tentang siapa yang akan menggantikan tugas tertentu dan bagaimana alur kerja akan diatur selama periode cuti bersama.

2. Penyesuaian Jam Operasional Cuti Bersama

Tantangan lain yang dihadapi oleh bisnis selama cuti bersama adalah penyesuaian jam operasional. Pemerintah seringkali menetapkan jam operasional khusus selama cuti bersama, seperti libur nasional. Hal ini dapat mempengaruhi bisnis yang biasanya beroperasi dalam jam-jam tertentu.

Sebagai pemilik bisnis, Anda diwajibkan untuk mematuhi aturan pemerintah yang berlaku. Dengan adanya penambahan cuti bersama, bisnis Anda harus melakukan penyesuaian jam operasional. Tambahan libur yang tiba-tiba ini mungkin tidak ada pada perencanaan usaha Anda sehingga jam buka dan tutup layanan usaha harus segera menyesuaikan dengan peraturan.

Solusi:

Untuk mengatasi tantangan ini, penting untuk selalu memantau pengumuman pemerintah terkait cuti bersama dan jam operasional khusus. Pastikan Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang aturan dan peraturan yang berlaku. Selain itu, komunikasikan perubahan jam operasional kepada pelanggan atau klien Anda dengan jelas. Ini akan membantu menghindari kebingungan dan memastikan bahwa bisnis tetap berjalan lancar selama cuti bersama.

Baca Juga: Cara Mengatur Akuntansi Perusahaan di Kala Krisis

3. Penambahan Biaya Lembur

Dalam upaya meningkatkan produktivitas kerja demi mencapai target bisnis, beberapa sektor usaha memberlakukan kerja lembur. Bagi usaha yang tetap harus beroperasi selama periode cuti, maka biaya tenaga kerja menjadi bertambah karena adanya kompensasi lembur karyawan.

Solusi:

Untuk mengatasi tantangan biaya lembur selama cuti bersama, pertimbangkan untuk mengatur jadwal kerja karyawan dengan bijak. Prioritaskan pekerjaan yang paling penting dan pastikan bahwa pekerjaan yang memerlukan kerja lembur benar-benar diperlukan. Selain itu, pastikan bahwa kompensasi lembur sesuai dengan peraturan dan kebijakan perusahaan.

Untuk memperoleh kemudahan dalam memantau bisnis Anda selama periode cuti, Anda dapat menggunakan teknologi software akuntansi online Mekari Jurnal. Software ini menyediakan beragam fitur yang dapat mendukung kinerja perusahaan secara efektif dan efisien sehingga tak terganggu dengan hadirnya periode cuti.

Salah satu fitur yang tersedia adalah fitur Cashlink Mekari Jurnal. Anda dapat melakukan rekonsiliasi bank otomatis tanpa harus mengunjungi kantor fisik. Terdapat pula fitur manajemen stok barang di gudang hingga pembuatan laporan keuangan yang lengkap mulai dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Dengan menggunakan Mekari Jurnal, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis ritel diproses dengan baik oleh Mekari Jurnal.

Solusi agar Bisnis Bertahan saat Libur Panjang

Selama cuti bersama, bisnis harus tetap berjalan agar tidak mengalami kerugian finansial yang signifikan. Berikut beberapa solusi yang dapat membantu bisnis bertahan selama libur panjang:

1. Evaluasi Arus Kas

Dengan bertambahnya biaya operasional bisnis pada saat periode cuti, evaluasi arus kas harus dilakukan secara cermat. Analisis aliran kas yang masuk dan keluar, baik karena transaksi maupun operasi, perlu ditinjau kembali. Perubahan pada komponen arus kas akan berpengaruh pada kondisi keuangan bisnis dalam jangka pendek hingga jangka panjang.

2. Perhatikan Stok Barang saat Cuti Bersama

Keterlambatan distribusi barang selama cuti bersama adalah hal yang sangat wajar terjadi mengingat terjadinya beberapa pembatasan operasional. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pasokan bahan baku agar bisnis tetap bisa berjalan lancar. Pastikan bahwa stok barang mencukupi untuk memenuhi permintaan selama periode cuti bersama.

3. Pantau Transaksi Bisnis

Selama cuti bersama, beberapa industri perbankan mungkin memberlakukan penyesuaian jam operasional. Ini dapat mempengaruhi kemampuan bisnis untuk melakukan transaksi perbankan. Oleh karena itu, penting untuk memantau transaksi bisnis dengan cermat. Transaksi via online dapat menjadi solusi yang efektif untuk memantau dan mengelola transaksi selama cuti bersama.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengelola Ekonomi Kreatif Selama Resesi

Dampak Buruk Saat Mengambil Cuti Terlalu Sering

Cuti adalah waktu yang sangat diharapkan untuk melepaskan diri dari tekanan pekerjaan dan merenung. Namun, terlalu sering mengambil cuti tanpa perencanaan yang baik dapat memiliki dampak buruk pada kinerja dan keuangan Anda. Berikut adalah beberapa dampak buruk yang dapat timbul jika Anda mengambil cuti terlalu sering:

1. Penurunan Produktivitas

Salah satu dampak negatif yang dapat muncul jika Anda sering mengambil cuti adalah penurunan produktivitas. Ketika Anda terlalu sering absen dari pekerjaan, pekerjaan menumpuk, dan Anda mungkin merasa kesulitan untuk mengejar ketinggalan. Ini dapat mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas kerja Anda.

2. Masalah Keuangan

Mengambil cuti terlalu sering tanpa perencanaan keuangan yang baik dapat menguras tabungan Anda. Biaya liburan, akomodasi, makanan, dan aktivitas rekreasi dapat dengan cepat menghabiskan uang Anda. Jika Anda tidak memiliki anggaran yang jelas atau jika Anda mengambil cuti secara impulsif, Anda mungkin menemukan diri Anda kehabisan uang untuk kebutuhan sehari-hari setelah kembali dari liburan.

3. Malas Bekerja

Terlalu sering mengambil cuti dapat membuat Anda menjadi malas dalam bekerja. Setiap kali Anda merasa stres atau bosan dengan pekerjaan, Anda mungkin mengambil cuti sebagai pelarian. Ini dapat mengganggu keteraturan dan disiplin dalam pekerjaan Anda.

4. Dampak pada Penilaian Kinerja

Mengambil cuti terlalu sering dalam waktu yang singkat juga dapat memengaruhi penilaian atas kinerja Anda di tempat kerja. Atasan Anda mungkin merasa bahwa Anda tidak memiliki tanggung jawab penuh terhadap pekerjaan Anda jika Anda terlalu sering absen.

Solusi:

Untuk menghindari dampak buruk ini, penting untuk mengambil cuti dengan bijak. Pertimbangkan alasan dan kebutuhan Anda untuk cuti, dan pastikan Anda memiliki rencana yang baik untuk mengatasi pekerjaan yang tertunda. Selain itu, selalu perhatikan keuangan Anda dan buat anggaran yang sesuai untuk cuti Anda. Jangan terlalu sering mengambil cuti tanpa perencanaan yang matang, dan pastikan bahwa cuti Anda benar-benar diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.

Dalam bisnis dan karier, cuti adalah hak yang penting untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Namun, penting untuk mengambil cuti dengan bijak dan mempertimbangkan dampaknya pada produktivitas dan keuangan Anda. Dengan perencanaan yang baik dan disiplin, Anda dapat mengambil cuti tanpa khawatir tentang dampak buruk yang mungkin timbul.

Baca Juga: 10 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Business Plan

Kategori : Business Management
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal