Setiap perusahaan membutuhkan laporan keuangan untuk kemajuan perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan, pihak manajemen dapat melihat kondisi keuangannya dalam satu periode serta mengevaluasinya untuk kebutuhan ke depan. Laporan keuangan mampu menunjukkan secara real posisi keuangan yang nantinya memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan digunakna untuk perusahaan mana pun, tidak terkecuali perusahaan manufaktur.

Apa Itu Laporan Keuangan dan Perusahaan Manufaktur?

Apa Itu Laporan Keuangan dan Perusahaan Manufaktur?

Laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 1 (2015:1) adalah penyajian yang terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. Sedangkan menurut Harahap (2008:105). Laporan keuangan merupakan laporan yang menggambarkan kondisi keuangan serta hasil usaha dari suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Dari kedua pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan merupakan laporan yang menunjukkan posisi dan kondisi keuangan dari perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Umumnya, laporan keuangan perusahaan terdiri dari laporan neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal.

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang kegiatan utamanya adalah sebagai pengelola bahan mentah atau bahan baku menjadi barang jadi, lalu kemudian barang jadi tersebut dijual. Kegiatan semacam ini sering kita sebut dengan istilah proses produksi. Adapun klasifikasi pada perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut :

  • Persediaan Bahan Baku,
  • Persediaan dalamProses,
  • Persediaan Barang jadi.

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

7 Tantangan Industri Manufaktur & Cara Mengatasinya

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang aktivitas usahanya mengubah barang metah menjadi barang jadi. Dalam hal ini perushaan manufaktur memproduksi sendiri sebuah produk lalu menjualnya ke supplier atau pembeli langsung. Karena bersinggungan dengan kegiatan produksi, maka dalam laporan keuangan perusahaan manufaktur terdapat istilah harga pokok produksi. Harga pokok produksi ini dijadikan sebuah laporan keuangan utama bagi perusahaan manufaktur. Sebenarnya laporan keuangan pada perusahaan manufaktur tak jauh berbeda dari laporan keuangan perusahaan lainnya, namun adanya laporan harga pokok produksi inilah yang menjadi pembeda. Pada perusahaan lain seperti perusahaan jasa atau dagang tidak terdapat laporan harga pokok produksi, sedangkan pada perusahaan manufaktur ada.

Baca juga : Mengenal Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Berikut ini ada dijabarkan mengenai jenis laporan keuangan pada perusahaan manufaktur:

1. Laporan Harga Pokok Produksi

Kegiatan utama dari perusahaan manufaktur adalah produksi, maka ada biaya produski yang muncul sehingga diketahui harga pokok produksi. Laporan harga pokok produksi perlu dibuat untuk melihat jumlah nilai persediaan yang dipakai untuk proses produksi, jumlah nilai biaya untuk proses produksi, serta nilai biaya overhead perusahaan yang dikeluarkan selama masa produksi. Dengan adanya nilai dan biaya tersebut, maka akan terlihat berapa harga pokok produksi pada barang jadi yang telah dibuat yang nantinya akan berpengaruh terhadap nilai jual dari barang produksi tersebut. Kumpulan macam-macam biaya tersebut terdiri dari:

  • Biaya bahan baku atau BBB
  • Biaya tenaga kerja langsung atau BTKL
  • Biaya overhead pabrik atau BOP

Berikut adalah penjelasan dari ketiga maca jenis biaya dalam perusahaan manufaktur.

  • Biaya Bahan Baku atau BBB

Biaya bahan baku merupakan harga perolehan (harga pokok) dari materi yang terdapat pada barang jadi. Sedangkan bahan baku merupakan bagian dari barang jadi yang dapat ditelusuri keberadaanya. Bahan baku pada sebuah pabrik, bisa juga berupa barang jadi dari pabrik lain.

  • Biaya Tenaga Kerja Langsung

Sebelum membahas apa yang dimaksud biaya tenaga kerja langsug, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu apa itu tenaga kerja langsung. Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang memiliki hubungan serta kinerja langsung dengan proses pengelolahan barang. Baik pengelolaan bahan dengan menggunakan kemapuan fisik maupun dengan menggunakan bantuan mesin. Dari gambaran di atas maka bisa ditarik sebuah kesimpulan bahawa biaya tenaga kerja langsung adalah semua jenis kontraprestasi yang diberikan kpeada tenaga kerja langsung.

  • Biaya Overhead Pabrik

Yang dimaksud dengan biaya overhead pabrik adalah seluruh biaya yang timbul saat proses  pengolahan, yang tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung. Setidaknya terdapat 3 jenis biaya yang termasuk kedalam biaya overhead. Ketiga jenis biaya tersebut adalah sebagai berikut:

  • Biaya bahan penolong merupakan jenis biaya yang sangat kecil kuantitasnya yang dipergunakan untuk proses pengolahan, dan tidak bisa ditelusuri keberadaannya pada barang jadi.
  • Biaya kerja tidak langsung, seperti contohnya upah pengawas, mekanik, mandor, dan bagian reparasi.
  • Biaya penyusutan gedung pabrik, seperti misalnya penyusutan mesin.

2. Laporan Laba Rugi Perusahaan Manufaktur

Isi dari laporan laba rugi dari perusahaan manufaktur kurang lebih sama dengan perusahan lainnya, yaitu terdapat nilai pendapatan serta beban yang selisihnya akan menunjukkan nilai laba atau rugi dari perusahaan tersebut dalam satu periode. Didalam membuat laporan ini ada empat elemen dasar yang harus diperhatikan. Elemen merupakan indikator penting dalam penetapan laporan laba rugi perusahaan.

  • Revenues (pendapatan)

Pertama ada revenues yang merupakan pendapatan perusahaan dari penjualan produk yang dibuat. Revenue bukanlah keuntungan murni karena untuk mencari keungtungan masih harus di hitung dengan biaya yang diperlukan untuk menghasilkan barang ataupun jasa dari perusahaan tersebut.

  • Expense (biaya)

Selanjutnya yaitu expense yang merupakan semua biaya yang dibutuhkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan.

  • Profit (keuntungan)

Kemudian keuntungan yang merupakan sebuah pendapatan dari hasil penjualan melebihi dari biaya yang dikeluarkan. Revenue > Expense.

  • Loss (kerugian)

Terakhir ada kerugian yang merupakan kebalikan dari keuntungan. Dapat dikatakan sebagai biaya yang diperlukan ternyata lebih besar dari pendapatan. Expense > Revenue.

3. Laporan Neraca Perusahaan Manufaktur

Laporan neraca dari perusahaan manufaktur berisi aktiva dan pasiva. Aktiva merupakan sumber keuangan utama dari perusahaan dimana semua aset perusahaan terdapat pada aktiva ini, seperti kas, piutang, persediaan, dan lain sebagainya. Sedangkan pasiva adalah hutang serta modal yang dimiliki oleh perusahaan. Laporan neraca pada perusahaan manufaktur kurang lebih juga sama dengan perusahaan lainnya.

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan laporan yang berisi nilai dari modal awal, adanya perubahan modal, deviden yang dibagikan pada pemegang saham, serta hal lain yang tidak berhubungan dengan aktivitas atau kegiatan perusahaan. Untuk laporan perubahan modal pada perusahaan manufaktur juga isinya sama dengan perusahaan lainnya.

Baca juga : Perusahaan Anda Bergerak di Bidang Manufaktur? Pastikan Software Keuangan Anda Punya Fitur Ini!

Manfaat Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Studi Kasus Penggunaan Jurnal untuk Bisnis Manufaktur Kecil (Simple Manufacture)

Selanjutnya fungsi penting laporan keuangan perusahaan manufaktur yang perlu dipahami:

1. Sebagai Pedoman Laporan Keuangan

Laporan ini yang akan merangkum pendapatan yang didapatkan dengan biaya manufaktur yang dikeluarkan. Dengan mengetahui bagaimana relasi pendapatan dengan biaya, perusahaan dapat mencari cara agar pendapatan yang didapatkan pada tahun berikutnya lebih baik, dibandingkan dengan pendapatan tahun ini. Dengan informasi jenis biaya yang diperlukan perusahaan juga dapat memodifikasi biaya-biaya mana saja yang mungkin bisa dikurangi sehingga margin yang di dapat akan lebih besar.

2. Indikator Performa Perusahaan

Laporan keuangan juga berfungsi sebagai indikator performa perusahaan tersebut. Apalagi jika perusahaan tersebut adalah perusahaan publik, yang secara aktif menjual sebagian dari perusahaannya kepada masyarakat umum dalam bentuk saham.

3. Sebagai Data Pembanding

Laporan keuangan yang dibuat dapat digunakan sebagai pembanding bagaimana performa perusahaan dalam produksinya. Pendapatan yang didapat apakah ada peningkatan atau penurunan, serta marginnya apakah lebih besar atau lebih kecil. Selain itu perusahaan juga dapat menentukan strategi jangka panjang dan pendek. Serta menentukan prioritas, agar keuntungan yang didapatkan meningkat. Apakah mereka perlu meningkatkan biaya riset ataukah membeli teknologi baru agar biaya produksi dan penggunaan material menjadi lebih rendah.

4. Monitor Kesehatan Keuangan Perusahaan

Laporan keuangan sebuah perusahaan dapat mengetahui performa kesehatan keuagan mereka. Kesehatan keuagan sebuah perusahaan sangat lah vital sebagai penyokong eksistensi perusahaan itu sendiri. Perusahaan yang memiliki keuagan yang sehat tidak hanya untuk membiayai operasional saja. Memiliki keugan yang sehat akan memudahkan perusahaan mendapatkan dana pinjaman dan memiliki image yang bagus terutama untuk perusahaan public.

Setelah mengetahui bagaimana laporan keuangan perusahaan manufaktur dan manfaatnya bagi perusahaan, akan lebih baik jika Anda mencoba untuk menggunakan software aplikasi Jurnal. Ingat, perusahaan yang mengelola keuangan dengan baik berarti memiliki manajemen yang baik. Ini akan meningkatkan kinerja dan kredibilitas perusahaan. Jurnal dapat mempermudah Anda dalam membuat laporan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan aman. Dengan Jurnal, Anda hanya perlu memasukkan seluruh transaksi ke dalam Jurnal dan sistem yang akan membantu Anda menyusunnya dengan lebih rapi.

Author