Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Contoh Cara Menghitung Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Diperbarui
Summary
  • Biaya overhead adalah biaya yang tidak berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa.
  • Perusahaan perlu menghitung overhead agar alokasi biaya, harga produk, dan pengeluaran lebih terkontrol.
  • Contoh biaya overhead pabrik meliputi sewa, reparasi, bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung, utilitas, dan asuransi.
  • Biaya overhead dibagi menjadi tiga kategori: tetap, variabel, dan semi-variabel.
  • Tarif overhead dapat dihitung dari total biaya overhead dibandingkan dengan penjualan, biaya tenaga kerja, atau dasar pembebanan lain.

Dalam artikel Blog Mekari Jurnal, Anda akan memahami apa itu pengertian biaya overhead pabrik (BOP), bagaimana cara menghitung dengan rumus, serta apa saja contoh-contoh yang adalah termasuk dalam jenis pengeluaran ini. Simak selengkapnya!

Biaya overhead atau overhead cost adalah jenis biaya yang tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan produksi suatu produk atau jasa.

Ini mencakup semua beban pengeluaran yang dicatatat pada laporan rugi laba perusahaan di luar biaya yang terkait langsung dengan aktivitas produksi perusahaan.

Sebagai gambaran sederhana, pembelian persediaan bukan termasuk overhead karena sangat berkaitan langsung dengan kegiatan produksi perusahaan.

Sedangkan biaya sewa bangunan pabrik termasuk overhead.

Hal ini karena perusahaan tetap harus membayar sewa tersebut baik perusahaan melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas produksi.

Nah, membaca tulisan ini Anda akan lebih memahami terkait topik overhead cost ini, dan bisa menjawab beberapa pertanyaan seperti:

  • Sebutkan yang termasuk jenis biaya overhead pabrik yang kalian ketahui, apa saja itu?
  • Salah satu contoh biaya yang termasuk ke dalam overhead adalah apa saja?

laporan keuangan bisnis

Kenapa Perusahaan Harus Menghitung Biaya Overhead?

Berikut ini adalah beberapa manfaat bagi perusahaan atau pabrik jika mengetahui berapa jumlah biaya overhead yang dikeluarkan, apa saja itu?

Mengetahui Rincian Alokasi Biaya

Yang pertama adalah mengetahui rincian dari masing-masing alokasi dana yang akan dikeluarkan.

Hal ini dapat membantu perusahaan dalam membuat anggaran dana untuk biaya selanjutnya sehingga pembuatannya akan lebih terencana dan dapat menghindari pengeluaran yang berlebih.

Menentukan Harga dengan Tepat

Dengan mengetahui berapa jumlah biaya yang dimiliki juga dapat mempengaruhi dalam penentuan harga produk yang tepat.

Perhitungan mengenai biaya ini perlu untuk dimasukkan ke dalam penentuan harga agar terhindar dari kerugian.

Terutama jika biaya ini tetap harus dikeluarkan tanpa terpengaruhi apakah produksi sedang memasuki masa “subur” atau tidak.

Mengawasi Pengeluaran Biaya

Pihak perusahaan akan mampu untuk mengawasi biaya yang akan dikeluarkan.

Dengan mencatat dan menghitung biaya overhead pabrik akan membantu Anda dalam mengawasi pengeluaran dalam bisnis secara keseluruhan.

Dapat dilihat juga apakah rencana pengeluaran sudah efisien.

Dari sana juga akan terlihat, apakah ternyata jumlahnya terlalu besar jika dibanding expense lainnya.

Dengan begitu, Anda dapat melakukan beberapa penyesuaian dan pengeluaran biaya pun lebih terkontrol.

Baca juga: Contoh Perhitungan Break Even Point (BEP) Perusahaan

Contoh Kategori Biaya Yang Termasuk Sebagai Overhead Pabrik

contoh kategori biaya overhead adalah

Biaya yang termasuk sebagai overhead berbeda-beda tergantung dengan jenis perusahaan.

Tentunya biaya yang dikeluarkan di perusahaan dagang akan berbeda dari perusahaan manufaktur.

Secara garis besar, yang termasuk jenis atau contoh biaya overhead pabrik adalah:

  • Biaya sewa, reparasi, dan pemeliarahaan
  • Biaya bahan mentah tidak langsung (penolong)
  • Biaya tenaga kerja tidak langsung (upah, tunjangan)
  • Biaya utilitas
  • Asuransi
  • Peralatan kantor
  • dan lainnya

Jika dirincikan lebih lanjut, biaya overhead pabrik atau lainnya dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tetap, variabel dan semi-variabel, berikut penjelasannya:

Biaya Overhead Tetap (Fixed Expenses)

Berapa pun volume penjualan Anda, biaya ini tetap harus dipenuhi setiap bulannya.

Biaya-biaya ini tidak akan berubah, terlepas dari apakah kegiatan penjualan perusahaan sedang naik atau turun.

Contoh biaya yang termasuk dalam kategori overhead tetap adalah:

  • Pembayaran sewa atau hipotek.
  • Depresiasi aset tetap (seperti mobil dan peralatan kantor).
  • Biaya tenaga kerja untuk manajer, karyawan akuntan dan yang serupa. Intinya, biaya ini ditujukan kepada karyawan di luar karyawan yang ditugaskan langsung pada kegiatan produksi.
  • Beban asuransi.
  • Iuran keanggotaan.
  • Biaya jasa hukum atau konsultan akuntansi.

Biaya Overhead Variabel (Variable Expenses)

Biaya overhead variabel adalah jenis beban yang yang berubah-ubah atau berfluktuasi dari waktu ke waktu.

Perubahan tersebut tergantung dari volume aktivitas penjualan dan faktor lainnya.

Seperti upaya promosi, perubahan musim, kondisi ekonomi dan lainnya yang jelas hal tersebut tidak bisa diprediksi secara tetap dari waktu ke waktu.

Intinya, biaya variabel mengalami fluktuasi dan tidak pernah tetap dalam satu periode.

Contoh biaya yang termasuk dalam kategori variabel adalah:

  • Biaya pemasaran perusahaan.
  • Biaya telepon perusahaan.
  • Perlengkapan kantor dan lainnya.

Biaya Overhead Semi-Variabel (Variable Expenses) Untuk Pabrik Atau Lainnya

Biaya ini bersifat lebih fleksibel dibandingkan dengan variabel yang selalu berubah-ubah setiap waktunya.

Terkadang pada kurun waktu tertentu biaya ini dapat terjadi secara tetap.

Namun, di waktu berikutnya karena faktor eksternal atau kegiatan operasional perusahaan yang meningkat atau menurun, akan terjadi perubahan juga.

Dapat diartikan juga bahwa jenis biaya semi-variabel tidak mengalami perubahan sepanjang waktu dan tidak harus selalu dibayarkan.

Salah satu contoh biaya overhead semi-variable adalah tinta printer sebagai perlengkapan kantor/pabrik.

Terkadang seorang akuntan mungkin menggunakan printer secara konstan dari bulan ke bulan.

Dikarenakan pada akhir tahun perusahaan harus tutup buku akhir tahun, akuntan menggunakan printer secara intens daripada sebelumnya.

Penting untuk mengontrol bjenis biaya ini karena dapat berpengaruh pada kegiatan penjualan perusahaan walaupun secara tidak langsung.

Jika tidak dikontrol dengan baik dan teratur, dapat merugikan perusahaan.

Kelola Kas & Transaksi Lebih Mudah dan Akurat, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Cara Menghitung Tarif Biaya Overhead Pabrik

pengertian biaya overhead pabrik, jenis jenis, klasifikasi dalam akuntansi adalah

Setelah semua biaya diklasifikasikan dengan benar, Anda dapat mengetahui persentase biaya overhead pabrik (BOP) atau bisnis Anda dari penjualan dengan cara menghitung dengan rumus berikut.

Hal ini dilakukan dengan menjumlahkan semua biaya yang biasanya membaginya berdasarkan bulan, dan kemudian membagi total itu dengan semua penjualan bulanan.

Misalnya, perusahaan Anda memiliki Rp120.000.000,00 dalam biaya overhead bulanan dan menghasilkan Rp800.000.000,00 dalam penjualan bulanan.

Dalam hal ini, persentase overhead-nya adalah Rp120.000.000,-00 dibagi Rp800.000.000,00 yang memberi Anda 0,15.

Lipat gandakan dengan 100, dan persentase Anda adalah 15 persen dari penjualan Anda.

Perhitungan ini dapat menggambarkan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk biaya tersebut.

Misalnya, dalam kasus di atas, untuk setiap rupiah yang dihasilkan perusahaan, 15 persen adalah dikhususkan untuk overhead.

Hal ini juga bermanfaat untuk menghitung persentase overhead dalam kaitannya dengan biaya tenaga kerja.

Biaya overhead bulanan adalah dibagi dengan biaya tenaga kerja bulanan dan dikalikan dengan 100.

Semakin rendah persentasenya, semakin efektif suatu bisnis dalam memanfaatkan sumber dayanya.

Nilai bisnis diukur oleh berbagai faktor, termasuk perhitungan seperti profitabilitas dan persentase overhead.

Sejauh ini cara paling akurat adalah dengan melacak biaya dan pendapatan sehingga pemilik bisnis dapat mengukur efisiensi bisnis perusahaan.

Ini langsung terkait dengan pembelian dan pembiayaan peralatan.

Selain itu, rumus untuk menghitung biaya overhead pabrik (BOP) juga dapat menggunakan beberapa metode, yaitu:

  • Jumlah satuan produk. Metode ini langsung membebankan kepada produk dan lebih cocok digunakan dalam perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk.
  • Biaya bahan baku. Apabila harga pokok bahan baku sebagai dasar pembebanan.
  • Biaya tenaga kerja. Apabila sebagian besar elemen mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah tenaga kerja langsung, maka dasar yang dipakai untuk membebankan biaya tersebut adalah tenaga kerja langsung.
  • Jam tenaga kerja langsung. Apabila mempunyai hubungan erat dengan waktu untuk membuat produk, maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah jam tenaga kerja langsung.
  • Jam penggunaan mesin. Apabila bervariasi dengan waktu penggunaan mesin maka dasar yang dipakai membebankan adalah jam mesin.

Penyusunan biaya tak terduga ini sangat penting untuk dimasukkan dalam rencana anggaran pembiayaan perusahaan agar tidak terjadi kekurangan anggaran di kemudian hari.

Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Kelola Biaya Pabrik Atau Industri Lainnya dengan Lebih Mudah Dengan Aplikasi Mekari Jurnal

Untuk bisa memaksimalkan pengontrolan biaya overhead pabrik, tentunya Anda membutuhkan aplikasi manufaktur modern yang dapat meninjau seluruh biaya yang terjadi.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi online yang menawarkan fitur-fitur akuntansi dan beroperasi secara real-time dan cloud-storaged.

Terdapat sejumlah fitur yang mampu membantu anda dalam menjalankan bisnis seperti aplikasi gudang, aplikasi stok barang, dan pembukuan usaha.

Dengan  aplikasi akunting Jurnal, Anda dapat memantau biaya-biaya yang terjadi pada perusahaan Anda dengan mudah dan cepat.

Manfaatkan juga inventory management software untuk membantu Anda dalam mengelola inventory.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

software jurnal

Nah, sekarang Anda sudah memahami apa itu biaya overhead pabrik  (BOP), jenis-jenis, cara menghitung beserta contoh yang termasuk adalah apa saja?

Semoga informasi berikut ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya.

FAQ

1. Apa itu biaya overhead?

1. Apa itu biaya overhead?

Biaya overhead adalah biaya yang tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan proses produksi barang atau jasa, tetapi tetap harus dikeluarkan untuk mendukung operasional perusahaan. Contohnya adalah biaya sewa bangunan pabrik.

2. Mengapa perusahaan harus menghitung biaya overhead?

2. Mengapa perusahaan harus menghitung biaya overhead?

Perusahaan perlu menghitung biaya overhead untuk mengetahui alokasi biaya, menentukan harga produk dengan tepat, serta mengawasi pengeluaran agar lebih efisien dan tidak berlebihan.

3. Apa saja contoh biaya overhead pabrik?

3. Apa saja contoh biaya overhead pabrik?

Contoh biaya overhead pabrik antara lain biaya sewa, reparasi dan pemeliharaan, bahan mentah tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, utilitas, asuransi, peralatan kantor, dan biaya lainnya yang mendukung operasional.

4. Apa itu biaya overhead tetap?

4. Apa itu biaya overhead tetap?

Biaya overhead tetap adalah biaya yang jumlahnya cenderung sama setiap bulan, meskipun volume produksi atau penjualan naik maupun turun. Contohnya sewa, depresiasi aset tetap, gaji tenaga kerja tidak langsung, asuransi, dan biaya jasa hukum.

5. Apa itu biaya overhead variabel?

5. Apa itu biaya overhead variabel?

Biaya overhead variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah mengikuti aktivitas bisnis atau faktor lain seperti promosi, musim, dan kondisi ekonomi. Contohnya biaya pemasaran, biaya telepon perusahaan, dan perlengkapan kantor.

6. Apa itu biaya overhead semi-variabel?

6. Apa itu biaya overhead semi-variabel?

Biaya overhead semi-variabel adalah biaya yang terkadang tetap dalam periode tertentu, tetapi bisa berubah ketika aktivitas operasional meningkat atau menurun. Salah satu contohnya adalah tinta printer yang penggunaannya bisa meningkat pada periode tertentu.

7. Bagaimana cara menghitung persentase biaya overhead?

7. Bagaimana cara menghitung persentase biaya overhead?

Persentase biaya overhead dapat dihitung dengan membagi total biaya overhead bulanan dengan total penjualan bulanan, lalu dikalikan 100. Misalnya biaya overhead Rp120.000.000 dan penjualan Rp800.000.000, maka persentase overhead adalah 15%.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami