Tutup Pembukuan Anda, Buka Catatan Keuangan Baru!

Pada dasarnya, Tutup Buku merupakan bagian akhir dari siklus akuntansi yang dilakukan dengan proses pemindahan Akun Nominal (Nominal Account) dan Dividen (Dividend) ke Laba Ditahan (Retained Earnings) sehingga nilai saldo akhir setiap akun Neraca menjadi saldo awal untuk periode selanjutnya. Tutup buku merupakan hal yang penting dalam perusahaan. Dengan tutup buku, perusahaan dapat mengetahui seberapa besar profit yang didapat dan berapa banyak pengeluaran transaksi bisnis selama satu periode akuntansi.

Pentingnya Menerapkan Tutup Buku

Dalam sistemnya, Tutup Buku dilakukan oleh akuntan dengan memisahkan (Cut-Off/Pisah Batas) pembukuan akunting perusahaan per periode atau tahun; mengkalkulasi Laba/Rugi di akhir periode; dan mendapatkan Neraca Akhir.

Pada akhirnya, Tutup Buku diterapkan dengan tujuan supaya perusahaan dapat:

  • Mengukur pencapaian atau perkembangan bisnis (Laba/Rugi) selama periode tersebut.
  • Mendapatkan angka kekayaan perusahaan di akhir periode.
  • Mengkalkulasi rasio finansial perusahaan termasuk kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek (liquidity) dan jangka panjangnya (solvability).
  • Membagikan dividen dari Laba Ditahan setelah proses Tutup Buku di akhir tahun.

alt

Prosedur Penerapan Tutup Buku

Berikut adalah prosedur penerapan Tutup Buku dalam sistem akuntansi:
1. Pisahkan akun nominal (Nominal Account) dengan akun riil (Real Account).
2. Tutup akun nominal (Nominal Account) dan pindahkan ke laporan laba rugi (Income Statement).
3. Susun laporan laba rugi (Profit/Loss).
4. Kalkulasi pajak penghasilan (Income Tax) dan masukkan ke dalam buku besar.
5. Tutup buku besar pajak penghasilan (Income Tax) dan pindahkan ke Laba/Rugi (Profit/Lost).
6. Tutup buku besar laba/rugi (Profit/Lost) dan pindahkan ke laba ditahan (Retained Earning).
7. Tutup dividen (Dividend) dan pindahkan ke laba ditahan (Retained Earning).
8. Susun neraca lajur (Trial Balance).
9. Membuat neraca akhir (Balance Sheet).

Bagaimana pendapat Anda setelah mengetahui kegunaan Tutup Buku? Ternyata untuk melakukan proses tersebut dibutuhkan ketelitian dan waktu yang panjang, bukan? Tapi jangan khawatir, setelah proses Tutup Buku selesai, laporan pembukuan Anda pun akan semakin sempurna.

Cloud Accounting: Fitur Tutup Buku untuk Selesaikan Pembukuan Anda!

Salah satu perusahaan penyedia layanan akuntansi cloud di Indonesia adalah Jurnal, platform akuntansi online berbasis komputasi cloud. Dengan Jurnal, Anda dapat mengakses laporan keuangan Anda secara real time dimana pun dan kapan pun Anda berada. Ini memudahkan pemilik usaha untuk selalu memeriksa kondisi keuangan perusahaan. Selain itu tidak perlu menyewa jasa dengan harga yang mahal untuk mengatur akuntansi perusahaan secara professional.

Baru-baru ini, Jurnal baru saja merilis fitur baru Tutup Buku untuk memudahkan Anda dalam melengkapi proses pembukuan Anda.
Berikut beberapa kelebihan yang Anda dapatkan dengan fitur ini:

1. Meningkatkan keamanan pembukuan

Mencegah perubahan data pembukuan Anda oleh pihak tidak berwenang pada laporan yang telah di Tutup Buku. Demi keamanan data para pelanggan.

2. Laporan keuangan secara berkala

Memudahkan Anda menyusun seluruh laporan keuangan mulai dari laporan Neraca, Neraca Lajur, Laba Rugi, hingga Arus Kas secara periodik.

3. Fleksibilitas untuk memilih panjang periode tutup buku

Memudahkan Anda menyusun seluruh laporan keuangan setiap bulan, triwulan, semester atau sesuai kebutuhan bisnis Anda. Sehingga Anda tidak perlu dipusingkan dengan hal tersebut dan bisa fokus pada hal lain seperti pemasaran dan riset produk terbaru.

pic

Itulah beberapa keunggulan fitur tutup buku pada Jurnal. Selain fitur tutup buku, Jurnal juga dilengkapi berbagai fitur lainnya, mulai dari membuat laporan keuangan lengkap, mengelola stok barang, hingga melakukan rekonsiliasi bank secara cepat. Tunggu apalagi? Daftarkan perusahaan Anda sekarang dengan Jurnal


PUBLISHED24 Jan 2019
Jurnal
Jurnal

SHARE THIS ARTICLE: