Jangan Lupa Lapor SPT Pajak 2020, Begini Dendanya!

Bagi para wajib pajak sudah seharusnya untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak atau biasa disebut SPT Pajak. Menurut Undang-undang No. 16 Tahun 2009 Pasal 1 Nomor 11, Surat Pemberitahuan adalah Surat yang digunakan untuk para wajib pajak untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. Lalu kapan batas lapor SPT pajak?

Pada tahun 2020 ini batas akhir pelaporan SPT Pajak sebentar lagi. Bagi Anda, perorangan batas akhir pelaporan jatuh pada tanggal 31 Maret 2020. Sedangkan bagi SPT Pajak Badan akan jatuh pada 4 bulan setelah pergantian masa pajak yaitu tanggal 30 April 2020.

Kenapa Harus Lapor SPT Pajak?

Meski karyawan biasanya secara otomatis dipotong gaji oleh perusahaan untuk kebutuhan pembayaran pajak, wajib pajak tetap harus melaporkan SPT nya untuk melihat penghasilan atau penambahan aset lain di luar pekerjaannya.

Sama dengan badan atau organisasi, lapor SPT pajak juga wajib untuk melaporkan penambahan aset-aset wajib pajak badan di luar elemen-elemen pajak lainnya.

Bagaimana Saya Harus Melapor?

Cara lapor SPT Pajak saat ini mudah. Anda dapat melapor langsung melalui e-filling yang telah disediakan oleh DIrektorat Jenderal Pajak atau menggunakan beberapa software atau aplikasi dalam membantu Anda untuk melapor pajak yang dikembangkan oleh pengembang swasta.

Hindari Bayar di Waktu Tenggat

Humas DJP, Hestu Yoga Saksama melalui DDTC News mengatakan bahwa saat ini masyarakat masih memiliki kecenderungan untuk melaporkan SPT pajaknya pada waktu tenggat. Padahal membayar pada waktu tenggat dapat menimbulkan beberapa masalah misalnya, data yang salah, dan juga kecepatan sistem karena adanya bottleneck pada jaringan.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi dan menghindari wajib pajak yang melaporkan SPT pada waktu tenggat, DJP telah menyiapkan beberapa hal berupa kampanye lapor pajak di media-media online dan juga melakukan reminder melalui e-mail.

Membayar pajak pada waktu tenggat juga dipengaruhi oleh moral para wajib pajak. Moral pajak terutama pada negara-negara berkembang masih rendah. Para wajib pajak tidak menyadari fitur-fitur dan keuntungan dari membayar pajak.

Apa Dendanya?

Bagi wajib pajak yang telat melaporkan SPT pajaknya, Berdasarkan pasal 7 UU 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) untuk SPT pribadi didenda sebesar Rp. 100.000 dan bagi SPT Badan akan dikenakan denda Rp. 1.000.000.

Jika wajib pajak tidak tertib dengan tidak melaporkan SPT pajaknya pada tahun-tahun berikutnya, maka wajib pajak akan membayar denda akumulasi per-tahunnya. Misal Anda tidak melaporkan SPT pajak hingga empat tahun. Maka denda yang harus dibayarkan adalah Rp. 400.000.

Sementara, di Pasal 39 UU KUP Nomor 16 Tahun 2009 tertulis, barang siapa yang dengan sengaja atau lalai menyerahkan SPT Pajak, bahkan mengisi informasi palsu pada formulir SPT Pajak, baik manual maupun elektronik, bakal dijatuhi hukuman pidana minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun.

Sebagai wajib pajak terutama badan atau organisasi, Anda perlu mengolah perhitungan keuangan perusahaan dengan elemen pajak. Jurnal, software keuangan terbaik yang dapat menghitung segala transaksi terutama yang berkaitan dengan pajak.

[adrotate banner=”13″]

 


PUBLISHED09 Mar 2020
Hafidh
Hafidh


Kategori : Keuangan