Dari aktivitas operasionalnya, perusahaan manufaktur mempunyai beberapa perbedaan yang jelas dibanding jenis perusahaan lainnya. Ini menyebabkan perhitungan dan metode akuntansi, khususnya metode pengukuran biaya bagi perusahaan atau bisnis manufaktur cukup kompleks. Bisnis manufaktur harus memperhitungkan biaya bahan baku dan pemrosesannya sampai menjadi barang jadi yang siap dijual.

 

Ada beberapa penerapan metode akuntansi terhadap perusahaan manufaktur. Anda harus memilih metode yang tepat untuk perusahaan manufaktur dan menggunakannya dengan benar. Dengan informasi yang diberikan di dalam artikel ini, diharapkan Anda dapat memilih sistem dan metode akuntansi yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan manufaktur Anda. Terdapat dua kategori utama pada metode pengukuran biaya yang terjadi di perusahaan manufaktur, yaitu Inventory Cost dan Production cost.

 

Penentuan Inventory Cost

Penerapan Inventory Cost atau biaya persediaan menentukan bagaimana pemberian harga terhadap bahan yang dibeli dan bahan yang tersedia. Lebih detailnya, metodologi biaya ini menetapkan bagaimana persediaan dihitung biayanya (dihargai) setiap kali persediaan baru ditambahkan. Karena barang persediaan dijual dan digunakan dalam proses produksi, maka biaya bahan dalam proses (Work In Progress) ditetapkan dari jumlah persediaan yang digunakan untuk suatu proses pembuatan barang dikalikan dengan harga per unit persediaan.

 

Maka terdapat biaya HPP (Harga Pokok Penjualan) dan biaya BDP (Barang Dalam Proses). Sebagian besar perusahaan akan menggunakan salah satu dari jenis metode biaya persediaan berikut ini untuk menentukan nilai HPP dan BDP tersebut yaitu:

a. FIFO (First-In, First-Out)

Metode FIFO menetapkan bahwa lapisan pertama pembelian persediaan yang pertama kali dibeli digunakan sebelum lapisan persediaan yang lebih baru. Sebagian besar perusahaan menggunakan metode ini karena asumsi yang terkandung sangat cocok dengan arus barang secara aktual. Dengan menggunakan metode FIFO berarti juga mengurangi risiko barang kedaluwarsa karena barang yang sudah berumur lama karena dibeli pertama kali akan segera dijual.

b. LIFO (Last-In, First-Out)

Metode LIFO menetapkan bahwa lapisan terakhir pembelian persediaan digunakan sebelum lapisan pertama, berkebalikan dengan metode FIFO. Beberapa perusahaan masih menggunakan metode ini. Namun metode ini tidak dianjurkan karena salah satu alasannya adalah menambah risiko kadaluarsa barang yang tersimpan.

c. Weighted-Average Cost

Pada dasarnya, Weighted-Average Cost menetapkan bahwa hanya ada satu lapisan inventaris dalam persediaan. Lapisan itu adalah biaya rata-rata dari semua persediaan yang dibeli. Setiap saat pembelian persediaan baru, harga per unit baru akan terhitung dan diterapkan ke semua transaksi persediaan yang keluar hingga ada persediaan baru yang masuk.

d. Identifikasi Spesifik

Metode identifikasi spesifik menetapkan bahwa setiap item persediaan yang dibeli pada harga tertentu akan diterapkan secara sama ketika dijual atau digunakan dalam produksi. Metodologi ini akan efektif jika Anda membeli barang yang dibeli secara individu dan bernilai mahal.

 

Sebagai catatan, salah satu cara memilih metode yang terbaik di antara keempat metode di atas adalah dengan menghitung masing-masing hasil nilai yang keluar. Pilihlah hasil yang mengeluarkan biaya termurah. Selebihnya, tidak ada keharusan dalam memilih salah satu dari keempat metode tersebut. Akan lebih baik jika pemilihan juga didasarkan pada keputusan rapat manajemen yang mengarah pada cocoknya metode terhadap kebutuhan perusahaan.

 

Penentuan Production Cost

Berikutnya adalah penjelasan metode pengukuran biaya produksi. Ada sejumlah metode biaya produksi yang bisa dipilih oleh perusahaan manufaktur dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing. Pendekatan biaya produksi yang digunakan secara umum adalah sebagai berikut:

a. Job Order Costing

Umumnya digunakan untuk pembebanan suatu batch produk. Job Order Costing dihitung dengan mencatat jam kerja dan unit bahan baku yang diperlukan untuk setiap batch.

b. Process Costing

Metode ini efektif jika perusahaan manufaktur Anda menjalankan lini produksi yang secara konstan memproduksi produk atau suku cadang yang sama. Biaya ditanggung oleh tiap departemen alih-alih oleh suatu proyek.

c. Activity-Based Costing

Metode ini menyelaraskan segala sumber daya yang dipakai perusahaan dan aktivitasnya dengan produk dan atau layanan perusahaan yang berkorelasi langsung dengan konsumsi biayanya. Biaya Activity-Based costing menggabungkan lebih banyak biaya tidak langsung ke dalam kegiatan produksi langsung untuk membantu pengambilan keputusan penetapan harga.

d. Variabel Costing

Serupa dengan biaya overhead. Tetapi dalam pembebanannya terhadap output produksi biayanya lebih bervariasi. Implikasinya, semakin banyak produk yang dihasilkan, semakin tinggi biayanya.

e. Absorption Costing

Digunakan ketika pembebanan biaya mencakup semua biaya variabel dan biaya tetap termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.

f. Metode biaya lainnya

Tergantung dari kebutuhan dan di mana Anda mendirikan perusahaan, terminologi lain seperti biaya standar, biaya aktual, weighted-average costing, dan resource consumption costing. Unsur-unsur ini terkandung di dalam kesemua metode yang sudah dijelaskan di atas. Namun, terkadang penerapannya fleksibel.

 

Intinya, tidak ada satu pengukuran biaya yang cocok untuk ke semua perusahaan manufaktur. Ditiap perusahaan manufaktur pastinya menggunakan metode akuntansi pengukuran biaya yang berbeda-beda dan sekali lagi, tergantung kebutuhan dari masing-masing perusahaan. Tetapi untuk kebutuhan pencatatan transaksi perusahaan manufaktur maupun pengeluaran-pengeluarannya dan pelaporan keuangan secara utuh, Anda bisa menggunakan Jurnal sebagai solusinya.

Jurnal adalah software akuntansi online yang menawarkan fitur-fitur termasuk berbagai metode dalam dunia akuntansi yang sesuai dengan PSAK yang berlaku. Dengan Jurnal, pengklasifikasian dan pencatatan segala bentuk biaya bisa dilakukan dengan mudah dan otomatis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.