Metode Akuntansi Pengukuran Biaya Bagi Perusahaan Manufaktur

Berikut ini adalah beberapa metode akuntansi pengukuran biaya khususnya bagi perusahaan manufaktur, apa saja itu? Simak penjelasan dari Blog Mekari Jurnal!

Dari aktivitas operasionalnya, perusahaan manufaktur mempunyai beberapa perbedaan yang jelas dibanding jenis perusahaan lainnya.

Ini menyebabkan perhitungan dan metode akuntansi, khususnya metode pengukuran biaya bagi perusahaan atau bisnis manufaktur cukup kompleks.

Bisnis manufaktur harus memperhitungkan biaya bahan baku dan pemrosesannya sampai menjadi barang jadi yang siap dijual.

Ada beberapa penerapan metode akuntansi terhadap perusahaan manufaktur. Anda harus memilih metode yang tepat untuk perusahaan manufaktur dan menggunakannya dengan benar.

Dengan informasi yang diberikan di dalam artikel ini, diharapkan Anda dapat memilih sistem dan metode akuntansi yang tepat untuk membantu pertumbuhan perusahaan manufaktur Anda.

Terdapat dua kategori utama pada metode pengukuran biaya yang terjadi di perusahaan manufaktur, yaitu inventory cost dan production cost.

Permudah Pengelolaan Inventori dan Stok Barang dengan Jurnal. Baca Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Penentuan Inventory dalam Metode Akuntansi Biaya

Penerapan Inventory Cost atau biaya persediaan menentukan bagaimana pemberian harga terhadap bahan yang dibeli dan bahan yang tersedia.

Lebih detailnya, metodologi biaya ini menetapkan bagaimana persediaan dihitung biayanya (dihargai) setiap kali persediaan baru ditambahkan.

Karena barang persediaan dijual dan digunakan dalam proses produksi, maka biaya bahan dalam proses (Work In Progress) ditetapkan dari jumlah persediaan yang digunakan untuk suatu proses pembuatan barang dikalikan dengan harga per unit persediaan.

Maka terdapat biaya HPP (Harga Pokok Penjualan) dan biaya BDP (Barang Dalam Proses).

Sebagian besar perusahaan akan menggunakan salah satu dari jenis metode biaya persediaan berikut ini untuk menentukan nilai HPP dan BDP tersebut yaitu:

a. FIFO (First-In, First-Out)

Metode FIFO menetapkan bahwa lapisan pertama pembelian persediaan yang pertama kali dibeli digunakan sebelum lapisan persediaan yang lebih baru.

Sebagian besar perusahaan menggunakan metode ini karena asumsi yang terkandung sangat cocok dengan arus barang secara aktual.

Dengan menggunakan metode FIFO berarti juga mengurangi risiko barang kedaluwarsa karena barang yang sudah berumur lama karena dibeli pertama kali akan segera dijual.

b. LIFO (Last-In, First-Out)

Metode LIFO menetapkan bahwa lapisan terakhir pembelian persediaan digunakan sebelum lapisan pertama, berkebalikan dengan metode FIFO.

Beberapa perusahaan masih menggunakan metode ini. Namun metode ini tidak dianjurkan karena salah satu alasannya adalah menambah risiko kadaluarsa barang yang tersimpan.

c. Weighted-Average Cost

Pada dasarnya, Weighted-Average Cost menetapkan bahwa hanya ada satu lapisan inventaris dalam persediaan. Lapisan itu adalah biaya rata-rata dari semua persediaan yang dibeli.

Setiap saat pembelian persediaan baru, harga per unit baru akan terhitung dan diterapkan ke semua transaksi persediaan yang keluar hingga ada persediaan baru yang masuk.

Baca juga: Cara Menghitung Rasio Perputaran Persediaan

d. Identifikasi Spesifik

Metode identifikasi spesifik menetapkan bahwa setiap item persediaan yang dibeli pada harga tertentu akan diterapkan secara sama ketika dijual atau digunakan dalam produksi.

Metodologi ini akan efektif jika Anda membeli barang yang dibeli secara individu dan bernilai mahal.

Sebagai catatan, salah satu cara terbaik untuk memilih metode akuntansi biaya adalah dengan menghitung masing-masing hasil nilai yang keluar.

Pilihlah hasil yang mengeluarkan biaya termurah.

Selebihnya, tidak ada keharusan dalam memilih salah satu dari keempat metode tersebut. Akan lebih baik jika pemilihan juga didasarkan pada keputusan rapat manajemen yang mengarah pada cocoknya metode terhadap kebutuhan perusahaan.

Atur dan Pantau Operasional Lewat Fitur Biaya dan Anggaran Jurnal, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Penentuan Production Cost dalam Metode Akuntansi Biaya

Berikutnya adalah penjelasan metode pengukuran biaya produksi. Ada sejumlah metode biaya produksi yang bisa dipilih oleh perusahaan manufaktur dengan manfaat dan kekurangannya masing-masing.

Pendekatan biaya produksi yang digunakan secara umum adalah sebagai berikut:

a. Job Order Costing

Umumnya digunakan untuk pembebanan suatu batch produk. Job Order Costing dihitung dengan mencatat jam kerja dan unit bahan baku yang diperlukan untuk setiap batch.

b. Process Costing

Metode ini efektif jika perusahaan manufaktur Anda menjalankan lini produksi yang secara konstan memproduksi produk atau suku cadang yang sama. Biaya ditanggung oleh tiap departemen alih-alih oleh suatu proyek.

Baca juga: Cara Melakukan Inventory Control yang Tepat Bagi Usaha, Ini Tipsnya!

c. Activity-Based Costing

Metode akuntansi biaya ini menyelaraskan segala sumber daya yang dipakai perusahaan dan aktivitasnya dengan produk dan atau layanan perusahaan yang berkorelasi langsung dengan konsumsi biayanya.

Biaya Activity-Based costing menggabungkan lebih banyak biaya tidak langsung ke dalam kegiatan produksi langsung untuk membantu pengambilan keputusan penetapan harga.

d. Variabel Costing

Serupa dengan biaya overhead. Tetapi dalam pembebanannya terhadap output produksi biayanya lebih bervariasi. Implikasinya, semakin banyak produk yang dihasilkan, semakin tinggi biayanya.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

e. Absorption Costing

Digunakan ketika pembebanan biaya mencakup semua biaya variabel dan biaya tetap termasuk biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.

f. Metode biaya lainnya

Tergantung dari kebutuhan dan di mana Anda mendirikan perusahaan, terminologi lain seperti biaya standar, biaya aktual, weighted-average costing, dan resource consumption costing.

Unsur-unsur ini terkandung di dalam kesemua metode yang sudah dijelaskan di atas. Namun, terkadang penerapannya fleksibel.

Intinya, tidak ada satu pengukuran biaya yang cocok untuk ke semua perusahaan manufaktur.

Ditiap perusahaan manufaktur pastinya menggunakan metode akuntansi pengukuran biaya yang berbeda-beda dan sekali lagi, tergantung kebutuhan dari masing-masing perusahaan.

Tetapi untuk kebutuhan pencatatan transaksi perusahaan manufaktur maupun pengeluaran-pengeluarannya dan pelaporan keuangan secara utuh, Anda bisa menggunakan Jurnal sebagai solusinya.

Jurnal adalah software akuntansi online yang menawarkan fitur-fitur termasuk berbagai metode dalam dunia akuntansi yang sesuai dengan PSAK yang berlaku.

Dengan Jurnal, pengklasifikasian dan pencatatan segala bentuk biaya bisa dilakukan dengan mudah dan otomatis. Jurnal juga memiliki fitur aplikasi kas masuk dan keluar hingga aplikasi inventaris barang, termasuk Jurnal juga sebagai invoice online Indonesia yang siap membantu usaha Anda.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Jurnal Enterprise Plus, Solusi Terlengkap Untuk Optimalkan Transaksi Bisnis Anda!

Di atas adalah penjelasan singkat tentang metode biaya akuntansi khususnya dalam perusahaan manufaktur. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat.

Ikuti media sosial Jurnal by Mekari untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo